Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship Between Determinant Factors of Nurse Competency in Disaster Mitigation in 5 Community Health Centers in Ende Budiana, Irwan; Patmawati, Try Ayu
International Journal of Natural and Health Sciences Vol. 2 No. 4 (2024): October 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijnhs.v2i4.2525

Abstract

This research aims to determine factors related to nurse competency in disaster mitigation. This research is a descriptive analytical study with a cross sectional approach. The population in this study were all nurses in 5 Community Health Centers in Ende City. Sampling used a purposive sampling technique with an instrument in the form of a questionnaire. Data were processed using SPSS software with a multiple regression test. The research results showed that there was no relationship between age, gender, education level, length of service and participation in disaster training with nurses' competency in carrying out disaster mitigation. Meanwhile, the level of education and knowledge, length of service and attitudes and competence of nurses in disaster mitigation have a significant relationship
Level of Patient Satisfaction in Nursing Services in the Inpatient Room of Ende Regional Hospital Budiana, Irwan; Londa, Intan Kristina
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 4 No 2 (2019): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jkp.v4i2.347

Abstract

Background: Nursing services are a very important part of health services in hospitals. Besides being the largest population, nursing service is a comprehensive service that includes biopsychososiocultural and spiritual aimed at individuals, families, groups and society. The most often expressed patient dissatisfaction in relation to the attitudes and behavior of the nurse profession, including delays in service, attitudes and ethics and other service quality. The purpose of this study was to determine the level of patient satisfaction with nursing services in the inpatient hospital of Ende’s Hospital. This type of research is descriptive with survey research design. The population in this study were all patients treated in the inpatient room of Ende’s Hospital totaling 249 people. The sampling technique was purposive sampling with a total sample of 75 people. The results showed 28 people (37.3%) were less satisfied with wound care and 33 people (44.0%) were quite satisfied with individual hygiene or bathing. Conclusion that the majority of patients, as many as 45 people (60.0%) were quite satisfied with nursing services in the inpatient room of Ende’s Hospital, 21 people (28.0%) were less satisfied and 9 people (12.0%) were satisfied. Nursing officers are expected to always provide opportunities for patients and families to participate in the care process and further enhance their skills and always provide services in a friendly manner and prioritize ethics in service.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Metode Peer Group terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku SADARI Remaja Putri Owa, Khrispina; Sekunda, Maria Salestina; Budiana, Irwan
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 6 No 1 (2021): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v6i1.529

Abstract

Abstract: Introduction: Independent breast examination is an effort to detect breast cancer early which is often recommended to every woman. The problem that is happening now is that people's knowledge about SADARI is still lacking. The aim of the study was to determine the effectiveness of the Peer Group Method Health Education towards breast cancer prevention in young women at SMAK St. Thomas Morus, Ende District. Methods: This study used a true experimental study with a pretest-posttest control group design. Respondents were determined by simple random sampling divided into two groups consisting of 30 people as the treatment group and 30 people as the control group. Results: There is a significant difference between the knowledge and behavior of young women before and after being given health education using the Peer Group method (T test: 0.000). Negative t value -3.548 means that the average knowledge and behavior before being given health education is lower than that after being given health education. Conclusion: the peer group method (peer educators) is considered very effective in providing health education to young women about BSE. So that peer educators are expected to be an alternative in health promotion that is more effective in delivering health messages, especially to adolescents. Abstrak: Pendahuluan: Pemeriksaan payudara secara mandiri merupakan upaya mendeteksi dini kanker payudara yang sering dianjurkan kepada setiap wanita. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah pengetahuan masyarakat mengenai SaDaRi masih kurang. Tujuan penelitian untuk mengetahui Efektifitas Pendidikan Kesehatan Metode Peer Group terhadap pencegahan kanker payudara pada Remaja Putri di SMAK St. Thomas Morus Kabupaten Ende. Metode: Penelitian ini menggunakan True eksperimental dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Responden ditentukan dengan Simple Random Sampling dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 30 orang sebagai kelompok perlakuan dan 30 orang sebagai kelompok kontrol. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan dan perilaku remaja putri sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode Peer Group (T-test:0,000). Nilai t-hitung negatif - 13,548 artinya rata rata pengetahuan dan perilaku sebelum diberikan pendidikan kesehatan lebih rendah dibandingkan dengan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Kesimpulan: metode peer group (pendidik sebaya) dinilai sangat efektif untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja putri tentang SADARI. Sehingga pendidik sebaya diharapkan menjadi salah satu alternatif dalam promosi kesehatan yang lebih efektif dalam penyampaian pesan kesehatan khususnya pada remaja.
Pelatihan dan Penerapan Teknologi Filtrasi Ramah Lingkungan untuk Pengolahan Limbah Pewarna Songket di UMKM Ungga Creative, Lombok Tengah Septiyana, Maulida; Putri, Baiq Yusmiar Aulia; Tsani, M. Khairul; Ningsih, Apriliya; Ramdhani, Restu Agung; Nursofia, Baiq Ike; Ningsih, Baiq Nila Sari; Dharmayani, Ni Komang Tri; Ulfa, Maria; Yuanita, Emmy; Budiana, Irwan
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/4mhjgv27

