Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Edukasi deteksi dini HIV/AIDS pada ibu sebagai upaya pencegahan penularan HIV kepada anak Wardiyah, Aryanti; Setiawati, Setiawati; Rilyani, Rilyani; Riyanto, Eko; Nafisah, Nida; Gusleni, Meri; Maharani, Erliana; Rohmah, Eis Ainun; Marzuna, Marzuna; Sahara, Amalia; Capilo, Pabio Leo
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2366

Abstract

Background: HIV/AIDS remains a public health problem, including among mothers and children. Mother-to-child transmission of HIV can occur during pregnancy, childbirth, and breastfeeding, especially if the mother does not know her HIV status early. Purpose: To increase mothers' knowledge and awareness regarding early detection of HIV/AIDS as an effort to prevent HIV transmission in children. Method: This activity was held on November 14, 2025, at 9:00 a.m. WIB at the Cempaka Putih Bumi Waras Integrated Health Post (Posyandu) in Bandar Lampung. Twenty-five mothers living near the Posyandu participated as respondents, and health workers served as facilitators and resource persons. This community service activity used a promotive and preventive approach. The target group was mothers in the community, who play a crucial role in preventing mother-to-child HIV transmission. The material was delivered through an interactive lecture, covering the definition of HIV/AIDS, modes of HIV transmission, the risks of mother-to-child HIV transmission, the importance of early HIV detection, and efforts to prevent HIV transmission in children. To enhance participant understanding, the activity continued with a discussion and question-and-answer session, allowing mothers to ask questions and obtain clarification on the material presented. The activity was evaluated qualitatively through observations of participant participation and enthusiasm during the session, as well as direct feedback from participants after the education. This evaluation aimed to assess the effectiveness of the material delivery and mothers' responses to the educational activities. Results: This activity ran smoothly and received a positive response from participants, who demonstrated enthusiasm throughout the presentation. This was evident in their active listening, asking questions, and participating in the discussion. The community service activity, which provided early detection education for HIV/AIDS to mothers, demonstrated positive results in increasing participants' understanding and awareness of HIV/AIDS and efforts to prevent mother-to-child transmission. Observations indicated an increase in mothers' knowledge regarding HIV/AIDS, including understanding of transmission methods, the importance of HIV testing, and efforts to prevent mother-to-child transmission. Conclusion: The community service activity, which provided promotive and preventive education using an early detection approach for mothers, increased mothers' understanding and awareness of HIV/AIDS, transmission mechanisms, and the importance of early detection as an effort to prevent mother-to-child transmission. This educational activity also encouraged mothers to develop positive attitudes toward prevention efforts, increasing their willingness to utilize health services and understanding the role of early detection in protecting children's health. Suggestion: It is hoped that HIV/AIDS early detection education activities for mothers can continue to be implemented sustainably and reach a wider audience across various levels of society. Education needs to be integrated with maternal and child health programs in health care facilities to ensure wider and consistent access to information about HIV/AIDS and early detection. Furthermore, health workers are expected to play an active role in providing comprehensive education and creating a supportive environment to reduce stigma and increase mothers' trust in health services. Keywords: Early detection; Health education; HIV/AIDS; Mother and child; Prevention of HIV transmission Pendahuluan: HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, termasuk pada kelompok ibu dan anak. Penularan HIV dari ibu ke anak dapat terjadi selama kehamilan, persalinan, dan menyusui, terutama apabila ibu tidak mengetahui status HIV-nya sejak dini. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu mengenai deteksi dini HIV/AIDS sebagai upaya pencegahan penularan HIV pada anak. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 November 2025 pukul 09.00 WIB di Posyandu Cempaka Putih Bumi Waras Bandar Lampung. Diikuti oleh 25 orang ibu yang tinggal di lingkungan Posyandu untuk menjadi responden dan melibatkan tenaga kesehatan sebagai fasilitator dan narasumber. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan promotif dan preventif. Sasaran kegiatan adalah ibu di lingkungan masyarakat yang memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif meliputi pengertian HIV/AIDS, cara penularan HIV, risiko penularan HIV dari ibu ke anak, pentingnya deteksi dini HIV, serta upaya pencegahan penularan HIV pada anak. Untuk meningkatkan pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya-jawab sehingga ibu dapat menyampaikan pertanyaan serta memperoleh klarifikasi terkait materi yang diberikan. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui pengamatan partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung, serta umpan balik langsung dari peserta setelah edukasi. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai ketercapaian penyampaian materi dan respons ibu terhadap kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan. Hasil: Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta yang menunjukkan antusiasme selama proses penyampaian materi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam menyimak materi, mengajukan pertanyaan, serta berpartisipasi dalam diskusi yang berlangsung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi deteksi dini HIV/AIDS pada ibu menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai HIV/AIDS serta upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu mengenai pengertian HIV/AIDS berdasarkan observasi dengan pencapaian pemahaman meliputi cara penularan, pentingnya pemeriksaan HIV, serta upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi promotif dan preventif dengan pendekatan deteksi dini HIV/AIDS pada ibu mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu mengenai HIV/AIDS, mekanisme penularan, serta pentingnya deteksi dini sebagai upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Kegiatan edukasi ini juga mendorong terbentuknya sikap positif ibu terhadap upaya pencegahan dengan memanfaatkan layanan kesehatan menjadi lebih terbuka untuk mencari informasi dan memahami peran deteksi dini dalam melindungi kesehatan anak. Saran: Kegiatan edukasi deteksi dini HIV/AIDS pada ibu diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sasaran di berbagai lapisan masyarakat. Edukasi perlu diintegrasikan dengan program kesehatan ibu dan anak di fasilitas pelayanan kesehatan agar informasi mengenai HIV/AIDS dan deteksi dini dapat diterima secara lebih luas dan konsisten. Selain itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi yang komprehensif serta menciptakan suasana yang mendukung untuk mengurangi stigma dan meningkatkan kepercayaan ibu terhadap layanan kesehatan.
Edukasi pencegahan kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil Rilyani, Rilyani; Prayoga, Andes; Avifah, Avifah; Ramadhan, Defri Wan; Agnesta, Desvia Ratin; Astuti, Evi; Erwan, Fragesta; Andani, Meri; Amartya, Salsa Ananstasya; Setiawan, Shandi; Usman, Irindy Inayah; Dari, Ulan; Nasta, Beatrick Rosali; Aulia, Devita; Utami, Julia Tri; Sari, Putri Melinda
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2586

