Claim Missing Document
Check
Articles

PENYERBUKAN PADA BUNGA SEMANGKA (Citrullus vulgaris) SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN BENIH UNGGUL Setyawan, Khaton Fajar; Adiredjo, Afifuddin Latif; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah semangka banyak digemari karena rasanya yang manis dan segar. Benih merupakan salah satu komponen dalam budidaya tanaman yang merupakan kunci keberhasilan usaha tani. Waktu penyerbukan menentukan keberhasilan produksi benih semangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyerbukan terhadap hasil dan kualitas benih serta untuk mengetahui waktu yang tepat dalam melakukan penyerbukan buatan pada tanaman semangka. Penelitian dilaksanakan bulan Januari sampai bulan April pada lahan PT. East West Seed Indonesia di Desa Seputih, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan berupa waktu penyerbukan yaitu pukul 06.00-07.00 WIB (W1), pukul 09.00-10.00 WIB (W2), pukul 12.00-13.00 WIB (W3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyerbukan memberikan pengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan polinasi, bobot buah pertanaman, diameter buah, jumlah benih pertanaman, bobot benih kering pertanaman, persentase benih bernas, bobot 1000 biji, keserempakan perkecambahan dan daya berkecambah.
ANALISIS POTENSI PRODUKSI TANAMAN SAWIT (Elaeisguineensis ) DAN OBSERVASI POLINATOR POTENSIAL DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Abidin, M Sulhan; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri perkebunan sawit di Indonesia berkembang pesat, dibuktikan dengan peningkatan produksi sawit selama sepuluh tahun mencapai 11,09%. Peningkatan luas areal perkebunan sawit selama sepuluh tahun terakhir dari 5,28 juta ha pada 2004 menjadi 10,95 juta ha pada tahun 2014. Di UB terdapat 741 tanaman sawit yang potensial untuk dijadikan tanaman produksi. Tetapi hanya sedikit tanaman yang mampu menghasilkan buah. Untuk itu dilakukan studi potensi produksi dan observasi pollinator alami Elaeidobius kamerunicus Faust. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2016 di Fakultas Pertanian dan lingkungan kampus UB Malang dengan ketinggian tempat 450 mdpl. Penelitian menggunakan metode observasi dan wawancara yang kegiatannya meliputi (1) studi pendahuluan dan pemetaan, (2) pengukuran suhu dan kelembaban mikro, (3) penghitungan sawit produktif, (4) penghitungan rata-rata berat buah per tandan (BJR), (5) penghitungan fruit set, (6) menghitung bunga anthesis, (7) identifikasi polinator, (8) dan menghitung populasi polinator. Analisis data menggunakan metode deskriptif, analisis regresi dan  korelasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam serangga yang mengunjungi bunga sawit, namun hanya dua yang berpotensi sebagai pollinator yakni Bactrocera carambolae (Diptera: Tephritidae) dan Elaeidobius kamerunicus (Coleoptera: Curculionidae). Peran pollinator alami ini sangat besar, ditunjukkan dengan tingginya nilai fruit set yang mencapai 85,02%, tingginya nilai ini membuktikan bahwa tanaman sawit di UB memiliki potensi produksi yang tinggi.
PENGARUH KEMATANGAN BUAH DAN JUMLAH TANAMAN PER POLIBAG TERHADAP PERTUMBUHAN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) Febriyani, Verayunita; Yulianah, Izmi; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman sayuran yang sudah lama dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain dapat dikonsumsi secara langsung, kemangi juga dapat dimanfaatkan sebagi obat tradisional. Perbanyakan tanaman kemangi dilakukan dari benih. Namun pada proses pertumbuhannya, buah kemangi mengalami tingkat kematangan yang berbeda. Pada satu tangkai, buah dibagian bawah berwarna coklat sedangkan dibagian atas masih berwarna hijau. Setiap kegiatan budidaya tanaman tidak hanya memperhatikan kualitas benih yang digunakan tetapi juga faktor lingkungan, salah satunya adalah jumlah tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan kemangi pada tingkat kematangan buah dan jumlah tanaman yang berbeda. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kemangi, kompos, pupuk NPK, tanah dan pestisida. Alat yang digunakan yaitu petridish, kertas merang, germinator, meteran, timbangan analitik dan leaf area meter (LAM), Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Laboratorium Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan rata-rata suhu harian 320C dan kelembaban 58,3%. Hasil penelitan menunjukkan bahwa perlakuan buah coklat memiliki nilai perkecambahan yang lebih tinggi dibandingkan buah hijau. Sementara itu pada karakter pertumbuhan, buah coklat 1 tanaman/polibag memiliki hasil yang lebih baik namun tidak berbeda dengan buah hijau. Pada karakter kualitatif, terdapat perbedaan pada morfologi daun yang disebabkan oleh genetik dan jumlah tanaman yaitu pada karakter bentuk helai daun, kedalaman gerigi helai daun, ujung daun dan pangkal daun.
