Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester III dengan masalah kecemasan menggunakan terapi prenatal yoga di Kelurahan Sumberrejo Sejahtera Kota Bandar Lampung Agustina, Marlina; Wardiyah, Aryanti; Rilyani, Rilyani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.396

Abstract

Background: Anxiety is a vague feeling of anxiety or worry that involves an autonomic response (the cause is often not specific or unknown to the individual) and is a feeling of fear caused by the anticipation of danger. Pregnant women tend to feel anxious when the time of delivery approaches. Prenatal Gentle Yoga during pregnancy has many benefits for pregnant women because it prioritizes breathing rhythm and prioritizes safety and comfort. Purpose: To make a report on maternity nursing care using exercise therapy for the anxiety felt by pregnant women in the third trimester in Sumberrejo Sejahtera Village, Bandar Lampung City in 2024. Method: This type of research uses qualitative descriptive research. The research design uses a descriptive research approach and a case study approach to nursing care, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. Results: The results of the evaluation of prenatal yoga exercises which were carried out during 6 meetings showed that there was a significant reduction in anxiety levels for both respondents. Conclusion: Based on the results obtained, it can be concluded that there is an influence between the application of prenatal yoga exercises and reducing anxiety levels in third trimester pregnant women. Keywords: Anxiety; Pregnant Mother; Prenatal Yoga. Pendahuluan: Kecemasan adalah perasaan cemas atau kekhawatiran samar-samar yang melibatkan respons otonom (penyebabnya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui individu) dan merupakan perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Ibu hamil cenderung merasa cemas ketika mendekati waktu persalinan. Prenatal Gentle Yoga saat hamil memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil karena mengedepankan ritme pernapasan serta mengutamakan keamanan dan kenyamanan. Tujuan: Untuk membuat laporan asuhan keperawatan maternitas dengan penerapan terapi senam terhadap kecemasan yang dirasakan pada ibu hamil trimester III di Kelurahan Sumberrejo Sejahtera Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa  keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Hasil evaluasi tindakan senam prenatal yoga yang telah dilakukan selama 6 kali pertemuan menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecemasan yang signifikan terhadap kedua responden. Simpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara penerapan senam prenatal yoga dengan penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III.
Asuhan keperawatan pada pasien kanker payudara dengan masalah anemia menggunakan sari kurma Sofa, Taufik; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.407

Abstract

Background: Breast cancer is a disease resulting from abnormal cell growth in the breast, 41% of all breast cancer patients experience anemia (hemoglobin <12g/dl). Dates contain very high fiber, apart from that they also contain potassium, manganese, phosphorus, iron, sulfur, calcium and magnesium which are very good for consumption. Purpose: To provide nursing care with the intervention of giving date palm juice to breast cancer patients with anemia. Method: This research uses a descriptive research design with a case study approach to nursing care which includes assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. Results: There is an effect of applying date palm juice to increase hemoglobin in breast cancer patients. Conclusion: Peripheral perfusion nursing management was not effective in breast cancer patients with anemia by applying the date palm juice nursing action that the author carried out for 3 days and 10 days of observation found that both clients resolved everything as evidenced by the increase in hemoglobin in both clients and during the second procedure the clients were cooperative. Keywords: Breast Cancer; Date Palm Juice; Hemoglobin. Pendahuluan: Kanker payudara merupakan penyakit akibat dari pertumbuhan sel yang abnormal pada payudara, 41% dari semua pasien kanker payudara mengalami anemia (hemoglobin <12g/dl). Buah kurma mengandung serat yang sangat tinggi, selain itu juga mengandung kalium, mangan, fosfor, besi, belerang, kalsium juga magnesium yang sangat baik untuk dikonsumsi. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan dengan intervensi pemberian sari kurma terhadap pasien kanker payudara dengan anemia. Metode: Menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: Terdapat pengaruh penerapan sari kurma untuk meningkatkan hemoglobin pasien kanker payudara. Simpulan: Pengelolaan keperawatan perfusi perifer tidak efektif pada pasien kanker payudara dengan anemia dengan penerapan tindakan keperawatan sari kurma yang penulis lakukan selama 3 hari dan observasi 10 hari didapatkan pada kedua klien teratasi semua dibuktikan kedua klien hemoglobinnya meningkat dan selama tindakan kedua klien koperatif.
Penyuluhan kesehatan tentang pergaulan bebas Rilyani, Rilyani; Wandini, Riska; Sari, Indah; Putra, Kadek Edy Artana; Kodriyansah, Kodriyansah
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.170

