Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP MUTU BENIH GAMBAS HIBRIDA (Luffa acutangula) Maulidah, Nur Izzatul; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambas merupakan tanaman yang dikembangbiakkan dengan biji atau benih. Benih gambas yang bermutu dapat menghasilkan tanaman gambas yang berproduksi dengan baik. Masalah-masalah yang sering dihadapi dalam teknologi produksi benih kebanyakan menjurus kepada aspek-aspek dalam bidang produksi, pengolahan, penyimpanan dan pengujian benih. Pada produksi benih gambas, sering terjadi kemunduran mutu benih yang disebabkan waktu panen dan pengeringan yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan dan lama pengeringan benih terhadap mutu benih gambas hibrida. Penelitian dilaksanakan bulan Januari-Juni 2015 di PT. Benih Citra Asia Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Jawa Timur.  Penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor, yaitu tingkat kematangan (K) sebagai faktor I dengan 4 taraf perlakuan yaitu K1 = pemanenan buah 55 hari setelah polinasi (hsp), K2 = pemanenan buah 65 hsp, K3 = pemanenan buah 75 hsp dan K4 = pemanenan buah 85 hsp. Faktor II adalah lama pengeringan (P) terdiri dari 3 taraf, yaitu P1 = 5 jam, P2 = 6 jam dan P3 = 7 jam. Setiap perlakuan dibuat dalam 3 ulangan. Pengamatan dilakukan pada karakter kuantitatif dengan parameter persentase kadar air, persentase daya berkecambah, bobot 1000 butir benih dan persentase vigor benih. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan K2P2 (pemanenan 65 hari setelah polinasi dengan pengeringan 6 jam) menunjukkan hasil yang terbaik terlihat dari persentase perkecambahan sebesar 79,3%, kadar air 16,8%, bobot 1000 butir 154,44 gram dan vigor benih 0,67%.
PENGARUH SAAT DEFOLIASI BATANG ATAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KEBERHASILAN GRAFTING DURIAN (Durio zibethinus Murr.) Sholikah, Aminatus; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan teknik sambung pucuk (grafting) adalah salah satu cara untuk mempertahankan sifat unggul tanaman durian. Rendahnya persentase keberhasilan sambung pucuk merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh petani. Defoliasi pada batang atas adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan dan laju tumbuh tanaman hasil sambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan saat defoliasi batang atas yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan keberhasilan grafting durian. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pembibitan Asosiasi Pembibitan Hortikultura Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur  Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Jalan Raya Kendalpayak, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Kultur Jaringan dan Mikroteknik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Juni 2015. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu perbedaan saat defoliasi batang atas yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 15 satuan percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari defoliasi batang atas pada hari penyambungan (0 HSS), defoliasi batang atas 3 hari sebelum sambung (3 HSS), defoliasi batang atas 6 hari sebelum sambung (6 HSS), defoliasi batang atas 9 hari sebelum sambung (9 HSS) dan defoliasi batang atas 12 hari sebelum sambung (12 HSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat defoliasi batang atas 12 HSS cenderung meningkatkan pertumbuhan tanaman durian hasil grafting. Akan tetapi, masing-masing perlakuan yang diberikan tidak meningkatkan persentase keberhasilan grafting durian.
PENGARUH JUMLAH BATANG BAWAH PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF GRAFTING DUA JENIS DURIAN (Durio zibethinus Murr.) LOKAL WONOSALAM, KAB. JOMBANG Ghoffar, Amirul; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produktifitas durian dapat dilakukan dengan penyediaan bibit yang berkualitas. Teknik untuk mendapatkan bibit yang berkualitas dapat dilakukan dengan penggunaan jenis durian unggul lokal dengan metode grafting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah batang bawah pada pertumbuhan grafting dua jenis durian (Durio zibethinus Murr) lokal Wonosalam Kab. Jombang.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wonosalam Kab. Jombang pada bulan Januari - Juni 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 4 ulangan. Kombinasi perlakuan terdiri dari 1 batang bawah + Bido Wonosalam, 1 batang bawah + Obet, 2 batang bawah + Bido Wonosalam, 2 batang bawah + Obet, 3 batang bawah + Bido Wonosalam, 3 batang bawah + Obet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi yang meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman, namun interaksi hanya meningkatkan persentase keberhasilan grafting umur 28 HSG dengan kombinasi terbaik pada penggunaan 2 batang bawah + Obet. Perlakuan tiga batang bawah meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman tertinggi daripada jumlah batang bawah lainnya. Sedangkan perlakuan jenis batang atas meningkatkan bobot basah akar, bobot kering akar dan daun masak sempurna dengan rerata tertinggi pada jenis durian Obet.