PERTUMBUHAN LIMA VARIETAS DURIAN (Durio zibethinus Murr.) DI AGRO TECHNO PARK UNIVERSITAS BRAWIJAYA JATIKERTO Dewi, Rendri Puspita; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lima varietas durian telah ditanam di Agro Techno Park Universitas Brawijaya (ATP UB) di Jatikerto yaitu Monthong, D24, Musangking, Wonosalam dan Kan Yao. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan lima varietas durian tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2016 sampai dengan Januari 2017. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung serta pendokumentasian bagian – bagian dan perkembangan tanaman durian lima varietas dengan pengambilan sampel secara sengaja (Purposive Random Sampling). Identifikasi morfologi dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter tajuk, panjang tangkai daun, panjang helaian daun dan lebar helaian daun durian kelima varietas tersebut berbeda. Sementara itu warna permukaan atas dan bawah daun, kekilauan permukaan atas dan bawah daun, tekstur daun, kondisi tangkai daun, warna kulit batang, dan permukaan batang serta untuk karakter kualitatif lainnya seperti tipe pertumbuhan, susunan daun, bentuk helaian daun, bentuk ujung daun dan bentuk pangkal daun tidak menunjukkan perbedaan. Varietas yang memiliki respon pertumbuhan terbaik adalah varietas Kan Yao. Perbedaan perbandingan terdapat pada panjang dan lebar tangkai daun dengan deskripsi yang ada pada varietas Kan Yao dan Monthong dan warna permukaan atas daun pada varietas D24. Karakter lainnya memiliki hasil yang sama dengan deskripsi yang sudah ada.
Variasi Pertumbuhan 3 Jenis Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.) Sarashati, Devi Cinintya; Sugiharto, Arifin Noor; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan sayuran yang sudah dikenal masyarakat Indonesia. Jenis dan asal kemangi beragam. Keragaman tersebut perlu dikaji potensinya sehingga didapatkan jenis baru yang lebih berharga baik gizi maupun preferensinya melalui teknik pemuliaan tanaman yaitu dengan mengukur serta membandingkan hasil dari parameter pengamatan dengan analisis ragam pada tanaman kemangi, sehingga dapat diketahui benih mana saja yang berpotensi untuk dijadikan varietas baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman kemangi dari tiga lokasi asal benih yang berbeda. Hipotesis penelitian ini yaitu terdapat hasil yang berbeda pada pertumbuhan tanaman kemangi dari tiga asal benih yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2017, di Laboratorium Rumah Kaca Fakultas Tenologi Universitas Brawijaya, Desa Kepuharjo, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kota Malang. Bahan yang digunakan yaitu benih kemangi berasal dari Bandung, Jogja dan Malang. Data hasil pengamatan selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA). Untuk menguji perbedaan diantara perlakuan digunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase perkecambahan 3 jenis kemangi berbeda nyata, benih asal Jogja lebih tinggi dibandingkan varietas lain. Terdapat pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang,bobot segar,jumlah bunga, dan jumlah buah pertanaman, dimana benih Jogja memiliki hasil parameter yang lebih unggul dibandingkan benih lainnya.
Regenerasi Kedelai (Glycine max L. Merr) Hasil Iradiasi Sinar Gamma Nisa, Masayu Nessya Khoirun; Lestari, Endang Gati; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kedelai masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat di Indonesia. Salah satu upaya meningkatkan produksi kedelai adalah dengan penggunaan varietas unggul dan ekstensifikasi pada lahan kering. Pemuliaan mutasi in vitro merupakan salah satu cara mendapatkan varietas unggul melalui perbaikan sifat yang diinginkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui media terbaik guna meregenerasi planlet kedelai hasil iradiasi sinar Gamma 4. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Agustus 2017 di laboratorium biologi sel dan jaringan dan rumah kaca Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Bogor. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan iradiasi sinar gamma 4 Gray. Dari hasil analisis data kombinasi media MS+BA 0,5 mg/l+Kin 0,1 mg/l merupakan media regenerasi terbaik. Terdapatpengaruh dari perlakuan iradiasi sinar Gamma 4 Gray terhadap penurunan pertumbuhan kedelai varietas Grobogan, Wilis dan Dering 1. Serta didapatkan 14 planlet kedelai yang berhasil diaklimatisasi.
Eksplorasi Pisang (Musa sp.) sebagai Sumberdaya Genetik Lokal Unggul di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung Sirait, Ardi Wiranata; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang (Musa sp.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki hasil produksi tinggi dibandingkan dengan komoditas hortikultura lainnya. Salah satu daerah yang memberikan kontribusi produksi pisang Indonesia adalah Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Kabupaten Tanggamus yang memiliki topografi dari dataran rendah sampai dengan tinggi, sehingga tanaman pisang dapat tumbuh dengan optimal dan jenis tanaman pisang yang tumbuh dapat beranekaragam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman pisang yang tumbuh di Kabupaten Tanggamus dan mengetahui persebaran pisang yang tumbuh di Kabupaten Tanggamus pada ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Februari sampai dengan Bulan Maret 2018 di Kabupaten Tanggamus yang terbagi kedalam 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kota Agung (dataran rendah), Kecamatan Pulo Pang-gung (dataran sedang) dan Kecamatan Gisting (dataran tinggi). Penelitian ini dilakukan secara eksploratif dengan menggunakan metode line transect yang dibagi berdasarkan penggunaan lahan sehingga akan terbentuk 9 garis transek dan 54 plot pengamatan. Berdasarkan hasil eksplorasi ditemukan 7 genotipe tanaman pisang yaitu pisang Janten, Muli Mas, Kepok, Ambon, Raja, Raja Sereh dan Tanduk. Berdasarkan analisi keaneka-ragaman, tiga kecamatan yang diamati memiliki indeks keanekaragaman tinggi dengan nilai H’>3. Jenis genotipe pisang yang memiliki sebaran terluas atau ditemukan di 3 kecamatan yang diamati adalah pisang Janten, Muli Mas, Kepok dan Ambon.
Pengaruh Berbagai Umur Panen dan Lama Waktu Curing terhadap Viabilitas Benih Melon (Cucumis melo L.) Cahyadiati, Mirna; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman melon (Cucumis melo L.)merupakan komoditas hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat. Produksi buah melon dan permintaan pasar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini berdampak terhadap permintaan ketersediaan benih sebagai bahan tanam. Untuk mendapatkan benih bermutu tinggi, maka faktor kemasakan benih saat panen maupun perlakuan pasca panen memberi peran yang penting.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh berbagai umur panen dan lama waktu curing terhadap viabilitas benih melon. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Januari sampai dengan Bulan April 2018 di PT. BISI International Tbk Farm Karangploso Malang, disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial (RAKF). Faktor pertama ialah umur panen (P), terdiri dari P1: 25 HSP, P2: 30 HSP, P3: 35 HSP, dan P4: 40 HSP. Sedangkan faktor kedua ialah waktu curing(C), terdiri dari C1: 1 hari, C2: 4 hari, C3: 7 hari, dan C4: 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan umur panen dan waktu curing pada variabel bobot 1000 butir dan laju perkecambahan, sedangkan pengaruh yang diberikan oleh masing-masing perlakuan  menunjukkan hasil yang nyata pada seluruh variabel pengamatan.
Seleksi Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Lokal Malang Rachmania, Nuzulul; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bayam merah mengandung nilai gizi yang lebih baik dibandingkan dengan bayam hijau. Beberapa varietas bayam merah juga sudah dilepas. Sementara itu ada beberapa jenis bayam merah lokal Malang yang berdaun lebih besar selain tebal dan warnya merahnya lebih tua dibandingkan dengan varietas yang sudah dilepas. Seleksi bayam merah lokal Malang ini dimaksudkan untuk mendapatkan jenis yang kandungan gizinya lebih tinggi dibandingkan dengan bayam merah yang statusnya sudah varietas. Penelitian dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kota Batu Provinsi Jawa Timur. Waktu penelitian dilaksanakan pada Juni 2017-Februari 2018. Materi penelitian terdiri dari 4 genotipa lokal Malang (LKM 1, 2, 3 dan 4) serta 6 varietas (Mira, Amaranth, Red, Delima, Baret Merah dan Rescha.   Untuk melihat potensi produksinya, dilakukan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok ulangan 3 kali. Parameter percobaan diuji dengan uji BNJ 5%. Selanjutnya pengamatan individu dilakukan unutk mengetahui nilai keragaman dan heritabilitasnya. Parameter percobaan yang diamatai antara lain tinggi tanaman, warna daun, umur berbunga, jumlah malai, jumlah cabang. Hasil analisis menyatakan bahwa dari karakter warna daun, umur berbunga,  analisis nilai antosianinnya, jenis LKM 2, 3 dan 4 disarankan untuk diteliti lebih lanjut karena nilainya yang tidak berbeda dengan varietas yang sudah dirilis pemerintah.
