Articles
PENINGKATAN SISTEM KEAMANAN PARKIR DENGAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE IMAGING
Wahyu, Ari Purno;
Suhendri, Suhendri;
Heryono, Heri
JOINT (Journal of Information Technology) Vol 1 No 2 (2019): JoinT: Journal of Information Technology
Publisher : Bagian Penelitian, Pengabdian Masyarakat & Pusat Inovasi STMIK "AMIKBANDUNG"
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (622.152 KB)
|
DOI: 10.47292/joint.v1i2.9
Tempat parkir merupakan sebuah fasilitas umum yang biasa tersedia pada sebuah instansi atau kantor yang berfungsi untuk menyimpan kendaraan sementara disaat kita bekerja atau melakukan aktifitas lainnya, kendarran yang masuk ke area parkir kemungkinan puluhan bahkan ribuan, oleh kerena itu diperlukan sebuah sistem pengaturan dan manajemen area parkir, pengaturan tersebut bisa berupa prosedur parkir bahkan sistem pendukung lainnya seperti sarana dan prasaran parkir yang memadai, fungsi lain dari pembuatan dan pengembangan sistem parkir pada umumnya untuk memberikan keamanan dan kenyaman, sehingga kondisi kendaraan akan tertata dengan baik dilihat dari segi penempatan kendaran serta jaminan kemanan dan bisa dimanfaatkan selama 24 jam. Kendala yang dihadapi saat ini adalah jumlah kendaraan yang semakin bertambah sehingga diperlukan area atau space parkir yang lebih luas, lambatnya pendataan kendaraan karena teknologi yang digunakan masih dilakukan validasi plat kendaraan secara manual, masalah lain yang dihadapi adalah pada penempatan area yang luas, keterbatasan ini berdasarkan pada jumlah petugas parkir dilapangan sangat terbatas sehingga diperlukan tenaga dan waktu yang ektra untuk mengatur dan mengecek kendaraan yang sudah masuk di area parkir. Masalah tersebut bisa diatasi dengan penggunaan teknik image processing dan OCR algoritma, teknik ini sudah banyak diimplementasikan dibeberapa negara maju yang digunakan untuk manjemen sistem parkirnya, image processing digunakan untuk mendata dan mengawasi jumlah kendaraan yang ada diarea dengan melakukan pembacaan dengan cara scanning plat nomor kendaraan, teknik scanning bisa bekerja dengan menggunakan teknik OCR (Optical Character recognition), data dari sebuah image plat nomer kendaraan dikonversi kedalam bentuk teks atau angka dan bisa langsung disimpan pada sebuah database, data dari plat kendaraan yang telah disimpan kemudian dicocokan dengan foto kendaraan, dengan bantuan sistem bisa dintegrasikan dengan kamera sehingga pengawasan area parkir bisa dilakukan secara langsung dalam waktu yang lama, sistem mampu menampilkan data secara visual plat kendaraan dan foto kendaraan tersebut.
SISTEM INFORMASI PEMERIKSAAN JALUR KERETA API MENGGUNAKAN DRONE DAN TEKNIK IMAGE PROCESSING
Mardiana, Siti;
Hamdani, Dani;
Chaniago, M Benny;
Wahyu, Ari Purno;
Heryono, Heri;
Suhendri, Suhendri
JOINT (Journal of Information Technology) Vol 2 No 1 (2020): JOINT: Journal of Information Technology
Publisher : Bagian Penelitian, Pengabdian Masyarakat & Pusat Inovasi STMIK "AMIKBANDUNG"
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (758.482 KB)
|
DOI: 10.47292/joint.v2i1.002
Kereta merupakan moda transportasi utama yang sering kita gunakan, kereta sendiri bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk pegiriman barang dan memobilisasi penumpang, transportasi ini sangat unik yang dan memiliki jalur tersendiri berupa rangakaian besi baja melintang hingga beratus kilometer, struktur bantalan kereta api saat ini ada yang menggunakan beton dan kayu, jalur kereta tersebut sangat vital dan merupakan sarana pendukung penting. Proses monitoring jalur kereta api sendiri sangat ini komplek dan rumit diperlukan waktu yang lama, cara sebelumnya bersifat sederhana dan konvesional dengan menyusuri jalur kereta secara manual atau menggunakan alat pengukur geometri yang dipasang direl atau dikenal juga dengan nama railpod, railpod akan menyusuri rel dan akan memberikan report jika terdapat jalur kereta apa yang rusak, patah atau bergeser, pada penelitian ini akan dibuat sistem monitoring berbasis image dengan memanfaatkan drone sebagai alat pemantau jalur rel, cara lain adalah dengan pengambilan gambar bisa menggunakan data satelit yang akan memberikan informasi yang jelas tentang kondisi jalan sebelum dilalui oleh kereta api, sistem pengolahan data jalur kereta api dengan menggunkan image processing bisa menampailkan respon visual hingga ukuran cm, respon tersebut muncul jika ada pergeseran jalur maka sistem langsung memberikan data berupa lokasi dan pergeseran jalur pada komputer utama, sistem ini lebih cepat dalam mengecek dan menganalisa data jalur kereta dengan akurasi dan presisi yang tinggi hingga 90%, selain citra dari satelit pengambilan gambar bisa menggunakan drone, drone sendiri sangat mudah dalam perawatan dan penggunaan serta mampu memangkas biaya produksi bahkan kecelakaan kerja petugas dilapangan sendiri bisa di hindari karena drone mampu menjangkau jalur dan rel kereta api yang sulit misalkan melewati terowongan atau derah rel dijalur perbukitan dan padat penduduk.
