Claim Missing Document
Check
Articles

Karakterisasi dan Analisis Kekerabatan 16 Aksesi Koro Lokal Nisa, Amalia Khoirun; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koro merupakan jenis tanaman polong-polongan yang menyebar di berbagai daerah di Indonesia dengan nama dan jenis yang berbeda-beda seperti koro pedang, koro kratok, koro benguk, koro uceng dan lain sebagainya.Kandungan gizi koro yang tinggi protein dan rendah lemakdapat menjadi alternatif bahan pangan untuk mensubstibtusi kedelai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakter morfologi koro serta mengetahui hubungan kekerabatan pada 16 aksesi koro.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2018 di ATP-UB Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan berupa 16 aksesi benih koro lokal yang diperoleh dari eksplorasi beberapa daerah antara lain Surabaya, Banyuwangi, Blitar, Yogyakarta, Madiun, Tulungagung, Kediri dan Mojokerto.Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode petak tunggal yaitu dengan menanam 16 aksesi dalam satu populasi yang berbeda di lingkungan yang sama tanpa ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi dari 16 aksesi koro lokal memiliki keunikan dan potensi yang berbeda. Keunikan dan potensi tersebut dapat dilihat dari karakter kuantitatif dan kualitatif dari masing-masing aksesi. Analisis kekerabatan pada 16 aksesi koro menunjukkan kekerabatan yang dekat yaitu dengan koefisien kemiripan 0,658-0,952. Dendogram menunjukkan terdapat 5 kelompok yang mengelompok berdasarkan spesies yang sama yaitu Koro Benguk 1 dan Koro Babi 2 (Mucuna pruriens L.), Koro Krupuk 2 dengan Koro Krupuk 1 (Phaseolus lunatus L.), Koro 1 dengan Koro Sayur (Phaseolus lunatus L.), Koro 2 dengan Koro Uceng 1 (Dolichos lablab L.) dan Koro Uceng 2 dengan Koro Putih (Dolichos lablab L.). Kesamaan karakter yang dimiliki suatu spesies dapat menunjukkan kekerabatan meskipun berada dalam genus yang berbeda.
Evaluasi Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor) Satriyono, Wahono; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bayam merah menga-ndung nutrisi yang lebih baik dibanding-kan bayam hijau. Seleksi pendahuluan pada beberapa jenis bayam merah telah dilaksanakan. Penelitian tersebut meng-hasilkan 3 genotipe, yaitu lokal malang 1, 2 dan 3. Seleksi dilanjutkan dengan membandingkan produksi dan kandungan antosianin dari ke 3 genotipe tersebut. Varietas mira dijadikan pembanding, karena sudah tersedia luas di pasar. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, timbangan, Bahan tanam yang digunakan adalah antara lain Lokal Malang 1 (LKM 1), Lokal Malang 2 (LKM 2), Lokal Malang (LKM 3) dan Varietas Mira sebagai varietas pembanding. Hasil penelitian pada bayam merah menunjukkan nilai perhitungan KKF, KKG yang masih mempunyai keragaman tinggi. Sementara itu nilai heritabilitasnya masih kurang memenuhi syarat. Untuk itu maka penelitian ini masih harus dilanjutkan agar diperoleh nilai keragaman yang rendah dan nilai heritabilitas yang tinggi. Namun, kandungan antosianin dari ketiga genotipe yang diuji menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas mira. Warna merah daun Lokal Malang 2 dan 3 lebih gelap dibandingkan Lokal Malang 1.
