Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Paclobutrazol Concentrations in Different Shade Levels on Coleus Plant Leaves Color Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa; Sitawati, Sitawati; Karyawati, Anna Satyana
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 11 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v11i4.647-657

Abstract

Coleus scutellarioides is a leaf ornamental plant that is widely used as an ornamental plant in tourist attractions because it has an interesting leaf color. The purpose of study was to obtain right concentration of paclobutrazol for the brightness of the color of the leaves of the coleus plant in shaded conditions. The method used is a Split Plot Design with two factors, light intensity as the whole plot and paclobutrazol concentration as a split plot. The whole Plot consists of 3 levels, namely I100 (100% sunlight intensity), I75 (75% sunlight intensity) and I50 (50% sunlight intensity) while the split plot consisted of P0 (Without Paclobutrazol), P40 (Paclobutrazol 40 ppm), P80 (paclobutrazol 80 ppm) and P120 (paclobutrazol 120 ppm.  The results showed there were interactions from the treatment of paclobutrazol concentrations at various light intensities. The application of paclobutrazol 0 ppm at a light intensity of 75% and 50% gave the same chlorophyll content results as the 100% light intensity treatment and 0 ppm paclobutrazol concentration.The conclusions in addition of paclobutrazol 40-80 ppm at a decrease in light intensity of 75% and 50% gives the result of anthocyanin content and leaf color equal to 100% intensity and paclobutrazol 0 ppm.keyword: Coleus, Shades, Color, Paclobutrazol, Konsentrastion 
Pemenuhan Kebutuhan Hara Nitrogen pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Melalui Pemberian Berbagai Jenis Pupuk Organik dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Taufikurrahman, Taufikurrahman; Tyasmoro, Setyono Yudo; Karyawati, Anna Satyana
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.64303

Abstract

Padi merupakan komoditas yang sangat penting, beras yang dihasilkan dari padi merupakan makanan pokok bagi penduduk Indonesia. Namun produksi beras nasional semakin turun, disebabkan penggunaan pupuk anorganik berlebihan yang menyebabkan penurunan kualitas tanah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian pemenuhan kebutuhan hara padi melalui pemberian berbagai pupuk organik dan (PGPR) Plant Growth Promoting Rhizobacteria sebagai alternatif. Penelitian dilakukan dari Juni - Oktober 2024 di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari anak petak (Urea + NPK dosis petani), (Urea + NPK rekomendasi), limbah jamur, Azolla microphylla, Sesbania sesban dan Azolla microphylla + Sesbania sesban dan petak utama tanpa PGPR dan 15 ml/l PGPR. Data dianalisis menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) taraf 5%. Uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk organik A. microphylla memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman umur 74 hst, jumlah daun dan jumlah anakan umur 42 hst dan produktivitas dengan hasil 6,76 ton/ha. Kombinasi pupuk organik A. microphylla + PGPR mampu meningkatkan serapan hara N, P dan K tanaman padi setara dengan pupuk kimia (Urea 500 kg/ha+ NPK 500 kg/ha) dan mampu menyediakan unsur hara N 72,59 kg, P 101 kgdan K 7,71 kg per hektar tanaman padi. Hal ini menunjukkan bahwa pupuk A. microphylla berpotensi digunakan sebagai pupuk sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Pengaruh Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Giberelin (GA3) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Lestari, Lenny Dwi; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Komoditas hortikultura memiliki prospek tinggi salah satunya yaitu tomat karena keperluan selalu meningkat. Produksi tomat dapat ditingkatkan melalui penambahan giberelin (GA3). Giberelin berfungsi untuk merangsang mencegah kerontokan bunga, membuat daging buah lebih tebal serta memperkecil jumlah biji pada buah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi giberelin yang optimal guna meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat varietas Servo dan Karuna. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan PSDKU Universitas Brawijaya Kediri yang berada di Desa Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, pada bulan Februari sampai Juni 2024. Penelitian ini disusun rancangan acak kelompok dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi giberelin dengan empat taraf yaitu G1 = Tanpa giberelin, G2 = konsentrasi giberelin 20 ppm, G3 = konsentrasi giberelin 40 ppm dan G4 = konsentrasi giberelin 60 ppm. Faktor kedua adalah varietas dengan 2 taraf yaitu V1 = Servo dan V2 = Karuna. Variabel pengamatan mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tandan, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, bobot segar per tanaman dan hasil panen (ton/ha). Beralaskan hasil penelitian membuktikan adanya interaksi parameter tinggi tanaman dan hasil panen (ton/ha). Pemberian giberelin konsentrasi 60 ppm mampu meningkatkan jumlah tandan, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman. Pemberian giberelin konsentrasi 60 ppm Servo dapat meningkatkan hasil panen (ton/ha), sedangkan pada varietas Karuna pemberian giberelin konsentrasi 40 ppm dapat meningkatkan hasil panen (ton/ha).
Respon 6 Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) terhadap Perbedaan Interval Penyiraman Nabilah, Hana; Karyawati, Anna Satyana; Islami, Titiek
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.7

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman pangan yang penting setelah padi dan jagung. Kandungan protein nabati, karbohidrat, dan lemak menjadikan kedelai banyak diminati oleh masyarakat baik berupa polong maupun hasil olahannya. Salah satu faktor yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai adalah ketersediaan air dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon 6 varietas kedelai terhadap interval penyiraman yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2021 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Malang. Sebanyak 6 varietas dievaluasi menggunakan rancangan petak terbagi dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interkasi antara interval dan varietas terhadap parameter penelitian. Faktor utama perbedaan pertumbuhan dan hasil disebabkan oleh karakteristik sifak genetik yang berbeda pada masing-masing varietas.
Manipulation of calcareous soil pH for temulawak (Curcuma xanthorrizha Roxb.) cultivation Roviq, Mochammad; Karyawati, Anna Satyana; Sholihah, Puri Kholifatush; Nihayati, Ellis
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.111.4999

Abstract

Temulawak or Javanese turmeric (Curcuma xanthorrizha Roxb.) has great adaptability and is tolerant of low light intensity; therefore, it may be planted on calcareous soil under teak stands. However, temulawak may thrive in soils with a pH of 5.0-6.5 and plenty of organic matter. Calcareous or alkaline soils have problems with high pH and low organic matter. These conditions can be improved with soil amendments. Manure and other soil amendments can remedy soil structure, chemistry, and organisms. Sulfur is generally used to lower soil pH. Sulfur is a structural component of several coenzymes, chloroplasts, and vitamins essential for plant metabolism. This study aimed to elucidate the effect of manure and sulfur fertilizer on temulawak yield and quality grown on calcareous soil beneath teak stands. This study used a completely randomized block design with two factors: manure doses of 10, 15, and 20 t ha-1 and ZA doses of 0, 40, 80, and 120 kg ha-1. According to the findings, the soil pH to increase the rhizome’s fresh weight per clump is between 5.72 and 6.00. In terms of curcuminoid content and antioxidant activity, the soil pH required by temulawak ranges from 5.94 to 6.61.
Co-Authors Afidah, Ika Khurotul Afidah, Ika Khurotul Akbar Saitama Aldila Putri Rahayu Aldila Putri Rahayu Alpriyan, Dimas Alpriyan, Dimas Andi Kurniawan Andi Kurniawan Anggrainy, Veby Anggrainy, Veby APRILIA, REZA Ardiyanto, Farid Mufti Ardiyanto, Farid Mufti Armita, Deffi Armita, Deffi Blessya, Christabel Putik Budi Waluyo Candra Kusuma Wardana, Candra Kusuma Deffi Armita Dhimas Prakoso Setiawan Didik Hariyono Ellis Nihayati Ellis Nihayati Fadhila, Syahada Amalia Fadhila, Syahada Amalia Fadhilah, Nurma Ferdiana Faronny, Danniary Ismail Febrina Ika Putri Fitriansah, Tiwi Fitriansah, Tiwi Gita Novita Sari Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Gutama, Grenandio Harsa Hana Nabilah Hibatullah, Ariq Husni Thamrin Sebayang Ikra Kurnia Cahya Januar, Faris Husein Januar, Faris Husein Jati Batoro Koesriharti Koesriharti Latifah Diah Puspasari Lestari, Lenny Dwi M. Dawam Maghfoer M. Dawam Maghfoer, M. Dawam M. Roviq M. Roviq M. Roviq, M. Roviq Maghfiroh, Ika Yaumil Maghfour, Mochammad Dawam Maghfour, Mochammad Dawam Maretha Widhya Aulyaa Gusmawan Mariana, Wanda Mariana, Wanda Marpaung, Winda M. R. Melati Julia Rahma Moch. Dawam Maghfoer Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Roviq Muhammad Roviq Nabilah, Hana Nihayati, Ellis Ningsih, Sulastri Nourma Paramitha, Dyah Ayu Noviyanita, Widya Intan Noviyanita, Widya Intan Nunun Barunawati Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nursalim, M Nursalim, Moch Pratama, Dedi Pratama, Dedi Puspasari, Rosilia Puspasari, Rosilia Putik Blessya, Christabel Putro, Agung Nugroho Rahayu , Aldila Putri Rahayu, Aldila Putri Rahmandhias, Deris Trian Ramadhani, Nabila Aghnia Rezyawaty, Mariana Rezyawaty, Mariana Rismawan, Safetian Fauzi Rismawan, Safetian Fauzi Ronafani, Aditya Ronafani, Aditya Roosa, Vesta Roosa, Vesta Sabrina, Aulia Ilma Mirza Sabrina, Aulia Ilma Mirza Saitama, Akbar Saitama, Akbar Saragih Simarmata, Dwi Veritasman Sangapta Sebayang, Husni Thamrin Setiawan, Dhimas Prakoso Setyono Yudo Tyasmoro Sholeh, Ahadin Sholeh, Ahadin Sholihah, Nuril Hikmatis Sholihah, Puri Kholifatush Silalahi, Yapto Haryadi Sirait, Muhammad Harryson Afandy Sirait, Muhammad Harryson Afandy Sitawati Sitawati Sriyanto, Fajar Bagus Sriyanto, Fajar Bagus Suhardianto, Suhardianto Suhardianto, Suhardianto Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Tatik Wardiyati Taufikurrahman Taufikurrahman Thaherah, Firinka Amalia Titiek Islami Titiek Islami Titiek Islami Wahyudi, Didin Wahyudi, Didin Wardana, Candra Kusuma Widhiarso, Danang Windy Diyah Mawardy Yudha Tri Baskara