Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KAPASITAS SOSIAL PETANI (Studi kasus petani porang di Kabupaten Bulukumba) Elvira, Evi; Suardi, Suardi; Ismail, Lukman
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 2 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i2.13140

Abstract

Permasalahan penelitian ini menyangkut kapasatitas sosial petani porang dan faktor determinan yang mempengaruhi kapasitas sosial serta Implementasi pemberdayaan petani porang di Kabupaten Bulukumba. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini untuk mengetahui kapasitas sosial petani porang dan untuk menganalisis faktor determinan yang mempengaruhi kapasitas sosial petani porang, untuk mengetahui implementasi pemberdayaan petani porang di Kabupaten Bulukumba. Metodologi penelitian ini merupakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Temuan penelitian yaitu kapasitas petani porang lebih besar dipengaruhi oleh adanya modal sosial karena dalam usaha pertanian diperluhkan terjalinnya hubungan kepercayaan selain itu untuk menguatkan kapasitas masyarakat lebih dalam perlu pula modal budaya, modal ekonomi dan modal simbolik, karena modal sosial tidak dapat berdiri sendiri perlu modal pendukung lainnya sehingga proses tujuan pertanian dapat tercapai. faktor determinan yang menjadi penghambat kapasitas pertanian porang yang ada di Kabupaten Bulukumba adalah yang paling dominan yaitu pengetahuan, karena tidak adanya akses informasi yang disampaiakan oleh pihak pemerintah terkait cara pengolahan porang dan turunannya sehingga tidak memperoleh hasil yang berkualitas dan berkuantitas, dan dukung juga oleh faktor inovasi modern yang tidak memadai. Kehadiran pemerintah dalam meningkatkan peran kelompok tani yang berkualitas dengan melakukan penyuluhan, menyediakan, melakukan kerjasama dengan pengusaha pabrik produksi dengan tujuan untuk mensejahtrakan masyarakat petani porang. Kata Kunci,: sosial, petani
KENAKALAN MAHASISWA PENDIDIKAN SOSIOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Munawati Munawati; Mukramin, Sam’un; Ismail, Lukman
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 1 No. 4 (2023): Juli : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v1i4.269

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak menuju masa dewasa yang usianya berkisar antara 12-21 tahun. Pada masa ini individu mengalami berbagai perubahan fisik maupun psikis dan penuh dengan tantangan, ujian, emosi yang menyangkut perubahan jasmani, psikologi serta sosial. Pada masa transisi tersebut kemungkinan dapat menimbulkan masa krisis, yang ditandai dengan kecenderungan munculnya kenakalan pada remaja. Seharusnya seseorang yang sudah mencapai usia remaja mengerti mana hal yang positif dan negatif yang sepatutnya dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kenakalan remaja yang ada di unismuh makassar terutama jurusan sosiologi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dapat digolongkan dalam kategori penelitian lapangan. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data pada penelitian ini yaitu lebih mengutamakan pengamatan fenomena dan lebih meneliti ke subtansi makna dari fenomena, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kenakalan mahasiswa khususnya jurusan sosiologi yaitu pada dasarnya mereka melakukan ini dengan dorongan psikologis dan lingkungan sosial. Jika sosialnya bagus psikologis remaja yang kurang perhatian yang akan menjadi pemicunnya. Begitupun sebaliknya jika psikologisnya bagus, lingkungan yang akan merusak mereka. Lantas untuk mencegah dan mengatasi kenakalan dari mahasiswa tersebut, adalah dengan menerapkan beberapa cara yaitu, menenmkan nilai-nilai baik sejak dini, beri tahu konsekuensinya, menjaga komunikasi tetap terbuka, mendorong anak untuk melakukan kegiatan positif, dan bersifat tegas. Kesimpulan dalam pelaksanaan ini adalah mengetahui penyebab kenakalan mahasiswa khususnya jurusan sosiologi yang sering datang atau jarang masuk itu karena suatu insiden seperti bangun kesiangan yang disebabkan oleh dorongan psikologi dan lingkungan sosioal disekitrnya. Kata kunci : Kenakalan, Mahasiswa, Pendidikan
LOCAL WISDOM AS A CULTURAL ENGINE OF INTERFAITH HARMONY: STRENGTHENING RELIGIOUS MODERATION AND MITIGATING RACISM IN TANA TORAJA Nawir, Muhammad; Mukramin, Sam'un; Ismail, Lukman; Asnawi, Mu’aliyah Hi; Nursida, Andi; Abu Bakar, Noor Insyiraah
Harmoni Vol. 24 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v24i2.918

Abstract

The issue of racism and racial discrimination requires deeper exploration, as these phenomena continue to persist as global concers that are highly sensitive and resistant to resolution. Racism often triggers escalating social tensions and conflicts that significantly affect interreligious relations, even though such problems do not always originate from religious differences. In this regard, an approach that integrates religious moderation with local wisdom is considered vital in establishing sustainable social harmony. Local wisdom serves as a bridge that connects cultural values and spirituality within a pluralistic society, fostering mutual respect and tolerance among people of different faiths particularly in the context of Islam and Christian relations. However, the role of local wisdom in facilitating religious moderation across diverse racial backgrounds remains underexplored. Therefore, this study aim to fill the gap. The research employs in depth observation and interviews as data collection methods, with Tana Toraja selected as the research site due to its well known cultural pluralism and strong religious identity. The primary informants consist of religious leaders, traditional elders, community leaders, and practitioners who play crucial roles in maintaining social and cultural cohesion. The findings reveal that: 1) the Torajan people are able to preserve and respect their religious traditions while remaining open to external influences and societal change; 2) the integration of local wisdom into religious moderation in Toraja holds significant potential for fostering harmony among religious communities while preserving valuable cultural traditions; and 3) the prevention of racism through the application of local wisdom emphasizes the importance of understanding, respecting, and promoting local cultural values and customs particularly through the developments of the tourism industry as a new platform of interreligious appreciation, dialogue, and cultural coexistence.