Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Emergency Nursing Management Model for Patients with Critical Illness: A Theoretical Study Yusriani Saleh Baso; Basyarul Haqiqi; Ady Irawan. AM; Sri Yulian Hunowu
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i1.533

Abstract

This study aims to analyze and describe theoretical models used in emergency nursing management for critically ill patients. Employing a qualitative design with a descriptive approach through systematic literature review, data were collected from academic journals, official documents, and relevant theoretical frameworks, selected based on credibility and recency. The analysis applied inductive methods involving theme identification, data reduction, conceptual categorization, and synthesis. Findings reveal that structured nursing models such as HIRAID, the AACN Synergy Model, Levine’s Conservation Model, and specialized roles like the T2 Nurse and Advanced Practice Nurses (APNs) significantly improve clinical decision-making, documentation accuracy, patient safety, and care efficiency. These models also enhance cultural responsiveness, ethical reasoning, and interprofessional collaboration. Despite these benefits, challenges such as workload pressures, ethical dilemmas, and omission of care remain barriers to optimal implementation. The study concludes that the integration of flexible, theory-based, and evidence-driven nursing models contributes meaningfully to emergency nursing practice and scientific development, while also calling for further cross-setting validation and longitudinal research to strengthen model applicability in diverse healthcare environments.
KUAT KARENA DI DUKUNG: KONTRIBUSI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS Hunowu, Sri Yulian; Indra, Indra; Yasin, Nurnianingsih A.; Azis, Moh. Nisyar Sy. Abd.; Dumar, Bergita
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6555

Abstract

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat ke dua di dunia sebagai negara dengan kasus terbanyak tuberkulosis setelah India.  Kepatuhan  pengobatan menjadi masalah utama dalam menjalani proses pengobatan. Oleh karenanya, dukungan keluarga menjadi krusial dalam meningkatkan kepatuhan minum obat bagi penderita tuberkulosis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita tuberkulosis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian observasional (analitik) dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien penderita tuberkulosis berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampel, dimana sampel yang digunakan berupa seluruh pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari total 31 responden, sebanyak 22 responden memiliki dukungan keluarga positif, sedangkan 9 responden mendapatkan dukungan keluarga negatif. Seluruh responden dengan dukungan keluarga positif (100%) menunjukkan kepatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis. Pada kelompok dengan dukungan keluarga negatif, terdapat 6 responden (66,7%) yang patuh dan 3 responden (33,3%) yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Hasil uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,019 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Kesimpulan: Dukungan keluarga dapat memberikan kontribusi positif kepada kepatuhan penderita TB dalam mengkonsumsi obat, sedangkan kurangnya dukungan keluarga dapat meningkatkan risiko ketidakpatuhan mengkonsumsi obat kepada penderita TB.
Hubungan Durasi Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Tension-Type Headache pada Mahasiswa Keperawatan Alatas, Sarah; Jusuf, Muhammad Isman; Hunowu, Sri Yulian
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/anwcxg08

Abstract

This study aimed to determine the relationship between smartphone usage duration and tension-type headache incidence in nursing students at Gorontalo State University. The method used was quantitative with an observational analytical design and a cross-sectional approach. The results showed a p-value of 0.001 (<0.05), indicating a significant relationship between smartphone usage duration and tension-type headache incidence in nursing students at Gorontalo State University. In conclusion, the longer the smartphone usage duration, the higher the likelihood of experiencing tension-type headache. Keywords: Smartphone Usage Duration, Tension-Type Headache
Self-Efficacy and Psychological Well-Being among First Year Nursing Students: A Cross-Sectional Study Litaqia, Wulida; Najib Febrya Rahman, Ainun; Aji Pramudita, Fadma; Yulian Hunowu, Sri; Nuari Pratama, Ryan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): January - June
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.245