Abstract

Pendahuluan: Pergaulan bebas anak usia remaja pada era milenial masih menjadi polemik. Era milenial berjalan semakin cepat seiring dengan diikutinya peningkatan kemajuan teknologi yang memberikan nilai tambah dengan mudahnya mengakses segala informasi, hal ini memiliki dampak terhadap pola kehidupan masyarakat dari berbagai kalangan terutama anak usia remaja. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak remaja menuju masa dewasa. Di mana pada masa ini remaja seharusnya mulai belajar memiliki tanggung jawab sebagai seorang remaja yang mampu berfikir dan bertindak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang pergaulan bebas. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang pergaulan bebas menggunakan lembar bolak balik dan ke dua setelah diberikan penyuluhan pergaulan bebas, responden diberikan Tanya jawab tentang pergaulan bebas. Hasil: Responden memahami tentang pergaulan bebas. Simpulan: responden dapat memahami tentang pergaulan bebas dan menerapakan hidup sehat tanpa pergaulan bebas.
Penyuluhan kesehatan demam berdarah dangue di Kelurahan Pidada, Panjang Bandar Lampung Yulendasari, Rika; Rilyani, Rilyani; Widodo, Slamet; Khairul Rizwan, Al; Rahmah Hidayah, Alisah; Herliza
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.255

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever is a disease caused by the Dengue virus which is transmitted to humans through the bites of Aedes Aegypti and Aedes Albocpictus mosquitoes.  According to the 2020 statistical data, the flood rate in Pidada is the highest from other long areas, for the population of the Pidada sub-district is the area with the highest population density after the northern and southern lengths according to BPS data in 2020. The things above are one of the risk factors for the emergence of mosquitoes.  Aedes eagypti in the Pidada Village, Panjang District, Bandar Lampung, which is the trigger for dengue fever. Purpose: Respondents can know, understand, understand, be able to prevent the occurrence of DHF and how to control it. Method: the method in this counseling consists of the first stage of participant attendance, the second distribution of leaflets and snacks, the third explanation and presentation of counseling about DHF, the fourth question-and-answer session, the fifth distribution of door prizes, the six measurements, blood pressure, GDS, and temperature, and the last  Lastly is documentation. Results: Respondents can know, understand, understand, able to prevent the occurrence of DHF and how to control it. Conclusion: Respondents can know about DHF and how to control it.  Keyword: DHF; Education; Health Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Menurut data statistic 2020 angka banjir di pidada  yang paling tinggi dari wilayah panjang lainnya, untuk jumlah penduduk kelurahan pidada merupakan daerah dengan kepadatan penduduk yang terbanyak setelah panjang utara dan selatan menurut data BPS tahun 2020. Hal-hal diatas menjadi salah satu factor resiko timbulnya nyamuk aedes eagypti di Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Bandar Lampung yang menjadi pemicu penyakit DBD. Tujuan: Supaya responden dapat mengetahui, memahami, mengerti, mampu dalam mencegah terjadinya DBD dan cara pengendaliannya. Metode: Metode dalam penyuluhan ini terdiri dari tahapan pertama absensi kehadiran participant, kedua pembagian leaflet dan snack, ketiga penjelasan dan pemaparan penyuluhan tentang DBD, keempat sesi tanya-jawab, kelima pembagian doorprize, keenam pengukuran, tensi, GDS, dan suhu, dan yang terakhir adalah pendokumentasian. Hasil: Responden dapat mengetahui, memahami, mengerti, mampu dalam mencegah terjadinya DBD dan cara pengendaliannya. Simpulan: Responden dapat mengetahui tentang DBD dan cara pengendaliannya.
Peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga Lutfianawati, Dewi; Rilyani, Rilyani; Trismiyana, Eka; Sutikno, Sutikno; Roby, Muhammad; Daniati, Mutiara Ayu; Mustika, Ria
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.257

