Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT DISMENORE DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWI DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG Gabriel Rahaq; Dyah Widodo; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1124

Abstract

Menstruasi adalah perdarahan periodik pada uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi. Proses mentruasi pada perempuan dapat menimbulkan dismenore sehinggga mengganggu aktivitas fisik dan mengakibatkan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat dismenore dengan tingkat kecemasan. Desain penelitian ini adalah korelasional. Sampel sebanyak 50 mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang sebagai sampel yang diambil melalui metode purposive sampling. Pengambilan data diperoleh melalui lembar kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Spearman rank (p< 0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa 52% mahasisiwi mengalami dismenore berat dan 56% mahasiswi mengalami tingkat kecemasan berat. Ada hubungan yang kuat antara tingkat dismenore dengan tingkat kecemasan (p = 0, 932). ABSTRACT Menstruation is periodic bleeding in the uterus that begins about 14 days after ovulation. The process of menstruation in women can cause dysmenorrhea so that it disrupts physical activity and causes anxiety. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of dysmenorrhea and the level of anxiety. The design of this research is correlational. A sample of 50 students from the Faculty of Health Sciences, University of Tribhuwana Tunggadewi Malang as samples taken through purposive sampling method. Data collection was obtained through a questionnaire. The data analysis technique used was the Spearman rank test (p
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT STRES PADA LANSIA PADA LANSIA DI POSYANDU BENDUNGAN DESA LANDUNGSARI KECAMATAN DAU MALANG Popy Anggraini; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.137 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.683

Abstract

Individu harus pandai berinteraksi dalam menyesuaikan diri, tetapi tidak semua individu mampu mengatasi perubahan-perubahan yang dialami, terutama pada lansia, seperti ketegangan atau stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat stres pada lansia di Posyandu Bendungan Desa Landungsari Kecamatan Dau Malang. Pada penelitian ini menggunakan desain correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua lansia di Bendungan Desa Landungsari Kecamatan Dau Malang sebanyak 42 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 orang. Pengambilan sampel dengan purvosive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik spearman’s rho dengan derajat kemaknaan α (0,05). Hasil penelitian menunjukan sebagian besar (63,2%) dukungan sosial kepada responden masuk kategori baik sebanyak 24 orang, sebagian besar (71,1%) tingkat stres pada responden masuk kategori ringan sebanyak 27 orang. Hasil spearman’s rho diketahui terdapat hubungan yang sangat kuat antara dukungan sosial dengan tingkat stres pada lansia di Posyandu Bendungan Desa Landungsari Kecamatan Dau Malang dengan nilai p-value : 0,00 < 0,05 dan nilai r = 0,836 yang berarti H0 ditolak. Saran yang dapat direkomendasikan adalah meningkatkan dukungan sosialnya kepada lansia, sehingga lansia tersebut merasakan kenyamanan dan jauh dari stres serta membimbing lansia menjadi lebih bahagia dengan makna dukungan sosial.
PENYAKIT HEPATITIS DENGAN PERILAKU MENCEGAH PENULARAN PENYAKIT HEPATITIS DI RUANG DEWASA RUMAH SAKIT PANTI WALUYA MALANG Maria Fransiska Wulandari; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.758 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i1.397

Abstract

Pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan indra. Pengalaman muncul ketika seseorang menggunakan alat indra atau akalnya untuk mengendalikan benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat, didengar, dirasakan sebelumnya. Dalam tindakan pencegahan terhadap penyakit Hepatitis diperlukan kemampuan perawat sebagai pelaksana, ditunjang oleh sarana dan prasarana. Perilaku dan tindakan perawat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang penyakit hepatitis dengan perilaku mencegah penularan penyakit Hepatitis. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat karyawan di Ruang Dewasa RS. Panti Waluya Malang. Uji korelasi spearman ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku responden. Karena nilai signifikansi lebih besar dari α (0.823 > 0.050) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang tidak signifikan (tidak nyata) antara tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku responden. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0.040, yang berarti hubungan searah antara tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku responden dan termasuk dalam korelasi kategori sangat rendah. Kata Kunci: Pengetahuan, Penyakit Hepatitis, Perilaku mencegah penularan
PERBEDAAN KEPUASAAN INTERAKSI SOSIAL LANSIA WANITA PADA KELOMPOK KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT DI PANTI GRIYA ASIH LAWANG KABUPATEN MALANG Dyna Wardhani; Dyah Widodo; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.093 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.194

