Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PERTIMBANGAN HALAL THAYYIB PADA WISATA NON HALAL DI MADURA Harisah, Harisah; Suhaimi, R.; Mukri, Syarifah Gustiawati
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 8 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v8i2.20276

Abstract

Artikel ini menyajikan respon masyarakat Madura terhadap wisata yang memiliki potensi ekonomi. Namun, dianggap tidak memiliki cara yang halal bahkan thayyiban. Paradigma terlahir karena sifat keber-agamaan orang Madura masih sangat kental terutama bagi masyarakat yang masih tradisional. Oleh karena kajian ini menyajikan respond dan tindakan masyarakat Madura, maka metode pengujian menggunakan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi terkait wisata yang rusak karena didemo oleh masyarakat Madura. Penelitian ini menemukan, bahwa masyarakat Madura sangat agresif terhadap wisata yangdianggap menimbulkan kemaksiatan, menggunakan promosi yang dianggap melanggar tatanan syariah, serta merusak budaya lokal Madura terutama tatanan dunia pesantren. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa setiap sumber ekonomi harus sejalan dengan konsep halal dan thayyib.
HIJAB TRENDS DURING COVID-19 IN THE STUDY OF CONTEMPORARY FIQH IN INDONESIA Zulaekah, Zulaekah; Harisah, Harisah
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 9 No 1 (2021): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v9i1.20298

Abstract

Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi menularnya virus. Keadaan tersebut membuat masyarakat Indonesia menjadikan cara keselamatan sebagai tren. Perubahan tren banyak dilakukan, termasuk tren hijab untuk memberikan keselamatan dan tetap modis di Indonesia. Pilihan tren hijab menjadi salah satu peluang usaha yang halal dengan pertimbangan kesehatan. Indonesia dengan mayoritas muslim sangat tepat jika tren yang diambil salah satunya dengan tren hijab, karena mayoritas masyarakat menggunakan hijab dan sesuai perubahan model. Dengan demikian kajian ini dilakukan dengan metode pendalaman kajian fikih kontemporer yang digunakan untuk menganalisa cara pakai masyarakat, peluang usaha masyarakat, serta bentuk hijab sesuai syariah. Selanjutnya data disempurnakan dengan menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan data dari pelaku usaha hijab, pemakai hijab, team medis, serta pengamat usaha. Penelitian ini menemukan tren hijab dalam kajian fikih kontemporer menjadi salah satu cara dalam mencari penghasilan yang diperbolehkan, serta merupakan salah satu cara seseorang dalam menyelamatkan diri dari virus covid-19 yang telah aman digunakan oleh masyarakat. Namun, menjadi hal yang tidak diperkenankan dalam kajian fikih kontemporer jika tren sampai pada prilaku ishrof, mubadzir, dan memunculkan kesombongan.
MEKANISME PELAKSANAAN PASAR KARANG PENANG SAMPANG DITINJAU DARI EKONOMI SYARIAH Hosen, Muhamad Nadratuzzaman; Harisah, Harisah
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 1 (2022): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v10i1.20336

Abstract

Pasar yang menjadi sarana peningkatan ekonomi masyarakat merupakan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli dan melakukan transaksi barang atau jasa-jasa. Pasar merupakan sebuah mekanisme pertukaran barang dan jasa yang alamiah dan telah berlangsung sejak awal peradaban manusia. Dalam Islam pasar sangatlah penting dalam perekonomian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk meneliti fenomena yang dialami oleh subyek dengan jenis penelitian field research atau penelitian lapangan. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk informannya adalah masyarakat Karang Penang Sampang mulai dari penjual, pembeli, pemasok barang atau penjaga pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pelaksaan mekanisme pasar di pasar karang Penang Sampang berjalan secara alamiah, baik dalam pengadaan barang ataupun dalam penentuan harga. Adapun pandangan ekonomi syariah terhadap pelaksaan transaksi di pasar karang Penang telah sesuai dengan prinsip ekonomi syariah. Kesesuaian ini karenamekanisme pasar berjalan secara alamiah dengan konsep tradisional tanpa campur tangan pemerintah.
PHILANTHROPY FOR WIDOWS AT ISLAMIC UNIVERSITY-BASED ISLAMIC MICROFINANCE INSTITUTIONS IN MADURA INDONESIA AFTER THE COVID-19 PANDEMIC Harisah, Harisah; Arief, Zaenal; Dahlan, Rahmat; Rahmawati, Rahmawati; Ahmad, Azlin Alisa
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 12 No 1 (2024): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v12i1.20375

