Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Edukasi manajemen stress pada remaja dengan relaksasi nafas dalam dan relaksasi otot progresif Triyoso, Triyoso; Furqoni, Prima Dian; Rilyani, Rilyani; Wandini, Riska
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.391

Abstract

Background: Adolescence is the most important period in human life, and adolescence refers to the stage of life that represents the transition from childhood to adulthood. Stress in the younger generation throughout the world occurs in both developed and developing countries. The prevalence of stress and anxiety in adolescents worldwide ranges from 5 to 70%. In the United States alone, 60% of suicide victims suffer from stress and depression. In addition, the prevalence of stress among Korean teenagers was found to be 39.3% in 2019. In Indonesia the prevalence of stress among teenagers increase from year to year, reaching 6.0% of the population. Purpose: Increasing teenagers' knowledge about proper stress management through deep breathing relaxation techniques and progressive muscle relaxation techniques. Method: The community service method carried out is using the socialization method, and filling out questionnaires for Permata Bunda IT High School students. Results: There were 16 participants (100%) who were able to carry out deep breathing relaxation and there were 16 participants (100%) who were able to carry out progressive muscle relaxation. Conclusion: The breathing relaxation technique achieved an incredible 100% success rate among 16 participants, highlighting its undeniable effectiveness in reducing stress. Likewise, Progressive Muscle Relaxation exhibits universal adaptability with a 100% success rate, positioning it as a powerful technique in combating the stressors of modern life. Keywords: Relaxation Techniques; Stress Management; Teenagers. Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa terpenting dalam kehidupan manusia, dan masa remaja mengacu pada tahap kehidupan yang mewakili peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Stres pada generasi muda di seluruh dunia terjadi baik di negara maju maupun  berkembang. Prevalensi stres dan kecemasan pada remaja di seluruh dunia berkisar antara 5 hingga 70%. Di Amerika Serikat saja, 60% korban bunuh diri menderita stres dan depresi. Selain itu, prevalensi stres di kalangan remaja  Korea ditemukan sebesar 39,3% pada tahun 2019. Di Indonesia prevalensi stres di kalangan remaja meningkat dari tahun ke tahun,  mencapai 6,0% dari populasi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan remaja mengenai manajemen stres yang baner melalui teknik relaksasi nafas dalam dan teknik relaksasi otot progresif. Metode: Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu menggunakan metode sosialisasi, dan pengisian kuesioner kepada siswa SMA IT Permata Bunda. Hasil: Terdapat 16 partisipan (100%) mampu melakukan relaksasi pernapasan dalam dan terdapat 16 partisipan (100%) yang mampu melakukan relaksasi otot progresif. Simpulan: Teknik relaksasi pernapasan mencapai tingkat keberhasilan 100% yang luar biasa di antara 16 partisipan, menyoroti efektivitasnya yang tidak dapat disangkal dalam mengurangi stres. Demikian pula, Relaksasi Otot Progresif menunjukkan kemampuan beradaptasi universal dengan tingkat keberhasilan 100%, memposisikannya sebagai teknik yang kuat dalam melawan pemicu stres dalam kehidupan modern.
SOSIALISASI MANFAAT TERAPI AIR SERAI HANGAT UNTUK MENGURANGI NYERI RHEMATOID ATRITIS DI DESA SUKAJAYA LEMPASING PESAWARAN Marlena, Marlena; Rilyani, Rilyani; Gunawan, Ricko; Wandini, Riska
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18520

Abstract

Artritis Reumatoid (AR) merupakan penyakit reumatik autoimun yang paling sering dijumpai dan merupakan penyakit dengan inflamasi kronik yang progresif dan menimbulkan kerusakan sendi yang permanen. Berdasarkan data prevalensi artritis di Indonesia pada kelompk usia 55-64 tahun sebanyak 45%, meningkat pada usia 65-74 tahun sebanyak 51,9 dan pada usia lebih dari 75 tahun sebanyak 54,8% (Kemenkes RI, 2021). Penyakit rheumatoid arthritis baiknya tidak dibiarkan, karena akan merusak sendi yang menimbulkan nyeri hebat. Salah satu tindakan yang terbukti efektif untuk mengurangi nyeri secara non-farmakologi adalah dengan menghangatkan persendian yang sakit. Tanaman yang memiliki zat sebagai penghangat, anti radang dan dapat memperlancarkan aliran darah seperti serai. Tujuan telah dilakukan asuhan keperawatan pada pasien lansia dengan gangguan rhematoid atritis menggunakan terapi air serai hangat. Pengabdian ini dilakukan pada bulan Juni 2024. Kepada lansia sebanyak 10 orang,metode penyuluhan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi selama 50 menit ,hasil kegiatan pengabdian ini terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 40 % . 
Asuhan keperawatan untuk masalah keperawatan nyeri akut pada ibu post sectio cesarea (sc) dengan penerapan imajinasi terbimbing (guided imagery) Budiarti, Budiarti; Wardyah, Aryanti; Rilyani, Rilyani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i2.412

Abstract

Background: At Abdul Moeloek Regional General Hospital, the incidence of maternal delivery using the Sectio Caesarea (SC) method in 2019 was 528 people, in 2020 it was 663 people, and in 2021 it was 678 people. In 2022, the incidence of maternal delivery using the Sectio Caesarea (SC) method was 643 people, while in 2023 there were 684 people and this shows that there has been a decrease and increase in the incidence of maternal delivery using the Sectio Caesarea (SC). CS delivery causes several complications, one of which is pain in the incision area or tearing of tissue in the abdominal wall and uterus. The level of pain will be felt more than 12 hours after surgery. The therapy used is non-pharmacological therapy to reduce pain from cesarean section, if with non-pharmacological therapy, namely guided imagery techniques. Purpose: To determine the effect of applying guided imagery in reducing pain in post-section cesarean (SC) patients at Abdul Moeloek Regional General Hospital, Bandar Lampung. Method: This research is a descriptive research with a case study approach. The subjects in this study were two respondents who suffered from post-cesarean section (SC) in the obstetrics room of Abdul Moeloek Hospital. Result: Nursing care has been carried out on post-cesarean section (SC) mothers with the application of guided imagery therapy in the obstetrics room of Abdul Moeloek Hospital. The management of acute pain nursing with the application of Guided imagery nursing actions that the author carried out for 3 days found active pain problems in post-cesarean section (SC) mothers where the problems of both clients were all resolved as evidenced by the clients Mrs. A and Mrs. M normal pain scale and during the action both clients were cooperative. Conclusion: There is an effect of the application of Guided imagery to reduce pain in post-cesarean section (SC) mothers. Keywords: Guided Imagery; Pain; Sectio Caesarea. Pendahuluan: Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek angka kejadian persalinan ibu dengan metode Sectio Caesarea (SC) pada tahun 2019 sebanyak 528 orang, tahun 2020 sebanyak 663 orang, dan pada tahun 2021 sebanyak 678 orang. Pada tahun 2022 angka kejadian persalinan Ibu dengan metode Sectio Caesarea (SC) pada 643 orang sedangkan ditahun 2023 terdapat 684 orang dan hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan dan peningkatan angka kejadian persalinan ibu secara Sectio Caesarea (SC). Persalinan SC memunculkan beberapa komplikasi salah satunya adalah nyeri pada daerah insisi atau robekannya jaringan pada dinding perut dan uterus. Tingkat nyeri akan terasa lebih dari 12 jam pasca operasi. Terapi yang digunakan ialah terapi non farmakologi untuk mengurangi nyeri sectio caesarea, apabila dengan terapi non farmakologi yaitu teknik imajinasi terbimbing atau Guided imagery. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan guided imagery dalam mengurangi rasa nyeri pada pasien post sectio cesarea (SC) di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian deskristif dengan pendekatan studi kasus.  Subjek dalam deng penelitian ini adalah penderita ibu post sectio cesarea (SC) sebanyak dua responden yang ada di ruang kebidanan RSUD Abdul Moeloek. Hasil: Telah dilaksanakan asuhan keperawatan pada ibu post sectio cesarea (SC) dengan penerapan terapi imajinasi terbimbing (guided imagery) di ruang kebidanan RSUD Abdul Moeloek. Pengelolaan  keperawatan nyeri akut dengan  penerapan  tindakan  keperawatan Guided imagery yang  penulis  lakukan  selama  3  hari  didapatkan  masalah  nyeri aktif  pada ibu post sectio cesarea (SC) dimana masalah kedua  klien  teratasi  semua  dibuktikan  dengan klien  ny. A dan Ny. M skala nyeri normal dan selama tindakan kedua klien koperatif. Simpulan: Terdapat pengaruh penerapan Guided imagery untuk mengurangi nyeri pada pasien ibu post sectio cesarea (SC).
Asuhan keperawatan pada ibu post sectio cesarea (SC) dengan masalah keperawatan ketidakefektifan pemberian ASI menggunakan pijat oksitosin Cahyanti, Anisa; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i2.414

Abstract

Background: Caesarean section is a surgery to give birth to a child through an incision in the abdominal wall and uterus. Problems that can arise in post-cesarean section patients such as ineffective breastfeeding. Ineffective breastfeeding is a condition where the mother and baby experience dissatisfaction or difficulty while breastfeeding (IDHS, 2017). Breast milk production can be accelerated with non-pharmacological measures, namely through oxytocin massage which can be done by massaging the area around the back (pars thoracic vertebrae). Purpose: Able to carry out nursing care for post sectio caesarea (SC) mothers with nursing problems ineffective breastfeeding using oxytocin massage in Metro City 2023. Method: Writing this final report using a descriptive research design with a case study design. Subjects used by 2 people who experienced breastfeeding nursing problems were not effective. This research was conducted in June 2023. This case study was conducted for 3 days with Oxytocin Massage for 2-3 minutes 2 times per day in the morning and evening. Results: Nursing management of ineffectiveness in breastfeeding with the application of oxytocin massage nursing actions that the author carried out for 3 days found the problem of Ineffective Breastfeeding in Postoperative Mothers with Sectio Caesarea associated with inadequate supply of breast milk in both clients resolved, all evidenced by clients Mrs. M and Mrs. A The production of breast milk is smooth and during the action the two clients are cooperative. Conclusion: There is an effect of oxytocin massage to increase milk production. Suggestion: For future researcher to examine factors that affect breast milk production in postpartum mothers such as nutrition during pregnancy and factors that affect anxiety production in postpartum mothers such as conditions after cesarean. Keywords: Oxytocin Massage; Pregnant Women; Sectio Caesarea. Pendahuluan: Seksio sesarea adalah suatu pembedahan untuk melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Masalah yang dapat muncul pada pasien post seksio sesarea seperti menyusui tidak efektif. Menyusui tidak efektif merupakan suatu kondisi dimana ibu dan bayi mengalami ketidakpuasan atau kesulitan pada saat menyusui (SDKI, 2017). Pengeluaran ASI dapat dipercepat dengan tindakan non farmakologi,yaitu melalui pijat oksitosin yang dapat dilakukan dengan cara memijat areadisekitar punggung (vertebra pars thoratica). Tujuan: Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu post sectio cesarea (SC) dengan masalah keperawatan ketidakefektifan pemberian ASI menggunakan pijat oksitosin di Kota Metro 2023. Metode: Pada penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Subjek yang digunakan 2 orang yang mengalami masalah keperawatan menyusui tidak efektif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2023. Studi kasus ini dilakukan selama 3 hari dengan tindaka Pijat Oksitosin selama 2-3 menit 2 kali perhari pada pagi dan sore hari. Hasil: Pengelolaan  keperawatan ketidakefektifan  dalam  pemberian  ASI  dengan  penerapan  tindakan  keperawatan  pijat oksitosin  yang  penulis  lakukan  selama  3  hari  didapatkan  masalah  Menyusui  Tidak Efektif   Pada   Ibu   Post   Operasi   Dengan   Sectio   Caesarea berhubungan   dengan ketidakadekutan suplai ASI  pada  kedua  klien  teratasi  semua  dibuktikan  dengan klien  Ny  M dan Ny. A produksi ASI nya lancar dan selama tindakan kedua klien koperatif. Simpulan: Terdapat pengaruh pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Saran: Kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor yang mempengaruhi penegeluaran ASI pada ibu post partum seperti nutria selama hamil dan faktor yang mempengaruhi pengeluaran kecemasan pada ibu post partum seperti keadaan setelah sesar.
Faktor sosial ekonomi dengan Kejadian anemia pada remaja putri Rizka, Mahda; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v4i2.687

Abstract

Abstract Background: Anemia is a common problem among teenagers, especially young women. The cause is poor diet which has an impact on the nutritional status of the younger generation. Normal Hb levels in adolescent girls are (>12 g/dl). The incidence of anemia in adolescent girls is 29%. One of the factors causing anemia is socio-economic factors. Purpose: To determine the comparison of anemia with socioeconomic factors in adolescent girls at SMAN 7 and SMAN 14 in Kemiling, Bandar Lampung in 2024. Method: This is a quantitative study using a cross-sectional approach. The population consisted of adolescent girls from SMAN 7 and SMAN 14, totaling 261 respondents. The sampling technique used was random sampling. Results: In SMAN 14, 14.1% of students have abnormal menstrual periods and 85.9% have normal periods. In SMAN 7, 21.4% have abnormal menstrual periods and 78.6% have normal periods. In SMAN 14, 59.2% are anemic and 40.8% are non-anemic. In SMAN 7, 48.6% are anemic and 51.4% are non-anemic. In SMAN 14, 8.4% of parents have low education and 91.6% have high education; 22% of parents are unemployed and 78% are employed; 67.5% of parents have low income and 32.5% have high income. In SMAN 7, 7.1% of parents have low education and 92.9% have high education; 1.4% of parents are unemployed and 98.6% are employed; 65.7% of parents have low income and 34.3% have high income. Conclusion: In SMAN 14, out of 191 respondents, 113 (59.2%) are anemic, 175 (91.6%) have high parental education, 149 (78%) have employed parents, and 129 (67.5%) have low parental income. Low economic status leads to nutritional limitations for children.   Pendahuluan: Anemia merupakan masalah yang umum terjadi di kalangan remaja, khususnya remaja putri. Penyebabnya adalah pola makan yang buruk sehingga berdampak pada status gizi generasi muda. Kadar Hb normal pada remaja putri adalah (>12 g/dl) Kejadian anemia pada remaja putri adalah 29%. Salah satu faktor penyebab anemia adalah faktor sosial ekonomi. Tujuan: Untuk diketahuinya perbandingan Anemia dengan Faktor sosial ekonomi pada remaja putri di SMAN 7 dan SMAN 14 di Kemiling Bandar Lampung tahun 2024. Jenis penelitian yang di gunakan kuantitatif. Metode: Menggunakan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah remaja putri di SMAN 7 dan SMAN 14 sejumlah 261 responden. Teknik sampling yang di gunakan random sampling. Hasil: Lama menstruasi di SMAN 14 sebanyak 14.1% tidak normal dan 85.9% normal. Sedangkan di SMAN 7 lama menstruasi 21.4% tidak normal dan 78.6% normal. Anemia di SMAN 14 sebanyak 59,2% anemia dan 40,8% tidak anemia. Sedangkan di SMAN 7 sebanyak 48.6% anemia dan 51,4% tidak anemia. Di SMAN 14 pendidikan orang tua 8,4% rendah dan 91.6% tinggi, pekerjaan orang tua 22% tidak bekerja dan 78% bekerja, pendapatan orang tua 67.5% rendah dan 32.5% tinggi. Sedangkan di SMAN 7 pendidikan orang tua 7.1% rendah dan 92.9% tinggi, pekerjaan orang tua 1.4% tidak bekerja dan 98.6% bekerja, pendapatan orang tua 65.7% rendah dan 34.3% tinggi. Simpulan: Di SMAN 14 anemia 113 responden (59.2%), pendidikan orang yang tinggi 175 responden (91.6%), pekerjaan orang tua yang bekerja 149 responden (78%), pendapatan orang tua yang rendah 129 responden (67.5%). Karena ekonomi yang rendah menyebabkan anak mengalami keterbatasan untuk mendapatkan gizi yang seharusnya.
Upaya Pencegahan Kecemasan Pada Lansia Terhadap Kesendirian Trismiana, Eka; Rizka, Mahda; K, Umi Rohmayati; Rilyani, Rilyani; Aryanti, Aryanti; Andoko, Andoko; Silvia, Eka; Elliya, Rahma; Wandini, Riska; Triyoso, Triyoso; Setiawati, Setiawati
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20525

