Claim Missing Document
Check
Articles

Perbaikan Pertumbuhan dan Hasil Kentang (Solanum tuberosum L.) G0 Varietas Granola L dengan Teknik Pengaturan Pemupukan pada Media Tanam Fadhilah, Nurma Ferdiana; Widhiarso, Danang; Karyawati, Anna Satyana
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55091

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kualitas benih kentang terus dilakukan guna meningkatkan produksi benih G0, salah satunya melalui pemupukan. Sumber pupuk kandang yang berbeda dapat memberikan pengaruh yang berbeda pula dalam hal pertumbuhan dan perkembangan tanaman kentang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perlakuan penambahan pupuk kandang yang memberikan pengaruh terbaik pada tanaman kentang G0 Granola L, ditinjau dari aspek pertumbuhan, hasil, dan analisis usaha taninya. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis sidik ragam 5% dengan tiga kali ulangan dan dilanjutkan dengan uji DMRT 5%, korelasi, dan analisis usaha tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi secara tunggal dengan dosis 40 ton/ha mendorong tanaman untuk tumbuh lebih tinggi dan luas daun yang optimal, sehingga memberikan hasil yang lebih baik pada jumlah umbi per tanaman, berat umbi per tanaman, dan persentase umbi standar. Aplikasi pupuk kandang sapi tunggal juga menghasilkan nilai kelayakan usaha tani terbaik. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya korelasi positif antara tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun terhadap kualitas dan kuantitas umbi kentang yang dihasilkan.
Pengaruh Dosis Urea dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Varietas BISI 228 Febrina Ika Putri; Anna Satyana Karyawati; Tatik Wardiyati
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.06.08

Abstract

Penggunaan input kimiawi yang berlebihan seperti pemupukan anorgnaik dapat menurunkan kesuburan tanah, perlu dilakukan pengaplikasian PGPR. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari interaksi dosis urea dan PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Percobaan dilaksanakan di desa Tungkal Selatan, Kota Pariaman dari bulan Agustus hingga November 2022. Alat yang digunakan yaitu meteran, timbangan analitik, LAM (Leaf Area Meter), jangka sorong dan oven. Bahan yang digunakan yaitu benih jagung varietas BISI 228, PGPR, pupuk kandang, urea, SP-36, dan KCl. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah dosis urea: 0 kg ha-1, 150 kg ha-1, dan 300 kg ha-1. Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR: 0 ml l-1, 20 ml l-1, dan 40 ml l-1. Kombinasi perlakuan dilakukan 3 ulangan. Analisis ragam menunjukkan terdapat interaksi antara dosis urea dan PGPR pada laju pertumbuhan tanaman (LPT) saat 30-40 hst dan bobot pipilan kering per ha. LPT yang diberi 0 kg ha-1 dengan PGPR 40 ml l-1 lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan LPT tanpa urea dan PGPR serta LPT tanpa urea dengan PGPR 20 ml l-1, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Pemberian 150 kg ha -1 dengan PGPR 20 ml l-1 lebih efisien dibandingkan perlakuan lainnya dan menghasilkan bobot pipilan kering per ha lebih baik dibandingkan tanpa pemberian urea dan PGPR.
Strengthening Institutional Capacity of the Hulun Hyang Farmer Group for Advancing the Edelweiss Flower Agroecosystem: a Case Study in Edelweiss Park, Bromo Tengger Semeru National Park, Indonesia Rahma, Melati Julia; Faronny, Danniary Ismail; Batoro, Jati; Karyawati, Anna Satyana; Putro, Agung Nugroho; Waluyo, Budi
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i3.950-961

Abstract

The escalating demand for Edelweiss flowers as souvenirs due to tourism development threatens their availability and economic value, impacting the indigenous Tengger community, which relies on these flowers for irreplaceable traditional offerings. The Hulun Hyang farmer group was established in 2017 under the guidance of the national park to conserve Edelweiss flowers, and subsequently obtained a cultivation permit from the Ministry of Environment and Forestry. However, the sustainable management of Edelweiss Park necessitates bolstering the group's institutional capacity as a critical agent in its development. This research examines the endogenous growth and active participation of the Hulun Hyang farmer group to strengthen their institutional capacity, enabling the establishment of deeply rooted and locally responsive mechanisms. Community development initiatives aim to foster economically and socially independent communities by enhancing agroecological management capacity by employing a strategic group development approach. Findings indicate that the institutional capacity of farmer groups is directly influenced by member dynamism and participation and indirectly impacted by leadership, member capacities, the role of extension workers, external support, and farmer characteristics. Consequently, efforts to augment the group's institutional capacity focus on promoting member dynamism and active engagement in group activities.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Jumlah Inokulan Rhizobium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merril) Yudha Tri Baskara; Rahayu , Aldila Putri; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.12.03