Abstract

Introduction: The transition to higher education increases first-year nursing students' risk of psychological vulnerability. Self-efficacy has been identified as a potential protective factor; however, evidence focusing on early-stage nursing students remains limited. This study aimed to examine the association and predictive role of general self-efficacy on psychological well-being among first-year nursing students. Research Methodology: An analytical cross-sectional study was conducted among 119 first-year nursing students at a public university in Indonesia using convenience sampling. Data were collected through an online survey using the General Self-Efficacy Scale (GSES) and the WHO-5 Well-Being Index. Descriptive statistics, independent-samples t-tests, Pearson correlation, and linear regression analyses were performed using SPSS with α = 0.05. Results: Self-efficacy demonstrated a moderate positive correlation with psychological well-being (r = 0.42; 95% CI: 0.26–0.56; p < 0.001). Linear regression analysis showed that self-efficacy significantly predicted psychological well-being (β = 0.42; p < 0.001), explaining 18% of the variance (R² = 0.18). No significant gender differences were identified. Conclusion: Self-efficacy is a significant psychological determinant of well-being among first-year nursing students. Early educational interventions aimed at strengthening self-efficacy may enhance students’ mental well-being and academic adjustment
KUAT KARENA DI DUKUNG: KONTRIBUSI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS Hunowu, Sri Yulian; Indra, Indra; Yasin, Nurnianingsih A.; Azis, Moh. Nisyar Sy. Abd.; Dumar, Bergita
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat ke dua di dunia sebagai negara dengan kasus terbanyak tuberkulosis setelah India. Kepatuhan pengobatan menjadi masalah utama dalam menjalani proses pengobatan. Oleh karenanya, dukungan keluarga menjadi krusial dalam meningkatkan kepatuhan minum obat bagi penderita tuberkulosis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita tuberkulosis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian observasional (analitik) dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien penderita tuberkulosis berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampel, dimana sampel yang digunakan berupa seluruh pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari total 31 responden, sebanyak 22 responden memiliki dukungan keluarga positif, sedangkan 9 responden mendapatkan dukungan keluarga negatif. Seluruh responden dengan dukungan keluarga positif (100%) menunjukkan kepatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis. Pada kelompok dengan dukungan keluarga negatif, terdapat 6 responden (66,7%) yang patuh dan 3 responden (33,3%) yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Hasil uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,019 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Kesimpulan: Dukungan keluarga dapat memberikan kontribusi positif kepada kepatuhan penderita TB dalam mengkonsumsi obat, sedangkan kurangnya dukungan keluarga dapat meningkatkan risiko ketidakpatuhan mengkonsumsi obat kepada penderita TB.
Pmr (Progressive Muscle Relaxation) terhadap Tingkat Nyeri pada Lansia dengan Rheumatoid Arthritis Nurfadhila Odja; Nurdiana Djamaluddin; Sri Yulian Hunowu
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/gzf06y71

Abstract

This study aimed to determine the effect of PMR therapy on pain levels in elderly people with RA at the South Kota Community Health Center. The method used was a pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest approach. The results showed that before PMR therapy, most respondents experienced moderate pain (24 respondents (77.4%) and severe pain (7 respondents (22.6%). After PMR therapy, pain levels decreased, with most respondents experiencing moderate pain (18 respondents (58.1%) and mild pain (13 respondents (41.9%). The bivariate analysis showed a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of PMR therapy on pain levels in elderly people with RA. In conclusion, Progressive Muscle Relaxation therapy is effective as a non-pharmacological intervention in reducing pain levels in elderly people with Rheumatoid Arthritis at the South Kota Community Health Center. Keywords: Elderly, Progressive Muscle Relaxation, Rheumatoid Arthritis, Pain Level
Pemberdayaan Lansia melalui Edukasi Hipertensi dan Terapi Komplementer di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango Nur Ayun R. Yusuf; Sri Yulian Hunowu; Zainuddin Zainuddin; Moh Nisyar Sy Abd Azis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38989

Abstract

Urgensi: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Rendahnya pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pengelolaannya menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam mengontrol tekanan darah. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai hipertensi serta terapi komplementer yang dapat digunakan sebagai upaya pendukung pengendalian tekanan darah. Metode: Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tilango dengan melibatkan 15 lansia penderita hipertensi. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, dan praktik sederhana terkait terapi komplementer, seperti aromaterapi, akupresur, pijat kaki, slow deep breathing, serta rendam kaki menggunakan air hangat dan garam. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab untuk menilai tingkat pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai hipertensi, faktor risiko, pencegahan, serta penerapan terapi komplementer dalam membantu mengontrol tekanan darah. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung sehingga metode edukasi yang digunakan dinilai efektif dan mudah dipahami oleh lansia. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mengenai hipertensi dan terapi komplementer dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia dalam mengontrol tekanan darah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan lansia dalam upaya promotif dan preventif kesehatan guna mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif