Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Substitusi Tepung Hanjeli (Coix Lacryma Jobi L) Terhadap Kualitas Sensoris Kue Pukis Hakim, Lukman; Mariani, Mariani; Kandriasari, Annis
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 8 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i8.502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh substitusi tepung hanjeli terhadap kualitas sensoris kue pukis. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pastry and bakery Program Studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negeri Jakarta pada bulan Maret - Juli 2023 dengan menggunakan metode eksperimen, lalu dilanjutkan dengan uji organoleptik kepada 45 panelis agak terlatih. Persentase tepung hanjeli yang digunakan masing-masing sebesar 20%, 35% dan 50%. Hasil analisis deskriptif menghasilkan nilai tertinggi pada aspek warna kulit atas yaitu substitusi 20% dengan skor 3,8 kategori kuning muda. Aspek warna kulit bawah yaitu substitusi 20% dengan skor 4,67 kategori coklat muda. Aspek rasa manis yaitu substitusi 20% dengan skor 4,6 kategori manis. Aspek rasa hanjeli yaitu substitusi 50% dengan skor 3,8 kategori terasa hanjeli. Aspek aroma hanjeli yaitu substitusi 50% dengan skor 3,93 kategori beraroma hanjeli. Aspek tekstur lembut yaitu substitusi 35% dengan skor 4,67 kategori lembut. Aspek berserat yaitu substitusi 35% dengan skor 4,53 kategori sangat berserat. Aspek volume yaitu substitusi 20% dengan skor 4,53 kategori sangat besar. Kesimpulan akhir produk terbaik yang dipilih adalah kue pukis substitusi tepung hanjeli sebesar 20%.
Perbandingan Penggunaan Cairan Susu Kedelai Dan Santan Pada Pembuatan Puding Karamel Terhadap Daya Terima Konsumen Edita Wiryani, Alma; Devi Artanti, Guspri; Kandriasari, Annis
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i1.607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis perbandingan penggunaan cairan susu kedelai dan santan pada pembuatan puding karamel serta dampaknya terhadap daya terima konsumen. Inovasi ini dihasilkan berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa puding karamel dengan campuran cairan susu kedelai dan santan dapat menjadi varian dessert yang sangat disukai oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan uji U Mann-Whitney pada taraf signifikan ? = 0,05 untuk menguji hipotesis terkait aspek-aspek tertentu dari puding karamel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada aspek aroma dan pori-pori, tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Namun, pada aspek warna custard, rasa, dan kelembutan, terdapat pengaruh yang signifikan. Dengan nilai rata-rata yang mencerminkan penilaian konsumen dalam rentang agak suka hingga sangat suka, dapat disimpulkan bahwa puding karamel dengan cairan susu kedelai adalah formulasi terbaik untuk dikembangkan. Keberhasilan formulasi ini tidak hanya disebabkan oleh preferensi konsumen yang tinggi, tetapi juga oleh optimalisasi pemanfaatan cairan nabati, seperti susu kedelai, sebagai pengganti cairan hewani seperti susu sapi. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi pada pengembangan inovatif dalam industri makanan dan memberikan alternatif yang lebih berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan nabati. Dengan demikian, puding karamel dengan cairan susu kedelai dapat menjadi pilihan yang menarik dan memuaskan bagi konsumen yang mencari variasi dessert yang lezat dan ramah lingkungan
Pengaruh Suhu Pemanggangan Terhadap Kualitas Fisik dan Daya Terima Kue Biji Ketapang Hidayat, Teddi; Kandriasari, Annis; Alsuhendra, Alsuhendra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8374587

Abstract

This study was conducted to determine the effect of baking treatment with temperatures of 1300C, 1400C, and 1500C with the same time of 35 minutes, on making ketapang seed cakes on physical quality and acceptability for aspects of color, sweetness, savory taste, baking aroma, coconut aroma, texture and brittleness. Based on the results of statistical hypothesis tests using the Friedman test showed that there was an influence of baking temperature on aspects of color, sweetness, texture and brittleness which resulted in the 1300C temperature treatment ketapang seed cake most preferred by the panelists, and there was no influence of baking temperature on aspects of savory taste, baking aroma and coconut aroma followed by Tuckey's test so as to produce ketapang seed cake temperature treatment of 1300C and 1400C which was most preferred by the panelists. The results of the statistical hypothesis test of physical quality tests using the Anova test showed that the hardness aspect had a real influence or difference which was continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) test on ketapang seed cake, resulting in ketapang seed cake temperature treatment of 1500C and fried products (control) that were most significantly different, and in the aspect of development there was no influence of roast and fried temperature treatment on ketapang seed cake products. The conclusion of this study is that ketapang seed cake with a temperature treatment of 1300C is the most preferred and recommended to be developed as a traditional cake modification product.
Pengembangan E-modul Elemen Praktik Dasar Memasak secara Menyeluruh pada Materi Bahan Makanan untuk Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian Kuliner Anggini, Nurul; Artanti, Guspri Devi; Kandriasari, Annis
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11482630

Abstract

This research study aims to develop and test the feasibility of e-modul teaching materials for food ingredients in the subject of basic culinary. This research was conducted at SMK Negeri 4 Kota Jambi in the Culinary Skills Program. The method used is research and development (R&D) with the Borg and Gall development model consisting of stages 1) research and information collecting, 2) planning, 3) develop preliminary form a product, 4) preliminary field testing, 5) main product revision, 6) main field testing, 7) operational product revision, 8) operational field testing, 9) final product revision, and 10) dissemination and implementation. Techniques of data analysis in this research and development are quantitative and qualitative. The result of validation test from initial field testing through one to one test by experts obtained result of 93.3% for the instructional design aspect 91% for the material aspect 97.9% for the media aspect 88.9% for the language aspect, and the results of the one to one test by learners obtained obtained result of 93.1%. The results of the feasibility test obtained 91.1% for the small group test and 90.7% for the field group test. Based on the test results, it can be concluded that the development of e-module on element of basic cooking practices as a whole on food ingredients material are categorized as very suitable for use in the learning process. The resulting e-modules can help learners in understanding food ingredients independently, effectively and pleasantly.
The Effect of Using Kale Vegetable Extracts, Kailan Vegetables, and Mustard Greens Vegetables in Bakpao Making on The Physical and Sensory Quality Wahyudi, Savina Putri; Cahyana, Cucu; Kandriasari, Annis
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 7 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i7.273

Abstract

The research aimed to analyze the effect of using kale, kailan and mustard green vegetable extracts in making bakpao on physical and sensory quality. This research was conducted at the Bread and Patisserie Processing Laboratory, Culinary Education Study Program, Faculty of Engineering, Jakarta State University. The method used in this research is an experimental method which begins with a physical test by measuring the volume of the bakpao and the height of the bakpao, which is followed by a sensory test on 45 trained panelists, namely students of the Culinary Education Study Program who have passed the advanced bread processing course. The results of the research show that the results of hypothesis testing using the Kruskal Wallis test with a significance level of ? (0.05) show that there is no effect of using extracts of kale, kailan vegetables and green mustard greens in making bakpao on sensory quality in all aspects. The results of physical measurements of volume and height with the greatest values ??were obtained by kailan vegetable extract with a volume of 103.33 cm3 and an average height of 3.97 cm. The conclusion of the results of this research is based on the results of physical tests that the bakpao using kailan vegetables have advantages in terms of volume and height, so they are the recommended formula.
Multimedia as Digital Literacy in Culinary Arts Vocational Learning Kandriasari, Annis; Yulianti, Yeni; Riska, Nur
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 26 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v26i3.50927

Abstract

Learning media plays an important role in attracting students attention to understand the material. The results of observations of D3 Tata Boga 2017 students showed that only 18 out of 39 students reached the minimum completion criteria (78%) on napkin folding material, with learning resources limited to modules and jobsheets. One of the learning media through computers is using adobe flash player. The use of adobe flash player has not been utilized by the Culinary Study Program for student learning resources on napkin folding material. Based on this fact, learning to make napkin folds requires a stimulus from the lecturer, namely through the development of learning media. This study aims to develop and test the feasibility of interactive multimedia as digital literacy on napkin folding material. This study used R&D with a 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The data analysis technique used the Content Validity Ratio (CVR) method. The interactive multimedia-based program uses Adobe Animate 2019 and Adobe Premiere Pro CC 2019. The interactive multimedia developed consists of several features including an introductory menu, theory, video tutorials, and knowledge test questions as the final score. The results show user validation of 0.41 and are included in the appropriate CVR criteria. Based on the results of the validation of the material expert, the feasibility was obtained at 94.6% and 85.7% for the high feasibility aspect criteria. The results of the media expert validation obtained a feasibility value of 86.4% and 81.8% for the high feasibility aspect criteria. The field group trial consisting of 30 culinary program students obtained results of 84.38% and were included in the feasibility criteria. It is concluded that interactive multimedia as digital literacy is declared “suitable” as a learning resource in the Food and Beverage Service course.
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF PADA MATERI MOCKUP MI DALAM MATA KULIAH SENI KULINERI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Shifwah, Najmah Fasyama; Cahyana, Cucu; Kandriasari, Annis
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.51185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis e-modul pada materi mockup mi yang dirancang khusus untuk mendukung proses pembelajaran mata kuliah Seni Kulineri di Program Studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negeri Jakarta. Pengembangan media ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengakses materi secara interaktif dan mandiri, sehingga meningkatkan pemahaman serta keterampilan praktis dalam bidang kuliner. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Lee dan Owens, yang meliputi tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis persentase untuk mengukur kelayakan media. Hasil validasi dari para ahli menunjukkan skor kelayakan yang sangat baik pada aspek media, materi, dan bahasa, yang menunjukkan bahwa konten serta penyajian media telah memenuhi standar kualitas pembelajaran. Selain itu, evaluasi pengguna melalui uji coba one-to-one (81,2%), small group (89,9%), dan field group (92%) memperoleh kategori sangat baik, hal tersebut mendukung pengakuan media ini sebagai sumber belajar yang efektif dan menarik. Dengan demikian, e-modul mockup mi layak digunakan sebagai media pembelajaran karena mampu memberikan pengalaman belajar yang interaktif, meningkatkan motivasi mahasiswa, dan memenuhi kebutuhan pembelajaran modern yang fleksibel.
Edukasi Personal Hygiene pada Masyarakat Sekolah Dalam Wirausaha Pengelolaan Kantin di Wilayah Desa Binaan Muara Gembong Kabupaten Bekasi Kandriasari, Annis; Cahyana, Cucu; Fadiati, Ari; Agniya, Balqish Fatra
Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): November : Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfaat.v2i4.491

Abstract

This training supports the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), specifically SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), and SDG 12 (Responsible Consumption and Production). The community service activity follows the UNJ Community Service Strategic Plan (PPM Renstra) 2021–2025, focusing on education and environmental initiatives. A needs analysis conducted at SMAN 1 Muara Gembong, particularly in the school canteen, revealed that many food items sold lacked attention to health and hygiene, and did not optimize local food products. Based on this, training on personal hygiene education for the school community is needed to support school entrepreneurship programs. The training uses a practical approach integrated with digital technology through poster creation. Results showed that participants increased their awareness of health and hygiene, which improved the quality of their entrepreneurial products. The training included material on personal hygiene in entrepreneurship, with educational posters as the output. Evaluation was done using questionnaires, with data analyzed descriptively. Expected outcomes include the publication of an article, mass media exposure, YouTube video, partnership recognition, intellectual property rights registration, educational posters, and a profile of personal hygiene education for the school community in canteen management.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAKSANAAN P5 UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI DAN KARAKTER PESERTA DIDIK Heradianti, Nova; Kandriasari, Annis; Rusilanti, Rusilanti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 No. 4 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i4.52964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peserta didik terhadap pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan hubungannya dengan pencapaian kompetensi serta karakter peserta didik di SMK Negeri 60 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah 104 peserta didik kelas X dan XI Program Keahlian Kuliner yang telah mengikuti pelaksanaan P5 dengan tema kebekerjaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data mencakup analisis deskriptif, uji normalitas, linearitas, heteroskedastisitas, korelasi Product Moment, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi peserta didik terhadap pelaksanaan P5 berada dalam kategori baik dengan skor rata-rata 3,89. Demikian pula, pencapaian kompetensi dan karakter peserta didik memperoleh skor rata-rata 4,01 dan masuk kategori baik. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara pelaksanaan P5 dengan pencapaian kompetensi dan karakter peserta didik (r = 0,887). Kontribusi pelaksanaan P5 terhadap pencapaian kompetensi dan karakter sebesar 78,44%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Analisis Keaktifan Dan Prestasi Belajar Tata Hidang Peserta Didik Anggota Organisasi Barista Jurusan Tata Boga SMKN 60 Jakarta Anggraini, Suni Putri; Kandriasari, Annis; Rusilanti, Rusilanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keaktifan dalam organisasi ekstrakurikuler Barista dengan prestasi belajar Tata Hidang siswa kelas XI Jurusan Tata Boga SMKN 60 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Subjek penelitian terdiri dari 50 siswa, yang terbagi menjadi dua kelompok: 25 siswa yang mengikuti organisasi Barista dan 25 siswa yang tidak mengikuti organisasi. Instrumen yang digunakan meliputi angket keaktifan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta tes prestasi belajar Tata Hidang. Hasil uji validitas menunjukkan nilai koefisien reprodusibilitas sebesar 0,98 dan koefisien skalabilitas sebesar 0,71, sedangkan reliabilitas (KR-20) sebesar 0,74. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data kedua kelompok berdistribusi normal. Hasil uji hipotesis menggunakan independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok organisasi dan non-organisasi (t hitung = 2,45 > t tabel = 2,01; p < 0,05). Meskipun siswa non-organisasi memiliki nilai rata-rata lebih tinggi, siswa organisasi menunjukkan keunggulan dalam keaktifan, keterampilan praktis, dan kesiapan kerja. Hasil wawancara dengan ketua dan pembina organisasi menguatkan bahwa keterlibatan dalam organisasi memberikan manfaat yang relevan dengan dunia kerja, seperti keterampilan pelayanan, manajemen waktu, dan pengalaman kewirausahaan.