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pangan penting di Indonesia yang berperan sebagai sumber protein nabati serta gizi bagi masyarakat. Produksi tanaman kedelai di Jawa Timur setiap tahun mengalami penurunan. Pentingnya upaya peningkatan hasil produksi kedelai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang meningkat di Indonesia. Keberhasilan budidaya kedelai tidak terlepas dari media tanam dan kebutuhan unsur hara N yang banyak pada tanaman kedelai. Media tanam berfungsi untuk membantu tanaman berdiri tegak dan kebutuhan unsur hara yang diserap oleh akar. Rhizobium sp. merupakan bakteri yang berkemampuan sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komposisi media tanam dan jumlah inokulan rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian telah dilakukan di lahan screen house Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada bulan Juni sampai September 2021. Percobaan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) factorial. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji analisis ragam (uji F) dengan taraf 5%. Data yang menunjukkan perbedaan antar perlakuan akan diuji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Terdapat interaksi antara komposisi media tanam dan jumlah inokulan rhizobium terhadap pertumbuhan tanaman kedelai, yaitu tinggi tanaman (14 hst), jumlah daun (35 dan 42 hst) dan bintil akar efektif. Pada kombinasi media dengan komposisi tanah : pupuk kandang kambing (3:1) ditambah inokulan rhizobium 9 g.kg-1  memberikan hasil lebih baik dibandingkan perlakuan lain pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bintil akar efektif. Pada budidaya tanaman kedelai, penggunaan media dengan komposisi tanah : pupuk kandang kambing (3:1) dengan menambah inokulan rhizobium 9 g.kg-1 dapat meningkatkan pertumbuhan kedelai yang lebih optimal.
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh GA3 Dan Umur Bibit Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Pada Hidroponik Sistem Deep Flow Technique Hibatullah, Ariq; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.01.05

Abstract

Pada budidaya hidroponik, transplanting menentukan hasil akhir suatu budidaya. Apabila tanaman terlambat untuk dipindahtanamankan ke instalasi, pertumbuhannya tidak dapat maksimal. Salah satu cara untuk menjaga produksi pada umur pindah tanam yang tidak sesuai yaitu dengan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) yaitu gibberelin. Tujuan penelitian mempelajari pengaruh pemberian ZPT GA3 pada berbagai umur bibit tanaman pakcoy. Penelitian dilakukan di Sehati Farm Kota Batang, Jawa Tengah pada bulan April hingga Juni 2022. Penelitian merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi GA3 dengan 3 taraf yaitu Z1 = Tanpa GA3, Z2 = 50 ppm, dan Z3 = 100 ppm. Faktor kedua adalah umur bibit dengan 4 taraf yaitu U1 = 3 HSS, U2 = 5 HSS, U3 = 7 HSS, dan U4 = 9 HSS. Variabel yang diamati meliputi panjang tanaman, jumlah daun, luas daun per tanaman, bobot segar per tanaman, bobot konsumsi per tanaman, bobot bagian bawah per tanaman, diameter bonggol, dan shoot root rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang terlambat dipindahtanamkan yaitu 7 HSS dapat menghasilkan bobot konsumsi per tanaman yang baik apabila ditambah GA3 konsentrasi 100 ppm (159,59 g.tan-1). Sedangkan pada bobot segar per tanaman, umur bibit yang terlambat dipindahtanamkan yaitu 7 HSS menghasilkan bobot segar per tanaman yang baik jika diberi GA3 50 ppm (143,39 g.tan-1) dan 100 ppm (187,2 g.tan-1). Hasil bobot segar per tanaman dan bobot konsumsi per tanaman terbaik pada umur bibit 3 HSS dan 5 HSS yang diberikan GA3 50 ppm dan 100 ppm.
Pengaruh Berbagai Media Tanam dan Dosis Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Aprilia, Reza; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.06.06

