Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EXPLORING INJUSTICE AND REVENGE IN THE FILM PROMISING YOUNG WOMAN Munte, Ester Karolina; Priyoto, Priyoto; Nawakwulan, Lyla
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.30162

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi menarik bagi pembaca agar lebih memahami tema ketidakadilan dan balas dendam dalam film “Promising Young Woman”. Film ini menarik perhatian banyak orang karena menggambarkan kompleksitas dan ambiguitas konsep Ketidakadilan dan balas dendam. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah analisis kualitatif terhadap narasi dan tokoh dalam film. Penelitian ini menggunakan teori Radikal feminism untuk menemukan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini memberikan gambaran yang menarik dan kompleks tentang tema ketidakadilan dan balas dendam. Film ini menunjukkan bahwa balas dendam bisa menjadi cara untuk memperjuangkan keadilan, namun juga bisa menjadi sumber masalah dan konflik yang tidak terduga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah film “Promising Young Woman” memberikan gambaran yang menarik dan kompleks mengenai tema keadilan dan balas dendam. Film tersebut menunjukkan bahwa konsep-konsep ini tidak selalu mudah diterapkan dalam kehidupan nyata, dan trik balas dendam dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, artikel ini memberikan pesan yang kuat tentang pentingnya mempertimbangkan akibat dari tindakan balas dendam dan mencari alternatif lain untuk mencapai keadilan sejati. Latar belakang penelitian pada artikel “Menjelajahi Ketidakadilan dan Balas Dendam dalam Film Wanita Muda yang Menjanjikan” adalah keinginan untuk mengeksplorasi tema ketidakadilan dan balas dendam dalam film tersebut.
THE INTERPRETATION OF MENTAL HEALTH ROMANTICIZED IN THE LYRICS OF THE SONG “RAYUAN PEREMPUAN GILA” BY NADIN AMIZAH Azahra, Sarmila; Priyoto, Priyoto; Mashuri, Mashuri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.31209

Abstract

Song is a medium that can be used to convey messages to many people. The song aims to understand and reveal the overall meaning contained in the song lyrics as a whole. The purpose of this research is to find out the semiotic romanticized lyrics in “Rayuan Perempuan Gila” related to mental health. To analyze this song the writer uses the formulation of the semiotic model of Roland Barthes, where the analysis of this study emphasizes the search for denotations, connotations, and mythical meanings through the refinement of the expressions lyrical and visual. This study used a qualitative method of research that is descriptive and tends to use analysis. The song also carries the message that support, understanding and efforts to understand people with mental problems are very important.. The results of the research show that a). Emotional and thinking b). Loving yourself is not easy c). Anxiety and awareness.
DANI ARDOR’S TRAUMATIC EXPERIENCE, FEELINGS AND STRUGGLE TO GET HER SOCIAL LIFE IN THE MOVIE MIDSOMMAR BY ARI ASTER Adinda, Herlita; Priyoto, Priyoto; Isminarni, Siti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.31264

Abstract

The purpose of this research is to help people understand Mental Illness. The Writer chooses this Midsommar Movie as the main source for  the analysis because the writer sees something complicated and intriguing to be analyzed and it can be used as knowledge and awareness through this movie. The movie is directed by Ari Aster. Additionally, the writer realizes that the issues and conditions that occurred in the movie also happen in real life. This study uses qualitative methods to analyze the data contained in the movie. This movie tells a story about Dani Ardor who just lost her family due to suicide. Dani, experiencing a painful tragedy about her family struggling to process her emotion and try to pretend as if she had overcome her grief by joining her boyfriend and his friends on a trip to Sweden and discovering a terrifying truth about the tradition that occurred in Harga every year. To analyze the problem formulation in this film, the writer uses Psychological approach and the theories that the writer chooses are Anxiety Disorder, Grief, PTSD, and Social Psychology. By applying the approach and theories, the writer concluded that Midsommar shows the struggle of Dani because she is unable to grief properly and affecting her mental health. The result of the research shows that people with Mental Illness need support from their relatives.
Refleksi Inovasi Pembelajaran Melalui Film The Ron Clark Story Yudanto, Bayu Hari; Priyoto, Priyoto; Marleni, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan modern menghadapi berbagai tantangan dalam menemukan strategi pembelajaran yang efektif dan menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa masa kini. Artikel ini merefleksikan inovasi instruksional dan pengembangan kelas melalui analisis film The Ron Clark Story, yang diangkat dari kisah nyata seorang guru yang menerapkan metode pengajaran kreatif, tegas, dan penuh kepedulian terhadap siswa dari latar belakang ekonomi rendah. Dengan menggunakan pendekatan konseptual dan reflektif, artikel ini mengkaji bagaimana film tersebut menampilkan strategi pengajaran, pengelolaan kelas, serta peran guru dalam membangun suasana belajar yang positif. Pembahasan berlandaskan pada teori desain instruksional Gagné sebagai kerangka utama, didukung oleh teori Self-Determination, model ARCS, dan pandangan pendidikan lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini tidak hanya menghadirkan inspirasi tentang dedikasi guru, tetapi juga contoh nyata penerapan teori instruksional dalam praktik untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, memotivasi, dan berpusat pada manusia.
The Influence of Authoritarian Parenting on Tonya’s Personal Life and Figure Skating Career in I, Tonya Movie (2017) Directed by Craig Gillespe Oktaviana, Resti Dwi; Priyoto, Priyoto; Mujani, Sahril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36852

Abstract

Studi ini membahas penggambaran pola asuh abusive yang dilakukan oleh seorang ibu tunggal serta pengaruhnya terhadap fungsi social anak, hubungan interpersonal, proses pengambilan keputusan, dan perkembangan karier sebgaimana digambarkan di film I, Tonya (2017). Meskipun pembahasan mengenai gaya pengasuhan dalam film telah banyak dilakukan, penelitian tentang kekerasan ibu dalam prespektif teori gaya pengasuh masih relatif jarang dibahas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis pola asuh ibu Tonya Harding, yaitu LaVona, dengan menggunakan teori gaya pengasuhan Diana Baumrind. Hasil penelitian menunjukan bahwa LaVona menerapkan gaya pengasuhan otoriter yang ditandai dengan control yang ketat, disiplin yang keras, serta adanya kekerasan verbal dan fisik. Gaya pengasuhan tersebut menimbulkan emosional negatif dan mempengaruhi hubungan interpersonal Tonya. Di sisi lain, pola auh ini juga berkontribusi terhadap pembentukan ketahan diri, kedisiplinan, dan ketekunan Tonya dalam meniti karier sebagai atlet seluncur es tingkat elite. Namun, temuan ini tidak daoat dijadikan pembenaran atas praktik kekerasan dalam pengasuhan karena berisiko menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi.
Designed to Connect: David’s Programmed Emotional Responses in A.I. Artificial Intelligence (2001) priyoto, priyoto; Marleni, Sri; Yudanto, Bayu Hari; Amalia, Amira Raihana
JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC Jakarta Vol 11 No 01 (2026): JELL STIBA IEC
Publisher : STIBA IEC JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37110/jell.v11i01.330

Abstract

This study examines the programmed emotional responses of David, the central humanoid robot in Steven Spielberg's A.I. Artificial Intelligence (2001), with a focus on emotional connections design between artificial beings and humans. The research employs a descriptive qualitative method, integrating film analysis and theories of human-AI interaction to explore the narrative and technological frameworks that shape David's emotional expressions. The findings indicate that while David's emotional programming successfully evokes empathy and connection, it also prompts critical discussions about the authenticity of artificial emotions and their implications for human relationships. This study contributes to the broader dialogue on the role of emotions in AI development and their potential societal impacts
The Struggle of Main Characters to Get Freedom and Happiness in the Peanut Butter Falcon Movie by Tyler Nilson Aprianti, Rahmawati; Priyoto, Priyoto; Mujani, Sahril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36993

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi perjuangan untuk kebebasan dan kebahagiaan dalam film The Peanut Butter Falcon (2019) karya Tyler Nilson. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada stigma sosial dan pembatasan institusional yang sering dihadapi oleh individu dengan disabilitas intelektual, yang seringkali merampas otonomi dan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk perjuangan fisik dan eksistensial yang dilakukan oleh karakter utama, Zack dan Tyler, serta menganalisis pencapaian kebahagiaan mereka melalui lensa Psikologi Humanistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan mimetik, menganalisis data sinematik—termasuk dialog, tindakan, dan transformasi karakter—sebagai cerminan realitas manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan karakter-karakter tersebut manifestasi sebagai perlawanan terhadap label sosial dan pembatasan institusional, yang mengarah pada transisi dari penindasan menuju aktualisasi diri. Melalui pemenuhan harga diri dan rasa memiliki, kedua karakter mencapai kebahagiaan eudaimonia, yang ditandai oleh pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebebasan adalah prasyarat mutlak untuk kebahagiaan autentik dan menyoroti peran film dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan narasi inklusif.