Pengukuran Pitch dan Intensity Diftong Tertinggi Menggunakan Program PRAAT
Heri Heryono
Jurnal Linguistik Komputasional Vol 2 No 2 (2019): Vol. 2, No. 2
Publisher : Indonesia Association of Computational Linguistics (INACL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1293.564 KB)
|
DOI: 10.26418/jlk.v2i2.22
Penelitian ini menitikberatkan pada studi kasus sederhana yang melibatkan dua orang pengujar, native dan non-native dalam mengucapkan kata-kata yang mengandung diftong. Bidang linguistik yang terkait adalah fonetik dan fonologi, dengan bantuan sebuah aplikasi PRAAT untuk menghitung frekuensi dan intensitas ujaran. Subjek pembahasan dalam penelitian ini adalah vokal rangkap/diftong (diphthong) yang terdapat dalam beberapa kata berbahasa Inggris. Yang difokuskan hanyalah unsur pitch dan intensity dari dua orang pengujar dalam mengujarkan kata-kata bervokal rangkap tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam mendapatkan perbandingan pitch dan intensity dari dua pengujar ini adalah deskriptif-analisis dengan penyuguhan data berupa tabel angka serta grafik. Penelitian ini melibatkan satu pengujar native dan satu pengujar non-native untuk mendapatkan hasil yang bisa diperbandingkan. Metode pengambilan data menggunakan PRAAT dengan file audio sebagai sumber data utama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengujaran diftong dengan nilai pitch tertinggi baik dari pengujar native maupun non-native terlihat pada saat pengujaran kata dengan diftong /ɔɪ/; frekuensinya adalah 216.8 Hz untuk native dan 301.1 Hz untuk pengujar non-native. Sedangkan untuk intensity, diftong /ɪə/ memiliki angka intensitas terbesar yaitu 78.36 untuk pengujar native dan 80.52 untuk pengujar non-native. Berdasarkan pengambilan sampel data suara dari dua orang pengujar, maka dapat disimpulkan bahwa diftong /ɔɪ/ memiliki frekuensi yang tertinggi dibandingkan lainnya. Dan, diftongp /ɪə/ memiliki angka intensitas tertinggi dibandingkan dengan diftong lainnya. Penelitian menggunakan PRAAT dengan memperbandingkan pengujar native dan non-native secara fonetis memberikan ruang penelitian baru di ranah Bahasa dan teknologi.
Evaluation of E-learning Activity Effectiveness in Higher Education Through Sentiment Analysis by Using Naïve Bayes Classifier
Eka Angga Laksana;
Ase Suryana;
Heri Heryono
SISFORMA Vol 5, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Soegijapranata Catholic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.469 KB)
|
DOI: 10.24167/sisforma.v5i1.1450
Sentiment analysis as part of text mining research domain has been being recognized due to the successful implementation in social media analysis. Sentiment analysis methods had intelligent ability to classify texts into negative or positive. Classified texts concluded whole users respond and described opinion polarity about particular topic. Based on this idea, this research took e-learning’s users opinion as object to be measured through sentiment analysis. The results can be used to evaluate the e-learning activity. This research had been implemented in Widyatama University which had been running e-learning activity for several years. Qualitative method by given questioner to users and gather the feedback is commonly used as evaluation of e-learning system previously. Still, questioner doesn’t represent the conclusion about the whole opinion. Hence, it needs the method to identify opinion polarity from e-learning member. The e-learning opinion data sets were gathered from questioner filled by e-learning member included both student and lecturer as participants. The participants gave review about learning outcome after their participation in e-learning activity. Their opinion was needed to describe current situation about e-learning activity. Therefore, the conclusion could be used to make improvement and described few achievements about the e-learning system. The data sets trained by Naïve Bayes classifier to group each user respond into negative or positive. The classification results were also evaluated by a number of particular evaluation metric used in data mining to show the classifier performance such as accuracy, precision, and recall.