Abstract

Sawi hijau adalah jenis sayuran yang memiliki nilai komersial dan prospek yang cerah karena rasanya yang enak, ketersediaan mudah, dan budidayanya yang tidak terlalu rumit. Tanaman sawi kaya akan nutrisi, misalnya dalam setiap 100 gram sawi terdapat 2,3 gram protein, 0,3 gram lemak, 4,0 gram karbohidrat, 220,0 mg kalsium, 38,0 mg fosfor, 2,9 mg zat besi, 1940 mg vitamin A, 0,09 mg vitamin B, dan 102 mg vitamin C, serta 92 gram air. Tingginya permintaan akan sawi hijau memicu pengembangan produksi guna memenuhi kebutuhan konsumen. Peningkatan produksi memerlukan perhatian pada teknik budidaya, termasuk penggunaan kombinasi media tanam dan pupuk nitrogen. Unsur nitrogen sangat penting bagi pertumbuhan vegetatif tanaman dan penggunaan kombinasi pupuk organik dan anorganik dapat meningkatkan serapan nitrogen oleh tanaman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April di Greenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Media tanam yang digunakan mencakup campuran tanah, arang sekam, dan pupuk kandang sapi dengan variasi perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan media tanam campuran 1:1:1 (tanah, arang sekam, pupuk kandang sapi) serta pemberian 75 kg N/ha (urea) + 75 kg N/ha (ZA) memberikan hasil terbaik dalam hal tinggi tanaman, luas daun, bobot segar, dan berat konsumsi. Namun, perlakuan dengan campuran 0:2:1 dan berbagai dosis pupuk nitrogen (150 kg N/ha urea, 150 kg N/ha ZA, 75 kg N/ha urea + 75 kg N/ha ZA, 112,5 kg N/ha urea + 37,5 kg N/ha ZA) menghasilkan pertumbuhan serta hasil sawi hijau yang lebih rendah. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kurangnya unsur hara dalam campuran media tanam tersebut.
Efektivitas Beberapa Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Stek Mawar (Rosa multiflora L.) Ramadhani, Nabila Aghnia; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.08.07

Abstract

Tanaman mawar penghasil bunga potong membutuhkan batang bawah yang kokoh dan berkualitas. Akan tetapi perbanyakan stek batang sering gagal menumbuhkan akar apabila tidak memperhatikan faktor pendukungnya. Umumnya perbanyakan batang bawah mawar dilakukan secara vegetatif melalui teknik stek batang. Salah satu penunjang keberhasilan stek mawar sebagai batang bawah adalah pertumbuhan akar yang baik. Keberhasilan pertumbuhan akar dapat didukung dengan faktor eksternal seperti zat pengatur tumbuh dan media tanam yang sesuai. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mempelajari efektivitas penggunaan zat pengatur tumbuh alami dan media tanam sebagai faktor eksternal yang dapat meningkatkan pertumbuhan stek mawar. Bahan yang dibutuhkan meliputi batang mawar, umbi bawang merah, kecambah kacang hijau, jagung muda, Indole Acetic Acid (IAA) 99%, botol kaca gelap, rotary evaporator, metanol, kertas saring, aquades, amplop kertas, tanah, arang sekam, pupuk bokashi. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur pada bulan Maret hingga Juni 2023. Data yang didapatkan dianalisis ragam (ANOVA) 5%, apabila didapat pengaruh nyata dilanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%. Penggunaan zat pengatur tumbuh bersamaan dengan media tanam memberikan interaksi terhadap waktu muncul tunas. Pengaplikasian ekstrak bawang merah dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami terhadap peningkatan panjang tunas dan jumlah daun. Penggunaan media tanam arang sekam meningkatkan jumlah akar, panjang akar dan waktu muncul tunas. Perlakuan campuran media tanam memberikan hasil baik terhadap jumlah tunas stek mawar dibandingkan dengan perlakuan satu jenis media tanam. Sedangkan perlakuan campuran media tanam tanah + pupuk bokashi memberikan hasil baik terhadap berat segar, berat kering dan panjang tunas tanaman.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Limbah Baglog Jamur Tiram dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Tanaman Marigold (Tagetes erecta L.). Sholihah, Nuril Hikmatis; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman marigold menjadi salah satu tanaman hias yang banyak diminati oleh masyarakat. Pertumbuhan tanaman marigold dipengaruhi oleh media tanam dan ketersediaan hara bagi tanaman melalui kegiatan pemupukan. Penggunaan media baglog jamur tiram sebagai media tanam dapat memperbaiki serapan hara dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Pengaplikasian pupuk NPK dengan dosis yang tepat dapat memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanaman sehingga dapat meningkatkan kualitas dan produksi tanaman marigold. Media tanam yang menyediakan serapan hara yang baik dapat membantu kinerja penyerapan unsur hara dengan efektif melalui kegiatan pemupukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mempelajari pengaruh komposisi baglog jamur tiram sebagai media tanam dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan dan kualitas tanaman marigold (Tagetes erecta L.). Bahan yang dibutuhkan meliputi bibit Marigold Orange, limbah baglog jamur tiram, kompos limbah baglog jamur tiram, tanah, M21 Dekomposer, tetes tebu, polybag berukuran 20 x 18 cm2, pupuk NPK Mutiara (16:16:16) dan air. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Venus Orchid yang terletak di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada bulan Juni hingga September 2023. Data yang didapatkan dianalisis ragam (ANOVA) 5%, apabila didapat pengaruh nyata dilanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%. Penggunaan limbah baglog jamur tiram sebagai media tanam dan dosis pupuk NPK menunjukkan interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga, dan lama kesegaran bunga. Penggunaan limbah baglog jamur tiram sebagai media tanam dan dosis pupuk NPK yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga, dan lama kesegaran bunga marigold. Perlakuan komposisi media tanam 50% tanah + 50% kompos limbah baglog jamur tiram memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga, dan lama kesegaran bunga marigold.
Competition Assessment on Various Intercropping Patterns of Bitter Melon (Momordica charantia L) and Tomato (Solanum lycopersicum L): Competition Assessment on Various Intercropping Patterns of Bitter Melon and Tomato Blessya, Christabel Putik; Karyawati, Anna Satyana
Journal of Tropical Life Science Vol. 13 No. 3 (2023)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.13.03.18

Abstract

Intercropping is the practice of growing two or more crops in close proximity. Intercropping is useful for obtaining land efficiency, nutrient efficiency, and increasing biodiversity, which is in line with controlling plant-disturbing organisms. Intercropping can also be done in the rice fields, and it is hoped that the optimization of the use of the rice fields will have a good impact on rice and other crops. The adverse effect that is feared to arise due to the intercropping method is the contamination of substances through horizontal transfer of substances between plants. This study was conducted to determine the effect of competition on bitter melon and tomato intercropping. The study started from January to May 2022 in Sukorejo Village, Gondanglegi District, Malang Regency. The research stages include planting and maintaining commodities, observing growth, and organoleptic testing. The study used a Randomized Block Design (RBD) which was arranged in a non-factorial. The total treatment was 5 treatments which were repeated 4 times. The results of the research on the competitiveness of tomatoes were superior to bitter melon in a 2-line and 3-row intercropping system. From an economic point of view, intercropping in a 1:1 or 1:2 ratio is feasible because it has an R/C Ratio of more than 1. Bitter melon and tomatoes grown in polyculture with a 3-row alternate cropping pattern in a 1:2 ratio of tomatoes and bitter melon are feasible because has an R/C Ratio of 3.57 and has a more stable price for bitter melon.
Aplikasi Pupuk Organik Pada Budidaya Mawar Di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Karyawati, Anna Satyana; Rahayu, Aldila Putri; Saitama, Akbar; Kurniawan, Andi; Armita, Deffi; Nihayati, Ellis; M. Roviq, M. Roviq; Barunawati, Nunun; Islami, Titiek; Maghfoer, M. Dawam
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i1.5790

Abstract

Proses budidaya bunga mawar memerlukan penerapan sistem pertanian konvensional dengan penggunaan pupuk, pestisida, dan herbisida berbahan kimia sintetik masif dilakukan oleh petani. Dalam jangka panjang, kondisi ini secara tidak langsung akan mempengaruhi kesuburan tanah secara fisik, kimiawi ataupun biologis. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan contoh di lapang tentang manfaat dan hasil yang diperoleh dari penggunaan pupuk organik (kompos) sisa panen bunga mawar dan perbandingannya dengan penggunaan pupuk kimia serta ditinjau dari segi efisiensi usaha tani. Kegiatan ini dilakukan dilaksanakan mulai bulan Mei sampai Desember 2022 bertempat di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Kegiatan di awali dengan dilakukanya survei lahan mawar di kota tujuan, dilanjutkan dengan 3 kegiatan utama, meliputi: 1) pertemuan diskusi dan penyuluhan dengan petani di ikuti dengan pembagian kuesioner, 2) praktik lapang aplikasi kompos, dan 3) evaluasi keberhasilan program melalui pengambilan data kuesioner dari petani. Aplikasi pupuk kompos limbah mawar adalah sebagai salah satu upaya untuk memaksimalkan hasil panen mawar untuk dapat menambahan nilai jual dan kebermanfaatan produk. Penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bibit mawar. Di saat yang bersamaan, konversi limbah mawar menjadi pupuk organik dapat menambah pemasukan bagi petani dan secara tidak langsung akan dapat menekan biaya produksi dalam budidaya mawar. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa lebih dari 70 % petani yang ikut kegiatan menyatakan telah mengetahui dampak negatif pupuk kimia, serta telah mengetahui apa itu pupuk organik dan aplikasinya pada tanaman. Terlebih lagi, sebagian besar petani juga telah menerapkan pupuk organik dalam budidaya mawar, meskipun diberikan secara bersamaan atau berselang dengan pupuk anorganik.
Co-Authors Afidah, Ika Khurotul Afidah, Ika Khurotul Akbar Saitama Aldila Putri Rahayu Aldila Putri Rahayu Alpriyan, Dimas Alpriyan, Dimas Andi Kurniawan Andi Kurniawan Anggrainy, Veby Anggrainy, Veby APRILIA, REZA Ardiyanto, Farid Mufti Ardiyanto, Farid Mufti Armita, Deffi Armita, Deffi Blessya, Christabel Putik Budi Waluyo Budi Waluyo Candra Kusuma Wardana, Candra Kusuma Deffi Armita Dhimas Prakoso Setiawan Didik Hariyono Ellis Nihayati Ellis Nihayati Ellis Nihayati Fadhila, Syahada Amalia Fadhila, Syahada Amalia Fadhilah, Nurma Ferdiana Faronny, Danniary Ismail Febrina Ika Putri Fitriansah, Tiwi Fitriansah, Tiwi Gita Novita Sari Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Gutama, Grenandio Harsa Hana Nabilah Hibatullah, Ariq Husni Thamrin Sebayang Ikra Kurnia Cahya Januar, Faris Husein Januar, Faris Husein Jati Batoro Koesriharti Koesriharti Latifah Diah Puspasari M. Dawam Maghfoer M. Dawam Maghfoer, M. Dawam M. Roviq M. Roviq M. Roviq, M. Roviq Maghfiroh, Ika Yaumil Maghfour, Mochammad Dawam Maghfour, Mochammad Dawam Maretha Widhya Aulyaa Gusmawan Mariana, Wanda Mariana, Wanda Marpaung, Winda M. R. Melati Julia Rahma Moch. Dawam Maghfoer Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Roviq Mochammad Roviq Muhammad Roviq Nihayati, Ellis Ningsih, Sulastri Nourma Paramitha, Dyah Ayu Noviyanita, Widya Intan Noviyanita, Widya Intan Nunun Barunawati Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nursalim, M Nursalim, Moch Pratama, Dedi Pratama, Dedi Puri Kholifatush Sholihah Puspasari, Rosilia Puspasari, Rosilia Putik Blessya, Christabel Putro, Agung Nugroho Rahayu , Aldila Putri Rahayu, Aldila Putri Rahmandhias, Deris Trian Ramadhani, Nabila Aghnia Rezyawaty, Mariana Rezyawaty, Mariana Rismawan, Safetian Fauzi Rismawan, Safetian Fauzi Ronafani, Aditya Ronafani, Aditya Roosa, Vesta Roosa, Vesta Sabrina, Aulia Ilma Mirza Sabrina, Aulia Ilma Mirza Saitama, Akbar Saitama, Akbar Saragih Simarmata, Dwi Veritasman Sangapta Sebayang, Husni Thamrin Setiawan, Dhimas Prakoso Sholeh, Ahadin Sholeh, Ahadin Sholihah, Nuril Hikmatis Silalahi, Yapto Haryadi Sirait, Muhammad Harryson Afandy Sirait, Muhammad Harryson Afandy Sitawati Sitawati Sriyanto, Fajar Bagus Sriyanto, Fajar Bagus Suhardianto, Suhardianto Suhardianto, Suhardianto Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Tatik Wardiyati Thaherah, Firinka Amalia Titiek Islami Titiek Islami Titiek Islami Wahyudi, Didin Wahyudi, Didin Wardana, Candra Kusuma Widhiarso, Danang Windy Diyah Mawardy Yudha Tri Baskara