Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Utilization of the Chronic Disease Management Program (Prolanis) at Suak Ribee Primary Health Center, Indonesia Darmayanti, Osaria; Darmawan, Darmawan; Kusumawardani, Eva Flourentina; Safrizal, Safrizal; Siregar, Siti Maisyaroh Fitri
An Idea Health Journal Vol 5 No 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i03.504

Abstract

Background: The Prolanis Program at the Suak Ribee Health Center includes monthly health education, biannual supporting examinations, pharmaceutical services (DRR), group exercise sessions, and home visit activities. This study aimed to identify the determinants influencing the utilization of the BPJS Health Prolanis program at the Suak Ribee Health Center.Method: The research was conducted from January 7 to February 7, 2025, involving 66 randomly selected participants using a quantitative cross-sectional design. Data were analyzed through univariate and bivariate analyses using the chi-square test, and multivariate analysis using logistic regression..Result: The results revealed that age (p = 0.048), gender (p = 0.003, OR = 6.167), knowledge (p = 0.042, OR = 3.630), the role of health workers (p = 0.015, OR = 4.750), and family support (p = 0.045, OR = 3.600) were significantly associated with the utilization of Prolanis. Education level, however, showed no significant effect (p = 0.374, OR = 1.875). Gender emerged as the most dominant factor (p = 0.002, OR = 8.930).Conclusion: n conclusion, age, gender, knowledge, the role of health workers, and family support influence the utilization of the Prolanis program, whereas education does not. It is recommended that the Suak Ribee Health Center increase male participation in Prolanis, for example by organizing exercise sessions on weekends or in the afternoon, and by conducting home visits as a separate program to better target less active participants
Faktor Risiko Kejadian Arthralgia (Nyeri Sendi) pada Karyawan Departemen Proses dan Maintenance di PT. X Kabupaten Aceh Singkil Hanifah, Uli; Is, Jun Musnadi; Fitriani; Safrizal; Kusumawardani, Eva Flourentina; Saputra, Firman Firdauz; Serino
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pekerjaan di pabrik sawit berpotensi menimbulkan kejadian nyeri sendi yang dapat mengakibatkan kerugian sehingga pekerjaan harus dilakukan secara hati-hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang mempengaruhi kejadian nyeri sendi di PT. X Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Besar sampel pada penelitian ini adalah 43 sampel. Variabel dependent pada penelitian ini adalah nyeri sendi dan variabel independent aktivitas fisik, beban kerja, repetisi, waktu istirahat, ergonomi, masa kerja serta perilaku merokok. Analisis pada penelitian ini menggunakan table Distribusi Frequensi, Analisis Bivariat dan Analisis Multivariat. Teknik pengambilan data pada penelitian ini memakai data pimer yang diperoleh dari instrument penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi, data sekunder menggunakan instrument berupa jumlah data karyawan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lingkungan kerja aman dengan kejadian nyeri sendi (0,000; PR 29,000), dan Frequensi merokok (0,032; PR 0,893). Penting bagi perusahaan untuk menerapkan program peregangan, olahraga, rotasi pekerjaan, waktu istirahat yang cukup, memperhatikan ergonomi, relokasi pekerjaan serta memberikan pelatihan postur tubuh ergonomi untuk mencegah cedera.   Kata kunci: Arthralgia, Nyeri Sendi, Pekerja Pabrik Sawit, Risiko Kerja.             ABSTRACT Work in palm oil factories has the potential to cause joint pain, which can lead to losses; therefore, tasks must be carried out carefully. This study aims to identify the risk factors that influence the incidence of joint pain at PT. X in Aceh Singkil Regency. This research uses a quantitative analytic method with a cross-sectional design. The sample size for this study is 43 respondents. The dependent variable is joint pain, while the independent variables include physical activity, workload, repetition, rest time, ergonomics, length of service, and smoking behavior. Data analysis in this study includes Frequency Distribution Tables, Bivariate Analysis, and Multivariate Analysis. The data collection technique used primary data obtained through research instruments such as questionnaires and observation sheets, while secondary data were gathered using instruments related to employee data. The results of the multivariate analysis show a significant relationship between a safe work environment and the incidence of joint pain (p = 0.000; PR = 29.000), and also with smoking frequency (p = 0.032; PR = 0.893). It is important for the company to implement programs such as stretching, exercise, job rotation, sufficient rest periods, attention to ergonomics, job relocation, and training on ergonomic body posture to prevent injuries   Keywords: Arthralgia, Joint Pain, Palm Oil Factory Workers, Occupational Risk.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi pada Pekerja Di Pabrik Sawit PT. X Kabupaten Aceh Singkil Jumara, Aldona; Safrizal; Saputra, Firman Firdauz; kusumawardani, Eva Flourentina; Putra, Onetusfifsi; Serino
