Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kualitas Hidup Pasien Lansia yang Menderita Kanker : Literature Review Hunowu, Sri Yulian; Sartika , Sartika; Purwanto, Erwin; Indra, Indra; Dumar, Bergita
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1062

Abstract

Kanker merupakan penyakit mematikan kedua setelah jantung.  Kualitas hidup pasien lansia yang menderita penyakit kanker menjadi hal yang perlu diperhatikan. Faktor usia dapat mempengaruhi keberhasilan proses pengobatan pada pasien lansia selain itu juga dapat memperberat efek samping terapi dan mempengaruhi kualitas hidup pasien itu sendiri. Tujuan dari literature review untuk membahas terkait kualitas hidup pasien lansia yang menderita kanker. Metode: Pencarian Literature review menggunakan artikel dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2014 - 2024). Format kata kunci menggunakan format PICO sesuai dengan topik pada literature review. Database yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu; Pubmed dan Google Scholar sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditentukan. Identifikasi artikel menggunakan bagan PRISMA Flowchart. Hasil didapatkan 8 artikel yang ditinjau berdasarkan tema kualitas hidup pada lansia yang mengalami kanker. Hasil tinjauan menunjukkan adanya penurunan kualitas hidup pasien lansia menderita kanker dan adapula kualitas hidup yang baik pada lansia yang menderita kanker. Kesimpulan: penyebab penurunan kualitas hidup lansia menderita kanker karena kurangnya dukungan sosial, penurunan fungsi fisik, dan masalah psikologis. Sedangkan penyebab kualitas hidup yang baik karena diagnosis kanker yang baik, dukungan sosial, perasaan positif, peningkatan spritualitas pasien, serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan.
Implementasi Pendidikan Kesehatan dan Senam Kaki untuk Cegah Komplikasi Diabetes Mellitus pada Lansia Sartika, Sartika; Zainuddin, Zainuddin; Hunowu, Sri Yulian; Indra, Indra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.31363

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia) yang rentan terhadap komplikasi akibat perubahan fisiologis. Kurangnya pengetahuan tentang pencegahan DM dan minimnya aktivitas fisik seperti senam kaki memperburuk risiko komplikasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai DM serta keterampilan melakukan senam kaki diabetes sebagai salah satu strategi nonfarmakologis untuk pencegahan komplikasi. Metode pelaksanaan berupa pendidikan kesehatan berbasis ceramah interaktif dan demonstrasi praktik senam kaki kepada peserta Prolanis di Desa Bubeya, Kecamatan Suwawa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan. Sebelum intervensi, terdapat beberapa aspek pengetahuan peserta yang masih kurang, terutama terkait pentingnya aktivitas fisik dan karakteristik penyakit tidak menular. Namun setelah intervensi, lebih dari 90% peserta mampu memahami definisi DM, gejala, kadar gula darah normal, pencegahan komplikasi, serta pentingnya melakukan senam kaki secara rutin. Demonstrasi senam kaki diabetes juga diterima dengan baik oleh peserta dan mampu meningkatkan keterampilan mereka dalam menjaga sirkulasi darah dan mencegah komplikasi ulcus diabetik. Partisipasi aktif peserta selama kegiatan menunjukkan efektivitas pendekatan ceramah interaktif yang dikombinasikan dengan praktik langsung. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dan praktik senam kaki merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan perilaku pencegahan komplikasi DM pada lansia. Edukasi berkelanjutan serta pendampingan oleh kader kesehatan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan perilaku sehat ini di tingkat komunitas
SISWA AKTIF, SEHAT DAN BERPRESTASI: EDUKASI POSISI ERGONOMIS DUDUK DAN MENULIS YANG BAIK SAAT BELAJAR Hunowu, Sri Yulian; Bergita Dumar; Sartika; Indra
Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v4i2.1341

Abstract

Non-ergonomic sitting and writing positions can cause musculoskeletal disorders and reduce students’ learning concentration. Education on the importance of correct body posture during study is essential to be implemented from an early age. This community service activity aims to increase the awareness and understanding of elementary school students about the importance of applying ergonomic principles in proper sitting and writing positions during the learning process to support long-term health and comfort. This activity was carried out at a vocational high school in Gorontalo City using lecture and demonstration methods. The service activity proceeded smoothly and showed an improvement in students’ understanding of correct and comfortable sitting and writing positions in the school environment. Keywords: Ergonomic Sitting Position, Proper Writing Position
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Daun Kelor dalam Olahan Brownis dan Sayur Kelor sebagai Strategi Pencegahan Stunting Hasan, Hamsidar; Manno, Mohamad Reski; Kadir, Laksmyn; Hunowu, Sri Yulian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34081