Abstract

Background: The prevalence of children's nutritional problems is still high, not only the lack of nutritional problems resulting in children stunting and underweight, and more nutrients that cause obesity and diabetes. One of the causes of nutritional problems is ignorance about healthy menu and lack of awareness of nutrient Purpose: This activity aims to improve the knowledge of mothers on balanced nutrition in the fulfillment of family nutrition. Education is held in Panjang Selatan. The subjects that followed the activities amounted to 25 mothers -housewives. Methods: This activity consists of 3 stages including  preparation stage, implementation stage and interview stage. Data is obtained from pretest results and post tests and discussions. Results: From this activity is an increase in the knowledge of the mother about balanced nutrition in the fulfillment of family nutrition, there is an increase from 12 percent to 76 percent. Conclusion: With this activity there was a significant increase in knowledge for housewives in Panjang selatan village about balanced nutrition.   Pendahuluan: Prevalensi masalah gizi anak masih tinggi, tidak hanya masalah gizi kurang yang mengakibatkan anak –anak stunting dan berat badan di bawah normal, dan gizi lebih yang menyebabkan obesitas dan diabetes. Salah satu penyebab permasalahan gizi yaitu ketidaktahuan mengenai menu sehat dan kurangnya kesadaran akan kadar gizi (Keluarga sadar gizi). Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga. PKM dilaksanakan di Desa Panjang Selatan. Subjek yang mengikuti kegiatan berjumlah 25 ibu –ibu rumah tangga. Metode: Metode dari kegiatan ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap wawancara. Data diperoleh dari hasil pretest dan post tes dan diskusi. Hasil: Dari kegiatan ini dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga, terjadi peningkatan dari 12 persen menjadi 76 persen. Simpulan: Dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan untuk ibu-ibu rumah tangga di Desa Panjang Selatan mengenai gizi seimbang.
Edukasi manajemen stress pada remaja dengan relaksasi nafas dalam dan relaksasi otot progresif Triyoso, Triyoso; Furqoni, Prima Dian; Rilyani, Rilyani; Wandini, Riska
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.391

Abstract

Background: Adolescence is the most important period in human life, and adolescence refers to the stage of life that represents the transition from childhood to adulthood. Stress in the younger generation throughout the world occurs in both developed and developing countries. The prevalence of stress and anxiety in adolescents worldwide ranges from 5 to 70%. In the United States alone, 60% of suicide victims suffer from stress and depression. In addition, the prevalence of stress among Korean teenagers was found to be 39.3% in 2019. In Indonesia the prevalence of stress among teenagers increase from year to year, reaching 6.0% of the population. Purpose: Increasing teenagers' knowledge about proper stress management through deep breathing relaxation techniques and progressive muscle relaxation techniques. Method: The community service method carried out is using the socialization method, and filling out questionnaires for Permata Bunda IT High School students. Results: There were 16 participants (100%) who were able to carry out deep breathing relaxation and there were 16 participants (100%) who were able to carry out progressive muscle relaxation. Conclusion: The breathing relaxation technique achieved an incredible 100% success rate among 16 participants, highlighting its undeniable effectiveness in reducing stress. Likewise, Progressive Muscle Relaxation exhibits universal adaptability with a 100% success rate, positioning it as a powerful technique in combating the stressors of modern life. Keywords: Relaxation Techniques; Stress Management; Teenagers. Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa terpenting dalam kehidupan manusia, dan masa remaja mengacu pada tahap kehidupan yang mewakili peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Stres pada generasi muda di seluruh dunia terjadi baik di negara maju maupun  berkembang. Prevalensi stres dan kecemasan pada remaja di seluruh dunia berkisar antara 5 hingga 70%. Di Amerika Serikat saja, 60% korban bunuh diri menderita stres dan depresi. Selain itu, prevalensi stres di kalangan remaja  Korea ditemukan sebesar 39,3% pada tahun 2019. Di Indonesia prevalensi stres di kalangan remaja meningkat dari tahun ke tahun,  mencapai 6,0% dari populasi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan remaja mengenai manajemen stres yang baner melalui teknik relaksasi nafas dalam dan teknik relaksasi otot progresif. Metode: Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu menggunakan metode sosialisasi, dan pengisian kuesioner kepada siswa SMA IT Permata Bunda. Hasil: Terdapat 16 partisipan (100%) mampu melakukan relaksasi pernapasan dalam dan terdapat 16 partisipan (100%) yang mampu melakukan relaksasi otot progresif. Simpulan: Teknik relaksasi pernapasan mencapai tingkat keberhasilan 100% yang luar biasa di antara 16 partisipan, menyoroti efektivitasnya yang tidak dapat disangkal dalam mengurangi stres. Demikian pula, Relaksasi Otot Progresif menunjukkan kemampuan beradaptasi universal dengan tingkat keberhasilan 100%, memposisikannya sebagai teknik yang kuat dalam melawan pemicu stres dalam kehidupan modern.
SOSIALISASI MANFAAT TERAPI AIR SERAI HANGAT UNTUK MENGURANGI NYERI RHEMATOID ATRITIS DI DESA SUKAJAYA LEMPASING PESAWARAN Marlena, Marlena; Rilyani, Rilyani; Gunawan, Ricko; Wandini, Riska
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18520

