Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KUAT KARENA DI DUKUNG: KONTRIBUSI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS Sri Yulian Hunowu; Indra Indra; Nurnianingsih A. Yasin; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis; Bergita Dumar
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat ke dua di dunia sebagai negara dengan kasus terbanyak tuberkulosis setelah India. Kepatuhan pengobatan menjadi masalah utama dalam menjalani proses pengobatan. Oleh karenanya, dukungan keluarga menjadi krusial dalam meningkatkan kepatuhan minum obat bagi penderita tuberkulosis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita tuberkulosis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian observasional (analitik) dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien penderita tuberkulosis berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampel, dimana sampel yang digunakan berupa seluruh pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari total 31 responden, sebanyak 22 responden memiliki dukungan keluarga positif, sedangkan 9 responden mendapatkan dukungan keluarga negatif. Seluruh responden dengan dukungan keluarga positif (100%) menunjukkan kepatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis. Pada kelompok dengan dukungan keluarga negatif, terdapat 6 responden (66,7%) yang patuh dan 3 responden (33,3%) yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Hasil uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,019 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Kesimpulan: Dukungan keluarga dapat memberikan kontribusi positif kepada kepatuhan penderita TB dalam mengkonsumsi obat, sedangkan kurangnya dukungan keluarga dapat meningkatkan risiko ketidakpatuhan mengkonsumsi obat kepada penderita TB.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN KONTROL RUTIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TIRAWUTA: The Relationship between Family Knowledge and Support and Routine Control Compliance among Diabetes Mellitus Patients in the Working Area of UPTD Puskesmas Tirawuta Indra; Moh. Nisyar Sy. Abd. Aziz; Bergita Dumar; Sri Yulian Hunowu; Sardi Anto
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1385

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai peningkatan glukosa darah (hiperglikemia). Prevalensi DM di Puskesmas Tirawuta mengalami fluktuatif dimana tahun 2019 sebanyak 133 kasus, tahun 2020 meningkat menjadi 273 kasus, tahun 2021 mengalami penurunan sebanyak 137 kasus dan tahun 2022 periode Januari sampai April sebanyak 174 kasus. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan kesadaran penderita diabetes melitus untuk datang kontrol di Puskesmas Tirawuta masih kurang. Penderita yang datang kontrol nanti saat sudah mengeluhkan pusing dan lemas. Disamping itu kurangnya dukungan keluarga terhadap penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin penderita diabetes melitus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tirawuta. Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 137 orang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 58 orang dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji fisher’s exact. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin penderita diabetes melitus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tirawuta dengan nilai p pengetahuan 0,012 dan nilai p dukungan keluarga 0,018. Diharapkan kepada responden agar dapat meningkatkan pengetahuan terkait manfaat melakukan kontrol rutin dan keluarga agar selalu memberikan dukungan yang cukup terutama mengantar penderita ke puskemas.
Hubungan Durasi Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Tension-Type Headache pada Mahasiswa Keperawatan Sarah Alatas; Muhammad Isman Jusuf; Sri Yulian Hunowu
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/anwcxg08

Abstract

This study aimed to determine the relationship between smartphone usage duration and tension-type headache incidence in nursing students at Gorontalo State University. The method used was quantitative with an observational analytical design and a cross-sectional approach. The results showed a p-value of 0.001 (<0.05), indicating a significant relationship between smartphone usage duration and tension-type headache incidence in nursing students at Gorontalo State University. In conclusion, the longer the smartphone usage duration, the higher the likelihood of experiencing tension-type headache. Keywords: Smartphone Usage Duration, Tension-Type Headache
The Benefits Of Mental Health Promotion In School Environments On Improving Emotional Well-Being In Adolescents Bergita Dumar; Nur Fitriah Jumatrin; Sri Yulian Hunowu; Ida Wahyuni; Dedi Krismiadi
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 9 No. 1 (2025): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v9i1.557

Abstract

Adolescents are an age group that experiences puberty which is marked by physical and psychological changes. The demands of facing challenges during this period can affect the emotional well-being of adolescents. Improving emotional well-being in adolescents can involve the role of schools because in general adolescents will spend more time at school with their peers. Schools are considered to be the right place to promote mental health. This study aims to see the benefits of mental health promotion in the school environment on improving emotional well-being in adolescents. This study is a quasi-experimental study with a control group pre-posttest design. The sampling technique used Stratified Random Sampling with a total sample of 70 adolescents aged 15-18 years from one of the Senior High Schools (SMA) in East Kolaka Regency, Southeast Sulawesi. Assessments related to emotional well-being were assessed using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). There was a significant difference between the pre-test and post-test after mental health promotion in the school environment on improving emotional well-being by showing a p-value <0.005. The results of the study indicate that mental health promotion in the school environment has a significant effect on improving emotional well-being in adolescents. Due to the great benefits of mental health promotion, it is highly recommended for schools to integrate mental health promotion into school activities to improve emotional well-being in adolescents.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Beban Keluarga dalam Merawat Lansia yang Menderita Penyakit Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila : Factors Related to Family Burden in Caring for Elderly People Suffering from Hypertension in the Kabila Health Center Work Area Nazwa Tahuhe; Nurdiana Djamaluddin; Nur Ayun R. Yusuf; Sri Yulian Hunowu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7371

Abstract

Lanjut usia merupakan orang yang termasuk dalam kategori kelompok umur 60 tahun ke atas. Dilihat dari beberapa penyakit yang menyerang pada lansia diantaranya hipertensi. Hipertensi adalah kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistole ? 140 mmHg dan diastole ? 90 mmHg. Keluarga memiliki tanggung jawab untuk merawat, namun dalam pelaksanaannya menyebabkan beban bagi keluarga. Beban ini dikenal sebagai beban caregiver yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari 107 responden dengan menggunakan pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan responden lebih banyak mengalami beban ringan sebanyak 61 orang (57,0%) dari 107 responden. Kesimpulan variabel yang berhubungan dengan beban keluarga dalam merawat lansia yang menderita penyakit hipertensi adalah status pekerjaan (p=0,000), penghasilan (p=0,000), hubungan keluarga (p=0,002) dan lama merawat (p=0,005). Penelitian ini di harapakan dapat memberikan informasi secara adekuat pada caregiver terkait perawatan lansia dengan hipertensi sehingga dapat mengurangi beban caregiver.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMASKOTA TENGAH,KOTA GORONTALO Hamna Vonny Lasanuddin; Rona Febriyona; Sri Yulian Hunowu; Fajri Alvionita Mohamad
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu masalah kesehatan utama yang mempengaruhi masyarakat global khususnya pada kelompok lansia. Kepatuhan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku lansia saat meminum obat dengan benar dalam dosis yang, frekuensi yang tepat, dan waktu yang tepat. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kepatuhan Pengobatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas kota Tengah Kotamadya Gorontalo. Metode: Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 145 lansia di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah Kota gorontalo dan sampel sebanyak 59.   Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan memiliki nilai chi square hitung p value 0.001, pada motivasi dengan kepatuhan pengobatan memiliki nilai chi square hitung p value 0.004, dan antara pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pengobatan memiliki nilai chi square hitung p value 0.000, dimana ketiga faktor memiliki nilai yang < 0.05, maka Ha diterima   Kesimpulan: terdapat Hubungan dukungan keluarga, motivasi dan pelayanan kesehatan Dengan kepatuhan pengobatan pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kotamadya Tengah Kota Gorontalo. 
NURSING STUDENTS PERCEPTION TOWARDS CARING BEHAVIOR OF CLINICAL INSTRUCTOR: A LITERATURE REVIEW Sri Yulian Hunowu; Fitri Arofiati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4 No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/g45d2q62

Abstract

Background: Important factors for student success are determined by the behavior of an instructor. Students understand that caring instructors clinic can make students more confident. Caring behavior is a behavior that always assists others holistically. The objective is to know the perception of the caring behavior of nursing students on the clinical instructor.Method: This literature review uses searches from the Google Scholar database, Science Direct, EBSCO. At the initial stage of the search with keywords: "Caring Instructor" AND "Nursing Students Perceptions" obtained the results of 8 international articles from the range of 2014 to 2019 that correspond to the inclusion and exclusion criteria.Results: Based on the results of the literature review of 8 articles, it was found that the caring behavior of clinical instructors can be an indicator of how caring nursing students are when they enter the profession. According to nursing students caring behavior from clinical instructor have a positive attitude towards nursing students. Students become more compassionate, feel helpful when experiencing difficulties, are more open, confident and have high learning motivation.Conclusion: Caring behavior clinical instructor is to be considered by the clinical instructor to students. This is because nursing students always looked clinical instructor as a role model in demonstrating professionalism in nursing, and can improve the caring behavior of their students. Besides that, the caring behavior of the instructor can also improve the clinical learning process to be even better