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dampak dari penyakit hipertensi pada pekerja diantaranya yaitu pusing, sakit kepala, dan gangguan penglihatan, yang dapat memicu kecelakaan kerja. Hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti didapatkan hasil bahwa terdapat 45% pekerja dari 20 pekerja yang mengalami hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang mempengaruhi kejadian hipertensi di PT. X Kabupaten Aceh Singkil. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan desain Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu karyawan PT. X berjumlah 90 pekerja. Dari hasil penghitungan Sampel didapatkan sampel sejumlah 78 pekerja dibulatkan menjadi 80 pekerja. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah Hipertensi pada pekerja sedangkan variabel independent meliputi aktivitas fisik, stres kerja, indeks massa tubuh (IMT), waktu istirahat, riwayat penyakit ginjal, pola konsumsi makanan dan perilaku merokok. Analisis pada penelitian ini menggunakan Regresi Logistik. Hasil analisis Multivariat yang dilakukan menunjukkan bahwa, IMT (0,011 ; PR 7,826), stres kerja (0,000 ; PR 13,798), frekuensi konsumsi makanan tinggi garam (0,009 ; PR 17,088) berhubungan dengan kejadian hipertensi pada responden. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penting bagi perusahaan untuk menerapkan program penyuluhan pola makan gizi seimbang pada pekerja, menerapkan program olahraga lebih rutin 2 kali seminggu, memberlakukan aturan peregangan disela-sela bekerja minimal selama 3 menit dengan memberikan gambar instruksi, dan melaksanakan family gathering.   Kata Kunci : Faktor risiko, Hipertensi, Pekerja Sawit     ABSTRACT The impact of hypertension on workers includes dizziness, headaches, and visual disturbances, which can trigger work accidents. The results of initial observations made by researchers found that 45% of workers out of 20 workers experienced hypertension. The purpose of this study was to determine what risk factors influence the incidence of hypertension at PT X Aceh Singkil Regency. The type of research used is quantitative analytic using a cross-sectional design. The population in this study were employees of PT. X totaling 90 workers. From the results of the sample calculation, a sample of 78 workers was rounded up to 80 workers. The dependent variable in this study is hypertension in workers while the independent variables include physical activity, work stress, body mass index (BMI), rest time, history of kidney disease, food consumption patterns and smoking behavior. The analysis in this study used Logistic Regression. Multivariate analysis results showed that BMI (0.011; PR 7.826), work stress (0.000; PR 13.798), frequency of consumption of high-salt foods (0.009; PR 17.088) were associated with the incidence of hypertension in respondents. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that it is important for companies to implement a balanced nutrition diet counseling program for workers, implement a more routine exercise program 2 times a week, enforce stretching rules between work for at least 3 minutes by providing instruction pictures, and carry out family gatherings.   Keywords : Hypertension, Oil Palm Workers, Risk factors
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, MOTIVASI DIRI, DUKUNGAN KELUARGA, DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN PRB DM TIPE II Rahmazani, Rati; Is, Jun Musnadi; Kusumawardani, Eva Flourentina; Wintah, Wintah; Zakiyuddin, Zakiyuddin
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Rujuk Balik (PRB) merupakan program dari BPJS Kesehatan yang bertujuan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi pasien penyakit kronis, termasuk Diabetes Mellitus (DM) Tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden serta menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien DM Tipe II peserta PRB di Puskesmas Suak Ribee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 44 responden, yaitu seluruh pasien DM Tipe II peserta PRB yang dipilih menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data mencakup uji univariat untuk mengetahui karakteristik responden (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan lama menderita DM), serta uji bivariat untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen (pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan) dengan variabel dependen (kepatuhan minum obat). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p<0,05), sikap (p<0,05), motivasi diri (p<0,05), dan dukungan keluarga (p<0,05) dengan kepatuhan minum obat. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara dukungan tenaga kesehatan dan kepatuhan minum obat (p>0,05).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL TERHADAP PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI DI PUSKESMAS SUAK RIBE Alya, Mimi; Farisnih, Teuku Nih; Kusumawardani, Eva Flourentina; Fera, Dian; Paradhiba, Meutia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47735

Abstract

Triple eliminasi adalah program nasional yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak di Puskesmas Suak Ribee. Namun, jumlah pemeriksaan yang telah dilakukan masih tergolong rendah. Pada tahun 2024, hanya 80 dari 272 ibu hamil yang menjalani pemeriksaan triple eliminasi, atau sekitar 29%. Hal ini menunjukkan adanya masalah terkait kepatuhan para wanita hamil untuk melakukan pemeriksaan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai berbagai faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Suak Ribee. Metode yang digunakan dalam Teks ini merujuk pada penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survei analitik dan memiliki desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 272 wanita hamil yang mengunjungi Puskesmas Suak Ribee untuk pemeriksaan kehamilan, sebanyak 73 responden dipilih menggunakan metode accidental sampling. Variabel yang diteliti mencakup pengetahuan, pendidikan, sikap, dukungan keluarga, dukungan dari tenaga kesehatan, dan jarak ke puskesmas. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji untuk mengecek keandalan dan keabsahannya. Dalam analisis data, telah dipakai metode univariat, bivariat (tes chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan, pendidikan, sikap, dan dukungan dari petugas kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pemeriksaan triple eliminasi.Peran tenaga kesehatan menjadi faktor yang paling berpengaruh (OR = 12,937; p = 0,002). Oleh karena itu, partisipasi aktif tenaga kesehatan sangat penting untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan triple eliminasi di kalangan ibu hamil.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, MOTIVASI DIRI, DUKUNGAN KELUARGA, DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN PRB DM TIPE II Rahmazani, Rati; Is, Jun Musnadi; Kusumawardani, Eva Flourentina; Wintah, Wintah; Zakiyuddin, Zakiyuddin
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Rujuk Balik (PRB) merupakan program dari BPJS Kesehatan yang bertujuan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi pasien penyakit kronis, termasuk Diabetes Mellitus (DM) Tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden serta menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien DM Tipe II peserta PRB di Puskesmas Suak Ribee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 44 responden, yaitu seluruh pasien DM Tipe II peserta PRB yang dipilih menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data mencakup uji univariat untuk mengetahui karakteristik responden (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan lama menderita DM), serta uji bivariat untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen (pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan) dengan variabel dependen (kepatuhan minum obat). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p<0,05), sikap (p<0,05), motivasi diri (p<0,05), dan dukungan keluarga (p<0,05) dengan kepatuhan minum obat. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara dukungan tenaga kesehatan dan kepatuhan minum obat (p>0,05).
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN MASYARAKAT MEMBUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI DESA AMABAAN KECAMATAN SIMEULUE BARAT KABUPATEN SIMEULUE amanda, fia; Fera, Dian; Jihad, Fikri Faidul; Fitriani, Fitriani; Kusumawardani, Eva Flourentina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48347

Abstract

Dinas Kesehatan Simelue menyatakan bahwa masih terdapat sebanyak 84% rumah tangga yang masih melakukan buang air besar sembarangan dan risiko meningkatnya penyakit menular berbasis lingkungan termasuk diare. Desa Amaban, yang terletak di Kecamatan Simeulue Barat, memiliki tingkat kepatuhan terendah terhadap praktik STOP buang air besar sembarangan pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku buang air besar masyarakat disebabkan oleh faktor-faktor seperti pengetahuan, pendapatan, sarana fasilitas, dan kepemilikan jamban. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain cross sectional dengan total 71 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yang dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reabilitas.  Teknik analisi data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku buang air besar sembarangan berhubungan dengan pengetahuan (nilai-P = 0,048) dan sarana fasilitas (nilai-P = 0,032).  Selain itu juga diketahui bahwa, tidak ada hubungan antara pendapatan (nilai-P = 1,0) dan kepemilikan jamban (nilai-P = 0,632) di Desa Amabaan. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan fasilitas terkait dengan perilaku buang air besar sembarangan, sedangkan pendapatan dan kepemilikan jamban tidak terkait.  
KORELASI SIKAP KERJA DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA MINE OFFICE YANG MENGGUNAKAN KOMPUTER STUDI DI PT. MIFA BERSAUDARA Nuriah, Nuriah; Anwar, Sufyan; Jihad, Fikri Faidul; Kusumawardani, Eva Flourentina; Murdani, Ihsan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31097

Abstract

Nyeri punggung merupakan faktor kunci yang berdampak pada kinerja dan kesejahteraan di tempat kerja. Di Indonesia, tercatat bahwa 37% dari populasi mengalami nyeri punggung bawah. Sementara itu, di Inggris, nyeri punggung bawah mempengaruhi sekitar 17,3 juta orang setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri korelasi antara postur duduk saat bekerja dan keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan oleh karyawan di Kantor Pertambangan PT. MIFA Bersaudara. Jenis survei analitik ini memiliki rancangan cross-sectional. Penelitian ini mengambil sampel dari 60 karyawan PT. MIFA Bersaudara Mine Office tahun 2023, yang menggunakan komputer. menggunakan observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data penelitian. Untuk menganalisis data, persentase analisis dan uji gamma untuk bivariat digunakan. Analisis data menggunakan uji korelasi gamma mengungkapkan adanya korelasi yang signifikan (p < 0,05) antara postur duduk saat bekerja dan keluhan nyeri punggung bawah di kalangan pekerja kantor pertambangan yang menggunakan komputer di PT. MIFA Bersaudara. Nilai R sebesar 0,987 menandakan hubungan yang kuat antara postur duduk dan keluhan nyeri punggung bawah. Faktor-faktor seperti usia, total jam kerja, dan durasi yang dihabiskan di tempat kerja merupakan beberapa aspek yang berkontribusi terhadap keluhan nyeri punggung bawah. Selain itu, disarankan agar pekerja mine office yang menggunakan komputer memiliki sikap kerja yang menggunakan pendekatan ergonomi.
HUBUNGAN ANTARA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PABRIK PENGOLAHAN KARET PTPN 3 PERKEBUNAN BANDAR BETSY SUMATERA UTARA TAHUN 2023 Dewita, Erni; Yarmaliza; Siahaan, Perry Boy Chandra; Kusumawardani, Eva Flourentina; Musnadi Is, Jun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31897