Abstract

Artritis Reumatoid (AR) merupakan penyakit reumatik autoimun yang paling sering dijumpai dan merupakan penyakit dengan inflamasi kronik yang progresif dan menimbulkan kerusakan sendi yang permanen. Berdasarkan data prevalensi artritis di Indonesia pada kelompk usia 55-64 tahun sebanyak 45%, meningkat pada usia 65-74 tahun sebanyak 51,9 dan pada usia lebih dari 75 tahun sebanyak 54,8% (Kemenkes RI, 2021). Penyakit rheumatoid arthritis baiknya tidak dibiarkan, karena akan merusak sendi yang menimbulkan nyeri hebat. Salah satu tindakan yang terbukti efektif untuk mengurangi nyeri secara non-farmakologi adalah dengan menghangatkan persendian yang sakit. Tanaman yang memiliki zat sebagai penghangat, anti radang dan dapat memperlancarkan aliran darah seperti serai. Tujuan telah dilakukan asuhan keperawatan pada pasien lansia dengan gangguan rhematoid atritis menggunakan terapi air serai hangat. Pengabdian ini dilakukan pada bulan Juni 2024. Kepada lansia sebanyak 10 orang,metode penyuluhan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi selama 50 menit ,hasil kegiatan pengabdian ini terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 40 % . 
Upaya Pencegahan Kecemasan Pada Lansia Terhadap Kesendirian Trismiana, Eka; Rizka, Mahda; K, Umi Rohmayati; Rilyani, Rilyani; Aryanti, Aryanti; Andoko, Andoko; Silvia, Eka; Elliya, Rahma; Wandini, Riska; Triyoso, Triyoso; Setiawati, Setiawati
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20525

Abstract

 Pendahuluan: Semua orang akan mengalami proses menua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir. Salah satu gangguan yang dapat muncul pada usia lanjut adalah gangguan mental dan yang paling sering muncul adalah kecemasan. Kesepian merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecemasan pada lansia.Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan terhadap upaya pencegahan pada lansia terhadap kesendirian.Metode: Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal30 Oktober 2023 meliputi wawancara, sesi tanya-jawab serta presentasi yang diampaikan pemateri menggunakan leaflet dan komputer kepada 21 orang Lansia.Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah lansia sangat memahami dan antusias terhadap materi yang disampaikan.Simpulan: Masyarakat khususnya lansia diharapkan dapat segera mengatasi masalah kecemasan yang terjadi pada dirinya sendiri.Kata Kunci: Lansia, Kecemasan, Kesendirian, Penyuluhan Kesehatan
Pemberian teknik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea dengan indikasi pre-eklampsia Dwiartho, Muhammad Fiqi; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1585

