Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGUATAN PENDIDIKAN POLITIK: PILKADA 2024 YANG BERKUALITAS DAN BERMAKNA Suhaida, Dada; Azwar, Idham; Nurhadianto, Nurhadianto; Moad, Moad; Roma, Kholifuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i1.4742

Abstract

ABSTRACTKubu Raya is a regency located on the outskirts of Pontianak City, West Kalimantan. geographically, the people of Kubu Raya Regency have diverse cultures, customs, tribes and religions. With this diversity, challenges and obstacles may arise in the simultaneous regional elections because of a lack of understanding of the regional election process and different choices of candidates, causing conflict between communities in 2024. In addition, social media and technology can accelerate the spread of intolerant and hateful news for specific individuals or groups. Community Service aims to provide socialization to students as new voters are believed to be the spearheads of the success of the simultaneous regional elections. It used several methods, including interactive discussion activities with participants and displaying photos of the regional election candidates at the Governor and the district head level in 2024. It concluded that participants did not know the candidate pairs' names in the regional elections' photos at the gubernatorial and district levels. After socialization, the participants obtained information and knowledge about the names of the candidate pairs, their rights and responsibilities as citizens in the regional election process and the participants as new voters committing to participate in the regional elections. They declared they would not abstain from voting.Keywords: Strengthening Political Education, New Voters, Quality and MeaningfulABSTRAKKabupaten Kubu Raya adalah kota yang secara geografis sebagai kabupaten yang berada dipinggiran Kota Pontianak Kalimantan Barat. Sehingga secara geografis masyarakat Kabupaten Kubu Raya memiliki keberagaman budaya, adat, suku serta agama. Dengan keberagaman tersebut memungkinkan saja muncul tantangan dan kendala ke depan pada Pilkada serentak 2024, berupa ketidakpahaman terhadap pendidikan politik dan perbedaan pilihan paslon dapar menimbulkan konflik antar masyaraka, selain itu media sosial dan teknologi juga dapat mempercepat tersebasrnya berita yang bersifat intoleran yang menyebarkan berita kebencian terhadap individu maupun kelompok tertentu. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat yakni pemilih pemula sebagai pelajar yang diyakini sebagai ujuk tombak kesuksesan pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan beberapa metode, di antaranya kegiatan diskusi interaktif dengan membuka ruang tanya jawab dengan peserta, menampilkan foto maupun gambar paslon pilkada tingkat Gubernur maupun tingkat kepala daerah kabupaten. Kegiatan pengabdian menghasilkan simpulan yakni, bahwa peserta pengabdian tidak mengenal nama paslon foto maupun gambar pilkada baik itu tingkat gubernur dan tingkat kabupaten, setelah dilakukannya sosialiasi peserta memperoleh informasi dan pengetahuan tentang nama paslon, hak dan tanggung jawab sebagai warga negara dalam proses pilkada, dan peserta sebagai pemilih pemula berkomitmen untuk memberikan hal pilih suaranya di pilkada 2024 dan menyatakan diri tidak golput.Kata Kunci: Pendidikan Politik; Bermakna dan Berkualitas;  Pemilih Pemula
Integrating Local Wisdom and Generative AI in Ethno-STEM Materials: A Case Study in Border Education Nawawi; Syafrial Nur; Arif Januardi; Moad
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12795

Abstract

The Indonesia-Malaysia border region faces educational challenges in the form of limited learning resources, low digital literacy, and lack of pedagogical innovation. This research aims to develop and evaluate generative AI-assisted Ethno-STEM teaching materials based on Dayak and Malay local wisdom to increase student engagement and creativity. The research uses a mixed methods design with a sequential exploratory model. The qualitative phase was carried out through interviews and observations to explore local wisdom, followed by the preparation of Ethno-STEM-based modules with the integration of AI interactive media, and the quantitative phase involved a limited trial of 30 students of class X and 3 science teachers at SMA Negeri 1 Sajingan Besar. The data were analyzed using descriptive statistics and N-gain calculations. The results showed that the modules were positively rated by students, with 87% stating that they agreed or strongly agreed on the aspects of attractiveness, cultural relevance, and ease of use. The improvement in learning outcomes was also significant, indicated by an average N-gain of 0.91 (high category). The recapitulation of student creativity showed achievements in the category of quite creative, with elaboration obtaining the highest score (55.8%). These findings confirm that the integration of Ethno-STEM and generative AI not only improves conceptual understanding, but also fosters students' critical-creative thinking skills, and is worthy of being recommended for schools in border areas.
Local Knowledge-based Citizenship Learning Model to Increase Ecological Awareness in the Indonesia-Malaysia Border Area Moad; Hadi Rianto; Muhamad Imaduddin; Nawawi; Syafrial Nur
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v23i1.70289

Abstract

High gap between ecological knowledge and pro-environmental action remains a critical challenge for sustainability, particularly in ecologically sensitive border regions. This study addresses this gap by developing and testing a Civic Ecological Transformation (CET) learning model based on local knowledge to enhance students’ ecological awareness in the Indonesia–Malaysia border region. Using a mixed-methods approach with a sequential exploratory design, the study began with a qualitative exploration (interviews, FGDs, observations) to identify local cultural values, followed by a quantitative phase (one-group pretest-posttest, PLS-SEM) to test the model’s effectiveness. The findings reveal that the integration of local knowledge such as belalek, saprahan, and tepung tawar significantly improves ecological awareness. Path analysis confirms the effect of the CET learning model is fully mediated by this integration of local knowledge. The CET model effectively fosters ecological citizenship and supports the achievement of SDG 4, 13, and 15, contributing a pedagogical innovation for Civic Education rooted in environmental sustainability.
OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN: SOLUSI STRATEGIS PENANGANAN STUNTING DI DESA PUNGGUR KAPUAS Rianto, Hadi; Suhaida, Dada; Moad, Moad; Rube'i, Muhammad Anwar; Ardiansyah, Ardiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v9i1.6473

Abstract

ABSTRACTStunting remains a critical health challenge in the Kubu Raya Regency, driven by monotonous dietary patterns and high dependency on market-supplied food. Despite having abundant residential yard space, the community in Punggur Kapuas Village has not optimally utilized these areas for food production due to a lack of technical knowledge. This program aimed to enhance the knowledge and skills of local households in managing their yards sustainably to improve family nutrition. The program employed a participatory empowerment approach involving 20 participants. The methodology included coordination, interactive nutrition workshops, hands-on technical training (seed sowing, polybag preparation, organic composting), and intensive monitoring. The initiative resulted in a significant transformation of technical skills. Participants successfully mastered organic fertilizer production and diversified crops with nutrient-dense vegetables. The program fostered high community engagement and established a foundation for food self-sufficiency. Yard optimization serves as a strategic solution for achieving family food independence. Sustainability depends on institutionalizing these activities through Community Self-Help Groups (KSM).Keywords: Sustainable Cultivation, Family Nutrition, Stunting Prevention, Yard Optimization, Punggur Kapuas.ABSTRAKStunting masih menjadi tantangan kesehatan yang kritis di Kabupaten Kubu Raya, yang dipicu oleh pola makan monoton serta tingginya ketergantungan pada pasokan pangan pasar. Meskipun memiliki lahan pekarangan yang luas, masyarakat di Desa Punggur Kapuas belum mengoptimalkan area tersebut untuk produksi pangan akibat keterbatasan pengetahuan teknis. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan rumah tangga dalam mengelola pekarangan secara berkelanjutan guna meningkatkan status gizi keluarga. Program ini menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang melibatkan 20 peserta. Metodologi pelaksanaan meliputi koordinasi, lokakarya gizi interaktif, pelatihan teknis langsung (penyemaian benih, persiapan media tanam polibag, pembuatan kompos organik), serta pemantauan intensif. Inisiasi ini menghasilkan transformasi keterampilan teknis yang signifikan. Peserta berhasil menguasai produksi pupuk organik dan mendiversifikasi tanaman dengan sayuran padat gizi. Program ini juga menumbuhkan keterlibatan masyarakat yang tinggi serta meletakkan dasar bagi kemandirian pangan tingkat rumah tangga. Optimalisasi lahan pekarangan berfungsi sebagai solusi strategis dalam mencapai kemandirian pangan keluarga. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada institusionalisasi kegiatan melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).Kata Kunci: Budidaya Berkelanjutan, Gizi Keluarga, Pencegahan Stunting, Optimalisasi Pekarangan, Punggur Kapuas.
ANALISIS TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT DALAM KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI DESA TENGON KECAMATAN AIR BESAR KABUPATEN LANDAK Syafrial Nur; Moad; Heriko
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan di Desa Tengon, Kabupaten Landak, serta mengevaluasi apakah hasilnya buruk atau rendah. Kebersihan lingkungan adalah faktor penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, serta mempertahankan ekosistem yang seimbang. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah kepala desa, kepala RT, kepala RW, dan masyarakat. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kepedulian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan di Desa Tengon mayoritas responden tidak memiliki kesadaran yang baik tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Penyebab utama dari rendahnya tingkat kepedulian ini adalah kurangnya pengetahuan mengenai dampak yang dapat ditimbulkan oleh perilaku yang tidak ramah lingkungan, serta kurangnya akses terhadap sarana dan prasarana yang memadai untuk membuang sampah.
ANALISIS NILAI KEADILAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH OLEH KEPALA ADAT SUKU DAYAK KETUNGGAU DESA PELIMPING BARU KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG Veronika Ratna Parawita; Yuliananingsih M.; Moad
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.8340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai keadilan dalam penyelesaian sengketa tanah oleh Kepala Adat Suku Dayak Ketungau Desa Pelimping Baru Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus. Menurut adat setempat, berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat pada masyarakat Adat Dayak Ketunggau Desa Pelimping Baru beserta Lembaga Adatnya, adapun penyelesaian sengketa batas tanah melalui tiga (3) tingkatan yakni : Tingkat RT, diselesaikan oleh Dewan Adat Desa Pelimping Baru, Tingkat Dusun, diselesaikan oleh Ketua Adat Desa Pelimping Baru, Tingkat Desa, diselasaikan oleh Temenggung Desa Pelimping Baru Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Akibat hukum yang ditimbulkan dari penyelesaian sengketa batas tanah warga masyarakat Adat Dayak Ketunggau Pelimping Baru Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang adanya sanksi bagi pihak yang bersengketa dengan membayar seluruh kerugian dalam penyeleaian sengketa batas tanah sebesar 40 Rial ( satuan uang dalam hukum adat ) dan tanah tersebut di kembalikan kepada pihak yang berhak. Upaya yang dapat dilakukan oleh Lembaga Adat untuk menyelesaikan Sengketa Batas Tanah warga masyarakat adat di Desa Pelimping Baru Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang adalah yaitu dengan memberikan teguran dan penjelasan kepada pihak yang bersengketa agar di kemudian hari tidak terjadi kasus yang serupa.
Tenun Lunggi dan Resiliensi Perempuan Sambas: Strategi Life-Long Learning dalam Menjaga Warisan Budaya Arif Januardi; Moad Moad; Mohammad Reza; Uray Endang Kusumajaya; Syafrial Nur; Nawawi Nawawi; Ersa Dwiyana
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 1 Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.9027

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran perempuan Sambas dalam pelestarian kain tenun Lunggi (Bannang Ammas) sebagai warisan budaya sekaligus sumber pemberdayaan ekonomi. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini memanfaatkan data pustaka dari jurnal, laporan lembaga, dan media untuk mengeksplorasi keterlibatan perempuan dalam proses produksi, promosi, dan regenerasi keterampilan menenun. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pengrajin, tetapi juga sebagai pelestari tradisi dan agen pembelajaran sepanjang hayat (life-long learning). Mereka terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan melalui adaptasi teknologi, inovasi desain, serta penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan. Meski menghadapi tantangan dari minimnya regenerasi dan persaingan industri tekstil modern, keberlanjutan tenun Lunggi tetap terjaga berkat komitmen komunitas, dukungan kelembagaan, serta semangat perempuan dalam menjaga identitas budaya. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya berbasis gender dan komunitas merupakan strategi efektif dalam menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup dan relevan di era global.
Sinergi Pedagogi dan Ekologi dalam Kerangka ESD: Tinjauan Literatur Sistematis Model Pembelajaran Civic Eco-Transformation Moad Moad; Hadi Rianto; Arif Januardi; Nawawi; Syafrial Nur
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.10302

Abstract

Model Civic Eco-Transformation (CET) diajukan sebagai metapedagogi inovatif yang secara strategis mengintegrasikan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) dalam konteks Kurikulum Merdeka. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan menganalisis struktur konseptual CET dan sinerginya yang disengaja dengan ESD, khususnya dalam kerangka holistik Head, Heart, and Hands. Hasil analisis menunjukkan CET memadukan tiga pilar utama: Civic (warga negara aktif), Eco (kesadaran lingkungan), dan Transformasi (aksi nyata). Integrasi ini secara struktural mendukung ESD, memastikan bahwa domain Kognitif (Head) dipenuhi melalui Pilar Eco dan Analisis Kritis. Sementara itu, domain Afektif (Heart) dan Aksi (Hands) diwujudkan melalui Transformasi dan Aksi Nyata, didukung strategi Project-Based Learning (PjBL) dan Gamifikasi . Dengan penekanan pada kearifan lokal Kalimantan Barat, CET mengatasi krisis nilai dan lingkungan, menghasilkan solusi yang relevan secara budaya. CET berfungsi sebagai mekanisme pengiriman yang disengaja untuk tujuan filosofis ESD, membentuk generasi muda yang bertanggung jawab dan transformatif.