Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Cendikia Pendidikan

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN SISWA DI SMPN 6 KOTA PASURUAN Magfiroh, Rojiyah; Lestari, Andika Setyo Budi; Nurmalitasari, Dewi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i12.6062

Abstract

Abstract This observe examines the impact of character sorts, in particular extroversion and introversion, on numeracy literacy capabilities at SMPN 6 Pasuruan. It involved 32 college students, selecting 6 primarily based on their numeracy literacy ranges (high, medium, low). the usage of a qualitative technique with a descriptive approach, the research implemented a numeracy literacy test and a JTI (Jung's kind Indicator) questionnaire. results showed that the general numeracy literacy changed into at a medium level, with a median rating of 31.7. Of the members, 65.6% were in the medium class, 12.5% within the high class, and 21.nine% in the low class. a few of the students, seventy one.nine% had been introverts and 18.eight% had been extroverts. Extroverted college students, who have been greater active and socially engaged, had a barely higher average rating (35.7) as compared to introverts (32.seventy four). Introverted students had more focused medium-degree skills but additionally a higher number in the excessive class. Penelitian ini menekankan pentingnya menganalisis kemampuan literasi numerasi peserta didik dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert pada SMPN 6 Pasuruan, yg bertujuan buat menyesuaikan metode pembelajaran supaya lebih efektif. Sampel penelitian mencakup 32 siswa, menggunakan 6 peserta didik dipilih sebagai subjek utama berdasarkan taraf kemampuan literasi numerasi mereka (tinggi, sedang, serta rendah). Metode penelitian yang digunakan merupakan kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif, menggunakan tes literasi numerasi di materi statistika serta kuesioner JTI (Jung’s Type Indicator). Hasil penelitian membagikan bahwa kemampuan literasi numerasi peserta didik di SMPN 6 Pasuruan masih berada di kategori sedang, menggunakan nilai homogen-homogen 31,7. sebanyak 21 peserta didik (65,6%) berada di kategori sedang, 4 peserta didik (12,5%) di kategori tinggi, dan 7 siswa (21,9%) pada kategori rendah.asal 32 peserta didik, 71,9% merupakan introvert, serta 18,8% ekstrovert. peserta didik ekstrovert cenderung lebih aktif dan berorientasi sosial, menggunakan rata-rata skor sedikit lebih tinggi (35,7) dibandingkan siswa introvert (32,74). Siswa introvert memberikan kemampuan yang lebih terpusat pada kategori sedang namun mempunyai lebih poly siswa di kategori tinggi.
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DITINJAU DARI SELF DIRECTED LEARNING PADA MATERI SPtLDV Nahdia, Erina Naurullaili; Lestari, Andika Setyo Budi; Khoiri, Miftahul
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i1.6088

Abstract

Salah satu kompetensi matematis yang penting untuk dikuasai oleh siswa adalah koneksi matematis yang digunakan siswa untuk menghubungkan berbagai konsep matematika dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan koneksi matematis yang dimiliki oleh peserta didik ditinjau dari Self Directed Learning (SDL) dengan fokus materi pada Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV). Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan purposive sampling yaitu siswa kelas X-11 SMA Negeri Kejayan sebanyak 33 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket SDL, tes kemampuan koneksi matematis, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan SDL tinggi dan sedang memiliki variasi dalam kemampuan koneksi matematis. Siswa dengan SDL tinggi terbagi dalam dua kategori yaitu 3 siswa memiliki koneksi matematis tinggi, mampu memenuhi tiga indikator (koneksi antar topik matematika, mata pelajaran lain, dan kehidupan sehari-hari), sementara 6 siswa hanya memenuhi dua indikator (koneksi antar topik matematika dan dengan mata pelajaran lain) yang menunjukkan kemampuan koneksi matematis siswa sedang. Sedangkan siswa dengan SDL sedang juga terbagi dalam dua kategori yaitu 2 siswa memiliki koneksi matematis sedang, memenuhi dua indikator (koneksi antar topik matematika dan dengan mata pelajaran lain), sementara 22 siswa hanya memenuhi satu indikator (koneksi antar topik matematika), menunjukkan kemampuan koneksi matematis yang rendah. One of the mathematical competencies that is important for students to master is mathematical connections, and the supporting factor is self-directed learning. This research aims to analyse students' mathematical connection abilities in terms of Self Directed Learning (SDL), with a material focus on the System of Linear Inequalities in Two Variables (SPtLDV). This research is qualitative and uses a descriptive approach. The subjects in this research were selected using purposive sampling, namely 33 students from class X-11 at SMA Negeri Kejayan. Data collection used SDL questionnaires, mathematical connection ability tests, and interviews. The results showed that students with high and moderate SDL had variations in mathematical connection abilities. Students with high SDL are divided into two categories, 3 students have high mathematical connections and are able to fulfil three indicators (connections between mathematical topics, other subjects, and with daily life), while 6 students only fulfil two indicators (connections between mathematical topics and with other subjects), which shows students' moderate mathematical connection abilities. Meanwhile, students with moderate SDL were also divided into two categories, namely, 2 students had moderate mathematical connections, fulfilling two indicators (connections between mathematical topics and with other subjects), while 22 students only met one indicator (connections between mathematical topics), showing connection abilities. low mathematics.