Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Peran Jamu Dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Sebagai UpayaPencegahan Infeksi Covid-19 Di Desa Cipadang Gedong Tataan Pesawaran Triyandi, Ramadhan; Ramdini, Dwi Aulia; Sukohar, Asep; Iqbal, Muhammad; Wardhana S, Muhammad Fitra; Nurmasuri, Nurmasuri; Ariyati, Retno Desy
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2952

Abstract

Jamu menjadi warisan budaya Indonesia yang memberikan manfaat kesehatan secara turun temurun. Pandemi Covid-19  mendorong semua pihak untuk menemukan solusi penanganan dan pencegahan. Salah satu upayanya adalah pemanfaatan  jamu dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Tujuan dari Pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan peran jamu dalam meningkatkan daya tahan tubuh sebagai upaya pencegahan infeksi Covid-19 kepada masyarakat khususnya ibu-ibukader di Desa Cipadang Gedong Tataan Pesawaran. Peserta penyuluhan ini diberikan materi secara langsung dengan memberikan buku saku tentang peran Jamu dalam meningkatkan daya tahan tubuh yang disertai diskusi aktif. Skor rata-rata pre-test dan post-test peserta penyuluhan meningkat  sebesar 17%. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuanpeserta tentang  peran jamu dalam meningkatkan daya tahan tubuh sebagai upaya pencegahan infeksi Covid-19. Diharapkan kedepan dapat dilakukan pendampingan masyarakat dalam pembuatan jamu sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu dapat memberikan bekal pengetahuan dan skill kemandirian dalam upaya pencegahan penyakit khususnya di masyarakat Desa Cipadang Gedong Tataan Pesawaran, Lampung. Kata kunci : Peran Jamu, Daya Tahan Tubuh, Covid-19
PENYULUHAN PENGGUNAAN JAMU DAN HERBAL PADA PASIEN HIPERTENSI DAN DIABETES DI DESA HANURA KABUPATEN PESAWARAN Ramdini, Dwi Aulia; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Damayanti, Ervina; Suri, Nurma; Afriyani, Afriyani; Islami, Suryadi; Rahayu, Ihsanti Dwi; Ambarwati, Endah; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardhana; Febriana, Triana; Dwi, Farah; Farhana, Lubna
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3289

Abstract

Penggunaan obat herbal masih menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat diantaranya pada penderita hipertensi dan diabetes melitus. Beberapa tanaman diketahui memiliki efek sebagai antihipertensi dan antidiabetik. Penggunaan dua obat atau lebih dapat menghasilkan efek sinergisme atau antagonis yang dikenal sebagai interaksi obat. Berdasarkan hasil studi dinyatakan bahwa penggunaan jamu/obat herbal dengan obat konvensional secara bersamaan atau simultan dapat menimbulkan beberapa menimbulkan reaksi obat yang tidak diinginkan (adverse drug reaction). Kegiatan ini bertujuan memberikan penyuluhan kepada masyarakat Desa Hanura tentang cara penggunaan jamu dan obat herbal pada penderita hipertensi dan diabetes mellitus yang mendapatkan pengobatan dari dokter. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan secara langsung yang diawali dengan penyampaian materi terkait teknik penggunaan obat jamu dan obat herbal yang aman seraya mengonsumsi obat konvensional kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan penyuluhan yang terdiri atas kader PKK dan masyarakat Desa Hanura. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 11% dengan nilai rata-rata pre-test 74 dan post-test 85. Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan kewaspadaan masyarakat terkait penggunaan jamu dan obat herbal khususnya pada individu yang sedang menjalani terapi obat. Selain itu masyarakat menjadi lebih paham tentang cara pemilihan produk herbal yang aman. Kata kunci: Diabetes Melitus, Hipertensi, Jamu, Interaksi Obat, Obat Herbal
PENYULUHAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK MENJAGA KEBUGARAN TUBUH DAN MENCEGAH PENYAKIT PADA PASIEN DAN KELUARGA PASIEN PSIKIATRI DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI LAMPUNG Ramdini, Dwi Aulia; Damayanti, Ervina; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Suri, Nurma; Islami, Suryadi; Maulana, Muhammad; Kirana, Shela Sandra; Vanadis, Zifa Aisha; Ramadhina, Farrasyifa; Ramdhini, Rizki Nisfi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3622

