Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KETELITIAN GEOMETRIK CITRA SATELIT PLEIADES 1B DAN SPOT 6 UNTUK PEMBUATAN PETA DESA Sukojo, Bangun Muljo; Nurwauziyah, Iva
GEOID Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v14i1.1588

Abstract

In this study, Pleiades 1B and SPOT- 6 images can be reviewed the extent to which the geometric accuracy of the actual conditions that will be used as source data for making village map with a large scale. In research conducted process of rectification by using data of ground control points (GCP) on the satellite image Pleiades-1B and SPOT 6, which using two methods, namely polynomial order 1 and order 2, then test the accuracy of geometric on the results of rectification the image to determine the level of precision horizontal based on Perka BIG No. 15 of 2014, so be analyzed the accuracy of horizontal imagery for making village map. The results obtained from the process of image rectificaation with 8 GCP, RMS value obtained method of polynomial 2nd orde is better than 1st orde, i.e. 0,188 pixel on the Pleiades 1B image and 0,350 pixel on the SPOT 6 image. Based on geometric accuracy testing obtained value of RMSE on the Pleiades 1B image is 0,801 meters and on the SPOT 6 imaage is 2,489 meters on the image of the results of the polynomial 1st order rectification method and on the polynomial 2nd order rectification method, RMSE values obtained for the image of the Pleiades 1B is 0,647 meters and 2,386 meter for the SPOT 6. For the feasibility of high-resolution imagery for creating village maps based on Technical Specifications Mapping Village 2016 by BIG, Pleiades 1B image eligible cartography village with a scale of 1: 2500, 1: 5000, 1: 10.000, while on satellite images SPOT 6 meet requirements for the manufacture of a village map with a scale of 1: 10,000.
STUDI ANALISIS KETELITIAN GEOMETRIK CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI SEBAGAI PETA DASAR RENCANA DETAIL TATA RUANG PERINDUSTRIAN (STUDI KASUS : KAWASAN PT SIER SURABAYA) Sukojo, Bangun Muljo; Mahmudi, Alfan Rozy
GEOID Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v14i1.1592

Abstract

PT SIER region has an area of 245 ha. In addition, PT SIER region is divided into three sub-districts, namely Rungkut District, Tenggilis Mejoyo District, and Gunung Anyar Disrict. In the industrial area in the mapping of the region that have used a detailed map of a large scale is a scale of 1: 5000 or more. The remote sensing technology is needed for making the maps. Remote sensing technology is now used and applied in geoscience Indonesia for geospatial information on a local, regional, and globalThis research conducted data used for geometric correction is WorldView 2 satellite imagery with a spatial resolution of 2012 which is 0.46 meters and the Pleiades 1B in 2015 with a spatial resolution of 0.5 meters. In addition, the necessary data in this study are the coordinates of ground control points or so-called the Ground Control Point (GCP). The GCP coordinate data obtained from measurements in the field using geodetic GPS device. Measurements were performed using the static method for approximately 40 minutes. In doing geometric correction in this study using two methods, namely the transformation affine transformation and polynomial order 2 The results of this study indicate that the design of nets made to the GPS measurements have strength webs of 0.116274. The net strength has entered tolerance is <= 1. For the geometric correction to both images using two methods. In the method of affine value Root Mean Square Error (RMSE) for WorldView 2 is 0.306359 while the RMSE for the Pleiades 1B amounted to 0.319769. In order polynomial method 2, RMSE for WorldView 2 is 0.163263 while the RMSE for the Pleiades 1B amounted to 0.218205. The RMSE obtained both images can be used as a basis for making a map with a scale of 1: 5000
ANALISA PERUBAHAN KERAPATAN MANGROVE BERDASARKAN NILAI NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 (STUDI KASUS: PESISIR UTARA SURABAYA) Sukojo, Bangun Muljo; Arindi, Yurike Nisa
GEOID Vol. 14 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v14i2.1596

Abstract

Dinamika lingkungan di wilayah Pesisir Utara Surabaya mengakibatkan terjadinya perubahan kerapatan mangrove di kawasan tersebut. Mangrove memiliki fungsi ekologis dan ekonomis bagi makhluk hidup. Mengingat peran penting mangrove bagi wilayah pesisir, diperlukan adanya pengelolaan yang tepat untuk menjaga eksistensi mangrove tersebut. Ekosistem mangrove merupakan salah satu obyek yang dapat diidentifikasi menggunakan teknologi penginderaan jauh. Teknologi tersebut dapat me-monitoring kerapatan mangrove menggunakan perhitungan algoritma indeks vegetasi. Dalam penelitian ini, data citra satelit yang digunakan adalah citra Landsat 8 multitemporal selama tahun 2016-2018. Sedangkan algoritma indeks vegetasi yang digunakan adalah NDVI. Algoritma tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat kerapatan mangrove khususnya di Pesisir Utara Surabaya. Citra hasil klasifikasi akan diuji akurasi menggunakan data kerapatan tajuk pada 34 titik sampel di lapangan. Uji klasifikasi algoritma NDVI menghasilkan nilai Overall Accuracy sebesar 94,12%. Sehingga hasil klasifikasi citra tersebut dapat digunakan untuk proses selanjutnya. Berdasarkan hasil klasifikasi perhitungan algoritma NDVI pada citra Landsat 8, luas ekosistem mangrove selama tahun 2016-2018 terus mengalami penurunan. Luas mangrove berdasarkan NDVI tahun 2016-2018 sebesar 184,59, 184,14 dan 183,60 hektar. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi (R) antara NDVI dengan kerapatan jenis menghasilkan nilai korelasi yang kuat yakni 0,8. Selain itu, hasil perhitungan korelasi indeks vegetasi dengan sampel parameter air di lapangan menunjukkan bahwa sampel salinitas memiliki korelasi (R) sangat baik terhadap nilai NDVI sebesar 0,90. Sedangkan untuk korelasi antara NDVI dengan pH berkorelasi (R) negatif yakni sebesar -0,67.
PEMANFAATAN CITRA SATELIT QUICKBIRD UNTUK PEMETAAN POTENSI DAN KELAYAKAN TAMBANG BATUAN KAPUR (STUDI KASUS : KEC. SEMANDING, TUBAN) Sukojo, Bangun Muljo; Rif’anuddin, Sep Hamdan
GEOID Vol. 14 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v14i2.1597

Abstract

Batu kapur merupakan salah satu barang tambang yang banyak terdapat di Indonesia. . Pegunungan kapur di Indonesia menyebar dari barat ke timur mulai dari pegunungan di Jawa Tengah hingga ke Jawa Timur, Madura, Sumatra dan Irian Jaya. Tuban berada dalam cekungan Jawa Timur bagian utara dan dimungkinkan sebagai wilayah potensial terdapatnya berbagai sumberdaya mineral, salah satunya adalah batuan gamping atau batuan kapur. Batu kapur di daerah Tuban tersebar di beberapa kecamatan, salah satunya yakni di kecamatan Semanding. Perlu dilakukan pemetaan potensi untuk mengetahui seberapa besar peluang untuk melakukan proses penambangan. Selain itu, perlu juga dilakukan nalisa mengenai kelayakan area untuk dilakukan penambangan. Hal ini perlu dilakukan karena berpengaruh terhadap nilai ekonomis penambangan. Proses pemetaan dilakukan dengan menggunakan data tutupan lahan kerapatan vegetasi dan geologi lapisan batuan di Kecamatan Semanding. Dari ketiga parameter dilakukan proses overlay dengan mempertimbangkan bobot setiap parameter. Berdasarkan hasil pengolahan, potensi kapur di kelaskan menjadi 5 kelas yakni potensi sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa di Kecamatan Semanding memiliki potensi tinggi, dengan besaran prosentase 41%. Pada pengolahan area layak tambang, didaptkan area seluas 5070.330 hektar potensi kapur layak tambang.
ANALISIS PERUBAHAN KONSENTRASI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI TELUK LAMONG MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT MULTITEMPORAL Sukojo, Bangun Muljo; Amalina, Nurul Chayah
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1631

Abstract

Reklamasi dan suplai sedimen dari sungai – sungai yang bermuara di Teluk Lamong dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya sedimentasi yang bisa berdampak pada pendangkalan alur pelayaran di Selat Madura. Karena itu diperlukan suatu teknik yang dapat memperkirakan wilayah dengan kecenderungan terjadinya sedimentasi, salah satunya dapat menggunakan analisa pola sebaran TSS/sedimen tersuspensi di Teluk Lamong. Dalam penelitian ini digunakan kombinasi metode pengamatan langsung (pengambilan data in situ) dan metode penginderaan jauh (menggunakan citra satelit Landsat – 8). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa perubahan konsentrasi TSS (Total Suspended Solid) di Teluk Lamong dari tahun 2014 sampai dengan 2018 berdasarkan hasil pengukuran, menguji beberapa algoritma untuk menduga TSS di Teluk Lamong untuk mendapatkan algoritma TSS yang sesuai yang nantinya digunakan untuk mengekstraksi nilai TSS dari citra pada periode yang ditentukan dan menganalisa hasilnya dengan kondisi oseanografi (arus). Hasil dari pengolahan data dari citra satelit pada tahun 2018 dengan Algoritma Parwati, Algoritma Syarif Budiman, dan Algoritma Guzman & Santaella berbeda rentangnya dengan nilai TSS in – situ. Namun, Algoritma Syarif Budiman menunjukkan korelasi yang paling baik terhadap nilai TSS in – situ. Nilai TSS yang diperoleh dari citra satelit tiap tahunnya bersifat fluktuatif. Arus memiliki pengaruh terhadap perbedaan konsentrasi TSS yang teradi pada perairan Teluk Lamong.
Analisis Kebutuhan Air Petak Tersier Berdasarkan Hasil Identifikasi Fase Tanam Menggunakan Citra Sentinel-2 dan Google Earth Engine (Studi Kasus : Daerah Irigasi Sampean Kab. Situbondo) Rahmi, Ardia Tiara; Sukojo, Bangun Muljo; Hayati, Noorlaila
GEOID Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i1.1701

Abstract

Terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang kekuranga persediaan air untuk kebutuhan irigasi akibat pengaruh iklim, sehingga beberapa di antaranya sering kali mengalami gagal panen karena kekurangan air. Salah satu wilayah yang mengalami masalah tersebut adalah Kabupaten Situbondo. Hal ini dapat disebabkan karena jumlah debit yang keluar dari intake tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan air di petak sawah. Kurniawan (2020) sebelumnya sudah melakukan penelitian analisis fase tanam menggunakan algoritma NDVI pada citra Sentinel 2. Namun proses pengolahan data pada penelitian tersebut membutuhkan kemampuan perangkat pengolah data yang tinggi dan membutuhkan ruang penyimpanan data yang besar sehingga membutuhkan waktu lebih lama pula dalam pemrosesan datanya. Pada penelitian kali ini, peneliti akan menggunakan perangkat pengolah citra berbasis cloud yaitu Google Earth Engine dimana pemrosesan dan penyimpanan data dilakukan pada jaringan internet. Penelitian ini menggunakana indeks vegetasi NDVI dari Citra Sentinel 2 sebagai instrumen untuk mengidentifikasi fase tanam padi dan membuat peta distribusi fase tanam sebagai pedoman untuk menghitung kebutuhan air di petak-petak tersier Kabupaten Situbondo. Nilai NDVI tertinggi terjadi pada tanggal 26 Januari 2019 yaitu Fase Tanam Mid-Season Stage 1 dengan luas sawah 756.91 Ha dan nilai NDVI terendah didapat pada akhir fase tanam tanggal 11 Maret 2020 dengan luas sawah 489.09 Ha. Hasil klasifikasi terbimbing menggunakan metode Machine Learning Random Forest memberikan akurasi yang sangat baik dengan nilai OA 100% dan kappa sebesar 1 pada citra akuisisi 12 Desember 2019. Debit kebutuhan irigasi tertinggi terjadi pada tanggal 25 Februari 2020 sebesar 253.20 lt/dt dan debit kebutuhan air irigasi terendah terjadi pada tanggal 11 maret yang bertepatan dengan masa panen. Berdasarkan hasil perhitungan peneliti, kebutuhan air irigasi pada bulan Desember hingga bulan Januari sudah terpenuhi oleh curah hujan yang terjadi di wilayah UPT Pengairan Situbondo sehingga tidak membutuhkan debit irigasi dari saluran irigasi.
Pembangunan WebGIS Untuk Menampilkan Informasi Hotspot Sebagai Bentuk Pemantauan Terjadinya Kebakaran Hutan Dan Lahan Dengan Memanfaatkan Opensource Library Leaflet JavaScript (Studi Kasus: Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan) Lisakiyanto, Diya Rochima; Sukojo, Bangun Muljo
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1763

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan menjadi bencana yang hampir setiap tahun terjadi di wilayah Pulau Sumatera. Ogan Komering Ilir menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah titik panas penyebab kebakaran hutan dan lahan yang tergolong tinggi setiap tahunnya. Upaya pencegahan penting dilakukan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh karhutla pada berbagai aspek kehidupan. Salah satunya dengan membangun suatu Sistem Informasi Geografis (SIG) sebaran lokasi titik panas/hotspot sebagai bentuk early warning and detection system berbasis web (WebGIS) dengan memanfaatkan data VIIRS Nightfire (VNF) dari teknologi penginderaan jauh satelit Suomi-NPP dengan sensor aktif Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) yang telah diolah dengan algoritma Nightfire. Library dari Leaflet JavaScript berperan penting dalam menambah fungsionalitas dari WebGIS dengan berbagai pilihan plugin yang tersedia dan source code yang mudah dibaca untuk membuat informasi spasial berbasis web yang lebih interaktif. Prototype dari WebGIS dengan nama OKIApi telah berhasil dibangun dan memiliki beberapa fitur utama seperti menampilkan informasi sebaran lokasi titik panas/hotspot yang telah diklasifikasikan berdasarkan temperature; tingkat prioritas pemadaman kebakaran dan tingkat kerawanan area mudah terbakar berdasarkan jenis penutupan lahan; rute menuju lokasi hotspot dan/atau kantor pemadam kebakaran; grafik estimasi luas area terbakar dari source footprint hotspot; dan grafik jumlah hotspot perhari yang telah diklasifikasikan berdasarkan temperature. Nilai presentase kelayakan web untuk uji fungsionalitas sebesar 100% dengan predikat sangat baik, uji usabilitas sebesar 91,5% dengan predikat sangat baik, dan uji portabilitas sebesar 100% dengan predikat sangat baik.
Analisis Perubahan Indeks Kekritisan Lingkungan Dengan Algoritma Environmental Criticality Index Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 OLI/TIRS (Studi Kasus : Kota Bandung) Sukojo, Bangun Muljo; Hauzan, Naufal Shidqi
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1781

Abstract

Kekritisan Lingkungan merupakan rasio suhu permukaan tanah dengan ketersediaan tutupan vegetasi di sebuah area. Jika suhu sebuah area terbilang tinggi dan terdapat sedikit tutupan vegetasi pada area tersebut, maka area tersebut merupakan area dengan kualitas lingkungan yang rendah atau kritis. Faktor utama terjadinya kekritisan lingkungan adalah telah terjadinya fenomena Urban Heat Island. Kota Bandung merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat dan kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Fenomena UHI juga sudah terjadi di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk membahas kekritisan lingkungan Kota Bandung terutama pada tahun 2017-2021. Metode penelitian ini adalah menggunakan algoritma Environmental Criticality Index (ECI) dan teknologi penginderaan jauh berupa citra Landsat 8 OLI/TIRS untuk memperoleh indeks kekritisan lingkungan. ECI akan dihitung dengan memanfaatkan 4 (empat) variabel, yaitu Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-Up Index (NDBI), dan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI). Hasil penelitiannya adalah terjadinya kenaikan luas pada kelas tidak kritis sebesar 2,607 km², penurunan luas pada kelas kritis tingkat rendah sebesar 8,205 km², kenaikan luas pada kelas kritis tingkat sedang sebesar 9,63 km², dan penurunan luas pada kelas kritis tingkat tinggi sebesar 4,461 km². Secara keseluruhan, Kota Bandung mengalami kenaikan luas area tidak kritis sebesar 2,608 km² dan penurunan luas area kritis sebesar 3,037 km² dalam periode tahun 2017-2021.
Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Lahan dan Bangunan Berbasis BIM untuk Menunjang Perencanaan Ruang Kelurahan Gandaria Utara Rahmani, Kania Hana; Sukojo, Bangun Muljo
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1794