SMART CANTEEN : PERILAKU MENGATUR POLA MAKAN DENGAN MEMBACA NILAI NUTRISI (CONVENTIONAL DEEP LEARNING NEURAL NETWORK)
Ari Purno Wahyu;
Heri Heryono;
Muhammad Benny Chaniago;
Dani Hamdani
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Widyatama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.491 KB)
|
DOI: 10.33197/jitter.vol6.iss2.2020.356
Kesehatan merupakan bagian terpenting bagi kita dimana pengaruh atau datangnya penyakit melalui pola makan, terlebih bagi kita yang memiliki kesibukan yang luar biasa padatnya tentu saja tidak ada waktu untuk sarapan dan lebih memilih makanan cepat saji yang tersedia banyak di kantin atau kafe. Hal ini bukan berarti makanan cepat saji tidak sehat, hal ini akan menjadi masalah jika terlalu berlebih dan tidak memperhatikan takaran saji atau kandungan nutrisi yang ada pada makanan tersebut. Beberapa cara bisa dilakukan dengan menjaga sikap pola makan misalkan dengan diet atau menggunakan aplikasi perhitungan nutrisi yang ada di pasaran dan gratis untuk diunduh. Jenis aplikasi ini masih kurang efektif dimana aplikasi tersebut masih merupakan perkiraan saja dan tidak bisa digunakan secara realtime. Penelitian sebelumnya bisa menggunakan teknik computer vision dengan menggunakan image sebagai alat pembaca dari makanan yang akan kita santap. Aplikasi tersebut mampu membaca kandungan nutrisi sekaligus harga makanan, teknik pengolah image yang digunakan menggunakan metode Deep Learning Neural Network, algoritma ini terbukti memiliki akurasi dan pembacaan data yang tinggi dibandingkan algoritma yang lain. Aplikasi dengan Neural Network yang berbasis image bisa diimplementasikan pada mesin kasir di kantin atau cafe dan bisa dibuat dalam bentuk perangkat mobile sehingga lebih mudah digunakan. Teknik komputerisasi dengan Deep Learning Neural Network terbukti bisa diterapkan di kantin dan caf
Peningkatan Sistem Keamanan Parkir dengan Teknologi Artificial Intelligence Imaging
Ari Purno Wahyu;
Suhendri Suhendri;
Heri Heryono
Journal of Information Technology Vol 1 No 2 (2019): JoinT: Journal of Information Technology
Publisher : LPPM STMIK AMIK BANDUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47292/joint.v1i2.9
Parking space is a public facility available at an agency or office that serves to temporally store vehicles, the vehicle that enters the parking area is become tens or even thousands, because tahat reason parking system and management area is needed. Such arrangements able parking procedures and even other support systems such as adequate parking facilities and infrastructure, other functions is making and developing parking systems in general for provide security and comfort, bacause the condition vehicle will be well organized in terms of vehicle placement and security and safety can be used for 24 hours. Constraints this time increasing number of vehicles requires a wider parking area or space, the slow pace of vehicle data collection because the technology used is still carried out vehicle license plate validation manually, another problem is the placement of large areas, this limitation is based on the number of parking attendants in the field is very limited, so extra time are needed to arrange and check the vehicles that have entered the parking area. This problem can be handle using image processing and OCR algorithm techniques, this technique has been implemented in several developed countries that are used to manage they parking system, image processing is used to record and monitor the number of vehicles in the area by reading the number plate, scanning techniques using OCR (Optical Character recognition techniques) , data from a vehicle plate image is converted into text or numbers and can be stored inside database, data from the vehicle plate that has been stored is then matched with a vehicle photo, with help the system can be integrated with the camera so that the supervision of the parking area can be carried out directly for a long time, the system is able to display data visually.