Abstract

Kepuasan hidup pada lansia akan terjadi dan berpengalaman jika kebutuhan dan keinginan individu pada waktu tertentu terpenuhi dan puas. Jenis Introvert lebih memilih pikiran, perasaan, cita-cita dan mereka menjadi sumber bunga. Jenis ekstrovert berorientasi ke dunia luar, praktis, bertindak cepat dan cepat mengambil keputusan karena orientasi dari kehidupan sekarang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kepuasan interaksi sosial antara ekstrovert dan wanita lanjut usia pendiam di Panti Griya Asih Lawang Malang. Penelitian menggunakan desain studi banding dengan pendekatan survei. Pengambilan sampel diambil dengan teknik saturated sampling dengan 23 responden lansia di Panti Griya Asih Lawang Malang. Pengumpulan data dilakukan antara bulan Juli dan Agustus 2014 dengan menggunakan kuesioner. Uji analisis hasil menggunakan T-test SPSS 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,6% atau 16 orang ekstrovert kepribadian dan 30,4% atau 7 orang memiliki kepribadian yang introvert. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh statistik nilai p-value = 0,00
HUBUNGAN POLA PIKIR PESIMISME DENGAN RESIKO DEPRESI PADA REMAJA Dera Lukita Sari; Esti Widiani; Sirli Mardianna Trishinta
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.523 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1481

Abstract

Gangguan mental terutama emosional masih banyak menyerang penduduk di dunia, di Indonesia sendiri penduduk yang mengalami gangguan mental emosional sebanyak 6%. Penduduk Indonesia sebagian besar memiliki resiko depresi yang termasuk dalam gangguan mental emosional. Resiko depresi sering terjadi pada usia remaja, dimana hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor salahsatunya adalah pola pikir pesimisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pikir pesimisme dengan resiko depresi pada remaja di SMP PGRI 03 Malang. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi, dengan pendekatan cross sectional, dimana jumlah populasi 60 orang, dan sampel 60 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner Beck Hopelessnness Scale (BHS) dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS), yang dianalisis menggunakan uji korelasi spearman rank (Rho). Hasil penelitian ini didapatkan remaja yang mempunyai pola pikir pesimisme sebagian besar ringan yaitu 30 orang (50%), remaja yang mempunyai resiko depresi sebagian besar normal yaitu 36 orang (60%). Hasil dari analisis korelasi spearman rank (Rho) diperoleh nilai Rho = 0,502, didapatkan nilai ρ-value (signifikansi) sebesar 0,000 < α 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara pola pikir pesimisme dengan resiko depresi pada remaja di SMP PGRI 3 Malang. Disarankan peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang pola pikir pesimisme pada kelompok usia lain seperti usia dewasa maupun lansia. Selain itu peneliti selanjutnya disarankan untuk memperhatikan faktor lain yang dapat menyebabkan remaja mempunyai pola pikir pesimisme. ABSTRACT Emotional mental disorders are experiencing by many people in the world. In Indonesia own 6% of the inhabitants who experiencing emotional mental disorders. Some of people in Indonesia hasrisk of depression that are included in the emotional mental disorders. The rick of depression often occur in the age of the adolescents, where this can be causedby several factors, one of them is pessimism mindset. This research aims to know the relationship of pessimism mindset with the risk of depression in teenagers at junior high school of PGRI 3 Malang. The design of this research is descriptive correlation, with cross sectional, approach the population of this research is 60 people, and the sample is 60 people, with total sampling technique. Data was collected by Beck Hopelessnness Scale (BHS)and Depression Anxiety Stress Scale (DASS) questionnaires, which analyzed by using spearman rank correlation test (Rho). The results obtained by teens who had majority mild pessimism mindset majority was 30 people (50%), mast of teens who had a risk of depression was normal in the mount of 36 people (60%). Spearman rank correlations (Rho) obtained the value of Rho = 0.502, with obtained a value of ρ-value (significant) of 0.000
HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN KECEMASAN PADA LANJUT USIA DI POSYANDU PERMADI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Ridwan Ridwan; Dyah Widodo; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.307 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.704

Abstract

Usia lansia mulai mengalami penurunan-penurunan fungsi organ tubuh sebagai proses alamiah, kondisi tersebut biasanya disertai dengan berbagai jenis gangguan kesehatan salah satunya hipertensi. Hal tersebut pasti akan berpengaruh terhadap psikologis lansia yang dapat menyebabkan kecemasan akan kondisi kesehatan yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan hipertensi dengan kecemasan pada lanjut usia di Posyandu Permadi Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan istrumen spynonamometer dan kuesioner.Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang aktif dalam kegiatan posyandu sebanyak 60 orang, sampel dalam penelitian ini di ambil menggunakan tekhnik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi sebanyak 38 orang. Teknik analisa menggunakan uji korelasi Spearmen Rank dengan batas kemaknaan (α=0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar sebanyak 21 orang lanjut usia (60,5%) mengalami hipertensi stadium 1 dan sebanyak 28 orang (70,4%) mengalami kecemasan ringan. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan ada hubungan hipertensi dengan kecemasan pada lanjut usia didapatkan p-value sebesar= 0.039 < 0.05. Oleh karena itu bagi lansia agar lebih tanggap atas hipertensi yang diderita sehingga hipertensi tidak berulang kembali dan dapat mengurangi tingkat kecemasannya.
PERBEDAAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) PADA TIPE NUCLEAR FAMILY DAN EXTENDED FAMILY DI DUSUN MANGGAR DESA KUNIR KEC. WONODADI KAB. BLITAR Nur Halilah; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1083

Abstract

Perkembangan Kognitif adalah kemampuan anak dalam menggunakan pikiran tarkait dengan pengetahuan serta dalam bentuk aplikasi tehadap lingkungan. Perkembangan kognitif dipengaruhu oleh lingkungan keluarga, terdiri dari nuclear family (ayah, ibu, anak) dan extended family (keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek, paman-bibi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perkembangan kognitif anak usia prasekolah (3-6 tahun) pada tipe nuclear family dan extended family. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis teknik metode penelitian survei. Sedangkan desain penelitian ini menggunakan non eksperimentaln komperatif dengan populasi sebanyak 45 anak dan ibu. Sampel penelitian sebanyak 32 anak dan ibu yang terbagi dari tipe nuclear family dan extended family. Tehnik samplingnya adalah purposive sampling. Alat penelitian menggunakan observasi. Analisa data menggunakan uji t yaitu Independen T-test. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa bahwa hampir sebagian besar anak pada tipe nuclear family termasuk katagori sesuai yaitu sebanyak 12 oarang (75%) dan sebagian besar perkembangan kognitif anak tipe extended family termasuk kedalam katagori tidak sesuai yaitu sebanyak 9 orang (56%). Hasil analisa data Independen t-test nilai thitung sebesar 3,250 dengan tingkat Sig.(2-tailed)= 0,003 sehingga nilai ttabel = 2,042 pada taraf signifikansi (α = 0,05) jadi thitung ≥ ttabel = 3,250 ≥2,042 maka terdapat perbedaan antara perkembangan kognitif pada tipe nuclear family dan extended family. Saran untuk peneliti selanjutnya merekomendasi untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak usia prasekolah menggunakan wawancara dan observasi. ABSTRACT Cognitive development is the child's ability to use the mind that related with knowledge as well as in application form with the environment. Cognitive development is influenced by the family environment, consisting of a nuclear family (father, mother, children) and extended family (nuclear family plus other family members who still have ablood relationship (grand parents, uncle-aunt). Purpose of this study is to determine differences in the cognitive development of preschool children (3-6 years old) on the type of nuclear family and the extended family. This study uses a quantitative approach with the type of methods techniques of survey research. While the design of this study used a non-experimental comparative with a population as many as 45children and mothers. Sampling of study were 32 children and mothers are divided from the type of nuclear family and the extended family. Sampling technique was purposive sampling. Research tooluses observation. Data analysis uses thet test, that is Independent T-test. Results of this study showed that most of the children in the nuclear family types includ in gapproriate categories as many as 12 people (75 %) andmost of the cognitive development of the child'sex tended family types included in the categoryis not appropriateas many as9 people (56%). Data analysis result of t-test Independent the value of t count = 3.250 with level of Sig.(2-tailed) =0.003so the valueof t table =2.042on significance level (α =0.05) so tcount ≥ t table = 3.250 ≥ 2.042 so there is a difference betweenthe development cognitive type of nuclear family and the extended family. For further research, the researcher recommends to examine the factors that affect of cognitive developmentin preschool age use interviews and observations. Keywords: Cognitive Development; Preschool; The Type of Family.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA LANDUNGSARI, KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Susi Susi; Esti Widiani; Zaky Soewandi Ahmad
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1318

Abstract

Lansia mengalami kemunduran terutama di bidang perubahan fisik sehinggga mudah mengalami peningkatan tekanan darah. Pencegahan peningkatan tekanan darah pada lansia dengan melakukan gaya hidup sehat, menjaga pola makan dan menurunkan stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor gaya hidup, pola makan dan stres terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Teknik penelitian mengunakan desain korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 36 orang lansia dengan hipertensi dengan penentuan menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji Mann-whitney Test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan hampir setengahnya (44,4%) responden melakukan gaya hidup kurang, sebagian besar (52,8%) responden melakukan pola makan kurang sehat, sebagian besar (55,6%) responden memiliki tingkat stres ringan dan seluruhnya (100%) responden memiliki tekanan darah hipertensi stadium 1. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan nilai p yang diperoleh untuk gaya hidup adalah 0,592, pola makan adalah 0,202, tingkat stres adalah 0,167. Nilai p yang didapat semuanya lebih besar dari 0,05 yang berarti gaya hidup, pola makan dan tingkat stres tidak ada hubungannya dengan hipertensi yang dialami oleh lansia. Berdasarkan hasil penelitian maka lansia perlu melakukan gaya hidup sehat mulai dari melakukan pemeriksaan tekanan darah dan melakukan pola makan sehat seperti tidak mengkonsumsi makanan asin, instan dan berlemak secara berlebihan. ABSTRACT The Elderly undergo setback especially in the field of physical changes thus easily have elevated blood pressure. Prevention of an increase in blood pressure in the elderly by making a healthy lifestyle, keeping to the eating patterns and lowering stress. The purpose of the Research to find out the relationship of factor in lifestyle, the eating patterns and stress against the blood pressure in the elderly with hypertension in the village of Landungsari, subdistrict of Dau, Regency of Malang. The Research techniques using to design of correlation with the approach of cross sectional. The sample of this research as much as 36 the elderly with hypertension and the determination of the using random sampling. The Data collection techniques using instruments in the form of a questionnaire. The Data analysis methods used namely mann witney test by using SPSS. The research results prove almost half (44.4%) of respondents do less lifestyle, most (52.8%) of respondents do less healthy eating patterns, the large majority (55.6%) of respondents have a mild stress level and entirely (100%) the respondents have blood pressure hypertension stage 1. Mann Whitney test results showed that the P-value obtained for the lifestyle is 0.592, eating patterns is 0.202, stress levels is 0.167. The p-value obtained is all greater than 0.05 which means that lifestyle, eating patterns and stress levels have nothing to do with hypertension experienced by the elderly. Based on the research results then the elderly need to do a healthy lifestyle starts from checks the blood pressure, doing of the healthy eating patterns and do not consume foods like salty, fatty and instant in the overload. Keywords: Lifestyle; hypertension; the elderly; eating patterns; stress.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KLASIFIKASI GASTRITIS DI RSUD KOTABARU Sofyan Rahman; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.959

Abstract

Keluhan gastritis merupakan suatu keadaan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang kita jumpai penderita gastritis kronis selama bertahun-tahun pindah dari satu dokter ke dokter yang lain untuk mengobati keluhan gastritis tersebut. Berbagai obat-obatan penekan asam lambung sudah pernah diminum seperti antasid, namun keluhan selalu datang silih berganti. Berdasarkan pendapat dan teori diatas, peneliti mencoba mengidentifikasi hubungan pola makan dan timbulnya gastritis. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua pasien gastritis, tehnik samplingnya menggunakan total sampling yaitu menjadikan semua pasien gastritis pada saat penelitian sebagai sampel, sedangkan untuk instrumen penelitian menggunakan studi dokumentasi, dan jawaban kuesioner dianalisa menggunakan SPSS versi 15 for windows dengan uji spearman rank. Dari hasil analisis sperman rank dengan menggunakan bantuan program SPSS 15 for windows, didapatkan nilai sig. (2.tailed) r 0,03 (
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KELURAHAN JATIMULYO KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Sindi Muthiah Utami; Esti Widiani; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.1995