Abstract

Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mencakup berbagai faktor, salah satunya adalah produktivitas kerja yang memiliki tujuan guna memastikan bahwa para pekerja tetap aman dan sehat, sehingga mereka terhindar dari kecelakaan dan penyakit yang diakibatkan oleh pekerjaan, dimana akhirnya akan menambah semangat kerja dan produktivitas. Studi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meneliti hubungan antara keselamatan dan kesehatan kerja dengan tingkat produktivitas pekerja di unit pengolahan karet PTPN 3 Perkebunan Bandar Betsy. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 Desember 2023. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 73 orang, dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling sehingga diperoleh sampel sebesar 73 responden. Variabel Independent adalah variabel x (keselamatan kerja dan kesehatan kerja), sementara Variabel Dependent yaitu variabel y (produktivitas kerja). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya keterkaitan antara keselamatan kerja dengan produktivitas karyawan berdasarkan skor yang diperoleh (P value = 0,025). Selanjutnya, hasil pengujian statistik mengungkapkan bahwasanya terdapat korelasi antara kesehatan kerja dengan produktivitas kerja para pekerja dengan skor (P value = 0,024). Keselamatan Kerja merupakan faktor dominan terhadap produktivitas kerja dengan OR 2,868 memiliki makna bahwa Keselamatan Kerja memiliki dampak 2 kali lipat terhadap Produktivitas Kerja karyawan pada PTPN 3 Perkebunan Bandar Betsy, Sumatera Utara.
Analisis Masalah Kesehatan Program Pencegahan Penyakit HIV/AIDS Di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Tahun 2018 Febriyanti, Febriyanti; Kusumawardani, Eva Flourentina; Nugroho, Agung; Paradhiba, Meutia; Fadillah, Mardi; Putra, Onetusfifsi; Harahap, Laila Apriani Hasanah; Saputra, Firman Firdauz; Siahaan, Perry Boy Chandra; Rimonda, Rubi; Syam, Nasrianti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3334

Abstract

HIV/AIDS adalah masalah serius di Kabupaten Blitar dengan lonjakan kasus AIDS pada tahun 2017 (120 kasus) dibandingkan 2016 (160 kasus). Meski HIV mengalami penurunan, cakupan pengobatan ARV rendah (33,75% pada 2016 dan 50% pada 2017) karena kejenuhan dan persepsi kesembuhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data dari Dinas Kesehatan Blitar (2014-2017) dan wawancara pemegang program HIV. Temuan menunjukkan prioritas kesehatan lain seperti hipertensi, diabetes, gangguan mental, kanker serviks, tuberkulosis dan demam berdarah. Demam berdarah dan HIV/AIDS adalah masalah utama menurut kriteria Urgency, Seriousness, Growth (USG). Diperlukan komitmen dalam memberikan konseling sebelum ARV, melibatkan Pengawas Minum Obat dan tenaga kesehatan untuk memperbaiki pengendalian ARV.Kata kunci: HIV/AIDS, Blitar, ARV, StigmaHIV/AIDS was a significant concern in Blitar District, with a surge in AIDS cases in 2017 (120 cases) compared to 2016 (160 cases). Although HIV experienced a decline, the ARV treatment coverage remained low (33.75% in 2016 and 50% in 2017) due to both treatment fatigue and the perception of recovery. This research utilized a descriptive method with data obtained from Blitar District Health Office (2014-2017) documents and interviews with HIV program managers. Findings revealed other health priorities such as hypertension, diabetes, mental disorders, cervical cancer, tuberculosis, and dengue fever. Dengue fever and HIV/AIDS were identified as the primary concerns based on Urgency, Seriousness, Growth (USG) criteria. Commitment to counseling before ARV treatment is necessary, involving Drug Adherence Supervisors and healthcare professionals to enhance ARV treatment control.Keywords: HIV/AIDS, Blitar, ARV, Stigma