Sistem Informasi Pemeriksaan Jalur Kereta Api Menggunakan Drone dan Teknik Image Processing
Siti Mardiana;
Dani Hamdani;
M Benny Chaniago;
Ari Purno Wahyu;
Heri Heryono;
Suhendri Suhendri
Journal of Information Technology Vol 2 No 1 (2020): JOINT: Journal of Information Technology
Publisher : LPPM STMIK AMIK BANDUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47292/joint.v2i1.002
Train is the main mode of transportation that we often use, the train itself can be used as a tool for shipping goods and mobilizing passengers, this transportation is very unique and has its own path in the form of steel strings across from hundreds of kilometers, railroad bearing structures currently exist which uses concrete and wood, the railroad is very vital and is an important supporting facility. The process of railroad monitoring is complex and complicated, takes a long time, the previous method is simple and conventional by tracing the railroad tracks manually or using a geometric gauge mounted direl or also known as railpod, railpod will follow the rails and will provide report if there is a train track that is damaged, broken or shifted, this research will create an image-based monitoring system using drones as a track monitor, another way is to take pictures using satellite data that will provide clear information about road conditions before being passed by the train, the railroad data processing system by using image processing can display visual responses up to cm in size, the response appears if there is a shift in the path then the system directly provides data in the form of location and shifting paths on the main computer, this system is more c eTat in checking and analyzing train track data with high accuracy and precision up to 90%, in addition to imagery from satellite images can use drones, drones themselves are very easy in maintenance and use and are able to cut production costs and even workplace accidents in the field workers themselves can be avoided because the drone is able to reach the track and railroad that is difficult for example through the tunnel or the railroad track along the hills and densely populated.
Place-Naming of Tourism Destination in West Java: Morphological Study
Tiara Salsabila Fadhilah;
Heri Heryono
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33258/birci.v5i2.5248
Language has a very important role in a tourist destination. This paper discusses morphological process of place-naming of tourism destination in West Java. West Java is one of the provinces in Indonesia that has many tourism destination. Also it has many hidden gem tourism destination that are not widely known by foreigner. The names of tourism destination in West Java have different morphological processes. The method used in this research paper is using qualitative research with descriptive approach. The purpose of this paper are Identifying kinds of morphological process and identifying the most effective process used in place-naming of tourism destination in West Java. The result demonstrated that there are found four types of morphological process in place naming tourism destination in West Java, namely acronym (29%) compounding (43%) blending (14%) and borrowing (14%).
Semantic Roles in Emma Watson’s Speech on Gender Equality at He for She Campaign
Vanny Annisa Putri Hendarto;
Heri Heryono
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33258/birci.v5i2.5249
This research intends to investigate and analyze the semantic roles used in Emma Watson's speech, as well as their significance. The study was conducted using a descripttive qualitative research methodology. The information was derived from Emma Watson's speech at the HeForShe script at the United Nations. From the studies there are only found six types of semantic roles which are agent (39%), experiencer (16%), goal (7%), source (16%), theme (20%), and location (2%). In addition to identifying the semantic role, the researcher also identified the meaning contained in the speech. Kinds of meaning that we can found in this research are only four types, there are conceptual meaning (86%), connotative meaning (6%), affective meaning (6%), and reflected meaning (2%). The types of semantic roles were analyzed by identifying each sentence.
Comparing Rule-Based Translation to Syntax Tree Diagram Translation
heri heryono
Journal of INISTA Vol 1 No 1 (2018): September 2018
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20895/inista.v1i1.8
Machine translation has developed more effectively to be specified as modern linguistics characterization. It indicates the formalization of translating process by machine within humanly approaching. Recently, in order to help people communicate indirectly through written, machine translation has its own system to break and match the codes through comprehensive database of words pocket. In linguistics perspective, machine translation always be assisted by its definite performance through derivative computational system. The problem appears when users need to translate ambiguous sentence from English to Bahasa Indonesia or vice versa. The paper used rule-based system which contains particular parts in order to run the process of translating; starts from tokenization, pre-processing, reordering and morphological process which lead to output accuracy. And used syntactic diagram translation, which was carried out manually by generating sentences into small units. The result of this research showed that RBS runs by standard linguistics system; and the output of translating refer to basic translation without giving any alternative translation nor meaning. While using syntactic diagram, there are possibility to get alternative result not only by linguistics features but also based on signification meaning of both translations. Those techniques run by considering linguistics features in order to help users to get translation output better.