Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam 2013 Integratif dalam Menghadapi Era Society 5.0 Khoirin, Dalila; Hamami, Tasman
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.706 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v16i1.4109

Abstract

This study aims to develop the 2013 PAI curriculum through the integration of all curriculum components with the abilities needed in the era of society 5.0. The potentials required at the period of society 5.0 are the ability to solve problems, think critically and creatively, which will help humans to be able to take advantage of innovations in the industrial era 4.0. These abilities will be more optimal if accompanied by good manners. Therefore the 2013 PAI curriculum has a principal role in making it happen. Qualitative approaches and types of literature research are using in this study. Hence the data sources are taken from library sources. Research data were collected using documentation techniques, then analyzed by reading, understanding, examining, connecting, and concluding. From this research, it can be seen that the integration of society 5.0 era capabilities into the 2013 PAI curriculum will help educators to form a generation of nations who are ready to compete in the era of society 5.0 by mastering good character-based science and technology.Penelitian ini bertujuan mengembangkan kurikulum PAI 2013 melalui integrasi semua komponen kurikulum dengan kemampuan yang dibutuhkan di era society 5.0. Kemampuan yang dibutuhkan di era society 5.0 adalah kemampuan dalam menyelesaikan masalah, berpikir kritis dan kreatif, yang akan membantu manusia untuk bisa memanfaatkan inovasi yang ada di era industry 4.0. Kemampuan-kemampuan tersebut akan lebih optimal jika disertai dengan budi pekerti yang baik, oleh karena itu kurikulum PAI 2013 memiliki peran penting dalam mewujudkannya. Pendekatan kualitatif dan jenis penelitian kepustakaan yang digunakan dalam penelitian ini, oleh karena itu, sumber data diambil dari sumber pustaka. Data-data penelitian dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, kemudian dianalisis dengan membaca, memahami, memeriksa, menghubungkan dan menyimpulkannya. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa pengintegrasian kemampuan era society 5.0 ke dalam kurikulum PAI 2013 akan membantu pendidik untuk membentuk generasi bangsa yang siap bersaing di era masyarakat 5.0 dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis budi pekerti yang baik.
Pengembangan Tujuan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Adistiana, Olianda; Hamami, Tasman
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i1.6102

Abstract

Kurikulum merupakan salah satu aspek pendidikan yang perlu dikembangkan pada setiap komponen yang terkandung di dalamnya, salah satunya komponen tujuan yang merupakan hal yang paling penting karena dengan adanya tujuan maka segala sesuatu akan terarah secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan tujuan kurikulum pendidikan Islam mulai dari tujuan umum hingga tujuan khusus. Penelitian menggunakan jenis kualitatif kepustakaan (library study) dengan metode analisis deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan pengembangan kurikulum ditinjau berdasarkan hierarki tujuan pendidikan, meliputi: tujuan nasional yang didasarkan pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan Institusional yaitu yang ditetapkan oleh lembaga sekolah, tujuan Kurikuler yaitu tujuan setiap bidang studi, dan tujuan Instruksional yaitu tujuan yang dicapai oleh setiap mata pelajaran. Pengembangan tujuan pendidikan agama Islam di spesifikasikan melalui tujuan pembelajaran. Untuk Madrasah seperdi MI, MTs dan MA mengacu pada KMA Nomor 183 Tahun 2019 Tentang Kurikulum PAI Dan Bahasa Arab Pada Madrasah, 2019. Kurikulum PAI di madrasah dibagi dalam beberapa mata pelajaran, yaitu Al-Qur’an dan Hadis, fiqih, akidah akhlak dan sejarah kebudayaan Islam. Untuk sekolah umum seperti SD, SMP dan SMA mengacu pada kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang disusun oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia
Pengembangan Asesmen as, for and of Learning dalam Pembelajaran PAI Mukholik, Idghom; Hamami, Tasman
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 13, No 2 (2024): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v13i2.13915

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan asesmen as, for and of learning dalam pembelajaran PAI. Melalui pendekatan ini asesmen dijadikan 3 pendekatan di antaranya Asesmen As Learning (Aal), Asesmen For Learning (Afl), Asesmen Of Learning (Aol). Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan yang di tulis dengan cara membaca, menelaah dan menganalisis literatur seperti buku, jurnal, artikel dan dokumen lainnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa asesmen as learning (Aal) berkaitan dengan sikap, bakat da minat peserta didik. Aal peserta didik memiliki peran untuk mengukur kemampuannya mulai dari proses, kriteria, hingga pembuatan pedoman atau rubik seperti Self Asesmen dan Peer Asesmen. Asesmen For Learning (Afl) berorientasi pada pemantauan dan peningkatan proses pembelajaran siswa. Dalam pembelajaran PAI berorientasi pada kemampuan baca tulis al-quran dan praktek mengurus jenazah. Sedangkan Asemen Of Learning (Aol) berorientasi kepada penilaian hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran yang berbentuk ujian semester (PTS, PAS). Materi PAI pada penilaian ini yakni beriman kepada Allah, Al-quran, ibadah dengan baik
Ecological Pesantren as an Innovation in Islamic Religious Education Curriculum: Is It Feasible? Albar, Mawi Khusni; Hamami, Tasman; Sukiman, Sukiman; Roja Badrus Z, Akhmad
Edukasia Islamika : Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2024): Edukasia Islamika - Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v9i1.8324