Analisis Klaster Durian (Durio zibethinus Murr.) Unggul Lokal di Kecamatan Kasembon Bayu, Eko Muhammad; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian merupakan tanaman buah yang populer. Tanaman ini memiliki karakter morfologi yang beraneka ragam. Karakter yang beraneka ragam tersebut dapat digunakan untuk mengklasterkan durian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui  pengklasteran durian di Kecamatan Kasembon berdasarkan karakter morfologi buah. Hipotesa penelitian ini adalah durian di Kecamatan Kasembon pada karakter morfologi buahnya mengelompok berdasar-kan karakter tertentu. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang pada bulan Februari-Maret 2018. Bahan yang digunakan adalah buah durian unggul lokal dan kuisioner karakterisasi. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah penggaris, kamera digital, timbangan digital, tusuk gigi, pisau, alat tulis, colour chart dan  kain abu-abu. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Data hasil karakterisasi dianalisis menggunakan software NTSYS. Hasil penelitian di Kecamatan Kasembon menunjukkan bahwa buah durian unggul lokal di Kecamatan Kasembon mengelompok menjadi 2 klaster. Klaster 1 terdiri dari 2 durian, yaitu durian Klenting Kuning dan Brojo. Klaster 2 terdiri dari 2 durian, yaitu durian Lima Ratus dan Duri In.
Co-Authors Abidin, M Sulhan Abidin, M Sulhan Adiredjo, Afifuddin Latif Adiredjo, Afifuddin Latif Affandi Affandi Afsari, Meilani Aisyah Devita Larasati Aisyah, Diah Nur Aisyah, Diah Nur Andy Soegianto Anis Andrini, Anis Anita Firdaus Aprilia, Gethar Windi Aprilia, Gethar Windi Ariestin, Yuliamita Arifin Noor Sugiharto Baiq Dina Mariana, Baiq Dina Bambang Tri Rahardjo Bayu, Eko Muhammad Bayu, Eko Muhammad Bobby Polii Budi Waluyo Budi Waluyo Cahyadiati, Mirna Cahyadiati, Mirna Catur Suciari Kurnia Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Dewi, Rendri Puspita Dewi, Rendri Puspita Didik Hariyono Dwi Budi Santoso Endang Gati Lestari Faidah, Ahmadah Farida Yulianti Farihul Ihsan Fathan, Naala Fathan, Naala Fauziah, Nikmatul Febriyani, Verayunita Febriyani, Verayunita Ghoffar, Amirul Ghoffar, Amirul Hadi, Shabrina Kusuma Handayani, Diah Rusita Handayani, Diah Rusita Hanif Fatur Rohman Hasana, Maulida Uswatun Hasana, Maulida Uswatun Indaryani, Patricia Martina Kusuma Indaryani, Patricia Martina Kusuma Izmi Yulianah Kenanga Arum Novi Salasa Khoiruddin, Ahmad Khoiruddin, Ahmad Kristianti, Ira Icha Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Latif Adiredjo, Afifuddin Lestari, Endang Gati Lita Soetopo Lulu Lazimatul Khoiriyah Mansur Mansur Mansur, Mansur Mariana, Baiq Dina Mariana, Baiq Dina Marianus Marianus Matatula, Erfina Anace Maulidah, Nur Izzatul Maulidah, Nur Izzatul Meilani Afsari Niken Kendarini Ninuk Herlina Nisa, Amalia Khoirun Nisa, Amalia Khoirun Nisa, Masayu Nessya Khoirun Nisa, Masayu Nessya Khoirun Novi Salasa, Kenanga Arum Nur Azima Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Prananda, Fauzian Gilang Puput Pelita Putri Putri, Dyas Dyasmita Putri, Dyas Dyasmita Putri, Regita Syahkirana Putri, Regita Syahkirana Rachmania, Nuzulul Rachmania, Nuzulul Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadan, Vani Rizki Ramadan, Vani Rizki Riady, Safarudin Slamet Riady, Safarudin Slamet Rifa’i, Hari Rifa’i, Hari Rohman, Hanif Fatur Rosyadi, Naufal Luthfi Santoso, Budi Saptadi, Darmawan Sarashati, Devi Cinintya Sarashati, Devi Cinintya Satriawan, Irfan Budhi Satriawan, Irfan Budhi Satriyono, Wahono Satriyono, Wahono Setyawan, Khaton Fajar Setyawan, Khaton Fajar Shabrina Kusuma Hadi Sholihatin, Rosyita Sholikah, Aminatus Sholikah, Aminatus Sirait, Ardi Wiranata Sirait, Ardi Wiranata Sri Lestari Purnamaningsih Sukartini Sukartini Triana Fatmawati Wcaksana, Kukuh Arif Wcaksana, Kukuh Arif Widiatmoko, Edwin Widiatmoko, Edwin Yuliamita Ariestin Yunita Triliestyana Yustikasari, Evita Dwi Yusvita Maulidia Rahmi Zamzamiyah, Ita Nabila