Abstract

Universities perform a role beyond the enhancement of knowledge in modern society. During the epidemic, however, numerous institutions contributed to the improvement of the community's economy, and this trend persisted after the outbreak. The financial institutions established on the campuses of Madura's Islamic universities govern philanthropy as one of the instruments for economic development. Utilizing interviews, observation, and documentation, this research was conducted using a qualitativemethodology. The study's findings indicate that Islamic universities in Madura, through Islamic financial institutions and Islamic boarding schools, contribute to the improvement of the community's economy from the pandemic to the post-pandemic era through the use of philanthropic instruments, one of which is a widow. Widows are viewed as one of the categories that must be aided by the economy because it is usual for widows, especially those with children, to encounter economic hardships. In Islamic microfinance institutions founded on Islamic colleges in Madura, types of generosity include building houses, supplying meals on a blessed Friday, offering zakat maal and zakat fitrah, waqf in the form of daily necessities, and productive economic forms including capital aid.
Islamic Philonthropy at Islamic Boarding School-Based Microfinance Institutions in Madura During the Covid-19 Pandemic Fadllan, Fadllan; Haryanto, Rudy; Harisah, Harisah; Zulzila Mohd Kusrin
IQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah Vol. 12 No. 2 (2025): Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/iqtishadia.v12i2.21341

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused a significant economic downturn, including in Madura, which necessitates alternative solutions to support community economic resilience, even if the impact is not substantial. This study aims to examine the role of Islamic economic instruments implemented by Islamic boarding school–based microfinance institutions in addressing economic challenges during the Covid-19 period. The research employs a mixed-method approach, combining quantitative analysis with qualitative data obtained through interviews and observations. This approach allows statistical findings to be complemented by empirical insights into the practical implementation of Islamic microfinance practices, enabling their potential replication by other institutions or communities. he findings indicate that the economic empowerment model applied is based on philanthropy from ummah to ummah, utilizing Islamic instruments such as zakat, infaq, alms, and waqf. The hypothesis testing results show that zakat has a positive and significant effect on economic improvement, with a t-value of 3.287. In contrast, infaq does not have a significant effect, while waqf and alms demonstrate negative but significant partial effects on economic conditions during the Covid-19 period. The standard error of all independent variables is below 5 percent, indicating their overall influence on the Madurese economy during the pandemic. Furthermore, the coefficient of determination (R²) is 0.718, suggesting that zakat, infaq, alms, and waqf collectively explain 71.8 percent of the variation in economic improvement, while the remaining 28.2 percent is influenced by other factors not examined in this study.
Maqashid al-Shariah and Cultural Ecology in the Green Economy: A Comparative Study of Islamic Sustainability Models in Indonesia and Malaysia Harisah, Harisah; Rahmat Dahlan; Zaenal Arief; Endang Darajat; Rahmawati-rahmawati
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 13 No 2 (2025): Mizan: Journal of Islamic Law
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the face of the global environmental crisis and the inadequacies of purely technocratic sustainability models, Islamic ethical principles and local cultural values have emerged as vital resources for designing a holistic green economy. This study explores how maqāṣid al-sharīʿah (the higher objectives of Islamic law) interact with ecological cultural practices in shaping sustainability models in Indonesia and Malaysia, two Muslim-majority countries with distinct yet interconnected Islamic traditions and environmental challenges. Using a qualitative-comparative approach based on secondary data, official policy documents, and previous studies, this article examines various Islamic-based green initiatives, including eco-pesantren (eco-friendly Islamic boarding schools), environmental waqf projects, and green Islamic policies initiated by state religious institutions. The findings reveal that both countries integrate Islamic values into environmental practices through differing approaches: Indonesia emphasizes community-based environmental movements rooted in pesantren networks and local customs (adat), whereas Malaysia prioritizes institutional frameworks led by official authorities such as JAKIM. These models demonstrate that maqāṣid al-sharīʿah and cultural ecology function not only as normative frameworks but also as adaptive strategies shaping the ethical, spiritual, and practical dimensions of sustainable development. This study contributes to the discourse on Islamic sustainability by offering a value- and culture-based conceptual synthesis as an alternative to the dominant market-oriented economic paradigm. Keyword: Maqashid al-Shariah; Cultural Ecology; Green Economy    
Implementasi Nilai Moderasi Dalam Praktek Pembangunan Wisata Religi “Batu Ampar” Di Pamekasan Maufiroh, Salamatul; Al Humaidy, Mohammad Ali; Harisah, Harisah
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 10 No. 3 (2024): JIEI : Vol.10, No.3, 2024
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v10i3.14926

Abstract

Wisata Religi Batu Ampar yang terletak di Desa Pangbatok Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan merupkan salah satu tempat bersejarah penting bagi masyarakat Batu Ampar karena menjadi jejak penyeberangan agama islam di Madura yang mana wisata tersebut berkaitan dengan adanya wisata halal dalam ekonomi syariah,selain itu masyarakat Desa Proppo banyak melakukan kegiatan ekonomi seperti berdagang ditempat wisata religi. Metode penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan metode Kualitatif bersifat wawancara dan observasi. Wisata religi batu ampar yang di kelola oleh masyarakat Pamekasan merupakan salah satu tempat wisata religi yang didalamnya dikunjungi oleh para wisatawan untuk berziarah, wisata ini merupakan wisata yang memiliki keunikan yang berbeda dengan wisata religi pada umumnya, yaitu para wisatawan yang hadir dalam wisata tersebut tidak harus dari kalangan umat islam, bahkan wisata religi batu ampar dapat dikunjungi oleh umat beragama lain. Sehingga dalam tempat wisata religi ini tidak menjadikan suatu perbedaan terhadap kalangan umat muslim dan kalangan umat yang beragama non muslim, sehingga dari hal tersebut akan tercipta sikap kerukunan, toleransi,saling menghargai dan menerima perbedaan sesuai dengan moderasi beragama.
Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama pada Tenaga Pendidik dan Masyarakat Sekitar Madrasah Al-Hafidz Desa Kramat Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan Harisah, Harisah; Syahidah, Jihan Amalia; Zulaekah, Zulaekah; Malik, Bangkit Wira
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1945

Abstract

Penguatan nilai-nilai moderasi beragama menjadi kebutuhan mendesak di tengah masyarakat yang majemuk, khususnya di Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan kepada tenaga pendidik dan masyarakat sekitar Madrasah Al-Hafidz dalam menghadapi tantangan konflik ideologi antar-Ormas Islam. Pendekatan kolaboratif melibatkan empat organisasi masyarakat Islam (Ormas) yang aktif di desa tersebut sebagai fasilitator edukasi moderasi. Program ini terdiri dari tahapan pendampingan, demo edukasi, dan evaluasi internal guna membentuk sikap saling menghormati antar-ormas. Ditemukan bahwa konflik ideologi seringkali dipicu oleh doktrin eksklusif, sikap berlebihan terhadap satu Ormas, serta minimnya pemahaman terhadap keragaman dalam Islam. Tantangan era digital turut memperparah kondisi ini, terutama di kalangan usia dini. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif pemerintah daerah dan provinsi dalam membentuk kelompok kerja (pokja) serta menyusun program pendampingan yang sistematis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat diperkuat melalui sinergi antara tokoh masyarakat, pendidik, dan Ormas, untuk menciptakan suasana toleransi dan kerukunan dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat.