Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi dan Giat Bersih Pantai sebagai Salah Satu Usaha Menyelamatkan Ekosistem Pesisir Desa Nibung Kecamatan Teluk Pakedai Nurdiansyah, Syarif Irwan; Nurrahman , Yusuf Arief; Warsidah, warsidah; Safitri , Ikha; Helena, Shifa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1537

Abstract

Desa Sungai Nibung adalah salah satu desa yang termasuk dalam kawasan minapolitan Teluk Pakedai, merupakan salah satu pesisir yang memiliki keanekaragaman biota laut yang sangat tinggi. Dengan kawasan perairan yang teduh, kawasan pesisir desa Nibung ini menjadi tempat berteduh bagi kapal-kapal nelayan yang terkendala gelombang tinggi di laut lepas sehingga tidak dapat melanjutkan aktivitas bernelayan. Akibat ramainya dermaga tambatan perahu, aktivitas perekonomian di sekitar dermaga juga sangat aktif. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat edukasi dan giat bersih pantai di pesisir desa Sungai Nibung ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang resiko atau bahaya yang diakibatkan oleh penimbunan sampah, terutama sampah plastik, terhadap kelangsungan hidup biota laut dan kesuburan perairan di kawasan tersebut. Edukasi tentang bahaya sampah disampaikan dengan materi ceramah yang dilanjutkan dengan giat bersih pantai, berlokasi di sekitar dermaga kapal nelayan. Kegiatan diikuti oleh 80 orang  yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan praktisi ekowisata serta masyarakat desa Nibung. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengukur pemahaman peserta, melalui pengisian kuisioner sebelum dan sesudah berkegiatan, terkait materi bagaimana dampak aktivitas di daratan terhadap kualitas perairan, bagaimana akumulasi sampah yang berpotensi membahayakan kehidupan biota perairan serta upaya-upaya yang bisa didilakukan dalam menangani permasalahan sampah di lingkungan pesisir. Berdasarkan penilaian kuisioner dari peserta, menunjukkan peningkatan pemahaman terkait materi yang sudah diberikan dari rata-rata respon peserta yang memahami sebesar 60% menjadi 100%. Education and Activity Beach Cleaning as One of the Efforts to Save the Coastal Ecosystem in Nibung Village, Teluk Pakedai District Sungai Nibung Village is one of the villages included in the Pakedai Bay Minapolitan area, it is one of the coasts that has a very high diversity of marine biota. With shady waters, the coastal area of ??Nibung village provides shelter for fishing boats which are hampered by high waves in the open sea so they cannot continue fishing activities. Due to the busy boat docks, economic activity around the docks is also very active. The aim of community service activities to educate and actively clean beaches on the coast of Sungai Nibung village is to increase knowledge about the risks or dangers caused by the accumulation of waste, especially plastic waste, on the survival of marine biota and the fertility of waters in the area. Education about the dangers of rubbish was delivered with lecture material followed by active beach cleaning, located around the fishing boat dock. The activity was attended by 80 people consisting of students, lecturers and ecotourism practitioners as well as the Nibung village community. Activity evaluation is carried out to measure participants' understanding, by filling in questionnaires before and after the activity, regarding material regarding the impact of activities on land on water quality, how the accumulation of waste has the potential to endanger the life of aquatic biota and the efforts that can be taken to deal with waste problems in the coastal environment. . Based on questionnaire assessments from participants, it shows an increase in understanding regarding the material that has been given from the average response of participants who understand it at 60% to 100%.
Sosialisasi dan Edukasi Pengawasan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kalimantan Barat dalam Memperingati Ocean Day 2023 Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Helena, Shifa; Sudiono, Gatot; Kasbutin, Hendri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1539