Abstract

 Pendahuluan: Semua orang akan mengalami proses menua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir. Salah satu gangguan yang dapat muncul pada usia lanjut adalah gangguan mental dan yang paling sering muncul adalah kecemasan. Kesepian merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecemasan pada lansia.Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan terhadap upaya pencegahan pada lansia terhadap kesendirian.Metode: Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal30 Oktober 2023 meliputi wawancara, sesi tanya-jawab serta presentasi yang diampaikan pemateri menggunakan leaflet dan komputer kepada 21 orang Lansia.Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah lansia sangat memahami dan antusias terhadap materi yang disampaikan.Simpulan: Masyarakat khususnya lansia diharapkan dapat segera mengatasi masalah kecemasan yang terjadi pada dirinya sendiri.Kata Kunci: Lansia, Kecemasan, Kesendirian, Penyuluhan Kesehatan
Pengaruh Keterampilan Deteksi Dini dan Manajemen Awal Kegawatdaruratan Perdarahan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil di UPTD Puskesmas Way Panji Kabupaten Lampung Selatan Wahyuningsih, Indah; Rilyani, Rilyani; Novikasari, Lina
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.19787

Abstract

ABSTRACT The World Health Organization (WHO) stated that maternal deaths in 2020 were around 287,000 women who died during and after pregnancy and childbirth. Sub-Saharan Africa 70% of maternal deaths (202,000), South Asia 16% of maternal deaths (47,000). Indonesia's maternal mortality rate is above 15 deaths per 1000 live births. In Lampung Province, the maternal mortality rate in 2023 was 75.15%. South Lampung in 2022 was 29.43%. Early detection of emergencies and provision of appropriate treatment can prevent complications and can result in maternal death. To determine the effect of early detection skills and early management of bleeding emergencies on the knowledge of pregnant women at the Way Panji Health Center, South Lampung Regency in 2024. This study used a quasi-experimental design with one group pre-test - post-test, the population was all pregnant women in the scope of work of the Way Panji Health Center, South Lampung Regency, totaling 326 respondents, the sampling technique used was Purposive Random Sampling with a sample of 30 respondents. The instrument used a questionnaire and the statistical test used was the t-test. The average pre-test knowledge score was 6.33 and the average post-test knowledge score was 13.03. The average pre-test skill score was 4.90 and the average post-test knowledge score was 11.17. The results of the t-test knowledge test (0.000) and skills (0.000) of pregnant women. There is an influence of early detection skills and early management of bleeding emergencies on the knowledge and skills of pregnant women at the Way Panji Health Center, South Lampung Regency in 2024. Keywords: Pregnant Women, Early Detection, Pregnant Women's Emergencies, Knowledge  ABSTRAK World Health Organization (WHO) menyatakan kematian ibu hamil tahun 2020 sekitar 287.000 perempuan meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Afrika Sub-Sahara 70% kematian ibu (202.000), Asia Selatan 16 % kematian ibu  (47.000). Indonesia angka kematian ibu di atas 15 kematian per 1000 kelahiran hidup. Di Provinsi Lampung angka kematian ibu pada tahun 2023 sebanyak 75,15 %. Lampung Selatan tahun 2022 sebanyak 29,43%. Deteksi dini kegawatdaruratan dan pemberian penanganan yang sesuai dapat mencegah komplikasi dan dapat mengakibatkan kematian ibu. Diketahui Pengaruh Keterampilan Deteksi Dini Dan Manajemen Awal Kegawatdaruratan Perdarahan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Di Puskesmas Way Panji Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan diesain desain quasi eksperimen one group Pre-test – Post-test, populasi adalah seluruh ibu hamil yang berada di ruang lingkup kerja Puskemas Way Panji Kabupaten Lampung Selatan yang berjumlah 326 responden, teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Random Sampling dengan sampel sebanyak 30 responden. Instrumen menggunakan kuesioner dan uji statistic yang digunakan  uji t test. Rata-rata nilai pengetahuan pre test sebesar 6,33 dan rata-rata nilai pengetahuan post test sebesar 13,03. Rata-rata nilai keterampilan pre test sebesar 4,90 dan rata-rata nilai pengetahuan post test sebesar 11,17. Hasil uji t test pengetahuan (0,000) dan keterampilan (0,000) ibu hamil. Ada pengaruh keterampilan deteksi dini dan manajemen awal kegawatdaruratan perdarahan terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu hamil di Puskesmas Way Panji Kabupaten Lampung Selatan tahun 2024. Kata Kunci: Ibu Hamil, Deteksi Dini, Kegawatdaruratan Ibu Hamil, Pengetahuan
Analisis Hambatan Belajar Secara Metode Zoom Pada Mahasiswa Keperawatan Selama Masa Pandemi Covid 19 di Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2019 – 2023 Epilasari, Epilasari; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti; Bustami, Anita
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i6.12009