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ungga Creative yang berlokasi di Desa Ungga, Lombok Tengah, merupakan UMKM yang berfokus pada produksi kain songket, mulai dari proses pewarnaan benang hingga tahap penenunan. UMKM ini menghadapi permasalahan berupa limbah cair hasil pewarnaan yang berpotensi mencemari lingkungan sekaligus meningkatkan biaya produksi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk memberikan solusi melalui penerapan teknologi pengolahan limbah tekstil berbasis pengendapan tawas dan filtrasi sederhana dengan memanfaatkan media berupa pasir, kain perca, zeolit, dan serabut kelapa. Metode kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini meliputi penyuluhan mengenai dampak limbah tekstil, pelatihan praktis, serta pendampingan implementasi teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menjadi lebih memahami bahaya limbah pewarna tekstil apabila terpapar ke lingkungan. Selain itu, teknologi filtrasi terbukti dapat diaplikasikan secara langsung pada skala UMKM dan mampu menurunkan intensitas warna serta tingkat kekeruhan limbah, sehingga air hasil olahan dapat digunakan kembali dalam proses pewarnaan. Masyarakat mitra juga mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan limbah tekstil. Selain memberikan manfaat ekonomi berupa efisiensi penggunaan air, kegiatan ini turut mendukung keberlanjutan usaha dan berkontribusi pada pencapaianSDG 6 (air bersih dan sanitasi layak), SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), serta SDG 13(penanganan perubahan iklim).
Pelaksanaan Proses Rehabilitasi Pasca Bencana Banjir Bandang di Desa Waiburak Pulau Adonara, Flores Timur, NTT Irwan Budiana; Mariana Ngundju Awang; Aris Wawomeo; Yustina P.M Paschalia; Marieta K. S. Bai; Anatolia K. Doondori
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/v51nts71

Abstract

Proses rehabilitasi pasca bencna banjir bandang merupakan perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah terdampak pasca bencana banjir dengan sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada wilayah pascabencana. Rehabilitasi dapat dilakukan melalui kegiatan beberapa kegiatan yakni, pemberian bantuan ekonomi, pemulihan sosial psikologis dan pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu proses pemulihan kembali kondisi masyarakat pasca terjadinya bencana banjir bandang yang meliputi pemulihan ekonomi, pemulihan psikologi dan pemulihan layanan kesehatan. Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahap yakni analisis situasi, mengidentifikasi dan menetapkan masalah korban bencana, melakukan koordinasi lintas sektoral, Merencanakan dan menetapkan program yang relevan dan melaksanakan program kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Terdapat 150 paket logistik yang berhasil dikumpulkan dan disalurkan kepada 150 sasaran korban bencana sebagai bentuk pemulihan ekonomi, 23 anak-anak ikut berpatisipasi dalam kegiatan pemulihan psikologi (trauma healing) dan 15 masyarakat ikut aktif dalam memanfaatkan layanan kesehatan. Kegiatan rehabilitasi pada masayarakat korban bencana sangat penting dilakukan dengan manajemen yang baik untuk mewujudkan pemulihan diberbagai sektor yang rusak akibat bencana.
Pelatihan Pelayanan Prima Bagi Perawat dan Implementasinya pada Masyarakat Melalui Kegiatan Promosi dan Preventif Penyakit Stroke Irwan Budiana; Try Ayu Patmawati; Rif'atunnisa Rif'atunnisa
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/sn14hz73

Abstract

Latar Belakang: Mutu layanan primer Perkesmas masih belum mampu diwujudkan dengan baik oleh tenaga perawat. Tujuan: Melakukan pelatihan pelayanan prima bagi perawat dan mengimplementasikannya pada masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan dan deteksi dini penyakit Stroke. Metode: Kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah, diskusi dan simulasi. Selain itu, screening faktor resiko stroke dan medical checkup. Kegiatan pengabdian ini akan dilakukan pada bulan Februari-Oktober 2025 di Kelurahan Paupanda Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende. Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini yakni perawat dan masyarakat dengan resiko penyakit Stroke. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peingkatan pengetahuan sasaran tentang pentingnya pencegahan stroke sejak dini, rerata pengetahuan sasaran dari 54,4 menjadi 79,8 setelah diberikan intervensi dengan demikian, kegiatan ini dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan memperkuat peran perawat sebagai agen promosi kesehatan di masyarakat dan mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup masyarakat lebih sehat. Kesimpulan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas perawat dalam pelayanan prima sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah stroke
KOMUNIKASI PERAWAT DAN PELAPORAN INSIDEN DALAM BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP Try Ayu Patmawati; Irwan Budiana; Rif’atunnisa Rif’atunnisa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i7.11979

Abstract

Background: Berdasarkan data survey kesehatan Indonesia angka Prevalensi Penyakit Jantung berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk Semua Umur adalah sebanyak 877.531 kasus juga didapatkan bahwa poli jantung adalah ruangan yang paling banyak mendapatkan insiden sebesar 99 insiden, jenis kejadian paling banyak terjadi yaitu Kejadian Nyaris Cidera (KNC). Objective: untuk menganalisis komunikasi dan pelaporan insiden keselamatan pasien pada asuhan keperawatan pasien jantung di Rumah Sakit Umum Daerah Ende. Method: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional untuk menganalisis pelaksanaan sasaran keselamatan pasien, komunikasi dan pelaporan insiden keselamatan pasien pada asuhan keperatan pada pasien perawatan jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ende.. Pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Data karakterisitik responden dan sasaran keselamatan pasien akan diolah menggunakan software SPSS. Results: didapatkan bahwa dimensi komunikasi kategori sedang yakni sebesar 18 orang (60%) dan dimensi yang memiliki kategori lemah yang cukup besar terdapat pada frekuensi pelaporan insiden yakni sebesar 18 orang (60%). Conclusion: Komunikasi dan pelaporan insiden keselamatan pasien merupakan hal yang terpenting dalam penerapan budaya keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien sangat erat dan berpengaruh dalam perawatan dan pelayanan di rumah sakit. Pendekatan komprehensif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien
EFFECTIVENESS OF REPRODUCTIVE AND SEXUAL HEALTH PROGRAMS FOR PROSPECTIVE BRIDGES (CATIN) IN IMPROVING CATIN'S KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF CATIN IN GUNUNGSARI PUBLIC HEALTH CENTER IN 2018 (Effectivity of Premarital Counseling on Health Reproduction Knowle Kusniyati Utami; Agus Supinganto; Irni Setyawati; Irwan Budiana
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 2 No. 4 (2021): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dijemss.v2i4.811

Abstract

Reproductive and sexual health program for prospective brides is one of programs implemented by government where these activities are aimed at women from adolescence before pregnancy prepare women to become healthy pregnant women and ensure health of mothers so that they can give birth to a healthy and quality generation. Purpose: This study aims to determine effectiveness of the implementation of IEC program on sexual and reproductive health of bride and groom at Gunungsari Public Health Center in 2018. Methods: This study was conducted with a cross-sectional design with a case-control approach, sampling technique used was proportional random sampling. Data collection was carried out on 38 primigravida pregnant women who visited the public health center with a history of participating in IEC catin program as observation group and 38 respondents from primigravida mothers with a history of not participating in KIE catin program as control group. Then data were analyzed by using chi-square. Results: Results showed that knowledge of sexual and reproductive health in two groups did not have a difference (p = 1,000), as did catin's attitudes towards sexual and reproductive health in two groups (p = 0.487). IEC and sexual health are less effective in increasing knowledge and attitudes. Discussion: The need for more specific program evaluation to increase outcomes by program objectives. Multiple workflows, standard procedures, and program performance should be reviewed by program objectives to increase success. Also, cooperation with several related parties is necessary as an effort to increase public awareness to actively participate in program.
The Relationship between Environmental Sanitation and the Incidence of Stunting in Toddlers Sarita Tae; Wanti Wanti; Albina Bare Telan; Irwan Budiana; Muhammad Satria Mandala Pua Upa; Irfan Irfan
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1045

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in infants (0-11 months) and toddlers (12-59 months) due to chronic malnutrition, especially during the first 1,000 days of life, resulting in children being too short for their age. Poor environmental sanitation can cause infectious diseases in toddlers, which can disrupt the digestive process in nutrient absorption and may lead to long-term stunting. The aim of this study is to determine the relationship between environmental sanitation factors and the incidence of stunting in toddlers. This observational analytical study used a case-control approach. The sample consisted of toddlers living in the Liliba Sub-district, totaling 74 toddlers: 37 cases (stunted) and 37 controls (not stunted). The research variables were wastewater management, availability of latrines, and handwashing habits. Data were collected by interview using questionnaire. The analytical test that will be used is the chi-square test. Data analysis was conducted using the chi-square test. The research results indicate a significant relationship between wastewater management (p=0.011), availability of toilets (p=0.040), and handwashing habits (p=0.011) with the incidence of stunting. Given the link between household wastewater management, toilet availability, handwashing habits, and the occurrence of stunting.
Studi Deskrifitif: Perbandingan Kemandirian Komunitas dalam Melaksanakan Pencegahan dan Pengendalian Stunting Desty Emilyani; Akhmad Fathoni; Rusmini Rusmini; Theresia Avila Kurnia; Irwan Budiana; Wanti Wanti
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1048

Abstract

Pencegahan  dan pengendalian stunting  memerlukan  pendekatan  holistik  yang  mencakup pendidikan  dan  promosi  kesehatan,  pemberdayaan  komunitas masyarakat.  Pemberdayaan  komunitas  masyarakat memainkan peran  kunci  dalam  upaya  pencegahan dan pengendalian stunting yang saat ini masih belum dimaksimalkan. Upaya  menggabungkan berbagai  potensi masyarakat diharapkan dapat  mengurangi  angka  stunting secara  signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemandirian komunitas mayarakat dalam pencegahan dan pengendalian stunting di provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif komparatif di wilayah yang berbeda yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Populasi pada penelitian ini yakni ketua atau pengurus komunitas masyarakat. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sample yakni 20 orang. Variabel utama adalah kemandirian komunitas dalam pencegahan dan pengendalian stunting, yang diukur melalui indikator kemandirian I, II, III dan IV. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur. Prosedur pengumpulan data meliputi persiapan dan pelaksanaan. Analisis data menggunakan deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas masyarakat di Provinsi NTT memiliki tingkat kemandirian dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kasus stunting mayoritas berkategori baik yakni 16 Komunitas (80.0%). Sedangkan komnitas masyarakat di Provinsi NTB semua Komunitas (100.0%) memiliki tingkat kemandirian Komunitas dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kasus stunting mayoritas berkategori baik. Kesimpulan yakni komunitas di provinsi dengan prevalensi stunting lebih tinggi memiliki tingkat kemandirian pencegahan dan pengendalian kasus stunting lebih rendah jika dibandingkan dengan provinsi dengan prevalensi stunting lebih rendah.
Co-Authors , Muhammad Satria Mandala Pua Upa Adrisnus Ola Wuan Agus Supinganto Akhmad Fathoni Albina Bare Telan Anatolia K. Doondori Anatolia K. Doondori Aris Wawomeo Aris Wawomeo Aris Wawomeo Asih Setyarini Ayu Patmawati, Try Cahyani , Sisilia L. Cahyani, Sisilia Leny DESTY EMILYANI Dewi Nur Sukma Purqoti Dewi Nursukma Purqoti Dominggos Gonsalves Doondori, Anatalia K. Emmy Yuanita Ety Rahmawati Fantiana Suryanti Febtian Cendradevi Nugroho Gadur Blasius Ina Kusrini Intan Kristina Londa Irfan Irfan Irni Setyawati Julianus Lende Khrispina Owa Kornelia Fania Nggarang Krispina Owa Krispina Owa Kurnia, Theresia A. Kusniyati Utami Lili Amaliah Londa, Intan Kristina Maria Hilaria Maria S. Sekunda Maria Salestina Sekunda Maria Sarlina Darumba Maria Ulfa Mariana Ngundju Awang Marieta K. S. Bai Marieta K. S. Bai Marieta K.S.Bai Marieta K.S.Bai Marieta K.S.Bai Marieta KS Bai Marthiana Bedho Marthina Bedho Martina Bedho Martina Bedho Maulida Septiyana Mega Rahmawati Sucipto MMSI Irfan ,S. Kom Muhammad Chairun Rahim Muhammad Satria Mandala Pua Upa Ningsih, Apriliya Ningsih, Baiq Nila Sari Novian Agni Yudhaswara Nursofia, Baiq Ike Oktofianus Sila Paschalia, Yustina Paschalia, Yustina P.M. Patmawati, Try Ayu Pius K. Tokan Pius Kopong Tokan Pius Selasa Putri, Baiq Yusmiar Aulia Ragu Thedolfi Raimunda Woga Raimunda Woga Ramdhani, Restu Agung Rif'atunnisa Rif'atunnisa Rifatunisa Rifatunisa Rif’atunnisa Rif’atunnisa Rif’atunnisa Rusmini Rusmini Salestina Sekunda, Maria Santoninho Zino De Carvalho Sarita Tae Selasih Putri Isnawati Hadi Sisila Leny Cahyani Sisilia Leni Cahyani Sisilia Leny Cahyani Sisilia Leny Cahyani Suharmanto Suharmanto Supriyadi Supriyadi Theresia Avila Kurnia Tri Dharmayani, Ni Komang Try Ayu Patmawati Try Ayu Patmawati Tsani, M. Khairul Wanti Wanti Yoseph Woge Yoseph Woge Yosephina E Gunawan Yustina P. M. Paschalia Yustina P.M Paschalia Yustina P.M Paschalia Yustina P.M. Paschalia Yustina P.M. Paschalia