Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Stunting Komalasari, Komalasari; Fara, Yetty Dwi; Utami, Iis Tri; Mayasari, Ade Tyas; Komalasari, Vitria; Al Tadom, Nurlaelah
Journal of Current Health Sciences Vol. 1 No. 1: 2021
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.v1i1.4

Abstract

Indonesia still faced serious nutritional problems which are in line with the high number of stunting cases. The results of Basic Health Research show that the prevalence of stunting in Indonesia reached 30.8%  in 2018 and fell to 27.7% in 2019. Compared to the results of the Indonesian Toddler Nutrition Status Survey (SSGBI), the incidence of stunting in Indonesia was successfully reduced to 3.1% in the last year. However, this data was still higher than the World Health Organization (WHO) limit on stunting, which is less than 20%. Lampung is the 36th city with the highest prevalence of stunting. The number of toddlers in the short and very short categories in 2018 almost reached 30%. Handling stunting in Lampung was divided into two priorities or stunting loci, namely the first and second priorities. The first priority was the area of South Lampung, East Lampung and Central Lampung, while the second priority was the Tanggamus area, one of which is Sinar Petir Village which is included in the working area of the Bulok Public Health Center. The results of a preliminary survey conducted by researchers in January 2020 at the Bulok Public Health Center, it was revealed that there were 32 cases of stunting in the period January to December 2019. The toddlers diagnosed with stunting will be given supplementary feeding that are high in calories and protein as well monitored through the Integrated Service Post of toddlers every month to determine their progress. This study used a quantitative research design with a retrospective cohort approach. The data were taken through the medical records of the Public Health Center and the MCH handbook of Toddler stunting. Weight gain will be displayed in the form of the average (mean) weight per month after the Toddler has received recovering supplementary feeding. The monitoring was carried out up to 3 months after the giving of recovering supplementary feeding.
Pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kecemasan pada akseptor KB implant Dewi, Nelya; Fara, Yetty Dwi; Agustianti, Yenny; Wahyuningsih, Sri; Kurniawati, Ika Dyah; Martiasih, Wiwik Dwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22975

Abstract

AbstrakImplan adalah alat kontrasepsi berbentuk kapsul tipis elastis yang diletakkan dibawah kulit lengan atas seorang wanita. Implan mengandung hormon levonogestrel yang efektifitasnya mencegah kehamilan 99%. Salah satu kendala penggunaan KB Implan adalah kecemasan sebelum pelaksanaan prosedur. Tingginya tingkat kecemasan calon akseptor  mempengaruhi pemilihan kontrasepsi implan. Kecemasan adalah suatu perasaan yang tidak menyenangkan seperti gelisah, tegang, dan tanda-tanda hemodinamik yang abnormal sebagai konsekuensi dari stimulasi simpatik, parasimpatik, dan endokrin. Cara mengurangi kecemasan diantaranya dilakukan dengan menggunakan terapi farmakologis dan non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengurangi tingkat kecemasan pada seseorang sebelum dilakukan pemasangan implant yaitu dengan aromaterapi lavender. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengurangi kecemasan dalam pemasangan kb implant dengan pemberian aromaterapi lavender. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan mengenai kecemasan dan manfaat aromaterapi lavender serta memberikan penilaian dengan kuisioner tingkat kecemasan peserta sebelum diberikan dan setelah diberikan penyuluhan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pada tanggal 18 Januari 2024 dengan jumlah peserta 7 orang dapat mengurangi tingkat kecemasan peserta dari nilai rata-rata 13 menjadi 8,2. Kegiatan ini mengurangi tingkat kecemasan peserta sebelum dan saat dilaksanakan pemasangan Kb implant. Kata kunci: aromaterapi lavender; kb implant; kecemasan Abstract The implant is a contraceptive device in the form of a thin, elastic capsule that is placed under the skin of a woman's upper arm. The implant contains the hormone levonogestrel which is 99% effective in preventing pregnancy. One of the obstacles to using implant contraception is anxiety before carrying out the procedure. The high level of anxiety of prospective acceptors influences the choice of contraceptive implants. Anxiety is an unpleasant feeling such as restlessness, tension, and abnormal hemodynamic signs as a consequence of sympathetic, parasympathetic, and endocrine stimulation. Ways to reduce anxiety include using pharmacological and non-pharmacological therapy. One non-pharmacological therapy to reduce a person's anxiety level before implant installation is lavender aromatherapy. The aim of this community service is to reduce anxiety when installing birth control implants by providing lavender aromatherapy. The method used was to provide education about anxiety and the benefits of lavender aromatherapy as well as providing an assessment using a questionnaire on participants' anxiety levels before and after being given the education. The results of this service show that the implementation of activities carried out on January 18 2024 with a total of 7 participants can reduce the participants' anxiety level from an average value of 13 to 8.2. This activity reduces participants' anxiety levels before and during the Kb implant installation. Keywords: lavender aromatherapy; contraceptive implant; anxiety
Pemberian Edukasi "LILA" (Langkah Ibu, Lindungi Anak) dengan Rencana KB Pasca Salin untuk Kesehatan Ibu dan Bayi di Puskesmas Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat: Penelitian Anggriani, Yunita; Yetty Dwi Fara; Nur Alfi Fauziah; Desi Anggraini; Fitriyanti; Nurul Zakiyyah; Sutini; Wiwit Yuliana; Zahra Syifa Amanda; Refi Yuniar; Nurhasanah; Riana Mustika Ahyan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5492

Abstract

Keluarga Berencana (KB) pasca salin merupakan intervensi penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mencegah kehamilan dengan jarak terlalu dekat setelah persalinan. Namun, secara global sekitar 40% perempuan pasca persalinan di negara berkembang masih memiliki kebutuhan KB yang belum terpenuhi. Di Indonesia, cakupan KB pasca salin pada tahun 2021 baru mencapai 40,4%, yang salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan ibu nifas. Hasil pra-survei di wilayah kerja Puskesmas Sekincau menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas belum menggunakan KB pasca salin secara optimal dan belum pernah mendapatkan edukasi KB pasca salin secara terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas serta ibu yang memiliki bayi dan balita mengenai KB pasca salin melalui Edukasi “LILA” (Langkah Ibu, Lindungi Anak). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2025 di Posyandu Melati 1, Desa Pampangan, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Metode kegiatan meliputi pretest, penyampaian materi edukasi, diskusi dan tanya jawab, serta posttest. Materi edukasi mencakup konsep dasar KB, tujuan dan manfaat KB bagi kesehatan ibu dan bayi, konsep KB pasca salin, waktu pemberian KB pasca persalinan, serta jenis metode kontrasepsi yang aman dan efektif pada masa nifas dan menyusui. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 46,40 pada pretest menjadi 86,40 pada posttest (p-value = 0,000). Edukasi “LILA” terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai KB pasca salin dan direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan Posyandu sebagai upaya meningkatkan partisipasi ibu dalam penggunaan KB pasca persalinan.
Co-Authors -, Idawati -, Nurniyanti Ade Tyas Mayasari Agustianti, Yenny Alfiyanti Muharramah Anggriani, Yunita Anita Noviana Arnawati, Arnawati Arumsari, Yunita Asmaul Alfiah, Indah Auliya Izza, Rizki Ayu, Juwita Jesri Beniqna Maharani Besmaya Cici Gustianingrum Damijah, Damijah Darmayanti, Heti Delena, Vina Maryu Desi Anggraini Desni Sagita , Yona Desni Sagita, Yona Dewi, Nelya Eka Nur Fitriana Eka Tri Wulandari Emilia Emilia Fauziah, Nur Alfi Fisca Pratiwi Fitri Sugiarti Fitriana, Eka Nur Fitriyanti Giyarmi, Resti Dian Hellen Febrianti Hellen Febriyanti Hellen Febriyanti Heni Pujiastuti Hikmah Ifayanti Husna, Zulfa Lailatul Iis Tri Utami Irmayani Irmayani Irmeita Atfa Jasmilla, Nia Juni Ekawati Juwariah, Juwariah Kartini Kartini Kholia Trisyani Komalasari Komalasari Komalasari, Vitria Kurniawati, Ika Dyah Kusuma Ningrum, Eni Lusiana, Ria Mahdalyanti, Mahdalyanti Martiasih, Wiwik Dwi Mayasari, Ade Tyas Meiciko Indah Meisuri, Annisak Muharramah, Alfiyanti Nugroho, Tri Adi Nurhasanah Nurlaelah Al-Tadom Nurul Zakiyyah Nyimas Evi Syafitri Mayasari Orika Crisna Primadevi, Inggit Purwoko, Agus Putri, Nita Arena Rahayuningsih, Endang Rahmayani, Riana Raj, Jihan Francisca Ratna Wulan Sari Refi Yuniar Retno Wulandari Riana Mustika Ahyan Rika Agustina Rika Agustina, Rika Rini Wahyuni Riona Sanjaya Rizka Handayani Rohila, Titin Rosmianah, Rosmianah Rr. Sri Endang Pujiastuti Rusmawati, Eni Safitry, Erita Sanjaya, Riona Sari, Nefi Yunfindi Septarina, Indah Septika Yani Veronica Siti Maesaroh Siti Maesaroh Siti Rohani Suharyo Hadisaputro Sukamto, Ika Sumiyarsi Sunarti Supriyati Susilawati, Fitri Sutini Suzannawati, Neny Tri Adi Nugroho Tri Widayanti Trian, Novi Tuti Mayanti Utami, Iis Tri Wati, Marina Eka Weti Megasari Widiawati Widiawati, Widiawati Wiwit Yuliana Yani Veronica, Septika Yesi Riantika Yesika Tusiana Yona Desni Sagita Yona Desni Sagita Yona Desni Sagita Yuni Sulistiawati Yunita Anggriani Yuwita, Yuwita Zahra Syifa Amanda