Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Upaya Pembentukan Perilaku Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan Hidup Menuju Sekolah Sehat Tahun 2021 Di SDN 2 Semoyang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB Herianto, Agus; Khosiah, Khosiah; Muhardini, Sintayana; Muttaqin, Zedi; Milandari, Baiq Desi
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1, No 2 Desember (2020): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v1i2 Desember.40

Abstract

Sekolah sehat pada prinsipnya terfokus pada usaha bagaimana membuat sekolah tersebut memiliki kondisi lingkungan belajar yang normal (tidak sakit) baik secara jasmani maupun rohani. Hal ini ditandai dengan situasi sekolah yang bersih, indah, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dalam kerangka mencapai kesejahteraan lahir dan batin setiap warga sekolah. Dengan begitu, sekolah sehat memungkinkan setiap warganya dapat melakukan aktivitas yang bermanfaat, berdaya guna dan berhasil guna untuk sekolah tersebut dan lingkungan di luar sekolah. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan serangkaian kegiatan yakni melakukan analisis kesiapan sekolah untuk melaksanakan program sekolah sehat. Selain itu dilakukan penilaian pemahaman peserta didik mengenai perilaku hidup sehat dan peduli lingkungan hidup. Jika sudah mengenal upaya pengelolaan lingkungan hidup dan kesehatan lingkungan sekolah dengan baik, diharapkan perilaku peserta didik akan lebih baik dari sebelumnya dan dapat menyukseskan pelaksanaan kegiatan sekolah sehat. Adapun metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai berikut: 1. Menganalisis kesiapan sekolah dalam pelaksanaan sekolah sehat, 2. Memberikan pre test kepada peserta didik untuk mengetahui pengetahuan sebelum diberlakukan edukasi lingkungan hidup, 3. Selanjutnya memberikan penyuluhan tentang lingkungan hidup, 4. Memberikan pos test setelah diberikan penyuluhan, 5. Melihat perbandingan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi, dan 6 ) Pemberian sarana pembelajaran lingkungan hidup kepada sekolah berupa tempat sampah dan tanaman yang bermanfaat untuk sekolah. Peningkatan pengetahuan setelah diadakan edukasi paling banyak pada pertanyaan nomor 8 yaitu jenis sampah organik, kemudian diikuti dengan pertanyaan nomor 9 yaitu jenis sampah anorganik. Pemahaman yang baik mengenai pemisahan sampah organik dan anorganik diperlukan terhadap siswa, karena beberapa diantara mereka masih menganggap sampah organik adalah sampah yang basah dan sampah anorganik merupakan sampah yang kering tanpa membedakan apakah sampah tersebut mudah membusuk atau tidak. Adapun Pemberian Sarana Pembelajaran Lingkungan Hidup Kepada Sekolah yaitu bak sampah, tanaman pucuk merah, sapu lidi dan kemoceng 
Dampak Pemanfaatan Media Gambar Berseri terhadap Kemampuan Menulis Narasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Sulastri, Sulastri; Hastuti, Intan Dwi; Milandari, Baiq Desi
PeDaPAUD: Jurnal Pendidikan Dasar dan PAUD Vol 3, No 1 (2024): PEDAPAUD: JURNAL PENDIDIKAN DASAR DAN PAUD
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/pedapaud.v3i1.600

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pengguanaan media gambar berseri terhadap keterampilan menulis narasi pada muatan pelajaran bahasa Indonesia Tema 4 Subtema 2  siswa kelas IV SDN 35 Ampenan. Populasi penelitian adalah seluruh kelas IV di SDN 35 Ampenan, sedangkan sampel penelitian diambil dua kelas yang terdiri dari 48 siswa dengan penelitian Quasi Eksperimen Control Group Pretest Posttest Design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa penelitian dan pengolahan data diketahui keterampilan menulis narasi siswa kelompok eksperimen lebih baik dibandingkan dengan siswa kelompok kontrol. Hasil ditunjukkan dari  nilai rata-rata pretest kelompok eksperimen sebesar 40,87 setelah diberikan perlakuan dengan media gambar berseri, nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen mengalami peningkatan menjadi 70,95. Sedangkan nilai rata-rata pretest kelompok kontrol 42 setelah diberi perlakuan media gambar potongan puzzle, nilai rata-rata posttest kelompok kontrol mengalami peningkatan menjadi 63,91. Dari perhitungan nilai rata-rata tersebut, hasil tes kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 30,08% sedangkan hasil tes kelompok kontrol mengalami peningkatan sebesar 21,91%. Hal ini menunjukkan bahwa ada Pengaruh Penggunaan Media Gambar Berseri Terhadap Keterampilan Menulis Narasi Pada Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Tema 4 Subtema 2 Siswa Kelas IV SDN 35 Ampenan.
Pendampingan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk Meningkatkan Keterampilan Numerasi Siswa SD Ihsani, Baiq Yuliatin; H, Hilmiyatun; Darmurtika, Linda Ayu; A, Akhmad; Milandari, Baiq Desi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Numeracy skills include skills in applying number concepts and basic mathematical symbols to solve everyday problems. Basic education emphasizes several aspects that students must master, including cognitive, motor and psychomotor aspects. One of the abilities in the cognitive aspect that students must master is the ability to count. Counting is a part related to managing numbers with a system that includes addition, subtraction, division and multiplication. In order for mathematical skills to develop well, teachers must create a fun learning atmosphere, such as using the Numeration pinwheel game. The Numeration Addition Pinwheel is an educational game that was developed by modifying a pinwheel game that can be rotated with numbers. This game aims to increase students' interest in learning numeracy at SDN 1 Danger, to make it easier for students to solve mathematical problems, this research will apply descriptive methods and use a qualitative approach. Data collection is carried out through observation and documentation. The results of this research are expected to improve students' understanding of the material and mathematical abilities. Thus, the educational game tool, the Numeration Addition Wheel, is expected to improve students' mathematical abilities and learning motivation.
Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berdiferensiasi Berbasis Merdeka Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Muhardini, Sintayana; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Khosiah, Khosiah; Milandari, Baiq Desi; Setiawan, Irma
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v9i1.4174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kevalidan Perangkat Pembelajaran Berbasis merdeka belajar berupa RPP berdiferensiasi di SD Hadi Sakti Mataram pada siswa kelas IV. (2) Menganalisis kepraktisan RPP berdiferensiasi. (3) Menganalisis keefektifan RPP berdiferensiasi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D dengan empat tahapan yaitu; 1) Define (pendefinisian), 2) Design (perancangan), 3) Development (pengembangan), dan 4) Dissemination (penyebaran). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis contextual teaching learning ini telah menghasilkan produk yang telah dinyatakan valid oleh ahli materi, ahli perangkat dan praktisi pembelajaran. Hasil kevalidan yang didapat dari ahli materi dengan persentase 88% atau dapat dikategorikan sangat valid, kevalidan yang didapatkan dari ahli perangkat pembelajaran yaitu, RPP dengan persentase 85% atau dapat dikategorikan sangat valid. Sedangkan berdasarkan uji kepraktisan yang diperoleh dari hasil respon siswa Kelas IVA SD Hadi Sakti Mataram mendapatkan nilai persentase 96% dengan kriteris skor sangat praktis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kevalidan Perangkat Pembelajaran Berbasis merdeka belajar berupa RPP berdiferensiasi di SD Hadi Sakti Mataram pada siswa kelas IV. (2) Menganalisis kepraktisan RPP berdiferensiasi. (3) Menganalisis keefektifan RPP berdiferensiasi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D dengan empat tahapan yaitu; 1) Define (pendefinisian), 2) Design (perancangan), 3) Development (pengembangan), dan 4) Dissemination (penyebaran). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis contextual teaching learning ini telah menghasilkan produk yang telah dinyatakan valid oleh ahli materi, ahli perangkat dan praktisi pembelajaran. Hasil kevalidan yang didapat dari ahli materi dengan persentase 88% atau dapat dikategorikan sangat valid, kevalidan yang didapatkan dari ahli perangkat pembelajaran yaitu, RPP dengan persentase 85% atau dapat dikategorikan sangat valid. Sedangkan berdasarkan uji kepraktisan yang diperoleh dari hasil respon siswa Kelas IVA SD Hadi Sakti Mataram mendapatkan nilai persentase 96% dengan kriteris skor sangat praktis.   
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Model Pembelajaran PBL Pada Siswa Kelas 4 di SDN 26 Mataram Fazrul Khalil, Ki Agus; Lilik Suryani; Maeyadi Utari, Jumita Putri; Jumrati, Jumrati; Rohmi, Kholidatur; Milandari, Baiq Desi; Hasanah, Uswatun
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i4.2662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar  bahasa Inggris dengan model pembelajaran PBL pada siswa kelas 4 di SDN 26 Mataram. Latar belakang penelitian ini adalah siswa kelas 4 belum dapat memahami materi bahasa inggris dengan baik, hal ini disebabkan oleh beragai faktor seperti kurangnya motivasi, pelajaran bahasa Inggris yang tidak diberikan disemua kelas. Metode penilitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif.Model pembelajaran yang digunakan adalah PBL (Problem Based Learning) Data diperoleh melalui tes tulis pada akhir pembelajaran.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 persentase ketuntasan peserta didik adalah 74,28%. Kemudian pada siklus 2 persentase ketuntasan peserta didik meningkat menjadi 80%. Kesimpulannya penerapan model pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning, PBL) secara signifikan meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris pada siswa kelas 4 di SDN 26 Mataram. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor tes bahasa Inggris siswa setelah menerapkan model PBL dibandingkan dengan sebelum penerapan model tersebut.
INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS ETNOPEDAGOGI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ihsani, Baiq Yuliatin; Nurmiwati, Nurmiwati; Milandari, Baiq Desi
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.37323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP melalui pendekatan etnopedagogi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif dan riset pengembangan (Research and Development/R&D). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles, Huberman yang meliputi 3 tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang berhasil diidentifikasi dan diintegrasikan meliputi lima aspek utama, yaitu: (1) gotong royong (begawe, begibung) yang menumbuhkan solidaritas dan kerja sama sosial; (2) kesopanan dan etika berbahasa (tata krama Sasak) yang membentuk sikap santun dan beradab; (3) cinta tanah air dan pelestarian alam (awig-awig, subak Sasak) yang menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial; (4) kreativitas dan estetika (nyongkolan, peresean) yang mengembangkan daya cipta dan apresiasi seni budaya; dan (5) nilai religius dan moral (lebaran topat) yang memperkuat spiritualitas dan karakter siswa. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sasak dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadikan proses belajar tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi linguistik, tetapi juga pada penguatan karakter dan identitas budaya siswa.
Evaluasi Penggunaan Multi-Tools AI dalam Peningkatan Produktivitas Publikasi Buku Dosen di Perguruan Tinggi Syaharuddin, Syaharuddin; Urifah, Dewi; Mahsup, Mahsup; Husnan, Husnan; Sari, Nursina; Milandari, Baiq Desi
Reflection Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rt63sy32