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu strategi pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan konsumsi pangan bergizi yang mudah dijangkau masyarakat. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui memiliki kandungan protein, zat besi, kalsium, vitamin, serta antioksidan yang tinggi sehingga berpotensi sebagai pangan fungsional. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan daun kelor dalam olahan pangan, seperti brownis kelor dan sayur kelor, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam menyediakan makanan sehat bagi keluarga. Program ini menggunakan pendekatan edukasi dan pelatihan pengolahan pangan berbasis kelor kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap mulai dari Pre-test, penyuluhan mengenai pemanfaatan daun kelor serta dilakukan Post-test. Setelah itu diberikan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai gizi daun kelor, keterampilan dalam mengolah kelor menjadi produk yang lebih bervariasi, serta peningkatan minat masyarakat untuk menjadikan kelor sebagai pangan sehari-hari. Dengan demikian, pemanfaatan daun kelor dalam berbagai olahan pangan dapat menjadi strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat. 
LANSIA AKTIF DAN DESA PRODUKTIF: PEMBERDAYAAN LANSIA HIPERTENSI MELALUI PROGRAM EDUKASI DAN PEMANFAATAN OBAT HERBAL Zainuddin; Nisyar Sy Abd Azis, Moh; Ayun R. Yusuf, Nur; Hunowu, Sri Yulian
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.516

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang umum dialami oleh lansia. Berdasarkan data di Kemenkes (2019) prevalensi kejadian hipertensi pada lansia di Indonesia sebesar 45,9% pada umur 55 – 64 tahun, 57,6% umur 65 – 74 tahun dan 63,8% umur >75 tahun, termasuk di Kota Gorontalo dengan prevalensi mencapai 29,0%. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo, di desa Pulubala, metode yang digunakan adalah metode ceramah melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang mencakup penyuluhan, demonstrasi senam hipertensi.Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku lansia. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan lansia. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dimana pada pretest terdapat 10 responden (83,3%) dengan skor ≤65 dan hanya 2 responden (16,7%) dengan skor >65. Setelah post test, 11 responden (91,7%) memperoleh skor >65 dan hanya 1 responden (8,3%) yang masih berada pada kategori ≤65. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman lansia mengenai hipertensi. Program ini penting sebagai model pemberdayaan lansia dalam upaya promotif dan preventif kesehatan, serta dapat diadopsi secara berkelanjutan oleh desa dalam mewujudkan lansia aktif dan desa produktif SUZUYATOGEL.
Emergency Nursing Management Model for Patients with Critical Illness: A Theoretical Study Yusriani Saleh Baso; Basyarul Haqiqi; Ady Irawan. AM; Sri Yulian Hunowu
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i1.533

Abstract

This study aims to analyze and describe theoretical models used in emergency nursing management for critically ill patients. Employing a qualitative design with a descriptive approach through systematic literature review, data were collected from academic journals, official documents, and relevant theoretical frameworks, selected based on credibility and recency. The analysis applied inductive methods involving theme identification, data reduction, conceptual categorization, and synthesis. Findings reveal that structured nursing models such as HIRAID, the AACN Synergy Model, Levine’s Conservation Model, and specialized roles like the T2 Nurse and Advanced Practice Nurses (APNs) significantly improve clinical decision-making, documentation accuracy, patient safety, and care efficiency. These models also enhance cultural responsiveness, ethical reasoning, and interprofessional collaboration. Despite these benefits, challenges such as workload pressures, ethical dilemmas, and omission of care remain barriers to optimal implementation. The study concludes that the integration of flexible, theory-based, and evidence-driven nursing models contributes meaningfully to emergency nursing practice and scientific development, while also calling for further cross-setting validation and longitudinal research to strengthen model applicability in diverse healthcare environments.
KUAT KARENA DI DUKUNG: KONTRIBUSI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS Hunowu, Sri Yulian; Indra, Indra; Yasin, Nurnianingsih A.; Azis, Moh. Nisyar Sy. Abd.; Dumar, Bergita
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6555