PENGARUH TINGGI BATANG BAWAH PADA KEBERHASILAN GRAFTING DUA JENIS DURIAN (Durio zibethinus Murr.) LOKAL WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG Riady, Safarudin Slamet; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktifitas tanaman durian, baik secara kwalitas dan kwantitas di Indonesia dapat ditingkatkan dengan  penyediaan bibit yang berkualitas tinggi. Teknik untuk mendapatkan bibit yang berkualitas dapat dilakukan dengan penggunaan jenis durian unggul lokal sebagai batang atas yang digrafting dengan jenis batang bawah. Metode perbanyakan tanaman secara vegetatif, misalnya grafting akan menghasilkan bibit yang akan mempertahankan sifat unggul yang dimiliki tetuanya (pohon induknya). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi batang bawah dan jenis durian pada keberhasilan grafting dan  pertumbuhan tanaman baru hasil grafting. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wonosalam Kabupaten Jombang pada bulan Januari - Juni 2015.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 ulangan. Kombinasi perlakuan terdiri dari 1.tinggi batang bawah 10 cm + jenis Bido, 2. tinggi batang bawah 10 cm + jenis Obet, 3. tinggi batang bawah 20 cm + jenis Bido, 4. tinggi batang bawah 20 cm + jenis Obet, 5. tinggi batang bawah 30 cm + jenis Bido, 6. tinggi batang bawah 30 cm + jenis Obet. Parameter pertumbuhan yang diamati antara lain saat tumbuh tunas, tinggi tanaman, jumlah daun, dan persentase keberhasilan grafting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara jenis batang atas dengan ketinggian batang bawah terhadap keberhasilan grafting dan pertumbuhan vegetatif tanaman. Perlakuan tinggi batang bawah 30 cm dan jenis Bido meningkatkan persentase keberhasilan grafting dan pertumbuhan vegetatif tanaman tertinggi dibandingkan dengan ketinggian batang bawah lainnya
KEBERHASILAN GRAFTING DURIAN (Durio zibethinus Murr.) BIDO DAN OBET PADA WAKTU PEMBENTUKAN KAKI GANDA Hasana, Maulida Uswatun; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif banyak dilakukan oleh petani karena dengan teknik tersebut petani mendapatkan tanaman yang lebih cepat berbuah daripada teknik perbanyakan secara generatif. Penggunaan batang bawah untuk grafting bisa dilakukan menggunakan 2 batang bawah dengan cara digabungkan terlebih dahulu. Penggabungan ini dilakukan untuk lebih memperkuat perakaran batang bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang tepat pada pembentukan kaki ganda tanaman durian yang dapat menunjang keberhasilan grafting tanaman durian. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang pada bulan Februari - Juni 2015. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Kombinasi perlakuan terdiri dari 7 hari waktu penggabungan + Bido, 14 hari waktu penggabungan + Bido, 21 hari waktu penggabungan + Bido, 7 hari waktu penggabungan + Obet, 14 hari waktu penggabungan + Obet, 21 hari waktu penggabungan + Obet. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi yang meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman dan meningkatkan persentase keberhasilan grafting. Perlakuan 21 hari penggabungan kaki ganda memberikan hasil terbaik dengan jenis batang atas Bido. Perlakuan Waktu penggabungan kaki ganda memberikan hasil yang nyata pada pengamatan panjang tunas baru dan jumlah daun pengamatan 84 HSG
HUBUNGAN ANTARA BATANG BAWAH DENGAN BATANG ATAS PADA METODE TOPWORKING TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr) DI KECAMATAN NGANTANG Widiatmoko, Edwin; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik top working dapat diterapkan untuk mengganti varietas tanaman yang sudah berproduksi namun kwalitasnya rendah dengan varietas lain yang lebih superior. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pertumbuhan batang bawah dengan batang atas tanaman durian system top-working. Hipotesis penelitian yang diuji dalam penelitian ini adalah kondisi batang bawah yang sehat (diameter besar dan kuat) akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan batang atas tanaman durian top-working. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara diameter batang bawah dengan diameter batang, tinggi tanaman, jumlah cabang dan jumlah daun batang atas. batang bawah dengan batang atas dapat disimpulkan bahwa metode topworking dapat digunakan untuk perbaikan genetis tanaman durian.
STUDI VIABILITAS DAN FERTILITAS SERBUK SARI MUTAN MANDARIN SoE (Citrus reticulata Blanco) HASIL RADIASI SINAR GAMMA Aprilia, Gethar Windi; Mariana, Baiq Dina; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk tanpa biji merupakan karakter ekonomi yang penting yang diinginkan konsumsi buah segar. Selain tanpa biji, rasa serta ukuran dan ketebalan daging buah jeruk juga merupakan elemen penting dan sangat diharapkan. Mutasi dengan sinar gamma telah digunakan untuk perbaikan varietas jeruk Mandarin terutama pada jeruk Keprok SoE dan ditujukan untuk memper-baiki karakter jumlah biji. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Batu Jawa Timur selama 3 bulan pada bulan September 2015 hingga Desember 2015. Penelitian ini menggunakan dua jenis rancangan. Uji Viabilitas menggunakan Rancangan Acak Lengkap nonfaktorial, sedangkan pada uji Fertilitas menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 5 kali ulangan. Tanaman yang diujikan terdapat 6 tanaman, tanaman kontrol SoE, dan 5 tanaman aksesi, diantaranya Aksesi 76.3; 76.27; 86.7; 86.6; dan 86.16. Lima tanaman aksesi secara nyata memiliki viabilitas, fertilitas dan panjang tabung sari lebih rendah dibandingkan dengan tanaman kontrol.
POTENSI HASIL OYONG (Luffa acutangula) BERDASARKAN LETAK BENIH Wcaksana, Kukuh Arif; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman oyong atau gambas merupakan tanaman semusim termasuk famili Curcubitaceae yang dikonsumsi buah mudanya. Buah yang  berbentuk panjang oyong memungkinkan terjadinya deposit asimilat yang berbeda pada benih. Perbedaan asimilat ini akan berdampak terhadap mutu benih. Posisi benih merupakan faktor yang berasal dari dalam benih yang mungkin mempengaruhi fisik benih seperti berat dan fisiologis seperti viabilitas  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh letak benih pada buah oyong terhadap kualitas benih dan hasil panen. Bahan tanam diperoleh dari buah oyong yang telah kering berwarna kecoklatan yang berumur 110 hari. Buah dibagi menjadi 3 bagian sepanjang 10 cm. Penelitian Menggunakan rancangan acak kelompok  (RAK) 3 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan. Penelitian dilaksanakan bulan April - Juli 2016 di Desa KarangTalun Kecamatan Kras Kabupaten Kediri dengan ketinggian 67 mdpl. Hasil penelitian menunjukan bahwa benih yang berasal dari bagian ujung (B1) dan benih yang berasal dari bagian tengah (B2)  memiliki pengaruh terhadap ukuran benih, bobot 100 butir, jumlah benih dan uji mutu fisiologis seperti uji daya kecambah, vigor, kecepatan tumbuh dan keserempakan tumbuh lebih baik jika dibandingkan dengan benih yang berasal dari bagian pangkal (B3). Benih yang berasal dari ujung (B1), yang berasal dari tengah (B2) dan yang berasal dari pangkal (B3) tidak tidak berbeda nyata terhadap parameter pengamatan dilapang seperti panjang tanaman, jumlah daun, luas daun per daun, panjang akar serta tidak memberikan perbedaan terhadap potensi hasil yang didapatkan.