Abstract

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) dalam bidang akademik menuntut pemahaman yang menyeluruh terhadap persepsi dosen agar pemanfaatannya dalam penulisan buku dapat berlangsung secara efektif dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dosen terhadap integrasi multi-tools Artificial Intelligence dalam penulisan buku guna meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan subjek sebanyak 22 dosen dari berbagai faklultas dan disiplin ilmu. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert 5 sebanyak 9 butir pernyataan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk mengidentifikasi tingkat persepsi dosen terhadap pemanfaatan AI, yang diperkuat dengan wawancara sebagai data pendukung untuk memperdalam interpretasi temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dosen terhadap penggunaan AI dalam penulisan buku memiliki rata-rata persentase sebesar 76,36% yang berada pada kategori positif, dengan tingkat penerimaan tinggi pada aspek kemudahan penggunaan, efisiensi waktu, dan dukungan terhadap produktivitas publikasi ilmiah. Temuan ini mengindikasikan bahwa AI dipersepsikan sebagai teknologi yang bermanfaat dan relevan dalam mendukung aktivitas penulisan akademik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi multi-tools AI berpotensi meningkatkan kualitas dan produktivitas penulisan buku dosen apabila didukung oleh pelatihan yang sistematis dan pemahaman etika akademik yang memadai. Implikasi penelitian ini memberikan dasar empiris bagi perguruan tinggi dalam merancang kebijakan dan program pengembangan kapasitas dosen terkait pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dalam kegiatan akademik. Evaluation of the Use of Multi-Tool AI in Enhancing Faculty Book Publication Productivity in Higher Education The rapid development of Artificial Intelligence (AI) in the academic field requires a comprehensive understanding of lecturers' perceptions so that its use in book writing can be effective and ethical. This study aims to explore lecturers' perceptions of the integration of multi-tools Artificial Intelligence in book writing to increase scientific publication productivity in higher education. This study uses qualitative research with 22 lecturers from various faculties and disciplines as subjects. The research instrument is a 5-point Likert scale questionnaire consisting of 9 statements. Data analysis was performed using descriptive statistics to identify the level of lecturers' perceptions of AI utilization, reinforced by interviews as supporting data to deepen the interpretation of quantitative findings. The results of the study show that lecturers' perceptions of the use of AI in book writing have an average percentage of 76.36% in the positive category, with a high level of acceptance in terms of ease of use, time efficiency, and support for scientific publication productivity. These findings indicate that AI is perceived as a useful and relevant technology in supporting academic writing activities. The research conclusion confirms that the integration of multiple AI tools has the potential to improve the quality and productivity of lecturers' book writing when supported by systematic training and adequate understanding of academic ethics. The implications of this research provide an empirical basis for universities in designing policies and programs to develop lecturers' capacity related to the responsible use of AI in academic activities.
The effectiveness of ethnopedagogy in revitalising local wisdom in formal education: A phenomenological review Uswatun; Milandari, Baiq Desi; Bilal, Arpan Islami; Garba, Malami Muhammad; Hafeez, Muhammad
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 6 No. 4 (2026): February 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v6i4.5742

Abstract

Ethnopedagogy is an educational approach grounded in culture that plays an important role in preserving local wisdom amid the challenges of globalisation. This study aims to describe the integration of local cultural values into the learning process and culture-based school programmes, explain the role of ethnopedagogy in shaping students' character and strengthening their cultural identity, and identify forms of collaboration between schools and communities to support the sustainability of local wisdom-based learning. This study used a qualitative phenomenological approach and was conducted at one of the public elementary schools in West Lombok Regency. The research subjects included the principal, teachers, community leaders, and 30 students in grades V and VI. Data was obtained through observation, interviews, and documentation, then analysed using the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that ethnopedagogy is effective through Cultural Saturday activities, batik making, and Gendang Beleq drumming, which instil character values and a sense of cultural pride. The incorporation of local wisdom into Civics and Science lessons increases student motivation and understanding, while cooperation between schools and the community supports the sustainability of culture-oriented learning. A comparative analysis of informants' perspectives reveals heterogeneous learning experiences: male students are more interested in traditional Gendang Beleq music, while female students are more interested in batik and dance activities. Ethnopedagogy can be an effective educational approach for strengthening character education, preserving local culture, and developing contextual learning rooted in national cultural values.