Claim Missing Document
Check
Articles

Kandungan nutrien dan fitohormon rumput laut cokelat dari Perairan Pulau Lemukutan Kalimantan Barat: Nutrient and phytohormone of Sargassum polycystum and Padina australis from Lemukutan Island Waters West Kalimantan Sofiana, Mega Sari Juane; Mardini, Delvia Devi; Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i4.46965

Abstract

Pulau Lemukutan merupakan salah satu pulau kecil di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang, Kalimantan Barat. Keanekaragaman hayati di perairan pulau ini cukup tinggi dan melimpah, salah satunya adalah rumput laut. Rumput laut cokelat jenis Sargassum polycystum dan Padina australis paling banyak ditemukan di perairan ini dengan pemanfaatannya yang kurang optimal. Rumput laut cokelat telah banyak dilaporkan memiliki zat pengatur tumbuh (ZPT), mineral, dan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai biostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pH terbaik (asam, basa, dan netral) dalam mengekstrak kandungan nutrien dan fitohormon pada rumput laut S. polycystum dan P. australis asal perairan Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Nutrien tersebut diekstrak dari rumput laut dengan pH yang berbeda, yaitu 3, 7 dan 9. Ekstraksi dilakukan pada kondisi asam (SA dan PA), netral (SN dan PN) dan basa (SB dan PB). Kandungan nutrisi (N, P, K) dianalisis mengacu pada AOAC (Association of Official Analytical Chemist). Analisis fitohormon dilakukan dengan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Konsentrasi N, P dan K tertinggi yaitu 0,14% (SN dan PN); 0,03% (SA) dan 0,59% (SB). Hasil ini menunjukkan nutrien tertinggi terkandung pada S. polycystum dibandingkan P. australis. Fitohormon tertinggi terkandung pada S. polycystum, yaitu auksin 8,40 mg/g dan zeatin 17,99 mg/g.
Pendataan Potensi Bioekologi di Pesisir Desa Sungai Nibung dalam Mendukung Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi Nurdiansyah, Syarif Irwan; Safitri, Ikha; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Sofiana, Mega Sari Juane
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13668

Abstract

Desa Sungai Nibung sebagai salah satu kawasan pesisir di Kabupaten Kubu Raya memiliki potensi sumberdaya alam hayati dengan tingkat keanekaragaman tinggi. Potensi tersebut membuat Desa Sungai Nibung ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) di Kalimantan barat dengan target konservasi yaitu mangrove. Ekosistem mangrove memegang peran penting secara ekologis dan ekonomis sebagai habitat berbagai jenis organisme akuatik, serta potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendapatkan data inventarisasi potensi kawasan di pesisir Desa Sungai Nibung, Kalimantan Barat. Pendataan potensi sumberdaya hayati dapat dijadikan sebagai informasi dasar dalam mendukung rencana dan optimalisasi pengelolaan kawasan konservasi. Kegiatan dilaksanakan pada Desember 2022 – Februari 2023. Pelaksanaan kegiatan meliputi pendataan keanekaragaman jenis mangrove, kepiting bakau, kerang, keong yang dilakukan secara eksploratif. Sedangkan, pengamatan kondisi kualitas perairan dilakukan secara in situ. Hasil Pendataan menunjukkan bahwa vegetasi mangrove memiliki tingkat keanekaragaman jenis tinggi dengan ditemukannya delapan belas spesies mangrove sejati. Terdapat tiga spesies kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kerang dan keong juga merupakan komoditas perikanan penting di Desa Sungai Nibung yang dapat mendukung pendapatan masyarakat. Selain itu, beberapa jenis keong mangrove dapat dikonsumsi dan dijadikan alternatif sumber protein hewani dengan kandungan tinggi protein, rendah lemak, dan beberapa makro mineral esensial. Data kualitas perairan dapat digunakan sebagai dasar dalam mendukung peruntukan wilayah, misalnya untuk budidaya perikanan, aktivitas pelayaran, maupun pengembangan ekowisata. 
PEMANFAATAN DAUN NIPAH SEBAGAI POLYBAG ECOFRIENDLY UNTUK PENYEMAIAN ANAKAN MANGROVE DI DESA SUNGAI NIBUNG Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Safitri, Ikha; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Apriansyah, Apriansyah; Sofiana, Mega Sari Juane
Bina Bahari Vol 4, No 3 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v4i3.118

Abstract

Desa Sungai Nibung memiliki ekosistem mangrove dengan keanekaragaman jenis mangrove yang tinggi. Desa ini memiliki kurang lebih 18 spesies mangrove yang berbeda. Mangrove ini perlu dilestarikan dengan menjaga ekosistem dan lingkungan dan penanaman. Penanaman mangrove dapat dimulai dengan penyemaian anakan mangrove. Penyemaian dilakukan dengan menanam propagul dari tiap jenis mangrove dan ditanam dengan media tanah dari tempat asalnya dengan menggunakan polybag. Polybag umumnya terbuat dari plastik jenis polietilena yang non-degradable. Sifatnya yang sulit terurai akan menjadi sampah plastik yang merusak lingkungan. Oleh karena itu, polybag yang ramah lingkungan dibutuhkan sebagai wadah penanaman propagul mangrove. Polybag ramah lingkungan dapat dibuat dari daun nipah yang dikeringkan. Nipah ditemukan hampir di semua daerah di Desa Sungai Nibung. Daunnya belum dimanfaatkan oleh masyarakat, padahal daun ini sangat mudah untuk diolah dan digunakan sebagai kerajinan tangan. Oleh karena itu, pelatihan ke mahasiswa dan masyarakat setempat untuk memanfaatkan daun nipah sebagai polybag ecofriendly perlu dilakukan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengedukasi mahasiswa dan masyarakat tentang pemanfaatan potensi lokal daun nipah sebagai polybag ramah lingkungan dan pentingnya pelestarian mangrove. Pelatihan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan dan mitra masyarakat Desa Sungai Nibung sebanyak 15 orang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan anyaman daun nipah. Hasilnya, peserta mampu memahami manfaat daun nipah dan terampil menganyam menjadi polybag ecofriendly. Kegiatan ini tidak hanya mendukung konservasi mangrove, tetapi juga memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan potensi lokal berkelanjutan.
Struktur Komunitas Fitoplankton di Pantai Pulau Datok Perairan Sukadana Fatriani, Ria; Minsas, Sukal; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.95836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton di perairan Pantai pulau Datok, Sukadana. Penelitian dilakukan pada empat stasiun yang mewakili karakteristik lingkungan berbeda. Pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net, sedangkan parameter lingkungan seperti suhu, pH, kecerahan air, kecepatan arus, nitrat, dan fosfat diukur secara in-situ dan ex-situ. Hasil menunjukkan total 61 genus dari 8 divisi dan 10 kelas fitoplankton, dengan kelas Bacillariophyceae mendominasi di semua stasiun. Indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 1,117-3,250, keseragaman (E) 0,343-0,840, dan dominansi (C) 0,055-0,388. Kepadatan tertinggi dicatat di Stasiun I yang memiliki kandungan nitrat tertinggi. Kecepatan arus terbukti berpengaruh negatif terhadap kelimpahan fitoplankton. Komunitas fitoplankton di Pantai Pulau Datok menunjukkan potensi sebagai bioindikator kondisi lingkungan perairan.
The Presence of Optediceros breviculum as an Environmental Bioindicator in the Mangrove Area of Dabong Village Bawole, Kezia Debby; Safitri, Ikha; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v5i2.101347

Abstract

Dabong Village, located in Kubu Raya Regency, West Kalimantan, is a coastal area with a relatively natural mangrove ecosystem that supports malacofaunal diversity, particularly gastropods. Gastropods in mangrove ecosystems are often used to assess the environmental health status of coastal areas due to their sensitivity to habitat changes. This study aimed to examine the characteristics and distribution of Optediceros breviculum as a bioindicator in the mangrove area of Dabong Village. Sampling was conducted exploratively at three stations within the mangrove area, followed by species identification and observation of community structure based on morphological characteristics with the assistance of online data. The results showed that O. breviculum was the species with the highest dominance and the widest distribution across all research stations, reinforcing its role as an indicator of a well-preserved mangrove ecosystem.
Empowering coastal women through marine resource innovation: Transforming low-value catch into standardized processed products Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Apriansyah, Apriansyah; Sofiana, Mega Sari Juane; Nuraya, Tia; Minsas, Sukal; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Nurrahman, Yusuf Arief; Kuncoro, Iwan; Kusumaningsih, Alvianita Rika Putri; Sukma, Nimaz Tegar; Prayitno, Dwi Imam; Helena, Shifa; Idiawati, Nora; Harianto, Harianto; Darma, Surya
Community Empowerment Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.15251

Abstract

Kuala Secapah Village serves as a prominent hub for capture fisheries along the coast of West Kalimantan. Alongside premium catches, local fishermen frequently haul trash fish (ikan rucah), that remains economically underutilized. Applying innovative and sustainable processing approaches to these marine resources can significantly generate added value for the community. This community service program aims to educate and train coastal women on upgrading these underutilized catches into competitive food products. The program was delivered in participatory workshop divided into two sessions: an instructional lecture and a hands-on culinary production practice. The intervention yielded substantial progress, with participants' technical knowledge skyrocketing from 64% to 99.6% regarding standardized and proper fish-processing techniques. Ultimately, this initiative successfully fosters local economic resilience by converting underutilized marine waste into high-value commodities.