Abstract

ABSTRACT Learning problems during the pandemic experienced changes and problems where students were required to study at home using zoom media. Data on the number of nursing students for the 2019-2021 period at Malahayati University, a total of 154 people. About 56% of students experience problems with lack of knowledge and mastery of material in zoom activities, while 44% are due to factors from the internet network in the learning room which is difficult to access. The purpose of this research is to find out the learning barriers using the zoom method for nursing students during the Covid 19 pandemic at the Malahayati University in Bandar Lampung in 2023. The research will be carried out in February 2023 at the Nursing Study Program, Faculty of Health, Malahayati University, Bandar Lampung. This type of observational analytic research with a quantitative research design and cross sectional approach. The research was conducted using primary data from a questionnaire. The frequency distribution of online learning barriers based on internal factors was very high category 49 (44.1%), high barriers 21(18.9%) moderate barriers 14 (12.6%), very low barriers 16 (14.4%), very low barriers 11 (9.9%). Frequency distribution of online learning barriers based on external factors with very high category 49 (36.9%), high barriers 17(15.3%) moderate barriers 21 (18.7%) respondents, very low barriers 19 (17.1%) ), very low resistance 13 (11.7%). The conclusion is that there are learning barriers using the zoom method for nursing students during the Covid 19 pandemic at the University of Malahayati Bandar Lampung in 2023. It is expected to be able to increase understanding of learning techniques using zoom media. Keywords: Online Barriers, Covid 19, Internal and External Barriers  ABSTRAK Masalah pembelajaran pada masa pandemi mengalami perubahan dan masalah dimana mahasiswa diharuskan untuk belajar di rumah dengan menggunakan media zoom. Data jumlah mahasiswa/i perawat periode 2019-2021 di Universitas Malahayati, sejumlah     154 orang.Dari sekitar 56% mahasiswa mengalami masalah kurangan pengetahuan dan menguasai materi dalam kegiatan zoom, sedangkan 44% dikarenakn faktor dari jaringan internet di ruangan pemberlajaran susah untuk di akses. Tujuan untuk mengetahui hambatan belajar secara metode zoom pada mahasiswa keperawatan selama masa pandemi Covid 19 Di Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2023. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2023 di Program Studi Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Malahayati Bandar Lampung. Jenis penelitian analitik observasional dengan desain penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer dari kuesioner. Distribusi frekuensi hambatan belajar secara daring berdasarkan faktor internal kategori sangat tinggi 49 (44,1%), hambatan tinggi 21(18,9%) hambatan sedang 14 (12,6%), hambatan rendah 16 (14,4%), hambatan sangat rendah 11 (9,9%). Distribusi frekuensi hambatan belajar secara daring berdasarkan faktor eksternal dengan kategori sangat tinggi 41 (36,9%), hambatan tinggi 17(15,3%) hambatan sedang 21 (18,7%) responden, hambatan sangat rendah 19 (17,1%), hambatan sangat rendah 13 (11,7%). Ada hambatan belajar secara metode zoom pada mahasiswa keperawatan selama masa pandemi Covid 19 Di Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2023. Diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai teknik pembelajaran menggunakan media zoom Kata Kunci: Hambatan Metode Zoom, Covid 19, Hambatan Internal Dan Eksternal