Abstract

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat ke dua di dunia sebagai negara dengan kasus terbanyak tuberkulosis setelah India.  Kepatuhan  pengobatan menjadi masalah utama dalam menjalani proses pengobatan. Oleh karenanya, dukungan keluarga menjadi krusial dalam meningkatkan kepatuhan minum obat bagi penderita tuberkulosis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita tuberkulosis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian observasional (analitik) dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien penderita tuberkulosis berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampel, dimana sampel yang digunakan berupa seluruh pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari total 31 responden, sebanyak 22 responden memiliki dukungan keluarga positif, sedangkan 9 responden mendapatkan dukungan keluarga negatif. Seluruh responden dengan dukungan keluarga positif (100%) menunjukkan kepatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis. Pada kelompok dengan dukungan keluarga negatif, terdapat 6 responden (66,7%) yang patuh dan 3 responden (33,3%) yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Hasil uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,019 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Kesimpulan: Dukungan keluarga dapat memberikan kontribusi positif kepada kepatuhan penderita TB dalam mengkonsumsi obat, sedangkan kurangnya dukungan keluarga dapat meningkatkan risiko ketidakpatuhan mengkonsumsi obat kepada penderita TB.
Pmr (Progressive Muscle Relaxation) terhadap Tingkat Nyeri pada Lansia dengan Rheumatoid Arthritis Nurfadhila Odja; Nurdiana Djamaluddin; Sri Yulian Hunowu
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/gzf06y71

Abstract

This study aimed to determine the effect of PMR therapy on pain levels in elderly people with RA at the South Kota Community Health Center. The method used was a pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest approach. The results showed that before PMR therapy, most respondents experienced moderate pain (24 respondents (77.4%) and severe pain (7 respondents (22.6%). After PMR therapy, pain levels decreased, with most respondents experiencing moderate pain (18 respondents (58.1%) and mild pain (13 respondents (41.9%). The bivariate analysis showed a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of PMR therapy on pain levels in elderly people with RA. In conclusion, Progressive Muscle Relaxation therapy is effective as a non-pharmacological intervention in reducing pain levels in elderly people with Rheumatoid Arthritis at the South Kota Community Health Center. Keywords: Elderly, Progressive Muscle Relaxation, Rheumatoid Arthritis, Pain Level
Pemberdayaan Lansia melalui Edukasi Hipertensi dan Terapi Komplementer di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango Nur Ayun R. Yusuf; Sri Yulian Hunowu; Zainuddin Zainuddin; Moh Nisyar Sy Abd Azis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38989

Abstract

Urgensi: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Rendahnya pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pengelolaannya menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam mengontrol tekanan darah. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai hipertensi serta terapi komplementer yang dapat digunakan sebagai upaya pendukung pengendalian tekanan darah. Metode: Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tilango dengan melibatkan 15 lansia penderita hipertensi. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, dan praktik sederhana terkait terapi komplementer, seperti aromaterapi, akupresur, pijat kaki, slow deep breathing, serta rendam kaki menggunakan air hangat dan garam. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab untuk menilai tingkat pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai hipertensi, faktor risiko, pencegahan, serta penerapan terapi komplementer dalam membantu mengontrol tekanan darah. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung sehingga metode edukasi yang digunakan dinilai efektif dan mudah dipahami oleh lansia. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mengenai hipertensi dan terapi komplementer dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia dalam mengontrol tekanan darah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan lansia dalam upaya promotif dan preventif kesehatan guna mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif
Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup Pasien Kanker Vina Noviani; Edwina Rugaiah Monayo; Sri Yulian Hunowu
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/81trsr22

Abstract

This study aims to determine the family support and quality of life of cancer patients at the Surgical Oncology Specialist Clinic in Gorontalo City. The method used in this study was quantitative with a descriptive design. The results showed that the majority of respondents received high levels of family support (43 respondents (89.6%). Quality of life on the functional scale was mostly in the good category (37 respondents (77.1%), quality of life on the symptom scale was mostly in the mild category (33 respondents (68.8%), and quality of life on the global scale was mostly in the good category (25 respondents (52.1%). In conclusion, cancer patients at the Surgical Oncology Specialist Clinic in Gorontalo City generally have high levels of family support and a relatively good quality of life. Optimal family support needs to be maintained to improve patient well-being during treatment.   Keywords: Family Support, Quality of Life, Cancer Patients