Abstract

Ocean Day atau hari laut sedunia diperingati setiap tanggal 8 Juni, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang peran penting laut dan sumberdaya alam bagi kehidupan manusia, permasalahan, serta aksi kita dalam melindungi potensi yang ada untuk pembangunan secara berkelanjutan. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura dalam memperingati Ocean Day adalah seminar tentang sosialisasi dan edukasi pengawasan kawasan konservasi perairan daerah Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dan masyarakat terkait pembagian zonasi kawasan konservasi dan meningkatkan kesadaran para pelaku usaha perikanan dalam melakukan aktivitas di kawasan konservasi. Kegiatan ini dilakukan secara hybrid, dengan total peserta yaitu 100 orang. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, berisi materi edukasi dan sosialisasi tentang kawasan konservasi perairan Kalimantan Barat dan pengawasannya, yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta dan pemateri. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan melalui kuesioner terkait materi yang telah disampaikan, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dengan rata-rata 40% menjadi 90-100% dalam memahami pengelolaan dan pengawasan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kalimantan Barat.  Socialization and Education on Monitoring of West Kalimantan Regional Marine Protected Areas in Ocean Day 2023 World Oceans Day is celebrated every June 8th, where the aim of increasing awareness about the important role of the ocean and natural resources in human life, problems, and our actions in protecting the existing natural resources potential for sustainable development. One of the activities carried out by the Marine Science Department, Universitas Tanjungpura was a seminar on socialization and education on monitoring of the West Kalimantan regional Marine Protected Area. This activity aimed to increase students' and the public's understanding regarding the conservation areas zone and increase the awareness of fisheries business in carrying out activities in conservation areas. This activity was carried out in a hybrid, with a total of 100 participants. The activity used a lecture method, containing educational and socialization about the West Kalimantan marine conservation area and its monitoring, which was followed by an interactive discussion between participants and presenters. Based on the evaluation carried out through questionnaires related to the subject presented, it showed that there had been an increase in the ability participants with an average of 40% to 90-100% in understanding the management and monitoring of the West Kalimantan Regional Water Conservation Area
Macroalgae Community Structure in the Waters of Temajo Island, Mempawah Regency, West Kalimantan Susrini, Putri Dahyu; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Sofiana, Mega Sari Juane; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Safitri, Ikha
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Macroalgae are thallus plants that do not have organs in the form of roots, stems, and leaves that are not true. The existence of macroalgae as producer organisms contributes to the life of aquatic biota, especially herbivorous organisms in the waters of Temajo Island, Mempawah Regency, West Kalimantan. This study aims to determine the abundance, relative abundance, relative frequency, diversity index, uniformity index, and dominance index in the waters of Temajo Island. This research was conducted in August 2022, the sampling locations were three stations and were determined using the exploratory method based on the presence of macroalgae found. Macroalgae sampling was carried out using a quadratic transect of 10x10 m and based on the research results obtained 5 families, 3 classes, 4 orders, and 6 genera consisting of Sargassum, Turbinaria, Padina, Halimeda, Codium, and Amphiroa. The results of the analysis found that the genus Sargassum had abundance, relative abundance, and relative frequency (K = 0.72-2.35 ind/m2, KR = 49.99%, F = 0.83) of macroalgae communities in the waters of Temajo Island, Mempawah Regency, Kalimantan West, has a low-medium diversity value, low-high uniformity index and low-high dominance index. Keywords: Community Structure, Macroalga, Temajo Island, Mempawah Abstrak Makroalga merupakan tumbuhan thallus yang tidak memiliki organ-organ berupa akar, batang dan daun tidak sejati. Keberadaan makroalga sebagai organisme produsen memberikan sumbangan bagi kehidupan biota akuatik, terutama organisme-organisme herbivor di perairan Pulau Temajo Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kelimpahan, kelimpahan relatif, frekuensi relative, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi di perairan Pulau Temajo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2022, lokasi pengambilan sampel sebanyak tiga stasiun dan ditentukan menggunakan metode Eksploratif berdasarkan keberadaan makroalga yang ditemukan. Sampling makroalga dilakukan menggunakan transek kuadrat dengan ukuran 10x10 m. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 5 famili, 3 kelas, 4 ordo, dan 6 genera yang terdiri dari Sargassum, Turbinaria, Padina, Halimeda, Codium dan Amphiroa. Hasil Analisa mendapatkan Genus Sargassum memiliki kelimpahan, kelimpahan relatif, dan frekuensi relatif (K = 0,72-2,35 ind/m2, KR = 49,99%, F = 0,83) komunitas makroalga di perairan Pulau Temajo Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, memiliki nilai keanekaragaman rendah-sedang, indeks keseragaman rendah-tinggi dan indeks dominansi rendah-tinggi. Kata kunci: Struktur Komunitas; makroalga; Pulau Temajo; Mempawah
Struktur Komunitas Kepiting Bakau di Kawasan Mangrove Desa Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat Thasya, Rafaela; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Nurrahman, Yusuf Arief
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i2.64637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas kepiting bakau dan parameter kualitas perairan yang terdapat di kawasan hutan mangrove Desa Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Catch Per Unit Effort (CPUE). Metode dilakukan dengan menghitung jumlah sampel kepiting bakau yang tertangkap dalam setiap upaya penangkapan. Penangkapan dilakukan sebanyak 4 kali dalam rentang waktu seminggu sekali selama sebulan. Hasil yang di dapat menunjukkan terdapat tiga jenis kepiting bakau yang berada pada kawasan mangrove Desa Sungai Nibung yaitu S. serrata, S. tranquebarica, dan S. olivacea. Hasil kepadatan relatif kepiting bakau yaitu 19,59% untuk jenis S. serrata, 75,71 % untuk jenis S. tranquebarica, dan 4,69% untuk jenis S. olivacea. Nilai indeks komunitas adalah indeks keeanekaragaman 0,674, indeks keseragaman 0,613, dan indeks dominansi 0,614. Keseluruhan indeks komunitas masuk ke dalam kategori sedang. Kualitas perairan kawasan mangrove Desa Sungai Nibung masuk ke dalam kategori sedang dan layak untuk menjadi habitat tempat kepiting bakau melakukan perkembangbiakan.
Struktur Komunitas Bivalvia di Kawasan Mangrove Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai Kalimantan Barat Sundari, Nova; Nurrahman, Yusuf Arief; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2023): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i3.64636