Asuhan keperawatan anak dengan masalah resiko tersedak melalui edukasi kesehatan tentang tatalaksana kegawatdaruratan masalah tersedak Natalia, Mutiara; Rilyani, Rilyani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i7.1412

Abstract

Background: Toddlers are not yet able to distinguish between edible and inedible objects because they are in the oral phase and tend to put objects in their mouths, putting them at risk of choking. WHO (2011) recorded 17,537 cases of choking in children aged ≤3 years, with 59.5% caused by food, 31.4% by foreign objects, and 9.1% by other causes. Purpose: To report on pediatric nursing care, including providing education on emergency management of choking in children at home in Sukajaya District. Method: This was a quantitative descriptive study using a case study approach for nursing care (assessment to evaluation). Education was provided to improve mothers' knowledge in managing choking in children. Results: The evaluation of the choking management education conducted over two sessions showed a significant increase in knowledge among both respondents. Conclusion: Based on the results obtained after two sessions of education, both respondents showed a significant increase in knowledge regarding choking management in children
Asuhan keperawatan pada ibu hamil yang mengalami anemia dengan intervensi jus bayam dan tomat Irgi, Muhammad; Wardiyah, Aryanti; Rilyani, Rilyani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i7.1753

Abstract

Background: Anemia in pregnant women carries the risk of giving birth to a baby that is not yet full term (premature), miscarriage, bleeding both before and after delivery, uneventful delivery, fetal death in the womb, death of the pregnant woman, and convulsions during pregnancy. In October 2023-January 2024 the Kedaton Community Health Center had a total of 733 pregnant women and it was found that 76 pregnant women were anemic. Purpose : to make a report on maternity nursing care by giving spinach and tomato juice to increase hemoglobin levels in pregnant women who experience anemia in Kedaton District, Bandar Lampung City in 2025 Method: This type of research uses qualitative descriptive research. The research design uses a descriptive research approach and a nursing care case study approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. This case study is the application of spinach and tomato juice therapy by Maternity Nursing Care to increase hemoglobin levels Results: Both respondents experienced significant changes, namely in Mrs. P with a difference of 1.5 g/dL, while Mrs. A with a difference of 1.8 g/dL. From the results of the analysis of hemoglobin levels, the author concluded that there was a significant increase in hemoglobin levels in pregnant women. Conclusion: Giving spinach and tomato juice can increase hemoglobin levels in pregnant women