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan posyandu tidak lepas dari peran aktif kader sebagai pelaksananya. Keaktifan kader dipengaruhi banyak faktor diantaranya pengetahuan, informasi tentang posyandu, sikap, nilai budaya, kepercayaan, motivasi dan sosial ekonomi. Faktor yang dominan dalam keaktifan adalah motivasi, baik secara internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara motivasi dengan keaktifan kader posyandu lansia di Wilayah Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Malang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian terdiri atas 89 responden. Teknik cluster random sampling digunakan dalam pengambilan sampel, sehingga didapatkan sampel sebanyak 73 responden. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus 2018 di posyandu Kelurahan Jatimulyo Malang dengan meggunakan kuesioner, selanjutnya dianalisis dengan uji kolmogorov-smirnov dengan α=0,05. Analisis data didapatkan sebagian besar kader memiliki motivasi cukup baik dan aktif (54,79%). Hasil kolmogorov-smirnov didapatkan p value = (0,000), kemudian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan motivasi dengan keaktifan kader posyandu lansia di Wilayah Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Malang. Diharapkan peneliti lain dapat mengobservasi langsung sebelum, saat dan setelah pelaksanaan posyandu. The success of posyandu implementation cannot be separated from the active role of cadres as executors. Cadre activeness is influenced by many factors including knowledge, information about posyandu, attitudes, cultural values, trust, motivation and socio-economic. The dominant factor in activity is motivation, both internally and externally. This study aims to analyze the relationship between motivation and activeness of elderly posyandu cadres in Jatimulyo Urban Village, Lowokwaru Malang District. This study uses adesign cross sectional. The study population consisted of 89 respondents.technique Random cluster sampling used insampling, to obtain a sample of 73 respondents. Data collection was conducted in August 2018 at the Posyandu Malang Jatimulyo Village using a questionnaire, then analyzed by thetest Kolmogorov-Smirnov with α = 0.05. Data analysis showed that most cadres had good and active motivation (54.79%). The results of Kolmogorov-Smirnov was obtained p value = (0.000), then it can be concluded that there is a relationship of motivation with the liveliness of cadres Posyandu in Urban Village Jatimulyo Lowokwaru District Malang. It is expected that other researchers can observe directly before, during and after the implementation of posyandu. Keywords: Activity, Cadre, Motivation , Posyandu of Elderly.
Co-Authors Abdul Hanan Abdul Hanan Ade Firman Agus Setyo Utomo Ahsan Ahsan Anggraini, P. Anggun Setyarini Anjarsari, Dinda Risma Putri Arief Bachtiar Arnoldina Martha Ema ARY KURNIAWAN Astri Astri Atti Yudiernawati, Atti Beki Tumewo Boyke Pangemanan Budiono Budiono Debora Biri Tara Dera Lukita Sari Desten Welnimus Adu Dina Adhila Dina Dewi Anggraini Dince Sari Rambu Amma Dinda Risma Putri Anjarsari Dionesius Adolfus Raga Doddy Indrawan Dorkas Tange Wini Dwi Anggraini Dyah Widodo Dyna Wardhani Egi Sumitra Eka Arvi Sukmawan Elvina Goveia Leite Ema Marlina Ema Marlina Erlisa Candrawati Erlisa Candrawati Ermelinda Jeniu Evy Safitri Farida Halis Farida Hallis Dyah Kusuma Frederikus Kely Gabriel Rahaq Haniza Haniza Hermina Nona Imelda Imelda Ira Rahmawati Ira Rahmawati Irene R.N. Latue Irmawan, Aurel Fendi Ita Historyana Kasiati Kasiati, ., Kasiati, Khorida Alvima Maul Jannah Kitri Nour Hamidea Lilik Supriati Lingling Marinda Palupi Lingling Marinda Palupi Lingling Marinda Palupi Lucia Retnowati Maidatul Hasanah Maidatul Ustadiyah Maria Fransiska Wulandari Maria Magdalena Sri Widiastuti Maria Resti Usfinit Munizar Munizar Nasuha Nasuha Nasution, Annio Indah Lestari Nety Herawati Ngesti W. Utami Noviasari Noviasari Nur Fauzi Marindra Nur Hafifah Nur Halilah Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Pujiastuti Nurul Pujiastuti Palupi, Lingling Marinda Pertiwi Perwiraningtyas Pitono Pipit Hari Popy Anggraini Ridho Putra Ridwan Ridwan Ronasari Mahaji Putri Sari, Marlynda Happy Nurmalita Sartiwi Sartiwi Satria Yudha K. Setyorini, Anggun Sindi Muthiah Utami Sirli Mardianna Trishinta Sofyan Rahman Sonny Sujatmiko Setyawan Sri Baskoro Kawoco Sulasmini Sulasmini susi susi Swito Prastiwi, Swito Tanto Hariyanto Tentrem Metionita Teofilus Evangelista Tri Handayani Tyas Dwi Widiandari Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas Yana Karina Yanti Rosdiana Yohanes Dudu Yosi Apriliani Yosi Apriliani Zaky Soewandi Ahmad