Abstract

Pembangunan di kawasan perkotaan akan terus terjadi, seperti pembangunan permukiman, perkantoran, pertokoan, sarana pendidikan dan kesehatan, serta sarana penunjang lainnya. Dengan pembangunan yang akan selalu terus terjadi di suatu negara, maka akan meningkatkan pula produktivitas pada suatu kota. Pesatnya perkembangan kegiatan perkotaan juga akan diikuti oleh tingginya kebutuhan akan lahan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan penggunaan lahan. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan lahan secara optimal dan pengelolaannya secara bijak agar menghasilkan kualitas ruang yang terjaga kelestariannya. Tata tertib tersebut disusun menjadi suatu rencana yang terdiri dari struktur dan pola. Kelurahan Gandaria Utara, Kota Jakarta Selatan terbagi menjadi tiga kelurahan, yaitu pemukiman padat penduduk, pemukiman menengah ke atas, perkantoran dan pertokoan yang ditinjau dari aspek geometris memiliki bentuk bangunan yang beragam dari rasio besar dan kecil yang memiliki penggunaan lahan dan bangunan yang beragam. Dalam penelitian ini, kesesuaian penggunaan lahan diidentifikasi dengan klasifikasi manual dan digital, yaitu dengan menginterpretasikan citra dan mengklasifikasikan menggunakan metode Object Based Image Analysis (OBIA) pada citra SPOT-7 yang kemudian ditumpang-susunkan untuk menghasilkan peta penggunaan lahan. Selain itu, penelitian ini memanfaatkan data ketinggian dari LiDAR untuk melengkapi data spasial bangunan dan diolah menjadi BIM. Berdasarkan hasil klasifikasi kesesuaian penggunaan lahan dan klasifikasi kesesuaian bangunan, didapatkan klasifikasi kesesuaian penggunaan lahan dan bangunan dengan presentase 76,90%, sedangkan 23,10% diantaranya tidak sesuai terhadap RDTR. Kesesuaian penggunaan lahan dan bangunan terhadap RDTR tahun 2011-2030 dapat dikatakan sesuai karena presentase kesesuaian yang lebih besar dari presentase tidak sesuai. Namun, masih terdapat kemungkinan pembangunan/perubahan yang dapat terjadi kedepannya agar kesesuaian kondisi di lapangan dengan kondisi pada rencana dapat tercapai untuk kedepannya.
Analisa Hasil Pengolahan Citra Terrasar-X dan Landsat 8 untuk Pemetaan Geologi Lembar Mojokerto (1508-62) Jawa Timur Sukojo, Bangun Muljo; Ipranta, Ipranta
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peta geologi merupakan peta yang sangat dibutuhkan dalam berbagai hal seperti perencanaan dan pembangunan contohnya waduk, jembatan, jalan, terowongan dan lainnya. Peta yang dibutuhkan dalam hal ini tentunya adalah peta dengan skala menengah yaitu skala 1:50.000 (Noor,2011). Namun karena saat ini peta geologi yang tersedia masih skala kecil yaitu skala 1:250.000 sampai 1:100.000, tentu harus dilaksanakan proses pemetaan untuk menghasilkan skala menengah. Jika pemetaan geologi dilakukan secara manual untuk memetakan dengan skala 1:50.000, bukan hanya membutuhkan waktu yang sangat lama namun juga membutuhkan sumberdaya manusia yang banyak. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memetakan geologi menggunakan metode dan data penginderaan jauh. Data yang digunakan adalah citra Landsat 8 yang memiliki resolusi spektral sedang, citra TerraSAR-X Ortho Rectifiied Radar Image dan Digital Surface Model yang memiliki resolusi spasial tinggi. Data tersebut dilakukan proses pengabungan dan dilakukan analisis untuk mendapatkan formasi batuan di wilayah penelitian. Analisa tersebut menggunakan unsur interpretasi citra (rona/warna, tekstur, pola, bentuk) ditambah dengan unsur morfologi dan pola aliran sungai. Analisa ini juga membutuhkan data tambahan berupa peta geologi 1:100.000 dan data lapangan berupa titik pengamatan. Hasil dari penelitian ini berupa peta geologi hasil interpretasi citra skala 1:50.000 yang berisi formasi batuan. Hasil interpretasi dari citra Landsat dan citra TerraSAR-X menghasilkan formasi-formasi batuan di antaranya: Formasi Ledok (Tml), formasi Lidah (Qtl), Formasi Mundu (Tpm), formasi Kabuh (Qpk), Endapan Aluvium (Qa), formasi Notopuro (Qpn), formasi Sonde (Tpso), formasi Kalibeng (Tmpk), formasi Pucangan (Qtp).
