Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN HORMON AUKSIN PADA BIBIT TEBU (Saccharum officinarum L.) TEKNIK BUD CHIP Alpriyan, Dimas; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman budidaya penghasil gula untuk kebutuhan pokok. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh pemberian hormon auksin dengan lama perendaman untuk meningkatkan kualitas pada pertumbuhan bibit tebu (Saccharum officinarum L.) teknik bud chip. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2016 di Kebun Percobaan Jatikerto Fakultas Pertanian Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor 1 yaitu konsentrasi auksin 0 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Faktor ke 2 yaitu lama perendaman 20 menit, 40 menit dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara konsentrasi auksin dengan lama perendaman pada persentase perkecambahan umur 1 minggu setelah tanam. Perendaman bibit tebu bud chip dengan konsentrasi auksin 0 ppm berpengaruh nyata dengan waktu perendaman selama 60 menit, konsentrasi auksin 100 ppm berpengaruh nyata dengan waktu perendaman 20 menit dan konsentrasi auksin 200 ppm berpengaruh nyata dengan waktu perendaman 40 menit. Perlakuan perendaman bibit tebu bud chip dengan konsentrasi auksin 100 ppm berpengaruh nyata pada persentase perkecambahan, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang akar, berat basah akar, berat kering akar, berat basah pucuk dan berat kering pucuk. Perlakuan waktu perendaman bibit tebu bud chip selama 40 menit dengan menggunakan auksin berpengaruh nyata pada parameter luas daun.
PENINGKATAN PEMBENTUKAN POLONG DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) DENGAN PEMBERIAN NITROGEN PADA FASE REPRODUKTIF Rezyawaty, Mariana; Karyawati, Anna Satyana; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kedelai (Glycine max L.) menghasilkan biji yang sering dimanfaatkan oleh manusia. Produksi kedelai pada saat ini belum mencukupi permintaan kedelai. Produksi kedelai dapat ditingkatkan dengan berbagai cara seperti memperluas area budidaya maupun dengan memperbaiki teknik budidayanya seperti pemupukan. Petani kedelai biasanya melakukan pemupukan urea sebanyak dua kali yaitu pada saat awal tanam dan sebelum berbunga. Pemupukan yang telah dilakukan oleh petani tersebut belum mampu meningkatkan hasil panen kedelai, sehingga petani enggan menanam kedelai. Oleh sebab itu dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mempelajari peningkatan dosis pemupukan nitrogen pada fase reproduktif terhadap peningkatan jumlah polong dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di Agrotechno Park Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2016.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan urea pada fase reproduktif berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman kedelai. Selain itu pemupukan urea pada fase reproduktif juga mempengaruhi kandungan klorofil dan nitrogen tanaman.
PENGARUH JENIS BAHAN ORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) Rismawan, Safetian Fauzi; Karyawati, Anna Satyana; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesuburan tanah berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang berpengaruh pada produksi tanaman. Pemberian bahan organik dapat meningkatkan kesuburan tanah sehingga tanaman kedelai dapat tumbuh dan memberikan hasil yang optimal. Bahan organik berupa pupuk kandang kambing, pupuk hijau gamal (Gliricidia sepium) dan bentuk biocharnya memiliki pengaruh yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada jenis bahan organik yang tepat pada musim tanam pertama. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Jatikerto, Kec. Kromengan, Kab. Malang pada bulan Mei hingga Juli 2016.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang kambing 20 t ha-1 mampu meningkatkan berat kering total tanaman umur 24 HST dan 34 HST, jumlah polong isi, bobot biji dan hasil per hektar tanaman kedelai. Perlakuan biochar campuran pupuk kandang kambing dan daun gamal 10 t ha-1 tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada seluruh komponen pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada musim tanam pertama.
PENINGKATAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) MERR) MELALUI PENAMBAHAN UREA PADA SAAT AWAL BERBUNGA Sabrina, Aulia Ilma Mirza; Karyawati, Anna Satyana; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) yang termasuk tanaman kacang-kacangan merupakan salah satu tanaman yang tingkat produksinya rendah. Peningkatan produksi kedelai melalui produktivitas dapat ditempuh melalui penggunaan varietas unggul dan pemberian pupuk yang tepat. Nitrogen merupakan salah satu unsur hara esensial yang sangat diperlukan oleh setiap tanaman dalam jumlah yang cukup banyak (Zainal, 2014). Unsur ini secara langsung berperan dalam pembentukan protein, memacu pertumbuhan  tanaman secara umum terutama pada fase vegetatif, berperan dalam pembentukan klorofil, asam amino, lemak enzim dan persenyawaan lain. Pupuk Urea merupakan pupuk kimia yang mengandung unsur Nitrogen (N) dengan kadar yang tinggi. Pemberian Urea pada awal berbunga mampu meningkatkan hasil kedelai. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr) melalui pemberian pupuk Urea pada saat awal berbunga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2016 di Kec. Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari varietas kedelai dan dosis pupuk Urea. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Tanggamus memiliki hasil tertinggi pada jumlah polong total per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman dan hasil (ton ha-1).
PEMBENTUKAN POLONG DAN PERTUMBUHAN TANAMAN DENGAN PENINGKATAN PENYEDIAAN AIR DAN NITROGEN PADA KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) Suhardianto, Suhardianto; Karyawati, Anna Satyana; Sitompul, Syukur Makmur
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa generatif kedelai rentan terhadap kekurangan air dan dapat berdampak pada hasil tanaman. Penyerapan nitrogen juga ditentukan oleh penyerapan air di perakaran. Nitrogen dibutuhkan oleh tanaman untuk membentuk protein. Percobaan lapangan dilakasanakan (Juli – November) menggunakan kedelai (Glycine max L. (Merr.)) galur UB1 di rumah kaca Jatikerto, Malang, untuk mempelajari pembentukan polong dan pertumbuhan tanaman dengan peningkatan penyediaan air dan nitrogen pada kedelai. Pertumbuhan masa generatif diukur pada 35, 45, 55 dan 65 hari setelah tanam (HST). Jumlah polong dan bobot biji diamati pada saat panen (81 HST). Tinggi tanaman, luas daun, bobot kering daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman, bobot segar akar dan bobot kering akar menurun pada 45 HST ketika pemberian air dua hari sekali atau kurang. jumlah polong dan bobot biji per tanaman merespon penurunan produksi bahan kering pada tahap generatif ketika pemberian air dua hari sekali atau kurang. Dosis pupuk urea menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan masa generatif, jumlah polong dan bobot biji. Ini mengindikasikan bahwa pengurangan dari frekuensi pemberian air dan pemupukan urea tidak berhubungan ketika nitrogen tercukupi, tetapi kekurangan air pada masa generatif dapat menurunkan hasil.
Pengaruh Aplikasi Kombinasi Biochar dan Macam Bahan Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Fadhila, Syahada Amalia; Karyawati, Anna Satyana; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) Varietas Vima-2 perlu dilakukan dengan aplikasi pupuk kandang dengan dosis tertentu serta ditambahkan biochar untuk memperbaiki sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pupuk kandang pada aplikasi biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima-2. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2017 di UPT Pengembangan Benih Palawija, Singosari, Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan total 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi 5 t ha-1 yang diaplkasikan dengan tiga jenis dan dosis pupuk kandang tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter pertumbuhan antara lain panjang tanaman, jumlah daun, luas daun dan panjang akar. Pada parameter hasil, perlakuan memberikan pengaruh yang nyata pada pengamatan jumlah bunga, jumlah polong total, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, berat polong, jumlah biji dan hasil panen per hektar.
Pengaruh Lama Penyinaran (Fotoperiode) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil pada Tiga Varietas Kedelai (Glycine max L. Merr) Afidah, Ika Khurotul; Karyawati, Anna Satyana; Sitompul, Syukur Makmur
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan kedelai terus meningkat tiap tahunnya seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan bahan baku industri olahan pangan. Data BPS 2015 menunjukkan produksi kedelai di Indonesia sebesar 1 juta ton dan pada tahun 2014 sebesar 1,3 juta ton. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas kedelai di Indonesia mengalami penurunan di tahun 2015. Kedelai merupakan tanaman asli subtropis yang membutuhkan panjang hari 14-16 jam sedangkan Indonesia dengan iklim tropis memiliki panjang hari hampir konstan yaitu 12 jam. Kurangnya kebutuhan panjang hari tersebut menyebabkan produktivitas kedelai di Indonesia masih rendah.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah panjang hari yaitu dengan memanipulasi cahaya matahari menggunakan lampu LED (Light Emitting Diode). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dari tiga varietas kedelai terhadap lama penyinaran menggunakan lampu LED. Bahan yang digunakan dalam penelitIan ini adalah kedelai varietas UB 1, UB 2, dan Anjasmoro, lampu LED dan kabel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Rancangan Petak Terbagi (RPT). Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2017 di Agro Techno Park, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman kedelai dengan lama penyinaran 14 jam mengalami pertumbuhan yang lebih baik di banding dengan tanaman kedelai dengan panjang hari yang normal. Pembentukan polong tanaman kedelai mengalami peningkatan pada umur 65 hst dan jumlah polong berbeda pada tiap varietas. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah penyinaran dengan menggunakan lampu LED selama 2 jam dapat meningkatkan pembentukan polong kedelai pada umur 65 hst dengan jumlah polong yang berbeda pada tiap varietas.
Pengaruh Pupuk Fosfor Terhadap Pertumbuhan Dua Varietas Tomat Lokal Ronafani, Aditya; Armita, Deffi; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fosfor berperan penting pada pertumbuhan tanaman. Kekurangan fosfor dapat menye-babkan tanaman kerdil. Saat ini, tidak ada rekomendasi pupuk fosfor yang tersedia pada tanaman tomat varietas lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk fosfor pada pertumbuhan tanaman tomat, mempelajari respon varietas tomat lokal pada pemberian dosis pupuk fosfor yang berbeda, serta mempelajari interaksi varietas tomat dengan dosis pupuk fosfor. Penelitian ini dilaksa-nakan di desa Bocek, Malang, pada bulan maret sampai juli 2017. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dan terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah Varietas Tomat lokal (V) yaitu Varietas Karina (V1) dan Varietas Mawar (V2). Faktor kedua adalah Dosis pupuk Fosfor (P) yang terdiri dari 5 taraf : (75, 100, 125, 150 dan 175 kg.P2O5.ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi nyata pada parameter pertum-buhan, namun  pemupukan fosfor berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Varietas Mawar memiliki rata-rata tinggi tanaman dan jumlah daun lebih tinggi daripada varietas Karina. Pemberian  pupuk fosfor sebanyak 175 kg.P2O5.ha-1 mampu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.
Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca Sativa L) pada Dosis dan Interval Penambahan AB Mix dengan Sistem Hidroponik Fitriansah, Tiwi; Roviq, Mochammad; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi selada di Indonesia pada tahun 2015 yaitu sebesar 39.29 ton/tahun tetapi produksi nasional selada masih lebih rendah dari konsumsi yakni sebesar 35.30 kg/kapita/tahun sehingga volume impor selada sebesar 21,10 ton.Usaha peningkatan produksi selada serta perbaikan kualitas produksi dilakukan dengan cara hidroponik. Salah satu faktor penentu untuk keberhasilan dari hidroponik yaitu dengan pemberian nutrisi unsur hara makro dan mikro. Unsur hara tersebut terdapat pada AB mix. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui dosis dan interval penambahan AB mix yang tepat serta pengaruh perlakuan keduanya untuk meningkatkan pertumbuhan selada dengan metode hidroponik.Penelitian dilakukan di Jalan Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang,  pada tanggal 10 Juli - 30 September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdapat 17 perlakuan yaitu A0: 5 ml/l tanpa interval; A1:3 ml/l + 3 hari; A2:5 ml/l + 3 hari; A3:7 ml/l + 3 hari; A4: 10 ml/l + 3 hari; A5:3 ml/l + 5 hari; A6:5 ml/l + 5 hari; A7:7 ml/l + 5 hari; A8:10 ml/l + 5 hari; A9:3 ml/l + 7 hari; A10:5 ml/l + 7 hari; A11:7 ml/l + 7 hari; A12:10 ml/l + 7 hari; A13: 3 ml/l + 10 hari; A14:5 ml/l + 10 hari; A15:7 ml/l + 10 hari; A16:10 ml/l+10hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis 3 ml/l dan interval penambahan AB mix 10 hari (A13) dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil selada secara hidroponik.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) terhadap Pemangkasan Pucuk Mariana, Wanda; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Ber-dasarkan permasalahan tersebut upaya yang dapat dilakukan dengan teknologi pemangkasan pucuk.Perlakuan tindakan pemangkasan pucuk dilakukan sebagai upaya pengurangan persaingan diantara tunas apikal dengan tunas lateral di ketiak daun.Tetapi, setiap varietas memberikan hasil terbaik berdasarkan fase pemang-kasan yang tepat, dapat diasumsikan bahwa fase pemangkasan pucuk pada setiap varietas berbeda, sehinggaperlu diperhatikan dan ditentukan waktu pemangkasan yang tepat pada penggunaan varietas yang berbeda. Penelitian bertujuan untuk mempelajari respon varietas dan galur kedelai terhadap pemangkasan pucuk. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Juni 2017 di Desa Krebet Senggrong, Bululawang, Malang. Penelitian meng-gunakan Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari 9 kombinasi yaitu:P1: Galur UB-2 tanpa pemangkasan, P2: Galur UB-2  dipangkas pucuk setelah fase V2, P3: Galur UB-2 dipangkas pucuk setelah fase V3, P4:varietas Argomulyo tanpa pemangkasan, P5: varietas Argomulyo dipangkas pucuk setelah fase V2, P6: varietas Argomulyo yang dipangkas pucuk setelah fase V3, P7: varietas Tanggamus tanpa pemangkasan, P8: varietas Tanggamus dipangkas pucuk setelah fase V2, P9 : varietas Tanggamus dipangkas pucuk setelah fase V3. Hasil penelitian menunjukkan pemangkasan pucuk mampu menekan tinggi tanaman kedelai, akan tetapi tidak diikuti dengan penambahan jumlah buku subur, jumlah cabang jumlah bunga, bobot segar, bobot kering tanaman, jumlah polong isi, polong hampa, jumlah biji pertanaman, dan bobot 100 biji. Peningkatan hasil panen seluruh varietas kedelai tidak dipengaruhi oleh pemangkasan pucuk yang diberikan melainkan sifat genetik galur dan varietas yang digunakan.
Co-Authors Afidah, Ika Khurotul Afidah, Ika Khurotul Akbar Saitama Aldila Putri Rahayu Aldila Putri Rahayu Alpriyan, Dimas Alpriyan, Dimas Andi Kurniawan Andi Kurniawan Anggrainy, Veby Anggrainy, Veby APRILIA, REZA Ardiyanto, Farid Mufti Ardiyanto, Farid Mufti Armita, Deffi Armita, Deffi Blessya, Christabel Putik Budi Waluyo Budi Waluyo Candra Kusuma Wardana, Candra Kusuma Deffi Armita Dhimas Prakoso Setiawan Didik Hariyono Ellis Nihayati Ellis Nihayati Ellis Nihayati Fadhila, Syahada Amalia Fadhila, Syahada Amalia Fadhilah, Nurma Ferdiana Faronny, Danniary Ismail Febrina Ika Putri Fitriansah, Tiwi Fitriansah, Tiwi Gita Novita Sari Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Gutama, Grenandio Harsa Hana Nabilah Hibatullah, Ariq Husni Thamrin Sebayang Ikra Kurnia Cahya Januar, Faris Husein Januar, Faris Husein Jati Batoro Koesriharti Koesriharti Latifah Diah Puspasari M. Dawam Maghfoer M. Dawam Maghfoer, M. Dawam M. Roviq M. Roviq M. Roviq, M. Roviq Maghfiroh, Ika Yaumil Maghfour, Mochammad Dawam Maghfour, Mochammad Dawam Maretha Widhya Aulyaa Gusmawan Mariana, Wanda Mariana, Wanda Marpaung, Winda M. R. Melati Julia Rahma Moch. Dawam Maghfoer Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Roviq Mochammad Roviq Muhammad Roviq Nihayati, Ellis Ningsih, Sulastri Nourma Paramitha, Dyah Ayu Noviyanita, Widya Intan Noviyanita, Widya Intan Nunun Barunawati Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nursalim, M Nursalim, Moch Pratama, Dedi Pratama, Dedi Puri Kholifatush Sholihah Puspasari, Rosilia Puspasari, Rosilia Putik Blessya, Christabel Putro, Agung Nugroho Rahayu , Aldila Putri Rahayu, Aldila Putri Rahmandhias, Deris Trian Ramadhani, Nabila Aghnia Rezyawaty, Mariana Rezyawaty, Mariana Rismawan, Safetian Fauzi Rismawan, Safetian Fauzi Ronafani, Aditya Ronafani, Aditya Roosa, Vesta Roosa, Vesta Sabrina, Aulia Ilma Mirza Sabrina, Aulia Ilma Mirza Saitama, Akbar Saitama, Akbar Saragih Simarmata, Dwi Veritasman Sangapta Sebayang, Husni Thamrin Setiawan, Dhimas Prakoso Sholeh, Ahadin Sholeh, Ahadin Sholihah, Nuril Hikmatis Silalahi, Yapto Haryadi Sirait, Muhammad Harryson Afandy Sirait, Muhammad Harryson Afandy Sitawati Sitawati Sriyanto, Fajar Bagus Sriyanto, Fajar Bagus Suhardianto, Suhardianto Suhardianto, Suhardianto Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Tatik Wardiyati Thaherah, Firinka Amalia Titiek Islami Titiek Islami Titiek Islami Wahyudi, Didin Wahyudi, Didin Wardana, Candra Kusuma Widhiarso, Danang Windy Diyah Mawardy Yudha Tri Baskara