Abstract

Desa Sungai Nibung terletak di Kecamatan Teluk Pakedai, Kalimantan Barat dengan luas hutan mangrove 3.058 Ha. Ekosistem mangrove mempunyai fungsi ekologis sebagai habitat hidup biota, termasuk bivalvia. Kelimpahan kerang dalam suatu ekosistem sangat penting dalam mempengaruhi struktur rantai makanan dan sangat ditentukan oleh faktor lingkungan yang sesuai dengan sifat biologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas bivalvia dan parameter lingkungan di kawasan mangrove Desa Sungai Nibung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2023 dengan menggunakan metode sistematik random sampling di tiga stasiun. Pengambilan sampel bivalvia dilakukan dengan menggunakan kuadran transek berukuran 5 x 5 m2 dan sub plot berukuran 1 x 1 m2 dengan 5 titik di dalamnya secara acak. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 spesies bivalvia yaitu Geloina expansa dan Pharella acutidens. Indeks keanekaragaman (H') berkisar antara 0-0,47, indeks keseragaman (E) antara 0,18 sampai tidak terdefinisi, dan indeks dominasi (C') berkisar 0,89-1. Parameter lingkungan seperti suhu air, salinitas, pH air, pH tanah, dan DO termasuk dalam kategori optimal bagi kehidupan bivalvia. Sedangkan, substrat masih belum optimal dalam mendukung kehidupan jenis kerang lainnya selain G. expansa.
Studi Laju Pertumbuhan Lamun (Thalassia hemprichii) Hasil Transplantasi Menggunakan Metode TERFS dan Peat Pot di Teluk Melanau Pulau Lemukutan Subarni, Seri; Nurrahman, Yusuf Arief; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2023): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i1.58198

Abstract

Pulau Lemukutan merupakan salah satu kawasan konservasi perairan yang memiliki ekosistem lamun. Lamun mempunyai manfaat secara ekologis dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup lamun Thalassia hemprichii yang ditransplantasi dengan metode TERFS dan peat pot. Parameter lingkungan yang diukurantara lain: suhu, salinitas, pH, DO, kecepatan arus, tinggi gelombang, kedalaman, nitrat dan fosfat. Tingkat kelangsungan hidup lamun yang ditransplantasi dengan menggunakan metode TERFS sebesar 83,7% dan peat pot 84,7% cm/hari.
Kualitas Perairan Desa Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Sebagai Kandidat Industri Garam Baru Helena, Shifa; Finirsa, Maura Aulia; Rahmat, Muhammad Farhan; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2022): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i3.56935

Abstract

Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan produksi garam nasional yang setiap tahun kian meningkat adalah dengan program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Desa Sebubus juga memiliki potensi yang sangat besar sebagai kandidat industri garam baru karena memiliki kelompok masyarakat pesisir binaan dinas setempat yang bergerak di bidang industri garam. Akan tetapi, bidang industri garam di Desa Sebubus belum melalui uji kualitas perairan, sehingga hasil produksi garam beberapa kali mengalami kualitas yang buruk. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui kualitas dan kondisi perairan di kawasan pesisir Desa Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas berdasarkan kelayakan sebagai kawasan produksi garam. Penelitian ini menggunakan metode observasi untuk data primer yaitu salinitas, suhu udara, dan jenis tanah. Sedangkan pada data sekunder menggunakan literasi website data yaitu pasang surut, salinitas, curah hujan, suhu udara, lama penyinaran matahari, kelembaban udara, kecepatan angin, serta evaporasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai salinitas berkisar 29-33 ppt, suhu udara 26,3 °C, curah hujan 12,8 mm, lama penyinaran matahari 5,66 jam, jenis tanah lempung berpasir, kecepatan angin 1,4 m/s, kelembaban udara 86,6%, evaporasi 1,5 mm/day, dan pasang surut bertipe campuran condong harian ganda. Berdasarkan skoring dengan tabel Indeks Kesesuaian Garam menunjukkan hasil 56,7% yang artinya tidak sesuai. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya kondisi cuaca dan iklim.
Nilai Guna Langsung Perikanan Tangkap di Kawasan Mangrove Desa Sungai Nibung Yustina, Yustina; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Kushadiwijayanto, Arie Antasari
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2024): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i2.79743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis biota hasil perikanan tangkap, mengestimasi pemasukan nelayan, dan mengestimasi valuasi ekonomi perikanan tangkap secara langsung di kawasan mangrove. Metode yang digunakan pada penelitian adalah dengan melakukan penyebaran kuesioner berjumlah 43 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis aktivitas pemanfaat sumber daya pada kawasan mangrove dan analisis kuantitatif untuk menghitung valuasi ekonomi kawasan mangrove. Hasil yang didapat menunjukkan terdapat 8 jenis biota perikanan tangkap yaitu kepiting, ikan gulama, ikan sembilang, ikan teri, ikan samge, gurita, udang rebon, dan udang vannamei. Hasil estimasi pemasukan nelayan Desa Sungai Nibung Rp. 2.014.544.000. Luas kawasan mangrove 8000 ha maka nilai ekonomi setiap meter persegi area panen adalah Rp. 439.217.
Kandungan Makronutrien dan Mineral Esensial pada Gastropoda Nerita undulata Asal Pulau Lemukutan Lukas, Novan Luis Pernando; Warsidah, Warsidah; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2024): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i2.66261

Abstract

Banyaknya ragam jenis gastropoda (siput laut) membuat peranan dan manfaat dari gastropoda dapat berpotensi besar sebagai penelitian, kurangnya pengolahan dan pengetahuan tentang manfaat, kandungan makronutien dan mineral esensial pada gastropoda maka perlu adanya penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk   mengetahui apa saja kandungan makronutien yang terkandung dalam daging Nerita undulata dan mengetahui kandungan dan kadar mineral esensial dalam Nerita undulata yang berlokasi di Perairan Pulau Lemukutan, Teluk Cina, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.   Pengamatan dilakukan dengan metode hand sampling, yang mana dalam pengambilan sampel   menggunakan tangan yang dilengkapi glove.   Hasil penelitian yang didapatkan dari gastropoda N. undulata kandungan proksimat dari karakteristik kadar abu, protein dan lemak secara berturut sebesar 0,31%, 57,84% dan 1,44%.   Sedangkan hasil kandungan mineral esensial dengan karakteristik Cu, Fe, Zn dan Mn secara berturut sebesar 0,0895 mg/kg, 0,2738 mg/kg, 0,1608 mg/kg dan 0,0218 mg/kg.
PENINGKATAN MUTU PRODUK IKAN TONGKOL ASAP MELALUI SOSIALISASI TEKNIK PENGEMASAN PADA POKLASHAR MARNIATI DI WILAYAH DESA TRITIRO Yasnidar, Yasnidar; Hasan, Tahirah; Helena, Shifa; Warsidah, Warsidah; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Bina Bahari Vol 2, No 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v2i2.37

Abstract

Smoked cob fish is one of the processed marine fisheries commodities which is much loved by the community, both local people and outside the Tritiro village area. The marketing of this smoked fish product reaches outside the Tritiro village area, which causes the need for packaging that can maintain the quality of the fish until it reaches the customer. This independent community service activity (PKM) aims to improve the quality of smoked fish products produced by smoked fish processing groups through socialization of packaging techniques using a vacuum sealer so as to extend the shelf life of smoked fish, especially in distribution outside the region. The activity was attended by smoked fish processor Poklashar Marniati in the South Kalumpang sub-village, with lecture and practice methods or demonstrations in using a vacuum sealer. The results of the activity show that packaging with a vacuum sealer can increase the durability of smoked tuna so that the risk of damage when shipping out of the area can be minimized. Monitoring and evaluation of packaging socialization activities with this technique is carried out during the PKM activity and up to 3 months after the completion of the activity. The monitoring and evaluation results show that this packaging socialization can increase the productivity of processed smoked fish in the village.Keywords : smoking, vacuum, sealer, smoked cob fish, Tritiro village