Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Peningkatkan Akses Keluarga terhadap Pelayanan Kesehatan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) Aris Wawomeo; Irwan Budiana; Raimunda Woga
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9598

Abstract

Minimnya pelaksanaan prilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat menjadi salah satu penyebab masih tingginya masalah kesehatan di Desa Geoghoma. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan komprehensif melalui pendampingan pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Desa Gheoghoma Kabupaten Ende Provinsi NTT. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah screening, ceramah, diskusi, simulasi, praktek dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan berdasarkan 12 indikator program PIS PK yakni 35,8% keluarga tidak memenuhi stadar indikator keikutsertaan program Keluarga Berencana (KB). 1,9% keluarga tidak memenuhi stadar indikator ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, bayi mendapatkan imuniasi dasar lengkap, tidak ada keluaraga yang tidak memenuhi stadar indikator Berdasarkan Bayi Mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif, 15,1% keluarga tidak memenuhi stadar indikator penderita tuberculosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar, 47,2% keluarga tidak memenuhi stadar indikator penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, semua keluarga yang memenuhi standar indikator penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak di telantarkan. 88,7% keluarga tidak memenuhi stadar indikator anggota keluarga tidak ada yang merokok, 98,1% keluarga tidak memenuhi stadar indikator berdasarkan keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), 15,1% keluarga tidak memenuhi stadar indikator keluarga mempunyai akses sarana air bersih dan 24,5% keluarga tidak memenuhi stadar indikator keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat. Kesimpulan; Pelaksanaan program PIS PK pada masyarakat desa mampu menjadi dasar intervensi kesehatan sehingga memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses berbagai bentuk layanan kesehatan konfrehensif.
MITIGASI BENCANA LONGSOR BERBASIS KEARIFAN LOKAL KEBEKOLO DI DESA GHEO GOMA Irwan Budiana; Rifatunisa Rifatunisa; Marieta K.S.Bai
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tingginya potensi bencana hidrometeorologis seperti bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan bencana lainnya menuntut adanya upaya mitigasi dari multi sektor (Pentahelix) dengan memaksimalkan sumber daya masyarakat. Salah satunya melalui pemaksimalan kearifan lokal masyarakat. Menurut hasil pengamatan dan interaksi tim PKM dapat digambarkan bahwa masyarakat Desa Gheo Ghoma belum banyak mengenal resiko bencana longsor dan upaya mitigasinya. Hal tersebut dapat dilihat dari belum adanya upaya mitigasi di tengah masyarakat. Termasuk belum adanya pemaksimalan kearifan lokal seperti budaya Kabekolo. Tujuan: Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana longsor melalui penguatan kearifan lokal Kebekolo. Metode: Metode yang digunakan yakni pendidikan dan advokasi dengan tahapan yakni observasi lapangan, identifikasi permasalahan, penawaran solusi dan perancangan kegiatan, implementasi kegiatan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil: Terlaksananya pendidikan tentang mitigasi bencana longsor dan advokasi atau pendampingan masyarakat dalam melakukan mitigas bencana longsor berbasis budaya atau kearifan lokal Kebekolo secara berkelanjutan di lokasi rawan bencana Longsor. Kesimpulan dan rekomendasi: Kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat menjadi potensi utama terlaksananya mitigasi bencana longsor. Pemerintah dapat menjadikan kearifan lokal sebagai fokus utama dalam menyusun regulasi yang berkaitan dengan pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat.
Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Stunting Melalui Pendidikan Holistik Berbasis Kesehatan Irwan Budiana
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 1 No 02 (2023): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.17 KB) | DOI: 10.58812/ejimcs.v1i02.37