KERAGAAN DUA VARIETAS PEPAYA (Carica papaya L.) BERDASARKAN KARAKTER KUANTITATIF DAN KUALITATIF Putri, Dyas Dyasmita; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaan tanaman merupakan hasil interaksi potensi genetik dengan lingkungan tempat tumbuh. Lingkungan tumbuh yang berbeda akan memberikan keragaan tanaman yang berbeda pula. Di Agro Techno Park Unversitas Brawijaya telah ditanam dua varietas pepaya yaitu California dan Thailand. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keragaan pada karakter kuantitatif dan kualitatif dan mengetahui tanaman yang berpotensi sebagai induk pada dua varietas pepaya tersebut. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya Jatikerto, Malang pada bulan November 2016 sampai Februari 2017. Metode pengambilan contoh tanaman dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling) dengan teknik mengundi anggota populasi (lottery technique). Contoh tanaman diambil 10% dari populasi. Variabel yang diamati berdasarkan karakter kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t untuk membandingkan antar varietas. Sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada karakter kuantitatif yaitu pada karakter diameter batang, panjang bunga dan jarak antar ruas bunga. Sedangkan karakter kualitatif menunjukkan adanya perbedaan pada karakter warna batang, bentuk daun, bentuk sinus daun, warna cuping mahkota bunga jantan, bentuk buah dari bunga hermaphrodit dan bentuk pangkal buah hermaphrodit. Berdasarkan keragaan tanaman, pertumbuhan pepaya California terbaik yang berpotensi menjadi induk yaitu pada sampel nomor 11, 26, 32, 36 dan 37. Sedangkan pepaya Thailand terdapat pada sampel nomor 4, 6, 20, 24 dan 30.
EFEKTIVITAS PEG-6000 SEBAGAI MEDIA OSMOCONDITIONING DALAM PENINGKATAN MUTU BENIH DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L. Merr.) Aisyah, Diah Nur; Kendarini, Niken; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan benih kedelai pada suhu ruang untuk menunggu musim tanam berikutnya menyebabkan turunnya persentase perkecambahan. Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perkecambahan ialah invigorasi osmoconditioning.  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkecambahan benih kedelai yang mengalami kemunduran mutu dan pengaruhnya terhadap produksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2016. Terdiri dari dua tahap. Tahap pertama mencari konsentrasi PEG-6000 terbaik dan tahap kedua untuk mengetahui pengaruhnya terhadap produksi.  Uji viabilitas dan vigor dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Green House Universitas Brawijaya. Penanaman kedelai dilaksanakan di Lowokwaru, Malang dengan ketinggian ±650 mdpl, suhu 24-28oC  kelembaban 68,8%.  Uji viabilitas dan vigor dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dua faktor. Faktor pertama varietas kedelai, Argo Mulyo dan Detam-4. Faktor kedua konsentrasi larutan PEG-6000, yaitu 0%, 10%, 15% dan 20%. Tahap kedua menggunakan RAK pada benih baru dan benih lama dengan perlakuan osmoconditioning. Interaksi antara varietas kedelai dengan konsentrasi PEG-6000 berpengaruh sangat nyata pada indeks vigor, bobot kering kecambah normal dan panjang hipokotil, serta berpengaruh nyata pada panjang akar dan daya hantar listrik.  Interaksi varietas Argo Mulyo dengan PEG-6000 konsentrasi 20% secara efektif menghasilkan nilai indeks vigor tertinggi (50,75%) dan menurunkan daya hantar listrik (140,5 dS cm-1). Interaksi tidak berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh, daya tumbuh, laju perkecambahan, daya berkecambah dan keserempakan tumbuh. Kombinasi varietas kedelai dan osmoconditioning pada benih lama menunjukkan produksi yang lebih rendah 19,34% (Detam-4) dan 9,83% (Argo Mulyo) dibandingkan benih baru yang disimpan jangka pendek.
Co-Authors Abidin, M Sulhan Abidin, M Sulhan Adiredjo, Afifuddin Latif Adiredjo, Afifuddin Latif Affandi Affandi Afsari, Meilani Aisyah Devita Larasati Aisyah, Diah Nur Aisyah, Diah Nur Andy Soegianto Anis Andrini, Anis Anita Firdaus Aprilia, Gethar Windi Aprilia, Gethar Windi Ariestin, Yuliamita Arifin Noor Sugiharto Baiq Dina Mariana, Baiq Dina Bambang Tri Rahardjo Bayu, Eko Muhammad Bayu, Eko Muhammad Bobby Polii Budi Waluyo Budi Waluyo Cahyadiati, Mirna Cahyadiati, Mirna Catur Suciari Kurnia Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Dewi, Rendri Puspita Dewi, Rendri Puspita Didik Hariyono Dwi Budi Santoso Endang Gati Lestari Faidah, Ahmadah Farida Yulianti Farihul Ihsan Fathan, Naala Fathan, Naala Fauziah, Nikmatul Febriyani, Verayunita Febriyani, Verayunita Ghoffar, Amirul Ghoffar, Amirul Hadi, Shabrina Kusuma Handayani, Diah Rusita Handayani, Diah Rusita Hanif Fatur Rohman Hasana, Maulida Uswatun Hasana, Maulida Uswatun Indaryani, Patricia Martina Kusuma Indaryani, Patricia Martina Kusuma Izmi Yulianah Kenanga Arum Novi Salasa Khoiruddin, Ahmad Khoiruddin, Ahmad Kristianti, Ira Icha Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Latif Adiredjo, Afifuddin Lestari, Endang Gati Lita Soetopo Lulu Lazimatul Khoiriyah Mansur Mansur Mansur, Mansur Mariana, Baiq Dina Mariana, Baiq Dina Marianus Marianus Matatula, Erfina Anace Maulidah, Nur Izzatul Maulidah, Nur Izzatul Meilani Afsari Niken Kendarini Ninuk Herlina Nisa, Amalia Khoirun Nisa, Amalia Khoirun Nisa, Masayu Nessya Khoirun Nisa, Masayu Nessya Khoirun Novi Salasa, Kenanga Arum Nur Azima Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Prananda, Fauzian Gilang Puput Pelita Putri Putri, Dyas Dyasmita Putri, Dyas Dyasmita Putri, Regita Syahkirana Putri, Regita Syahkirana Rachmania, Nuzulul Rachmania, Nuzulul Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadan, Vani Rizki Ramadan, Vani Rizki Riady, Safarudin Slamet Riady, Safarudin Slamet Rifa’i, Hari Rifa’i, Hari Rohman, Hanif Fatur Rosyadi, Naufal Luthfi Santoso, Budi Saptadi, Darmawan Sarashati, Devi Cinintya Sarashati, Devi Cinintya Satriawan, Irfan Budhi Satriawan, Irfan Budhi Satriyono, Wahono Satriyono, Wahono Setyawan, Khaton Fajar Setyawan, Khaton Fajar Shabrina Kusuma Hadi Sholihatin, Rosyita Sholikah, Aminatus Sholikah, Aminatus Sirait, Ardi Wiranata Sirait, Ardi Wiranata Sri Lestari Purnamaningsih Sukartini Sukartini Triana Fatmawati Wcaksana, Kukuh Arif Wcaksana, Kukuh Arif Widiatmoko, Edwin Widiatmoko, Edwin Yuliamita Ariestin Yunita Triliestyana Yustikasari, Evita Dwi Yusvita Maulidia Rahmi Zamzamiyah, Ita Nabila