Abstract

Menjaga kesehatan tubuh merupakan kewajiban bagi setiap orang termasuk pasien dan keluarga pasien. Memanfaat tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit seperti penyakit kronik dan penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, gagal Jantung. Pemanfaatan tanaman obat keluarga merupakan solusi pencegahan penyakit yang murah, praktis dan efektif. Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan pasien psikiatri dan keluarga pasien tentang pemanfaatan TOGA dalam menjaga kebugaran tubuh dan upaya pencegahan penyakit. Informasi tentang ini disampaikan langsung kepada peserta yakni pasien dan keluarga pasien di rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung. Penyampaian Informasi juga akan disertai Buku Saku tentang pemanfaatan TOGA dalam menjaga kebugaran dan pencegahan penyakit. Sebanyak 27 peserta mengikuti kegiatan penyuluhan ini, yang terdiri atas pasien dan keluarga pasien. Lebih dari 50% peserta penyuluhan memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya menjaga kebugaran tubuh, dan mayoritas peserta juga sudah memanfaatkan TOGA sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan tubuh. Diharapkan kedepan akan semakin banyak tenaga kesehatan seperti dokter, apoteker, dan perawat dalam menyediakan informasi tentang upaya pencegahan penyakit khususnya melalui aktivitas menjaga kebugaran tubuh dan juga pemanfaatan TOGA. Kata kunci: Kebugaran, Pencegahan penyakit, Pasien psikiatri, Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Efektivitas Olahraga sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Skizofrenia Lyansaputri Salsabila; Andi Nafisah Tendri Adjeng; Nurmasuri Nurmasuri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia adalah penyakit neuropsikiatri berat yang berhubungan dengan perubahan neurobiologis di banyak daerah otak dan organ perifer. Gejala negatif dan gejala kognitif muncul pada sekitar separuh pasien dan sulit untuk diobati, sehingga menyebabkan hasil fungsional yang tidak baik serta kecacatan jangka panjang. Terapi olahraga telah diusulkan sebagaipilihan terapi adjuvan atau primer. Olahraga yang terstruktur dan rutin diketahui memiliki pengaruh dalam memperbaiki gejala positif, negatif, kognitif pada pasien skizofrenia. Berdasarkan hal tersebut, artikel bertujuan untuk mengetahui efektivitas olahraga sebagai terapi tambahan pada pasien skizofrenia serta untuk mengetahui bagaimana olahraga dapat meringankan gejala pada penderita skizofrenia. Penelusuran pustaka dilakukan dengan penelusuran literatur secara onlinedengan menggunakan basis data elektronik yaitu PubMed NCBI dan Google Scholar dengan rentang penerbitan artikel 10 tahun terakhir (2013-2022). Hasil tinjauan pustaka didapatkan bahwa olahraga dapat memengaruhi struktur dan fungsi otak serta mekanisme molekuler pada pasien skizofrenia yang berhubungan dengan fungsi motorik dan koneksi saraf yang terkait. Terapi tambahan olahraga terbukti efektif dalam meringankan gejala negatif, umum, kognisi, fungsi global, danmeningkatkan kualitas hidup pada pasien skizofrenia. Secara keseluruhan olahraga menjadi intervensi nonfarmakologis yang menarik, aman, relatif mudah dan murah, serta menjanjikan untuk memperbaiki gejala pada penderita skizofrenia.Kata Kunci: Olahraga, skizofrenia, terapi tambahan
Potensial Ekstrak Herbal Kunyit (Curcuma Longa) Sebagai Anti Bakteri dan Anti Inflamasi Regi Afriyana; Mirza Junando; Nurmasuri Nurmasuri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunyit (Curcuma longa) merupakan salah satu tanaman herbal  yang sangat dikenal berkhasiat terutama bagian rimpangnya. Kunyit dibudidayakan secara luas di India, Cina, Indonesia, dan negara-negara tropis lainnya. Senyawa aktif yang terkandungdalam rimpang kunyit antara lain yaitu Kurkuminoid, Minyak atsiri, Resin (termasuk terpenoid, triterpenoid, fenilpropena),lemak, Karbohidrat, vitamin dan sebagainya. Kurkumin dipercaya mampu bekerja sebagai anti bakteri diantaranya sepertibakteri Staphylococcus.aureus dan Escherichia coli yang diharap dapat menjadi alternatif untuk mengatasi infeksi dan dapatmengurangi terjadinya resistensi dari penggunaan antibiotik. Mekanisme Kurkumin sebagai zat anti bakteri adalah denganmenghancurkan dinding sel dan menyebabkan kematian pada sel bakteri. Selain sebagai anti bakteri, Kunyit jugaidipercayamemiliki efek farmakologis sebagai  anti inflamasi atau peradangan dalam tubuh dengan mekanisme menghambat berbagaimolekul yang terlibat dalam dalam proses inflamasi. Tujuanipenulisan dari artikel ini adalah untuk mengetahui potensiekstrak herbal Kunyit (Curcuma Longa) sebagai anti bakteri dan anti inflamasi. Metode penelusuran sumber dilakukan melaluimesin pencarian Google Scholar,Pubmed,idan Elsevier. Hasil penelusuran ditemukan bahwa ektrak Kunyit memiliki potensisebagai anti bakteri dan anti inflamasi secara efektif. Semakin besar konsentasi pada ekstrak maka efek farmakologis yangditimbulkan semakin besar. Kata Kunci: Kunyit (Curcuma Longa), Antibakteri, Anti Inflamasi.
Faktor Penyebab Kejadian Rehospitalisasi Pada Pasien Skizofrenia Savira Rahmadanti; Nurma Suri; Citra Yuliyanda Pardilawati; Ervina Damayanti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp24-31

Abstract

Skizofrenia adalah penyakit kejiwaan kronis dan kompleks yang dialami oleh sebagian besar masyarakat di dunia dan berpotensi mengalami kejadian rawat inap kembali atau rehospitalisasi di rumah sakit akibat kekambuhan gejala yang dirasakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya rehospitalisasi pada pasien yang menderita skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode literature review atau tinjauan pustaka dengan mengumpulkan beberapa sumber database elektronik berbahasa Indonesia 10 tahun terakhir (2014-2024) menggunakan kata kunci yang relevan. Kriteria inklusi mencakup studi observasional, eksperimental, dan RCT terkait faktor penyebab kejadian rehospitalisasi pada pasien skizofrenia di Indonesia. Didapatkan 12 artikel ilmiah yang masuk kriteria inklusi dan digunakan sebagai acuan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor penyebab terjadinya rawat inap kembali atau rehospitalisasi pada pasien skizofrenia meliputi faktor ekonomi, tekanan peristiwa kehidupan, ketidakpatuhan pengobatan, kurangnya pengetahuan dan dukungan keluarga serta kurangnya dukungan sosial. Apoteker berperan penting dalam memberikan edukasi kepada pasien, memberikan jadwal kontrol rutin, dan membantu memantau kepatuhan minum obat pasien sehingga dapat mengurangi angka kejadian rawat inap kembali atau rehospitalisasi pasien skizofrenia di rumah sakit.
The Modified Nutrition Risk in Critically III (mNUTRIC) Score associated with Clinical Outcome and Length of Stay in Intensive Care Unit (ICU) Patients Galuh Dwi Anjani; Mirza Junando; Rasmi Zakiah Oktarlina; Rani Himayani; Nurma Suri
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v14i2.48190

Abstract

  Background: Malnutrition is a common issue in hospital settings, particularly in the ICU and among elderly patients. Objective: This study aimed to analyze the nutritional characteristics of ICU patients and their association with clinical outcomes and length of stay. Methods: This prospective observational study was conducted in the ICU of Dr. H. Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province, from December 2023 to February 2024. Patients hospitalized during this period were the study population, with total sampling used to collect data. The mNUTRIC score was employed to assess nutritional status. Bivariate analysis using chi-square was conducted to analyze the association between mNUTRIC scores and patient outcomes, as well as length of stay. Results: The majority of patients were elderly aged 50-75 years (45%) and female (95%). A significant portion (68.3%) had an abnormal body mass index (underweight, overweight, or obese). Additionally, 91.7% had comorbidities, and most stayed in the ICU for more than three days, with 51.7% having extended stays. Furthermore, 48.3% passed away during hospitalization. The study found that 51.7% of patients were at high nutritional risk, while 48.3% were at low risk. Bivariate analysis revealed a significant correlation between mNUTRIC score and clinical outcomes, including length of stay (p<0.05). Conclusion: This study concludes that ICU patients often have an abnormal nutritional risk, either high or low, based on mNUTRIC scores. Furthermore, mNUTRIC scores are correlated with clinical outcomes and length of stay.
LITERATURE REVIEW: POTENSI ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava L.) DAN DAUN KEMANGI (Ocimum Basilicum L.) DALAM SEDIAAN KOSMETIK Fariha Ais Aliya; Ihsanti Dwi Rahayu; Nurma Suri; Zulpakor Oktoba
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/d1c59684