Analisis Sidik Lintas antara Sifat Fenotipe Komponen Hasil terhadap Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Putri, Regita Syahkirana; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan hortikultura yang penting. Tingkat konsumsi bawang selalu meningkat, namun produksi bawang merah rendah. Untuk menanggulangi masalah ini, pemerintah mengambil kebijakan impor. Namun kebijakan tersebut belum dikatakan solutif dikarenakan hal tersebut dapat mengakibatkan bawang merah dalam negeri kurang diminati. Maka dari itu perlunya ditingkatkan daya hasil serta mutu bawang merah yang baik. Hubungan antar karakter tanaman memiliki peran penting pada pemuliaan tanaman. Hasil korelasi antar karakter dapat membantu dalam seleksi tanaman untuk produksi yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan Mengetahui kriteria seleksi melalui komponen hasil yang efektif melalui analisis korelasi dan sidik lintas pada tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.pada bulan Sepetmber – Desember 2018. Metode yang di-gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)dengan 1 perlakuan yaitu 5 varietas (Batu Ijo, Bima Brebes, Mentes, Super Phillip, dan Tajuk) dan 3 ulangan. Karakter pengamatan terdiri dari 8 karakter kuantitatif dan 5 karakter kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan hasil panen bawang merah berkorelasi positif atau diikuti peningkatan tinggi tanaman, diameter umbi, jumlah daun, dan jumlah anakan. Serta karakter diameter umbi memberikan pengaruh langsung terhadap hasil tanaman bawang merah. Dapat disimpulkan juga bahwa dari ke 5 varietas tersebut, varietas super Phillip merupakan varietas yang hasilnya terbaik.
Pengaruh Perbedaan Umur Panen Terhadap Viabilitas Benih Tiga Varietas Terung (Solanum melongena L.) Khoiruddin, Ahmad; Santoso, Budi; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih terung yang diterima petani tidak selalu memiliki viabilitas yang tinggi, hal ini terjadi dikarenakan benih yang dipanen tidak tepat pada masa masak fisiologisnya.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur panen terhadap mutu benih dan umur panen panen terbaik pada tiga varietas terung. Penelitian ini dilaksanakan di PT BISI Internasional Tbk. Farm Karangploso, Malang, Jawa Timur  sejak bulan Februari sampai September 2018. Bahan tanam yang digunakan adalah tetua benih tiga varietas terung EP1001 (hijau), EP1007 (putih), dan EPC10350 (ungu gelap). Data yang diperoleh dianalisa dengan analisis regresi kuadratik. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh terdapat perbedaan pengaruh umur panen pada tiga varietas terung yang diteliti dan setiap varietas terung memiliki umur panen terbaik yang berbeda-beda. Secara umum perlakuan V1U3 (EP1001 dengan umur panen 60 HSP) menghasilkan viabilitas paling unggul dibandingkan perlakuan lain.  Umur panen terbaik untuk menghasilkan viabilitas paling optimum diduga pada umur 60 hari 11 jam untuk Varietas EP1001 (hijau), umur 57 hari 1 jam untuk Varietas EP1007 (putih), dan umur 62 hari 14 jam untuk Varietas EPC10350 (ungu gelap).
Uji Multilokasi Beberapa Genotipe Melon (Cucumis melo L. var. Makuwa) di Tiga Wilayah Handayani, Diah Rusita; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melon merupakan salah satu tanaman hortikultura buah-buahan dari famili Cucurbitaceae dan memiliki nilai ekonomi dan prospek yang menjanjikan. Menurut Badan Statistik Nasional Tahun 2017, produksi buah melon mengalami penurunan dari tahun 2014-2016 dari 150.356 ton/ha pada tahun 2014, 137.887 ton/ha pada tahun 2015 dan 117.344 ton/ha pada tahun 2016. Usaha peningkatan produksi melon dapat dilakukan melalui perbaikan teknologi buddidaya seperti meeningkatkan produksi benih unggul melon di lahan-lahan potensial yang masih tersedia. Penelitian dilaksanakan di 3 lokasi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan faktor tunggal yaitu genotipe. Parameter pengamatan kualitatif meliputi bentuk batang, warna batang, bentuk daun, warna daun, warna kelopak bunga, warna mahkota bunga, warna kepala putik, warna benag sari, bentuk buah, warna kulit buah, warna daging buah, rasa daging buah, bentuk biji dan warna biji. Parameter pengamatan kuantitatif meliputi umur mulai berbunga, umur panen, tebal daging buah, lebar rongga buah, kadar kemanisan, berat buah per plot, berat per buah dan hasil buah per ha. Data pengamatan dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA) atau Uji F hitung. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan pada variabel pengamatan berat buah per plot, tebal daging buah, kadar kemanisan, hasil buah per ha dan umur panen. Genotipe BME 2802 menunjukkan hasil paling tinggi dibandingkan genotipe BME 4140, BME 2800 dan varietas pembanding Silver Light.
Analisis Keragaman Genetik Tanaman Anggur (Vitis vinivera L.) Varietas BS 60 Hasil Perbanyakan Secara kultur Jaringan Dengan Marka ISSR (Inter Simple Sequence Repeats) Indaryani, Patricia Martina Kusuma; Ashari, Sumeru; Mariana, Baiq Dina
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbanyakan secara kultur jaringan tidak menutup kemungkinan terjadinya variasi somaklonal yang menyebabkan variasi atau keanekaragaman pada tanaman hasil perbanyakan kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika mulai dari Januari hingga April 2019.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan hasil akhir pita DNA. Penentuan sampel berdasarkan 3 ketegori yaitu sampel yang disubkultur 14 kali, sampel yang disubkultur 15 kali dan sampel tanpa masa kultur. Pengamatan dilakukan terhadap profil pita DNA yang dihasilkan. Pita DNA yang terbentuk diberi skor (1) dan pita tidak terbentuk diberi skor (0) yang selanjutnya menjadi sebuah matriks biner. Data kemudian dianalisis dengan analisis kluster unweighted pair group method arithmetic averages (UPGMA) dan divisualisasikan dengan menggunakan program NTSYS PC versi 2.20. Sampel yang disubkultur 14 kali memiliki persentase kemiripan dengan sampel tanpa masa kultur sebesar 85% - 89%. Sampel yang disubkultur 15 kali memiliki persentase kemiripan dengan sampel tanpa masa kultursebesar 66%. Sampel yang disubkultur 14 kali memiliki persentase kemiripan dengan sampel yang disubkultur 15 kali sebesar 66%. Sampel dengan koefisien kemiripan tertinggi dengan sampel tanpa masa kultur adalah kelompok A2 dengan koefisien kemiripan 0,89.
Uji Pertumbuhan dan Daya Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Tipe Iceberg pada Dataran Tinggi Afsari, Meilani; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki prospek menjanjikan untuk dikembangkan. Namun dalam pemenuhan kebutuhannya masih dilakukan melalui impor, sehingga dibutuhkan upaya peningkatan produksi salah satunya melalui penggunaan varietas unggul. Sebagai upaya menciptakan varietas unggul baru perlu dilakukan uji daya hasil, meliputi uji daya hasil pendahuluan, lanjutan, dan uji multilokasi dengan menanam calon varietas uji yang dibandingkan dengan varietas pembanding. Penelitian  dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2019 di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada ketinggian 1.080 m dpl dengan suhu rata-rata harian 20-25°C. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan calon varietas uji berupa genotipe LT18001 dan LT18002 yang dibandingkan dengan 3 varietas pembanding meliputi varietas Brando, General, dan Georgia. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan sehingga menghasilkan 15 unit percobaan. Parameter pengamatan meliputi karakter kuantitatif komponen pertumbuhan yaitu panjang tanaman, lebar tajuk, panjang daun, jumlah daun, komponen hasil berupa umur panen, rata-rata berat segar tanaman, rata-rata berat krop, berat krop per plot, panjang krop, lebar krop, dan produktivitas, serta karakter kualitatif meliputi pengamatan sebelum semai yaitu warna benih, dan pengamatan saat panen yaitu bentuk krop, bentuk daun, warna daun, bentuk batang, warna batang, dan kerapatan krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas uji LT18001 dan LT18002 menunjukkan daya hasil tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding. Oleh karena itu, varietas uji LT18001 dan LT18002 dapat diusulkan sebagai varietas unggul baru.
Pengaruh Berbagai Umur Panen Beberapa Varietas Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Terdahap Viabilitas Benih Saat Musim Hujan Kristianti, Ira Icha; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang penting sebagai sumber vitamin dan mineral. Rendahnya produksi benih kacang panjang dapat disebabkan oleh waktu panen yang tidak sesuai, terutama pada saat musim hujan pemanenan kacang panjang dilakukan lebih cepat daripada waktu masak fisiologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai umur panen pada beberapa varietas kacang panjang saat musim hujan terhadap viabilitas benih. Kegiatan dilaksanakan di PT. BISI International Tbk., Farm Karangploso, Malang, pada bulan Desember-Maret 2020. Umur panen yang terdiri dari umur panen 20 HSB (P1), 23 HSB (P2), 26 HSB (P3), 29 HSB (P4) dan 32 HSB (P5). Varietas kacang panjang terdiri dari 4 taraf yaitu varietas KP 01 (V1), KP 12 (V2), KP 13 (V3), dan KP 15 (V4). Uji mutu fisik dan fisiologis benih menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Variabel pengamatan terdiri dari Rendemen benih, Uji kadar Air, Bobot 1000 butir dan Uji daya kecambah. Hasil analisis ragam pengaruh varietas dan umur panen terhadap mutu fisik dan fisiologis benih terung dengan variabel rendemen benih, bobot 1000 butir, kadar air, daya berkecambah menunjukkan setiap varietas mempunyai viabilitas benih yang berbeda dalam setiap masa panen. Waktu terbaik untuk menghasilkan benih kacang panjang bermutu pada KP-1, KP-12 dan KP-15 adalah 23 HSB dan untuk KP-13 waktu terbaik adalah  26 HSB.
Eksplorasi dan Karakterisasi Tanaman Jeruk Purut (Citrus hystrix) di Kabupaten Tulungagung Zamzamiyah, Ita Nabila; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk purut (Citrus hystrix) merupakan salah satu spesies jeruk yang tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jeruk purut memiliki potensi yang dapat dikembangkan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas. Jeruk purut memiliki manfaat terutama untuk industri dan kesehatan. Tulungagung menjadi salah satu daerah penghasil jeruk purut terbesar di Jawa Timur. Beberapa jenis jeruk purut tumbuh di Kabupaten tersebut. Oleh sebab itu diperlukan adanya pengumpulan plasma nutfah melalui kegiatan eksplorasi dan karakterisasi morfologi jeruk purut sebagai kegiatan konservasi plasma nutfah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan jeruk purut dan variasi morfologi serta preferensi konsumen terhadap jeruk purut di ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-April 2020 di Kabupaten Tulungagung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan melakukan pengamatan langsung melalui kegiatan karakterisasi tanaman jeruk purut dan aktifitas wawancara dengan narasumber. Data kualitatif hasil karakterisasi dianalisis menggunakan software NTSYS pc 2.02 dan disajikan dalam bentuk dendogram hubungan kekerabatan dengan koefisien kemiripan. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua aksesi yang ditemukan memiliki koefisien dengan rentang 60-100% yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu koefisien persamaan 60-73%, 74-87%, dan 88-100%. Karakter yang mempengaruhi hubungan kekerabatan adalah karakter panjang duri, bentuk sayap tangkai daun, bentuk buah, bentuk ujung buah, bentuk dasar buah, terkstur permukaan kulit buah, dan bentuk biji.
Keragaman Karakter Agronomi dan Morfologi Terung F1 (Solanum melongena L.) Double Cross Faidah, Ahmadah; Waluyo, Budi; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 12 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan sayuran buah.Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan upaya pengembangan varietas unggul. Pengembangan varietas unggul dilakukan dari tahapan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman genetik dan morfologi pada karakter komponen hasil persilangan 36 genotipe terung.Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 36 genotipeterung sebagai perlakuan diulang tiga kali. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Juni - September 2019. Karakter pada tanaman terung ada yang mempunyai keragaman luas dan ada yang mempunyai keragaman sempit. Nilai heritabilitas pada sebagian karakter termasuk rendah hanya karakter diameter batang yang tinggi.
Co-Authors Abidin, M Sulhan Abidin, M Sulhan Adiredjo, Afifuddin Latif Adiredjo, Afifuddin Latif Affandi Affandi Afsari, Meilani Aisyah Devita Larasati Aisyah, Diah Nur Aisyah, Diah Nur Andy Soegianto Anis Andrini, Anis Anita Firdaus Aprilia, Gethar Windi Aprilia, Gethar Windi Ariestin, Yuliamita Arifin Noor Sugiharto Baiq Dina Mariana, Baiq Dina Bambang Tri Rahardjo Bayu, Eko Muhammad Bayu, Eko Muhammad Bobby Polii Budi Waluyo Budi Waluyo Cahyadiati, Mirna Cahyadiati, Mirna Catur Suciari Kurnia Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Dewi, Rendri Puspita Dewi, Rendri Puspita Didik Hariyono Dwi Budi Santoso Endang Gati Lestari Faidah, Ahmadah Farida Yulianti Farihul Ihsan Fathan, Naala Fathan, Naala Fauziah, Nikmatul Febriyani, Verayunita Febriyani, Verayunita Ghoffar, Amirul Ghoffar, Amirul Hadi, Shabrina Kusuma Handayani, Diah Rusita Handayani, Diah Rusita Hanif Fatur Rohman Hasana, Maulida Uswatun Hasana, Maulida Uswatun Indaryani, Patricia Martina Kusuma Indaryani, Patricia Martina Kusuma Izmi Yulianah Kenanga Arum Novi Salasa Khoiruddin, Ahmad Khoiruddin, Ahmad Kristianti, Ira Icha Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Latif Adiredjo, Afifuddin Lestari, Endang Gati Lita Soetopo Lulu Lazimatul Khoiriyah Mansur Mansur Mansur, Mansur Mariana, Baiq Dina Mariana, Baiq Dina Marianus Marianus Matatula, Erfina Anace Maulidah, Nur Izzatul Maulidah, Nur Izzatul Meilani Afsari Niken Kendarini Ninuk Herlina Nisa, Amalia Khoirun Nisa, Amalia Khoirun Nisa, Masayu Nessya Khoirun Nisa, Masayu Nessya Khoirun Novi Salasa, Kenanga Arum Nur Azima Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Prananda, Fauzian Gilang Puput Pelita Putri Putri, Dyas Dyasmita Putri, Dyas Dyasmita Putri, Regita Syahkirana Putri, Regita Syahkirana Rachmania, Nuzulul Rachmania, Nuzulul Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadan, Vani Rizki Ramadan, Vani Rizki Riady, Safarudin Slamet Riady, Safarudin Slamet Rifa’i, Hari Rifa’i, Hari Rohman, Hanif Fatur Rosyadi, Naufal Luthfi Santoso, Budi Saptadi, Darmawan Sarashati, Devi Cinintya Sarashati, Devi Cinintya Satriawan, Irfan Budhi Satriawan, Irfan Budhi Satriyono, Wahono Satriyono, Wahono Setyawan, Khaton Fajar Setyawan, Khaton Fajar Shabrina Kusuma Hadi Sholihatin, Rosyita Sholikah, Aminatus Sholikah, Aminatus Sirait, Ardi Wiranata Sirait, Ardi Wiranata Sri Lestari Purnamaningsih Sukartini Sukartini Triana Fatmawati Wcaksana, Kukuh Arif Wcaksana, Kukuh Arif Widiatmoko, Edwin Widiatmoko, Edwin Yuliamita Ariestin Yunita Triliestyana Yustikasari, Evita Dwi Yusvita Maulidia Rahmi Zamzamiyah, Ita Nabila