Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Refleksi Inovasi Pembelajaran Melalui Film The Ron Clark Story Yudanto, Bayu Hari; Priyoto, Priyoto; Marleni, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan modern menghadapi berbagai tantangan dalam menemukan strategi pembelajaran yang efektif dan menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa masa kini. Artikel ini merefleksikan inovasi instruksional dan pengembangan kelas melalui analisis film The Ron Clark Story, yang diangkat dari kisah nyata seorang guru yang menerapkan metode pengajaran kreatif, tegas, dan penuh kepedulian terhadap siswa dari latar belakang ekonomi rendah. Dengan menggunakan pendekatan konseptual dan reflektif, artikel ini mengkaji bagaimana film tersebut menampilkan strategi pengajaran, pengelolaan kelas, serta peran guru dalam membangun suasana belajar yang positif. Pembahasan berlandaskan pada teori desain instruksional Gagné sebagai kerangka utama, didukung oleh teori Self-Determination, model ARCS, dan pandangan pendidikan lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini tidak hanya menghadirkan inspirasi tentang dedikasi guru, tetapi juga contoh nyata penerapan teori instruksional dalam praktik untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, memotivasi, dan berpusat pada manusia.
The Influence of Authoritarian Parenting on Tonya’s Personal Life and Figure Skating Career in I, Tonya Movie (2017) Directed by Craig Gillespe Oktaviana, Resti Dwi; Priyoto, Priyoto; Mujani, Sahril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36852

Abstract

Studi ini membahas penggambaran pola asuh abusive yang dilakukan oleh seorang ibu tunggal serta pengaruhnya terhadap fungsi social anak, hubungan interpersonal, proses pengambilan keputusan, dan perkembangan karier sebgaimana digambarkan di film I, Tonya (2017). Meskipun pembahasan mengenai gaya pengasuhan dalam film telah banyak dilakukan, penelitian tentang kekerasan ibu dalam prespektif teori gaya pengasuh masih relatif jarang dibahas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis pola asuh ibu Tonya Harding, yaitu LaVona, dengan menggunakan teori gaya pengasuhan Diana Baumrind. Hasil penelitian menunjukan bahwa LaVona menerapkan gaya pengasuhan otoriter yang ditandai dengan control yang ketat, disiplin yang keras, serta adanya kekerasan verbal dan fisik. Gaya pengasuhan tersebut menimbulkan emosional negatif dan mempengaruhi hubungan interpersonal Tonya. Di sisi lain, pola auh ini juga berkontribusi terhadap pembentukan ketahan diri, kedisiplinan, dan ketekunan Tonya dalam meniti karier sebagai atlet seluncur es tingkat elite. Namun, temuan ini tidak daoat dijadikan pembenaran atas praktik kekerasan dalam pengasuhan karena berisiko menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi.
The Struggle of Main Characters to Get Freedom and Happiness in the Peanut Butter Falcon Movie by Tyler Nilson Aprianti, Rahmawati; Priyoto, Priyoto; Mujani, Sahril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36993

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi perjuangan untuk kebebasan dan kebahagiaan dalam film The Peanut Butter Falcon (2019) karya Tyler Nilson. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada stigma sosial dan pembatasan institusional yang sering dihadapi oleh individu dengan disabilitas intelektual, yang seringkali merampas otonomi dan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk perjuangan fisik dan eksistensial yang dilakukan oleh karakter utama, Zack dan Tyler, serta menganalisis pencapaian kebahagiaan mereka melalui lensa Psikologi Humanistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan mimetik, menganalisis data sinematik—termasuk dialog, tindakan, dan transformasi karakter—sebagai cerminan realitas manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan karakter-karakter tersebut manifestasi sebagai perlawanan terhadap label sosial dan pembatasan institusional, yang mengarah pada transisi dari penindasan menuju aktualisasi diri. Melalui pemenuhan harga diri dan rasa memiliki, kedua karakter mencapai kebahagiaan eudaimonia, yang ditandai oleh pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebebasan adalah prasyarat mutlak untuk kebahagiaan autentik dan menyoroti peran film dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan narasi inklusif.