Abstract

Pandemi Covid 19 menyebabkan terganggunya pelayanan kesehatan ibu dan anak di Posyandu. Posyandu memiliki peran sentral untuk deteksi dini stunting pada Balita. Posyandu saat ini mulai kurang diminati, hal tersebut dapat dilihat dengan meningkatnya angka ketidakhadiran masyarakat di Posyandu (25.5% tahun 2007 menjadi 34.3% tahun 2018). Lemahnya penyelenggaraan pelayanan tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minimnya pendidikan kesehatan bagi orang tua tentang stunting. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan orang tua tentang stunting melalui pendidikn holistik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah screening, ceramah dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan pemberian edukasi kesehatan mengenai stunting secara holistik memberikan manfaat yang positif terhadap pengetahuan ibu yang mempunyai anak Stunting atau tidak mempunyaianak dengan stunting. Kesimpulannya yakni upaya edukasi masyarakat secara holistik khususnya ibu mengenai stunting dapat memberikan pengaruh terhadap pengetahuan ibu.
PEMANFAATAN BOOKLET KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI DI SMP 1 NEGERI I NDONA KABUPATEN ENDE Irwan Budiana; Anatalia K. Doondori; Marthiana Bedho; Khrispina Owa
JPM PAMBUDI Vol 3 No 2 (2019): JPM Pambudi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/pambudi.v3i2.604

Abstract

This community service aims to empower young women to prevent early reproductive health problems. The methods used in this community service activity are screening, lecture, discussion, simulation and practice. While the stages of problem solving are field observation, problem identification, solution offerings, activity design, implementation, evaluation and monitoring and integration. The results of these activities are age over 14 years (50.0%), menstrual periods up to 4 days (35.5%), changing pads two to 3 times per day (78.9%), height 140 to 150 cm (50.00 %), body weight of 30 to 45 kg (81.6%), the color of milk white mucus (81.6%), the amount of mucus that comes out is small (63.2%) and itching in the genital area is felt occasionally (68.4%). The implementation of community service is expected to produce an outcome in the form of the results of activities in an accredited journal with ISSN.
PEMBERDAYAAN ORGANISASI KEMASYARAKAT SEBAGAI ORANG TUA ASUH PADA ANAK DENGAN MASALAH STUNTING DI KELURAHAN ROWORENA KABUPATEN ENDE Budiana, Irwan; Paschalia, Yustina P.M.; Doondori, Anatolia K.
MINDA BAHARU Vol 8, No 1 (2024): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v8i1.5816

Abstract

Penanganan stunting perlu dukungan dan partisipasi dari masyarakat. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua asuh balita dengan kasus stunting dan memembantu atau mendorong peran aktif orang tua balita dengan kasus stunting untuk melakukan intervensi yang mengedepankan tumbuh kembang balita, pola makan yang bernutrisi tinggi dan perilaku hidup sehat lainnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah screening, ceramah, diskusi, simulasi, praktek dan pendampingan berkelanjutan dengan tahapan-tahapan yakni observasi lapangan, identifikasi permasalahan, penawaran solusi, perancangan kegiatan, implementasi, monitoring dan evaluasi. Hasil assessment menunjukan bahwa sasaran memiliki pengetahuan intervensi spesifik kategori cukup (71,4%), pengetahuan intervensi sensitif kategori baik (57,1%). Keterampilan sasaran tentang intervensi spesifik masuk kategori kurang (100%) dan keterampilan intervensi sensitif masuk kategori kurang (100%). Pengetahuan sasaran tentang stunting masuk katergori kurang (42,9%) dan keterampilan sasaran masuk kategori kurang (100%). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan sasaran tentang intervensi spesifik dan intervensi sensitif pada balita dengan kasus stunting.
Terapi Bermain pada Anak Berkebutuhan Khusus di Panti Asuhan Bhakti Luhur Ende Paschalia, Yustina P.M.; Cahyani, Sisilia Leny; Doondori, Anatolia K; Budiana, Irwan; Patmawati, Try Ayu
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2024): May
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v2i02.230