Abstract

Berdasarkan pengalaman secara turun temurun, jambu biji (Psidium guajava L.) dan Kemangi (Ocimum basilicum L) sering dimanfaatkan sebagai bagian dari makanan, pengobatan tradisional, wewangian, dan alternatif aromaterapi. Daun jambu biji dan daun kemangi diketahui mengandung senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang dapat berperan dalam menjaga kesehatan kulit. Senyawa fenolik yang berperan sebagaiantibakteri dan antioksidan. Oleh karena itu, kedua tanaman ini memiliki potensi besar yang dapatdimanfaatkan sebagai bahan utama dalam formulasi sediaan kosmetik. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi daun jambu biji dan daun kemangi sebagai bahan alami dalam pembuatan kosmetik. Literatur review ini dilakukan dengan mencari artikel terkait melalui penggunaan kata kunci yang relevan pada situs database seperti google scholar, PubMed, dan researchgate dengan jumlah artikel jurnal yang digunakan sebanyak 13 artikel. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka menunjukkan bahwa daun jambu bijimemiliki khasiat yang dapat dibuat dalam berbagai produk kosmetik seperti body scrub, serum, bedak tabur tabir surya, acne patch, deodorant, gel facial wash, dan masker peel off. Sementara itu, daun kemangi juga memiliki manfaat yang signifikan dalam formulasi kosmetik, seperti digunakan dalam body lotion, serum, masker peel off, gel, dan krim. 
Pengaruh Konseling Apoteker terhadap Peningkatan Kepatuhan Terapi Pasien DM: Narrative Review Melisa Yasmin; Dwi Aulia Ramdini; Ihsanti Dwi Rahayu; Nurma Suri
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1047

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi tinggi yang memerlukan terapi jangka panjang serta kepatuhan pasien yang optimal. Rendahnya kepatuhan terhadap terapi pada pasien diabetes meningkatkan risiko komplikasi serius, menurunkan kualitas hidup, serta membebani sistem pelayanan kesehatan. Salah satu intervensi penting untuk meningkatkan kepatuhan adalah konseling oleh apoteker yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien terhadap penyakitnya, kepatuhan dalam penggunaan obat, serta perbaikan hasil klinis. Tujuan dari narrative review ini adalah mengulas pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan terapi pada pasien DM berdasarkan bukti empiris terkini. Artikel ditelusuri melalui database Google Scholar dan PubMed, menggunakan kata kunci yang relevan dan dibatasi pada tahun publikasi 2020–2025. Total terdapat 32 artikel yang ditemukan, 10 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi: tersedia dalam full-text, open access, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan secara spesifik meneliti intervensi konseling apoteker pada pasien diabetes. Hasil narrative review menunjukkan bahwa konseling apoteker secara signifikan meningkatkan kepatuhan konsumsi obat, menurunkan kadar glukosa darah puasa, menurunkan HbA1c, memperbaiki profil lipid, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode konseling bervariasi, mulai dari kunjungan rumah (home pharmacy care), pendekatan individual, hingga program komunitas seperti Prolanis. Secara keseluruhan, konseling apoteker terbukti efektif dan layak diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam layanan kefarmasian untuk mendukung keberhasilan terapi pada pasien DM.
Evaluation Of Medication Errors In The Prescribing Phase Outpatients With Acute Respiratory Tract Infections At The X Health Center In East Lampung In 2025 Anna Aufa Nurrohmah; Nurma Suri; Ervina Damayanti; Yulianasari Pulungan
Journal of Pharmaceutical and Natural Resources Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Pharmaceutical and Natural Resources
Publisher : Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpnar.v1i2.pp25-28