Co-Authors Afrinda Dara Kartikasari Afrinda Dara Kartikasari, Afrinda Dara Agita Setya Herwanda Agita Setya Herwanda Agung Budi Cahyono Agus Budi Agus Wibowo Aji, Pujo Akhmad Sigit Aisandy Akhmad Sigit Arisandy Alawy, Moh. Mahfudhdin Alfan Rozy Mahmudi Amalina, Nurul Chayah Andie Setiyoko Andie Setiyoko, Andie Andreas Kelvin Pujianto Antonius B. Wijanarto Anwar, Nadjadji Ardia Tiara Rahmi Ari Santoso Arifin, Irfan Samsul Arindi, Yurike Nisa Asadul Usud Asadul Usud, Asadul Awalin, Lilik Jamilatul B. Realino S. Basori Basori Bayu Aristiwijaya Bayu Aristiwijaya, Bayu Budi , Agus Budi Santoso Budisusanto , Yanto Budisusanto, Yanto Catur Paminto Laksono Chandra, Danang Surya Christiono Utomo Citra Prastika Dawamul Arifin Deni Ratnasari Dewi Masita Dewi Masita Dhanu Prihantoro Trijayanto Dhiyaulhaq Al Majid Diah Susilowati Diah Susilowati, Diah Diah Witarsih Dian Ratnasari Diya Rochima Lisakiyanto Diyah , Chali Matussa Dwipayana Kusumawardhana Erma Suryani Erma Suryani Ety Parwati Ety Parwati Eva Resti Febriani Eva Resti Febriani Farid Irawan Y. P Febriani , Eva Resti Febriani, Eva Resti Feny Arafah Filsa Bioresita, Filsa Firdianto, Prasetyo Friska Melia Ode Binta Ode Binta Hadjoe, Muhammad Nabil Hana Sugiastu Firdaus Hanansyah, Megivareza Putri Hanif Khoirul Latif Harliyanti, Novi Ika Hauzan, Naufal Shidqi Hayati, Noorlaila Hendrata Wibisana Hepi Hapsari Handayani, Hepi Hapsari Hermawan, Raihan Daffa Hernandi Kustandiyo Hernandi Kustandiyo, Hernandi Herwanda, Agita Setya Hidayat, Husnul Husnul Hidayat, Husnul I Nyoman Fegie Inggit Lolita Sari Ipranta Ipranta Ipranta Ipranta, Ipranta Irfan Samsul Arifin Iva Ayu Rinjani Iva Nurwauziyah Iva Nurwauziyah Jaelani , Lalu Muhamad Jaelani, Lalu Muhamad Jaelani, Lalu Muhammad Jefri Ardian Nugroho Kholid Noor Syamsa Kurnia Setiawan W Kustarto, Hendro Kusumawardhana , Dwipayana Laksono , Catur Paminto Lathifah , Rohmatul Latifatul Zahroh Latifatul zahroh Lisakiyanto, Diya Rochima LM. Jaelani Lukman Raharjanto Lukman Raharjanto, Lukman M. Nurcahyadi Mahmudi, Alfan Rozy Mayasari , Ratna Meika Sumarsono Meraty Ramadhini Moh. Mahfudhdin Alawy Muhammad Hanif Muhammad Taufik Muhharama Putra Prayoga Muhsi Mulsani, Adi Munawar Kholil Munawar Kholil Naufal Shidqi Hauzan Niswah Selmi Kaffa Noorlaila Hayati, Noorlaila Nurdin Nurdin Nurdin Nurul Aini Nurul Aini Nurul Chayah Amalina Nurwatik, Nurwatik Nurwauziyah, Iva NYOMAN DITA PAHANG PUTRA, NYOMAN Pratomo, Danar Guruh Prayoga , Muhharama Putra Putri, Regina Verra Santiara Yahya R A, Dwi Ayu Rahmani, Kania Hana Rahmansyah, Ferdian Zaki Rahmi, Ardia Tiara Ramadaningtyas, Niken Ramadhini, Meraty Ratnasari , Dian Rauf Syafriyyin Rauf Syafriyyin, Rauf Regina Verra Santiara Ricko Buana Surya Rif’anuddin, Sep Hamdan Rinjani, Iva Ayu Risdina Trisna Wardani Rizki Ramdhani Rohmatul Lathifah Rudi Firman Setyawan Ruki Ardiyanto Ruki Ardiyanto Santoso Santoso Santoso, Romario Sep Hamdan Rif’anuddin Setiawan, Nanang Siswoyo Siswoyo Siwi , Sukentiyas Estuti Sukentiyas Estuti Siwi Sukentyas Estuti Siwi Sya’roni , Ahmad Imam Taslyanto, Chelsea Alfarelia Putri Tazkiyatunnisa , Hana Teguh Harianto Trisnawati, Agnes Rusnalia Tubagus Solihuddin Tubagus Solihuddin Tyas Eka Kusumaningrum Tyas Eka Kusumaningrum, Tyas Eka Udiana Wahyu Deviantari Udiana Wahyu Deviantari, Udiana Wahyu Umboro Lasminto Utama, Dhira Vivi Diannita Sari Vivi Diannita Sari, Vivi Diannita Wahono Wahono Wahyu Teo Parmadi Wardani , Risdina Trisna Wibowo, Agus Witarsih, Diah Yanto Budisusanto, Yanto Yudi Wahyudi Yudi Wahyudi Yulianti Puspitasari Yurike Nisa Arindi Yusuf S. Djajadihardja, Yusuf S. Zahroh, Latifatul Zakir, Achmad Ziyadatul Rofita