Abstract

Anak dikatakan berkebutuhan khusus jika ada sesuatu yang kurang atau bahkan lebih dalam dirinya. Anak berkebutuhan khusus (ABK) memerlukan penanganan khusus sehubungan dengan gangguan perkembangan dan kelainan yang dialami anak. tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat Terapi Bermain Puzzle Pada Anak Berkebutuhan Khusus di Panti Asuhan Bhakti Luhur Ende adalah sebagai upaya peningkatan kemampuan adaptif anak. Metode yang digunakan adalah dengan program bimbingan melalui terapi bermain Puzzle. Hasil yang didapatkan bahwa dari 18 anak yang mengikuti kegiatan terapi bermain, dari aspek konsentrasi ditemukan 2 anak menunjukkan konsentrasi sangat kurang, 8 anak menunjukkan konsentrasi kurang, 5 anak menunjukkan konsentrasi cukup, dan 3 anak menunjukkan konsentrasi baik. Sedangkan dari aspek ketertarikan/minat ditemukan 8 anak dengan ketertarikan/minat yang kurang, 7 anak dengan ketertarikan/minat yang cukup, dan 3 anak dengan ketertarikan/minat yang baik. Oleh karena itu diperlukan stimulasi yang dilakukan secara terus menerus melalui program bermain. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan didapatkan bahwa diperlukan stimulasi yang dilakukan secara terus menerus melalui program bermain. diharapkan dengan penerapan terapi bermain puzzle secara rutin dengan menggunakan berbagai kombinasi puzzle agar anak tidak merasa bosan, kemampuan kognitif anak akan terus meningkat.
Pelayanan Kesehatan Dan Deteksi Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular Bagi Masyarakat Adat Wologai Budiana, Irwan; Novian Agni Yudhaswara; Febtian Cendradevi Nugroho; Sisilia Leny Cahyani; Yosephina E Gunawan; Marieta K.S.Bai; Anatolia K. Doondori; Yustina P.M Paschalia; Aris Wawomeo; Maria Salestina Sekunda; Muhammad Chairun Rahim; Ragu Thedolfi; Pius Selasa; Julianus Lende; Pius Kopong Tokan; Khrispina Owa; Rif’atunnisa; Santoninho Zino De Carvalho
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v4i1.302

Abstract

Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki telah menyebabkan berbagai bentuk kerugian dan kesengsaraan bagi masyarakat, kerugian tersebut bersifat materi maupun non materi. Masyarakat terdampak bencana membutuhkan perhatian serius dari semua pihak salah satunya dari perguruan tinggi sebagai bagian dari Penta Helix Collaboration (Academic, Business, Community, Government, dan Media atau dikenal sebagai ABCGM). Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk membantu proses tanggap darurat bencana alam letusan Gunung Lewotobi kaki-laki yang meliputi penyelamatan dan evakuasi korban dan harta benda, pemenuhan kebutuhan. Metode yang digunakan yakni pembentukan tim, analisis situasi, mengidentifikasi dan menetapkan masalah, melakukan koordinasi lintas sektoral, merencanakan dan menetapkan program yang relevan dan melaksanakan kegiatan tanggap darurat dalam bentuk evakuasi korban dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi baik ekonomi, pendidikan dan kesehatan fisik dan mental, Jumlah sasaran yakni 2.469 pengungsi yang tersebardi di 3 posko utama (Pos Bokang, Lewolaga Pos Konga). Kegiatan ini dilakukan selama 5 hari yakni 05-09 November 2024 di Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil kegiatan terdiri dari 14 orang petugas (6 Dosen, 7 mahasiswa dan 1 driver) yang mengelola paket bantuan logistik dan pelayanan kesehatan. Paket bantuan tersedia dalam berbentuk obat-obatan dan kebutuhan dasar pengungsi yang berhasil dikumpulkan dan disalurkan kepada sasaran. Selain itu terdapat ratusan anak-anak ikut berpatisipasi dalam kegiatan pemulihan psikologi (trauma healing) dan ratusan masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan. Kesimpulan: Kegiatan tanggap darurat bencana secara cepat dan tepat sangat penting dilakukan dengan perencanaan yang baik untuk mengurangi korban jiwa dan berbagai bentuk kerugian dan kesengsaraan akibat bencana. Kehadiran tim sangat membantu pengungsi secara fisik, psikososial dan spiritual.
Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki- Di Kabupaten Flores Timur Irfan; Aris Wawomeo; Sisila Leny Cahyani; Dominggos Gonsalves; Pius Kopong Tokan; Gadur Blasius; Adrisnus Ola Wuan; Rif’atunnisa; Budiana, Irwan
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v4i1.303

Abstract

Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki telah menyebabkan berbagai bentuk kerugian dan kesengsaraan bagi masyarakat, kerugian tersebut bersifat materi maupun non materi. Masyarakat terdampak bencana membutuhkan perhatian serius dari semua pihak salah satunya dari perguruan tinggi sebagai bagian dari Penta Helix Collaboration (Academic, Business, Community, Government, dan Media atau dikenal sebagai ABCGM). Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk membantu proses tanggap darurat bencana alam letusan Gunung Lewotobi kaki-laki yang meliputi penyelamatan dan evakuasi korban dan harta benda, pemenuhan kebutuhan. Metode yang digunakan yakni pembentukan tim, analisis situasi, mengidentifikasi dan menetapkan masalah, melakukan koordinasi lintas sektoral, merencanakan dan menetapkan program yang relevan dan melaksanakan kegiatan tanggap darurat dalam bentuk evakuasi korban dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi baik ekonomi, pendidikan dan kesehatan fisik dan mental, Jumlah sasaran yakni 2.469 pengungsi yang tersebardi di 3 posko utama (Pos Bokang, Lewolaga Pos Konga). Kegiatan ini dilakukan selama 5 hari yakni 05-09 November 2024 di Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil kegiatan terdiri dari 14 orang petugas (6 Dosen, 7 mahasiswa dan 1 driver) yang mengelola paket bantuan logistik dan pelayanan kesehatan. Paket bantuan tersedia dalam berbentuk obat-obatan dan kebutuhan dasar pengungsi yang berhasil dikumpulkan dan disalurkan kepada sasaran. Selain itu terdapat ratusan anak-anak ikut berpatisipasi dalam kegiatan pemulihan psikologi (trauma healing) dan ratusan masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan. Kesimpulan: Kegiatan tanggap darurat bencana secara cepat dan tepat sangat penting dilakukan dengan perencanaan yang baik untuk mengurangi korban jiwa dan berbagai bentuk kerugian dan kesengsaraan akibat bencana. Kehadiran tim sangat membantu pengungsi secara fisik, psikososial dan spiritual
Optimalisasi Peran Kader dan Keluarga Dalam Menangani Kesehatan Untuk Mengikuti Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Rewarangga Kabupaten Ende Marieta KS Bai; Sisilia Leni Cahyani; Irwan Budiana; Maria S. Sekunda; Raimunda Woga
SENTRA DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59823/dedikasi.v2i3.65

Abstract

Posyandu lansia memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat lanjut usia (lansia). Namun, partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu sering kali masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader dan keluarga dalam mendukung lansia agar aktif mengikuti kegiatan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Rewarangga, Kabupaten Ende. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan  bentuk pemberian edukasi kesehatan melalui penyuluhan, pendampingan dan pelatihan kader tentang mengukur tanda-tanda vital (tekanan darah, suhu dan nadi). Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa peran aktif kader, seperti memberikan edukasi, pengingat jadwal posyandu, dan kunjungan rumah, memiliki pengaruh signifikan terhadap partisipasi lansia. Selain itu, dukungan keluarga, terutama dalam bentuk pendampingan ke posyandu, juga terbukti menjadi faktor penting. Namun, ditemukan kendala seperti kurangnya pemahaman keluarga tentang manfaat posyandu lansia dan keterbatasan sumber daya kader. Perlunya pelatihan berkelanjutan bagi kader untuk meningkatkan kompetensi kader dan   keluarga secara sinergis dapat meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan lansia di wilayah kerja Puskesmas Rewarangga.
Efforts to Prevent Tuberculosis Transmission Based on the Health Belief Model Theory in West Lombok Agus Supinganto; Ina Kusrini; Asih Setyarini; Lili Amaliah; Selasih Putri Isnawati Hadi; Irwan Budiana
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.463