Abstract

This article examines the innovation of an ecology-based Islamic religious education curriculum as a response to global environmental challenges. The background includes the role of humans as khalīfah, responsible for preserving nature, and the need for education that integrates religious values with ecological principles to foster sustainable behavior. This research also highlights the role of pesantren, traditional Islamic educational institutions, in implementing the ecological curriculum, given their long history of teaching moral and ethical values. The research methodology employs a quasiqualitative approach with literature analysis and case studies of several pesantren that have implemented the ecological curriculum. The findings indicate that integrating Islamic values with ecological principles can enhance environmental awareness, sustainability ethics, and social responsibility within Muslim communities. Pesantren play a crucial role in instilling these values through activities such as organic farming, waste management, and reforestation programs. This curriculum innovation involves a holistic approach that considers the complex interactions between humans, nature, and God. The implications of this research underscore the need for support from various stakeholders, including educational institutions, communities, and governments, in the implementation and development of the ecology-based Islamic religious education curriculum. This curriculum development is expected to serve as a model for Islamic educational institutions worldwide in integrating ecological values into religious education.
The Implementation of Holistic Education in Muhammadiyah’s Madrasah Indonesia Sutarman, Sutarman; Tjahjono, Heru Kurnianto; Hamami, Tasman
Dinamika Ilmu Vol 17 No 2 (2017): Dinamika Ilmu, 17(2), December 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.473 KB) | DOI: 10.21093/di.v17i2.856

Abstract

Holistic education is education which appreciates all of students’ potencies in learning process. This research is aimed at analyzing the implementation of holistic education in multilingual program of Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. The  research  was  a descriptive-qualitative  approach  with  data  collection  techniques: in-depth  interviews, participant observation, and documentation. The analysis of the data was by reduction, display, and provided conclusions. The result of the research shows that: (1) the implementation of holistic education toward the students of Multilingual program of Madrasah Mu’allimaat was held through four quotients: spiritual quotient (SQ), emotional quotient (EQ), adversity quotient (AQ), and intellectual quotient (IQ) in which those quotients are integrated to madrasah and boarding. (2) Holistic education has impact on the transformation of the students’ character values, which are (1) intrinsic religiosity with deep faith-planted inside, (2) able to control emotion, self-motivated, care, and well-socialized, (3) the improvement of academic achievement, and (4) tough in facing problems, not easy of being hopeless, stressful, or frustrated.
Strategi Pengembangan Kurikulum Menghadapi Tuntutan Kompetensi Abad 21 Asy’ari, Ary; Hamami, Tasman
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 01 (2020): IQ (Ilmu Al-qur’an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Tarbiyah, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/1y0ww294

Abstract

The purpose of this study is to find out how the curriculum development strategy in dealingwith the demands of the 21st century, curriculum development according to David Pratt andWinarno Surahmad are more conceptual than material which includes the activities ofcompiling, implementing, evaluating and refining the curriculum. The research method in thisresearch is the study of literature or literature studies by finding various sources of data derivedfrom relevant books and journal articles that are useful to strengthen the argument of the authorThe results showed that the curriculum development strategy can be carried out with severalsteps, namely: identification of needs, searching curriculum materials, curriculum materialanalysis, curriculum material assessment, decision making adoption of curriculum material.
PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ERA 5.0 Onilivia, Viva Fadma; Hamami, Tasman
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 9 عدد 3 (2024): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah - Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v9i3.775

Abstract

Metode pembelajaran yang kurang menarik dan interaktif serta tidak sesuai dengan perkembangan teknologi dapat mengakibatkan rendahnya minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran agama Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan sesuai dengan landasan metode pembelajaran yang akan memenuhi kebutuhan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan, pengumpulan data dilakukan melalui analisis kritis terhadap literatur yang relevan, meliputi jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang terkait dengan metode pembelajaran dalam pendidikan agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang lebih interaktif, berbasis teknologi, dan sesuai dengan konteks perkembangan siswa dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran agama Islam, proses pendidikan agama Islam tetap memerlukan metode yang tepat dan benar agar dapat berhasil, meskipun metode pembelajaran bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi para pendidik dan pembuat kebijakan dalam upaya mereka untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam sehingga lebih relevan dan menarik bagi generasi muda.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENDEKATAN INTEGRATIF-INTERKONEKTIF Hidayat, Yusron; Hamami, Tasman; Nida, Sofwatun; Lutfiyani, Aisyah Daffa
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3910

Abstract

Pendekatan integratif-interkonektif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) bertujuan mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum untuk menciptakan keselarasan yang saling melengkapi di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan analisis deskriptif, melibatkan pengumpulan dan analisis literatur berupa buku, dokumen, dan artikel terkait. Tujuan utama pendekatan ini adalah mengatasi stagnasi perkembangan ilmu pengetahuan, sekaligus membangun paradigma yang memandang bahwa ilmu agama dan ilmu umum tidak terpisahkan, melainkan Dalam konteks konteks PAI, pendekatan ini diwujudkan melalui integrasi internal, yang menggabungkan mata pelajaran Al-Qur'an, Hadis, Fiqih, Akidah, dan Akhlak, serta integrasi eksternal dengan sains, teknologi, dan kewarganegaraan. Pendekatan ini tidak hanya relevan dengan tantangan kehidupan nyata, tetapi juga mendorong kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan inovatif. Dengan memberikan siswa pemahaman tentang hubungan erat antara agama dan ilmu pengetahuan, pendekatan ini meningkatkan daya tarik, relevansi, dan kontekstualitas PAI. Implementasi yang tepat diharapkan mampu membekali siswa dengan landasan moral dan intelektual yang kokoh untuk menghadapi tuntutan era modern secara dinamis dan adaptif.The integrative-interconnective approach in Islamic Religious Education (PAI) aims to integrate religious and general sciences to create a complementary harmony between the two. This research uses a qualitative method of literature with descriptive analysis, involving the collection and analysis of literature in the form of books, documents, and related articles. The main purpose of this approach is to overcome the stagnation of scientific development, as well as to build a paradigm that views religious and general sciences as inseparable, but in the context of PAI context, this approach is realized through internal integration, which combines the subjects of Al-Qur'an, Hadith, Fiqh, Akidah, and Akhlak, as well as external integration with science, technology, and citizenship. This approach is not only relevant to real-life challenges, but also encourages teachers' creativity in designing contextualized and innovative learning. By providing students with an understanding of the close relationship between religion and science, this approach increases the attractiveness, relevance, and contextuality of PAI. Proper implementation is expected to equip students with a solid moral and intellectual foundation to face the demands of the modern era dynamically and adaptively.
REVITALIZATION OF MADRASAH CURRICULUM IN INCREASING COMPETITIVENESS IN THE ERA OF GLOBALIZATION: Opportunities and Challenges Nurdiana, Whan; Hamami, Tasman
Jurnal Al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ke-Islaman Vol 12 No 3 (2025): al-Ulum: Journal of Islamic Education, Research and Thought
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/alulum.12.3.2025.262-276

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam dituntut untuk melakukan revitalisasi kurikulum agar tetap relevan dan kompetitif dalam menjawab kebutuhan zaman. Kurikulum yang tidak hanya menanamkan nilai-nilai keislaman, tetapi juga mengembangkan kompetensi global, menjadi kebutuhan mendesak dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan mampu bersaing di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan dalam proses revitalisasi kurikulum madrasah guna meningkatkan daya saing lulusan di tengah dinamika global. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui studi literatur dan dokumentasi yang relevan, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi kurikulum membuka peluang strategis dalam penguatan pendidikan karakter, integrasi literasi digital, dan kolaborasi multipihak. Namun demikian, sejumlah tantangan juga muncul, seperti resistensi terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan dilema antara nilai lokal dan tuntutan global (glokalisasi). Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penyusunan kebijakan kurikulum yang partisipatif dan kontekstual, melibatkan seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, pengelola madrasah, guru, hingga masyarakat. Diperlukan strategi sinergis agar revitalisasi kurikulum tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi mampu mengaktualisasikan visi pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global
Implementation of Sociological Principles in the Development of Islamic Religious Education Curriculum Firmansyah, Firmansyah; Hamami, Tasman; Elysa, Ratianarimamy Niriko; Kiryakova, Gabriela
Educompassion: Jurnal Integrasi Pendidikan Islam dan Global Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/educompassion.v2i3.319

Abstract

Islamic education is experiencing dynamic development in line with social changes in society, so it demands the development of a curriculum that is relevant and based on strong principles. One of the important principles in curriculum development is sociological principles, which link education and the needs of society. This research aims to analyze the contribution of sociological principles in the development of Islamic religious education curriculum. The method used is descriptive qualitative research with a library research approach. Data were collected from a variety of related literature and analyzed descriptively with a systematic and objective presentation. The results of the study show that sociological principles play a significant role in designing the Islamic religious education curriculum to be able to respond to the needs and challenges of the community. A curriculum developed based on this principle can form students who not only understand religious values, but also have social awareness, ethics, and norms that apply in society. Thus, the application of sociological principles in the development of Islamic religious education curriculum allows the creation of contextual learning that is in harmony with the social dynamics of Islamic society.