Abstract

Background: The rate of cesarean section (CS) deliveries in Indonesia is increasing and has exceeded the WHO threshold, with a national prevalence of approximately 17.6% and significant regional variation. Most cesarean sections are caused by pregnancy complications such as severe preeclampsia, a leading cause of maternal mortality. Cesarean sections leave scars and acute pain that require pharmacological and non-pharmacological treatment. Deep breathing relaxation techniques have been shown to significantly reduce pain intensity by increasing parasympathetic activity and reducing stress hormones. Deep breathing techniques are simple, economical, and self-administered. This study focused on the effectiveness of this intervention in post-cesarean section patients with preeclampsia. Purpose: To evaluate the effectiveness of deep breathing relaxation techniques as a non-pharmacological intervention to reduce pain intensity in post-cesarean section patients with preeclampsia. Method: The activity was conducted over three days in 2025, taking place at the patient's home in Dusun 3 Batu Menyan, Sukajaya Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung. The subjects were two post-cesarean section patients with preeclampsia. Non-pharmacological interventions, including deep breathing relaxation therapy, were performed twice daily (morning and evening), 5–7 times each, for a maximum of 5 minutes per session, for three consecutive days. The pain measurement instrument used the Numerical Rating Scale (NRS), a numerical pain assessment with a range of values ​​from 0 to 10, where 0 = no pain, 1–3 = mild pain, 4–6 = moderate pain, and 7–10 = severe pain. Results: Data obtained showed that the characteristics of participant Mrs. S. is 27 years old, weighs 68 kg, is 156 cm tall, has no history of hypertension, and at the time of examination had a blood pressure of 150/100 mmHg. While the characteristics of participant Mrs. T. are 32 years old, weighs 67 kg, is 161 cm tall, has no history of hypertension, and at the time of examination had a blood pressure of 140/80 mmHg. After three days of deep breathing relaxation technique intervention, pain intensity in Mrs. S decreased from a scale of 5 to 2, and in Mrs. T from a scale of 6 to 3. Conclusion: Deep breathing relaxation techniques have been proven effective in reducing acute pain intensity in post-cesarean section patients with preeclampsia, through routine intervention over three days. This method is safe, practical, and can be independently implemented as a non-pharmacological alternative in post-operative pain management. Suggestion: Healthcare workers need to integrate deep breathing relaxation techniques into post-cesarean section nursing care, especially for patients with preeclampsia, and improve self-education so that this therapy can be consistently continued at home to support recovery without dependence on analgesics. Keywords: Deep breathing relaxation; Pain; Post-cesarean section; Preeclampsia Pendahuluan: Angka persalinan sectio caesarea (SC) di Indonesia meningkat dan telah melampaui ambang WHO, dengan prevalensi nasional sekitar 17.6% dan variasi wilayah yang signifikan. Sebagian sectio caesarea disebabkan oleh komplikasi kehamilan seperti pre-eklampsia berat, yang merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu. Sectio caesarea meninggalkan luka dan nyeri akut yang memerlukan penanganan farmakologis dan nonfarmakologis. Teknik relaksasi napas dalam terbukti menurunkan intensitas nyeri secara signifikan dengan mekanisme peningkatan aktivitas parasimpatik dan pengurangan hormon stres. Teknik napas dalam sederhana, ekonomis, dan dapat dilakukan mandiri, penelitian ini difokuskan pada efektivitas intervensi tersebut pada pasien pasca sectio caesarea dengan indikasi pre-eklampsia. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas teknik relaksasi napas dalam sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien pasca operasi sectio caesarea dengan indikasi pre-eklampsia. Metode: Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari pada tahun 2025, bertempat di rumah pasien di Dusun 3 Batu Menyan, Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Subjek dalam kegiatan ini adalah dua pasien post operasi sectio caesarea dengan indikasi pre-eklampsia. Intervensi nonfarmakologis berupa terapi relaksasi nafas dalam dilakukan dua kali sehari (pagi dan sore), masing-masing sebanyak 5–7 kali atau maksimal 5 menit per sesi, selama tiga hari berturut-turut. Instrumen pengukuran tingkat nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) adalah penilaian nilai nyeri secara numerik dengan rentang nilai 0 sampai dengan 10, dimana dengan kategori nilai 0=tidak merasakan nyeri, nilai 1-3=nyeri ringan, nilai 4-6=nyeri sedang, dan nilai 7-10=nyeri berat. Hasil: Mendapatkan data bahwa karakteristik partisipan Ny.S. adalah berusia 27 tahun, berat badan 68 Kg, tinggi badan 156 cm, tidak memiliki riwayat hipertensi, dan pada waktu pemeriksaan memiliki tekanan darah 150/100 mmHg. Sedangkan karakteristik partisipan Ny.T. adalah berusia 32 tahun, berat badan 67 Kg, tinggi badan 161 cm, tidak memiliki riwayat hipertensi, dan pada waktu pemeriksaan memiliki tekanan darah 140/80 mmHg. Setelah tiga hari intervensi teknik relaksasi napas dalam, intensitas nyeri pada Ny. S menurun dari skala 5 menjadi 2, dan pada Ny. T dari skala 6 menjadi 3. Simpulan: Teknik relaksasi napas dalam terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri akut pada pasien pasca operasi sectio caesarea dengan pre-eklampsia, melalui intervensi rutin selama tiga hari. Metode ini aman, praktis, dan dapat diterapkan secara mandiri sebagai alternatif nonfarmakologis dalam manajemen nyeri pasca operasi. Saran: Tenaga kesehatan perlu mengintegrasikan teknik relaksasi napas dalam dalam asuhan keperawatan pasca operasi sectio caesarea, khususnya pada pasien dengan pre-eklampsia, serta meningkatkan edukasi mandiri agar terapi ini dapat dilanjutkan secara konsisten di rumah untuk mendukung pemulihan tanpa ketergantungan pada analgesik.
Gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum Suwares, Fara Millinia; Rilyani, Rilyani; Novikasari , Linawati
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2023): October Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i2.372