Abstract

Background: Pregnant women need adequate nutrition to stay healthy. This is achieved by increasing and varying the food they consume, but avoiding excessive portion sizes or restricting their diet, as this can harm the fetus. Chronic Energy Deficiency (CED) is a condition in which a pregnant woman experiences a prolonged (yearly or chronic) lack of food, resulting in health problems such as an inability to meet increased nutritional needs during pregnancy. Pregnant women with CED have a higher risk of giving birth with low birth weight (LBW) compared to pregnant women without CED. Purpose: To provide education to increase pregnant women's knowledge about how to prevent and manage CED. Method: This activity was conducted on November 29, 2024, at 9:30 a.m. Western Indonesian Time (WIB) at the Simpur Community Health Center (Puskesmas) in Bandar Lampung. A total of 24 pregnant women and mothers with toddlers attended the activity to serve as respondents. The goal of this activity was health education to increase pregnant women's knowledge regarding the prevention of chronic energy deficiency during pregnancy. Respondent knowledge was measured using a questionnaire administered before the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). Evaluation was conducted by asking respondents questions about the explanation and observing changes in their knowledge levels based on the questionnaire results between before and after the educational activity. Results: Data obtained showed that the level of knowledge of respondents before the educational activity was 4 (16.7%) in the good category, 12 (50.0%) in the adequate category, and 8 (33.3%) in the poor category. Meanwhile, the level of knowledge after the educational activity was 16 (66.7%) in the good category, 8 (33.3%) in the adequate category, and no respondents had poor knowledge. Conclusion: This educational activity successfully increased the knowledge and awareness of pregnant women regarding the importance of preventing and managing chronic energy deficiency (CED). Increased knowledge among pregnant women will minimize the risk of CED, thereby improving the health and nutritional quality of pregnant women, which will contribute to achieving the national goal of reducing stunting and maternal mortality. Suggestion: Community Health Centers (Puskesmas) are expected to improve and optimize the implementation of education on the prevention of chronic energy deficiency (CED) for pregnant women in a structured, sustainable, and individual-based manner. Program support that involves the family as a support system for pregnant women is needed to improve adherence to nutritional recommendations. Keywords: Chronic energy deficiency; Health education; Pregnant women; Prevention Pendahuluan: Ibu hamil memerlukan nutrisi agar tetap sehat. Ini dilakukan dengan menggunakan perbanyak dan variasikan makanan yang dikonsumsinya, namun jangan menambah ukuran porsinya dan juga membatasi pola makan karena dapat membahayakan janin dalam kandungan. Defisiensi Energi Kronis adalah suatu keadaan dimana seorang ibu hamil mengalami kekurangan makanan dalam jangka waktu yang lama (menahun atau menahun), sehingga menimbulkan gangguan kesehatan seperti tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan gizi selama kehamilan. Ibu hamil yang menderita KEK memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan dengan berat badan lebih rendah (BBLR) dibandingkan ibu hamil tanpa KEK. Tujuan: Memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai cara pencegahan dan penanganan KEK. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 November 2024 pada pukul 09.30 WIB di Wilayah Kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung. Sebanyak 24 ibu hamil dan ibu yang memiliki balita menghadiri kegiatan untuk menjadi responden. Sasaran dalam kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan kejadian kekurangan energi kronik selama menjalani kehamilan. Pengukuran pengetahuan responden menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test). Evaluasi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kembali mengenai isi penjelasan kepada responden dan melihat perubahan tingkat pengetahuan berdasarkan hasil kuesioner antara sebelum kegiatan edukasi dan setelah kegiatan edukasi. Hasil: Mendapatkan data bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum kegiatan edukasi adalah sebanyak 4 (16.7%) dalam kategori baik, sebanyak 12 (50.0%) dalam kategori cukup, dan sebanyak 8 (33.3%) dalam kategori kurang. Sedangkan tingkat pengetahuan setelah kegiatan edukasi menjadi sebanyak 16 (66.7%) dalam kategori baik, sebanyak 8 (33.3%) dalam kategori cukup, dan tidak ada responden yang memiliki pengetahuan kategori kurang. Simpulan: Kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya pencegahan dan penanganan gangguan kurang energi kronik (KEK). Peningkatan pengetahuan ibu hamil akan meminimalkan risiko KEK sehingga peningkatan derajat kesehatan dan kualitas gizi ibu hamil akan berkontribusi dalam pencapaian tujuan nasional yaitu menurunkan angka stunting dan angka kematian ibu. Saran: Diharapkan agar Puskesmas dapat meningkatkan dan mengoptimalkan pelaksanaan edukasi pencegahan kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil secara terstruktur, berkesinambungan, dan berbasis kebutuhan individu. Diperlukan dukungan program yang melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung ibu hamil guna meningkatkan kepatuhan terhadap anjuran gizi.
Edukasi meningkatkan pengetahuan orang tua dalam pertolongan pertama pada kejang demam Marzuna, Marzuna; Setiawati, Setiawati; Nirwanto, Nirwanto; Rilyani, Rilyani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2467

Abstract

Backgroud: Febrile seizures are a common condition in children, especially those aged 6-5 years. Although febrile seizures are generally harmless, parental knowledge of proper first aid is crucial to reduce anxiety and ensure appropriate action when a child experiences a febrile seizure. Education regarding first aid for children with febrile seizures can improve parental knowledge and assist them in providing appropriate care. Purpose: To determine the effect of education regarding first aid for children with febrile seizures on parental knowledge. Method: This study used a quantitative approach using a pre-experimental one-group pre-test and post-test design. The study was conducted by administering pre-test and post-test educational questionnaires to parents of children with febrile seizures in the Panjang Community Health Center (Puskesmas) work area. The data obtained were analyzed using a paired t-test to determine differences in knowledge before and after education. Results: The statistical analysis showed a significant difference in parental knowledge before and after education, with a p-value <0.05. Conclusion: There is an influence of providing education on the level of parental knowledge. Keywords: Education; Febrile Seizures; First Aid; Parental Knowledge. Pendahuluan: Kejang demam adalah kondisi yang sering terjadi pada anak-anak, terutama pada usia 6-5 tahun. Meskipun umumnya kejang demam tidak berbahaya, pengetahuan orang tua mengenai pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk mengurangi kecemasan, dan memastikan tindakan yang tepat saat anak mengalami kejang demam. Edukasi mengenai pertolongan pertama pada anak kejang demam dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dan membantu mereka dalam memberikan pertolongan yang tepat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi mengenai pertolongan pertama pada anak kejang demam terhadap pengetahuan orang tua. Metode: Jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain pre-experimental one group pre-test and post-test design. Penelitian dilakukan dengan memberikan kuesioner pre-test dan post-test edukasi kepada orang tua yang memiliki anak yang mengalami kejang demam di wilayah kerja puskesmas panjang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah edukasi. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan p-value <0.05. Simpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan orang tua. Kata Kunci: Edukasi; Kejang Demam; Pengetahuan Orang Tua; Pertolongan Pertama.      
PENGARUH EDUKASI SADARI TERHADAP KETERLAMPILAN WANITA USIA SUBUR MELAKUKAN SADARI DI WILAYAH KERJA KELURAHAN WAY KANDIS KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2026 Natasya, Rahma Fani Jaya; Rilyani, Rilyani; Wandini, Riska
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10722

Abstract

Latar Belakang: Menurut data Kemenkes RI (2023), dari sekitar 2.277.470 perempuan yang telah menjalani deteksi dini kanker payudara, ditemukan 2.762 kasus (0,12%) dengan benjolan di payudara dan sebanyak 1.142 kasus (0,05%) dicurigai mengalami kanker payudara. Angka deteksi dini kanker rahim dan payudara di Kota Bandar Lampung tahun 2023 tercatat 4.947 kasus IVA positif, 112 kasus curiga kanker, dan 278 tumor atau benjolan. Data ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan mengindikasikan bahwa kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan yang serius. Salah satu upaya deteksi dini yang mudah dilakukan adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), namun praktiknya belum optimal pada wanita usia subur. Tujuan: Diketahui Pengaruh edukasi sadari terhadap keterlampilan Wanita usia subur (WUS) melakukan sadari di wilayah kerja kelurahan way kandis tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian sebanyak 126 wanita usia subur, dengan sampel 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank. Hasil: Rata-rata pengetahuan wanita usia subur sebelum diberikan edukasi adalah 36,71, dan meningkat menjadi 56,83 setelah diberikan edukasi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Z = -8.466 dengan p-value = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan sebelum diberi edukasi dan sesudah diberi edukasi sadari pada wanita usia subur di wilayah kerja kelurahan way kandis kota bandar lampung tahun 2025. Kesimpulan: Edukasi terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan wanita usia subur tentang teknik SADARI, sehingga perlu dilakukan secara rutin dan terstruktur guna mendukung pencegahan kanker payudara secara diri.