Abstract

The community's high incidence of tuberculosis is closely related to behaviour, and family involvement. Transmission preventance becomes an important factor in controlling transmission of tuberculosis. The purpose of this study is to identify efforts to prevent tuberculosis transmission in western Lombok. Method. concise exploratory design using cross-sectional sampling of the sample using a purposeful sampling process with 58 respondents. Result. 72 % of respondents took measures to prevent tuberculosis based on the health belief model, namely; perceived susceptibility 72%; perceived seriousness 78%; perceived benefits 81%; perceived barriers 67%; and cues to action 65%. Duscussion.The need to improve family members' awareness about tuberculosis prevention and to practice safe and healthy living activities at all times.
Co-Authors , Muhammad Satria Mandala Pua Upa Adrisnus Ola Wuan Agus Supinganto Anatolia K. Doondori Anatolia K. Doondori Aris Wawomeo Aris Wawomeo Aris Wawomeo Asih Setyarini ATY, YOANI MARIA VIANNEY BITA Ayu Patmawati, Try Benu, Betrice Amelia Cahyani , Sisilia L. Cahyani, Sisilia Leny Dewi Nursukma Purqoti Dominggos Gonsalves Doondori, Anatalia K. Emmy Yuanita Ety Rahmawati Fantiana Suryanti Febtian Cendradevi Nugroho Gadur Blasius Ina Kusrini Intan Kristina Londa Irni Setyawati Julianus Lende Khrispina Owa Kornelia Fania Nggarang Krispina Owa Krispina Owa Kurnia, Theresia A. Kusniyati Utami Lili Amaliah Londa, Intan Kristina Maria Hilaria Maria S. Sekunda Maria Salestina Sekunda Maria Sarlina Darumba Maria Ulfa Mariana Ngundju Awang Marieta K. S. Bai Marieta K. S. Bai Marieta K.S.Bai Marieta K.S.Bai Marieta K.S.Bai Marieta KS Bai Marthiana Bedho Marthina Bedho Martina Bedho Martina Bedho Maulida Septiyana Mega Rahmawati Sucipto MMSI Irfan ,S. Kom Muhammad Chairun Rahim Ningsih, Apriliya Ningsih, Baiq Nila Sari Novian Agni Yudhaswara Nursofia, Baiq Ike Oktofianus Sila Paschalia, Yustina Paschalia, Yustina P.M. Patmawati, Try Ayu Pius K. Tokan Pius Kopong Tokan Pius Selasa Putri, Baiq Yusmiar Aulia Ragu Thedolfi Raimunda Woga Raimunda Woga Ramdhani, Restu Agung Rif'atunnisa Rif'atunnisa Rifatunisa Rifatunisa Rif’atunnisa Rif’atunnisa Rif’atunnisa Salestina Sekunda, Maria Santoninho Zino De Carvalho Selasa, Pius Selasih Putri Isnawati Hadi Sisila Leny Cahyani Sisilia Leni Cahyani Sisilia Leny Cahyani Sisilia Leny Cahyani Suharmanto Suharmanto Theresia Avila Kurnia Tri Dharmayani, Ni Komang Try Ayu Patmawati Try Ayu Patmawati Tsani, M. Khairul Wanti Wanti Yoseph Woge Yoseph Woge Yosephina E Gunawan Yustina P. M. Paschalia Yustina P.M Paschalia Yustina P.M Paschalia Yustina P.M. Paschalia Yustina P.M. Paschalia