Abstract

Background: Based on data from the Bandar Lampung City Health Office in 2020, the three major coverage of post partum mothers at the Bandar Lampung City Health Center were the highest at Puskesmas Panjang 14.29%, Puskesmas Kedaton 11.83%, Puskesmas Sukaraja 10.92% (Health Department Bandar Lampung City, 2020). Preliminary data conducted at the Kedaton Health Center by looking at the number of pregnant women in November amounted to 54 postpartum mothers, and preliminary data conducted at the Sukaraja Health Center by looking at the number of pregnant women in November 2021 as many as 80 postpartum mothers. Purpose: To know the description of the Covid-19 on post partum maternal stress in the Bandar Lampung City Health Center Work Area in 2022. Method: This type of research is quantitative, descriptive research method, population and sample are post partum mothers at Sukaraja Health Center and Kedaton Public Health Center Bandar Lampung City, the sampling technique uses purposive sampling. Data analysis using univariate by presenting the percentage of data. Results: The number of post partum mothers in Sukaraja Health Center and Kedaton Health Center were 50 respondents (100%). Respondents who were not exposed to Covid-19 partum at the Sukaraja Health Center and Kedaton Health Center were 50 respondents (100%). The description of post partum maternal stress at the Sukaraja Health Center with normal categories 5 respondents (10.0%), mild stress 11 respondents (22.0%), moderate stress 22 respondents (44.0%), and severe stress by 12 respondents (24 ,0%). While at the Kedaton Public Health Center with normal categories 11 respondents (22.0%), mild stress 14 respondents (28.0%), moderate stress 15 respondents (30.0%), and severe stress by 10 respondents (20.0%). Conclusion: The picture of postpartum maternal stress at Sukarja and Kedaton Community Health Centers is both at a moderate stress level, with a percentage of 44% for Sukarja Community Health Center and 30% for Kedaton Community Health Center. Suggestion: Health workers are expected to increase their efforts to provide good counseling to individuals and families, especially pregnant women and post partum  Keywords: Covid-19; Post Partum Mother; Stress Pendahuluan: Dari data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung pada tahun 2020 tiga besar cakupan ibu post partum di Puskesmas Kota Bandar Lampung diantaranya adalah tertinggi di Puskesmas Panjang 14,29%, Puskesmas Kedaton 11,83%, Puskesmas Sukaraja 10,92%. Data pendahulu yang dilakukan di Puskesmas Kedaton dengan melihat jumlah ibu hamil pada bulan November berjumlah 54 ibu post partum, dan data pendahulu yang dilakukan di Puskesmas Sukaraja dengan melihat jumlah ibu hamil pada bulan November tahun 2021 sebanyak 80 ibu post partum Tujuan: Diketahui gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Bandar Lampung Tahun 2022. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, metode penelitian deskriptif, populasi dan sampel yaitu  ibu post partum di Puskesmas Sukaraja Dan Puskesmas Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung, teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan univariat dengan menyajikan persentase data Hasil: Jumlah ibu post partum di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton sebanyak 50 responden (100%). Responden tidak terpapar Covid-19 partum di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton sebanyak 50 responden (100%). Gambaran stress ibu post partum di Puskesmas Sukaraja dengan kategori normal 5 responden (10,0%), stress ringan 11 responden (22,0%), stress sedang 22 responden (44,0%), dan stress berat sebesar 12 responden (24,0%). Sedangkan di Puskesmas Kedaton dengan kategori  normal 11 responden (22,0%), stress ringan 14 responden (28,0%), stress sedang 15 responden (30,0%), dan stress berat sebesar 10 responden (20,0%). Simpulan: Gambaran stres ibu post partum di Puskesmas Sukarja dan Kedaton sama-sama pada tingkat stress sedang, dengan persentase 44% untuk Puskesmas Sukarja dan 30% untuk Puskesmas Kedaton. Saran: Bagi tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan upaya penyuluhan yang baik kepada individu dan keluarga, khusunya ibu hamil dan post partum.