Abstract

Medication errors are considered as avoidable or preventable events which can lead to inappropriate medication use, potentially detrimental to the patient's condition, and it can occur in patients with ARI. The aim of this study is to determine the incidence of medication errors during the prescribing phase in patients ARI and the relationship between medication errors and age and number of courses of therapy. It was an observational analytical study with a cross-sectional design. Moreover, sampling was conducted by using accidental random sampling from April 2025 at the X Community Public Health Center. In addition, data were analyzed by using the Chi-square test and it was presented in tabular form. The characteristics of ARI patients are 39% male and 59.4% female, with a predominant age group of 34.3%. 83.3% of patients receive ≤ 4 courses of therapy. The incidence of medication errors is 82.3% which occurs in both administrative and pharmaceutical aspects. There is a relationship between the number of courses of therapy and medication errors (p-value <0.05) which shows that the number of therapy received by the patient is a factor in the incidence of medication errors. There is no relationship between age of the patients and medication errors (p-value >0.05). There is a relationship between the number of therapies and the incidence of medication errors. However, there is no relationship between age and the incidence of medication errors.
Co-Authors Abda Abda Ade Maria Ulfa Afriyani Afriyani, Afriyani Al Rasyid, Muhammad Irfan Ambarwati, Endah Anastasia Jessica Jasmine Anisah Putri Yuana Sari Anna Aufa Nurrohmah Annisa Primadiamanti Antika Sintia, Nova Ariyati, Retno Desy Asep Sukohar Asep Sukohar Asti, Windi Athallah, Muhammad Muzhafar Atri Sri Ulandari Aufa Nurrohmah, Anna Aulia Ramdini, Dwi Aurellia Anggun Sriani Axcellia Theresa Ayesha Kamila Ayu SWP, Fadillah Bayu Anggileo Pramesona Carisa Nabila Defri Cathartica, Allamanda Cheri F. A. Dera Chintia Dwi Tanasa Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Damayanti, Ervina Dedy Miswar Devvy Wahyu Mulyaningsih Dewi Sabrina Diva Meylia Dwi Aulia Ramdini Dwi Aulia Ramdini Dwi Aulia Ramdini Dwi Melani Dwi, Farah Ervina Damayanti Ervina Damayanti Ervina Damayanti Farhana, Lubna Fariha Ais Aliya Farras Qanitah Rony Febriana, Triana Femmy Andrifianie Galuh Dwi Anjani Ghozi Purna Atmaja Gusti Ayu Rai Saputri Ihsanti Dwi Rahayu Ihsanti Dwi Rahayu Junando, Mirza Kallista Puji Astuti Kirana, Shela Sandra Kylalona, Gracylia Lilik Koernia Wahidah Lyansaputri Salsabila Lyansaputri Salsabila Made Laksmi Meiliana Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Mega Intan Yulianti Melisa Intan Barliana Melisa Yasmin Mirza Junando Mirza Junando Mirza Junando Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Nanda Restiana Nawawi, As’ari Niken Dwi Astarina Oktafany Oktafany Oktafany Oktafany, Oktafany Oktarlina, Resmi Zakiah Oktoba, Zulpakor Pardilawati, Citra Yuliyanda Pius Ave Rafael Silalahi Prabamukti, Ilyas Primadiamanti, Annisa Putri Berliana Putri, Oka Mahila Gustia Rahmadhita, Elmira Rahman, M. Bobby Raisati Hikmah Faliha Ramadhan Triyandi Ramadhan Triyandi Ramadhina, Farrasyifa Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Rasmi Zakiah Oktarlina Ratih Anggun Komalasari Regi Afriyana Regi Afriyana Rizki Nisfi Ramdhini Rony, Farras Qanitah Roviq Umam S Salsabila, Lyansaputri Salsabilla, Kharisma Saputri, Gusti Ayu Rai Sarnianto, Prih Savira Rahmadanti Savira Rahmadanti Suryadi Islami Syahputri, Devina Harti Tiara Aninditha Triyandi, Ramadhan Vanadis, Zifa Aisha Wardhana S, Muhammad Fitra Wardhana, Muhammad Fitra Widodo, Alya Rahmah Widodo, Subur Wirasutisna, Komar Ruslan Yati Sumiyati, Yati Yuli Wahyu Tri Mulyani Yulianasari Pulungan Yulianti, Mega Intan Yumna Dwi Risanti Zahra Asnifa Setya Putri Zulpakor Oktoba