Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kandungan Proksimat dan Mineral Esensial Dari Gastropoda Turbo setosus asal Perairan Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat Hasanah, Fadiah Amalia; Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol 2, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i2.61471

Abstract

Turbo setosus is a species of the gastropod class that has a wavy shell with circular lines on its surface. Because it is easy to find, this type of snail is widely used in the food sector. The nutritional value of Turbo setosus is also high so it has economic value. Proximate analysis and essential minerals are useful to determine the nutritional value contained. Gastropods were extracted using Soxhlet at a certain temperature to measure moisture content, fat content, ash content, and carbohydrates. To find out the number of carbohydrates, the by difference method is used. Meanwhile, to find out the amount of minerals contained using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method.
Keanekaragaman Bivalvia di Kawasan Ekosistem Mangrove Desa Jeruju Besar Kalimantan Barat Pangamiti, Floraria Maya; Helena, Shifa; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol 4, No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i1.92730

Abstract

Bivalves are benthic organisms from the phyllum Mollusca phylum commonly found in mangrove ecosystems, particularly in areas with muddy or sandy substrates. These organisms play an essential role in maintaining ecosystem balance and serve as environmental bioindicators. This study aims to determine the composition, community structure, and environmental parameters that influence bivalve life in the mangrove ecosystem of Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, West Kalimantan. The research was conducted in December 2024 using a systematic method to determine sampling stationss, with a total of 3 stations. Each station has 3 subplots with a size of 1x1 m2 following the transect line which is placed parallel to a distance of 10m. Bivalve diversity in the mangrove ecosystem area of Jeruju Besar Village consists of 2 species, namely, Geloina expansa and Pharella acutidens. Density Station 1 has a density range (0-0.45 ind/m2), station 2 (0-2.28 ind/ m2), station 3 (0-1.64 ind/ m2). The diversity index (H') of bivalves ranged from (0.451-undefined), uniformity index (E') (0.693-undefined), and dominance index (C) (0.722- 1).
Struktur Komunitas Kepiting Bakau Di Kawasan Mangrove Desa Pangkalan Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna Harianto, Miko; Nurdiansyah, Syarif irwan; Warsidah, Warsidah
Oseanologia Vol 4, No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i1.91492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas kepiting bakau dan parameter kualitas perairan yang terdapat di kawasan hutan mangrove Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna. Penelitian ini menggunakan metode Catch Per Unit Effort (CPUE). Metode dilakukan dengan menghitung jumlah sampel kepiting bakau yang tertangkap dalam setiap upaya penangkapan. Penangkapan dilakukan sebanyak 4 kali dalam rentang waktu seminggu sekali selama sebulan. Hasil yang di dapat menunjukkan terdapat tiga jenis kepiting bakau yang berada pada kawasan mangrove Desa Pangkalan yaitu S. paramamosain, S. serrata, S. tranqueabrica. Hasil kepadatan relatif kepiting bakau yaitu 8,8% stasiun 1, 17% stasiun 2, dan 12,5% stasiun 3 untuk jenis S. paramamosain, 43,2% stasiun 1,36% stasiun 2, dan 50% stasiun 3 untuk jenis S. serrata, 48% stasiun 1,47% stasiun 2, dan 37,5% stasiun 3 untuk jenis S. tranquebarica. Kualitas perairan kawasan mangrove Desa Pangkalan masuk ke dalam kategori sangat jarang hingga rapat. Nilai indeks keanekaragaman (H"™) berkisar antara 0,929-1,024 dengan kategori rendah hingga sedang. Nilai indeks Keseragaman (E) berkisar antara 0,845-0,932 dengan kategori tinggi. Indeks dominansi (C) termasuk dalam kategori rendah, yaitu 0,379-0,424.
Pengaruh Perbedaan Jarak Tanam Terhadap Laju Pertumbuhan Eucheuma cottonii Dengan Metode KJA di Teluk Cina Pulau Lemukutan Yunivah, Adinda; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Warsidah, Warsidah
Oseanologia Vol 2, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i2.64387

Abstract

Pulau Lemukutan merupakan pulau terbesar di Kalimantan Barat yang berpotensi sebagai lokasi budidaya. Salah satu jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan yaitu Eucheuma cottonii. Kondisi rumput laut yang diproduksi di Indonesia belum maksimal disebabkan oleh rendahnya laju pertumbuhan rumput laut. Salah satu faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan rumput laut yaitu jarak tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jarak tanam terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonii dengan menggunakan metode KJA. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 3 kelompok percobaan, yaitu jarak tanam 20 cm, 30 cm dan 40 cm masing-masing dilakukan sebanyak 5 kali ulangan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian memperoleh bahwa perbedaan jarak tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii. Pertumbuhan rumput laut paling tinggi terdapat pada jarak tanam 30 cm dengan nilai rata-rata 5,05 g/hari. Kondisi parameter fisika dan kimia suhu, salinitas, pH, DO, kecerahan, kedalaman, nitrat dan fosfat dikatakan optimal. Sedangkan kecepatan arus mendapatkan nilai rata-rata kurang optimal.  
Tingkat Eksploitasi Kerang Darah (Tegillarca granosa) di Desa Pemangkat Kabupaten Sambas Ribuan, Ribuan; Muliadi, Muliadi; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol 2, No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i1.60511

Abstract

Kerang darah (Tegillarca granosa) merupakan salah satu jenis kerang yang berpotensi dan bernilai ekonomis tinggi untuk dikembangkan sebagai mineral dan sumber protein untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat eksploitasi kerang darah. Pengambilan sampel dilakukan di dua stasiun, masing-masing stasiun terdiri dari dua transek garis, dan jarak antar transek garis adalah 10 m. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan transek kuadrat berukuran 5 x 5 m2 dengan 5 plot. Hasil pengukuran laju eksploitasi T. granosa di perairan Desa Pemangkat adalah -0,43 dan 3,8. Status eksploitasi pada stasiun 1 (-0,43) dikategorikan sebagai rendah (0,5) sedangkan status eksploitasi pada stasiun 2 (3,81) dikategorikan sebagai tinggi (0,5). Eksploitasi kerang darah pada stasiun 2 menunjukkan adanya overfishing.
Daya Dukung Kawasan Ekowisata Mangrove Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya Anyim, Martien; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 2, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i2.64580

Abstract

Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang mengedepankan aspek lingkungan. Ekosistem yang berpotensi utuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata adalah ekosistem mangrove, salah satunya kawasan ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Daya Dukung Kawasan (DDK) ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Penelitian dilakukan di kawasan ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Data primer diambil menggunakan kuesioner pada 95 orang responden yang ditentukan berdasarkan metode sampling jenuh. Data sekunder diperoleh melalui wawancara langsung kepada pengelola kawasan ekowisata. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kunjungan harian pada kawasan ekowisata Equator Park sejumlah 16 orang/hari, yang sebagian besar berasal dari Kota Pontianak (53%), dengan rentang umur 20 - 23 tahun (40%), jenis kelamin laki - laki (52%) dan jumlah kunjungan rata-rata 1-3 jam. Unit area yang disediakan pada kawasan ekowisata tersebut antara lain pendopo (120,12 m2), tracking dari beton (65 m), area photografi (15,12 m2) dan waktu pelayanan selama 8 jam. Hasil analisa mendapatkan Daya Dukung Kawasan (DDK) Equator Park adalah 103 orang/hari. Nilai tersebut masih mencukupi untuk mendukung kunjungan harian pada saat (16 orang/hari) sehingga aktivitas wisata di kawasan tersebut belum beresiko bagi ekosistem mangrove.
Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Ekstrak Etanol Teripang Acaudina molpadioides Perairan Paloh Sambas Sakina, Haiwatus; Sofiana, Mega Sari Juane; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha; Helena, Shifa
Oseanologia Vol 2, No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i1.59168

Abstract

Acaudina molpadioides pernah ditemukan terdampar di Paloh, Sambas pada Juli dan September 2021. Teripang ini diketahui memiliki potensi sebagai aktivitas antioksidan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis metabolit sekunder, aktivitas antioksidan dan toksisitas dari ekstrak etanol teripang A. molpadioides asal Paloh, Sambas. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazi). Senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol A. molpadioides mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan saponin. Ekstrak memiliki aktivitas antioksidan dengan   inhibisi sebesar 32,55% pada konsentrasi 300 ppm. Toksisitas (LC50) ekstrak sebesar 171,22 ppm, yang tergolong dalam kategori sebagai toksik sedang dan dapat berpotensi sebagai antibakteri.
Karakteristik Morfologi dan Komposisi Ukuran Gastropoda Littorinidae di Wisata Hutan Mangrove Desa Sutera Kabupaten Kayong Utara Dwiastuti, Indah; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Safitri, Ikha
Oseanologia Vol 4, No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i1.92597

Abstract

Desa Sutera terletak di wilayah Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, memiliki kawasan mangrove seluas 17.780 Ha yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk gastropoda Littorinidae. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik morfologi dan komposisi ukuran gastropoda Littorinidae di kawasan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode survey dan untuk penentuan stasiun sampling menggunakan metode purposive sampling yang dilaksanakan pada September 2024. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat empat spesies Gatsropoda dari famili Littorinidae di kawasan wisata hutan mangrove Desa Sutera, Kabupaten Kayong Utara, yaitu Littoraria scabra, L. carinifera, L. melanostoma, dan L. angulifera. L. melanostoma merupakan spesies terbesar (panjang 2,2 cm; lebar 1 cm), dicirikan oleh cangkang kekuningan meruncing dan aperture oval, sedangkan L. carinifera (panjang 1,5 cm; lebar 1,2 cm) memiliki cangkang kerucut kasar dengan putaran dekstral. L. scabra (panjang 1 cm; lebar 0,4 cm) berwarna cokelat gelap dengan aperture lingkaran, sementara L. angulifera (panjang 1,3 cm; lebar 1 cm) memiliki cangkang lonjong licin dan operculum keemasan. Distribusi spesies juga bervariasi, dengan L. carinifera, L. scabra, dan L. melanostoma banyak ditemukan di batang mangrove (treefauna), sedangkan L. angulifera lebih dominan di daun. Keberadaan gastropoda ini menunjukkan peran pentingnya dalam ekosistem mangrove sebagai dekomposer dan indikator kesehatan lingkungan. Temuan ini memberikan dasar penting untuk pengelolaan berkelanjutan kawasan wisata mangrove Desa Sutera.
Inventory Of Gastropods In The Coastal Area Of Desa Sungai Nibung West Kalimantan Safitri, Ikha; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Sofiana, Mega Sari Juane; Apriansyah, Apriansyah; Nurrahman, Yusuf Arief; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Enjella, Enjella; Ginting, Madi Juna Permalem
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v5i1.333

Abstract

Desa Sungai Nibung is a village located in Teluk Pakedai District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. This village is one of the conservation areas established by the Regional Government of West Kalimantan Province in 2020. Desa Sungai Nibung has a high diversity of natural resources, one of which is gastropods. Gastropods are organisms that act as grazers, scavengers, and predators. These organisms can live in waters, coastal and terrestrial. Its diversity has been reported to be more than 75,000 species. Several gastropods have been used by the local community as food with a high protein source. Gastropods found on the coast of Sungai Nibung Village are Ellobium, Cassidula, Nerita, Neritina, Chicoreus, Cerithidea, Littoria, Potamopyrgus, and Onchidium.
SOSIALISASI PENGOLAHAN MAKANAN SEHAT HASIL PERIKANAN LAUT DALAM USAHA PENINGKATAN KESEHATAN KELUARGA Nurdiansyah, Syarif Irwan; Warsidah, Warsidah
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 6 No 2 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v6i2.6792

Abstract

Sosialisasi pengolahan pangan dari hasil perikanan dan menjadikannya sebagai menu konsumsi keluarga diharapkan dapat menjadikan motivasi dan stimulan bagi masyarakat Desa Mekar Baru dalam meningkatkan derajat kesehatan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara mandiri ini merupakan salah satu tridarma perguruan tinggi, yang diharapkan dapat menjadi jembatan informasi antara dunia akademis dengan masyarakat sekitarnya dalam usaha menyelesaikan persoalan yang terjadi dalam kehidupan bermasyaarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan ibu rumah tangga dalam mengolah ikan tongkol menjadi ikan asap dan abon ikan, serta menjadi makan ikan dan olahannya sebagai kegemaran yang dapat berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Sosialisasi ini diikuti oleh 15 orang peserta, terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah dan demonstrasi, dimana dari hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam memahami manfaat penting mengkonsumsi ikan dan mengolah ikan tongkol menjadi produk ikan asap dan abon ikan.