Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemberian Nuget Ngangenin untuk Peningkatan Berat Badan Balita Wasting Siregar, Afriyana; Hartati, Yuli; Meilina, Ayu; Friantini, Tri
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 4 No 6 (2024): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v4i6.804

Abstract

Wasting adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan antara asupan gizi yang diterima dan kebutuhan tubuh, biasanya disebabkan oleh kekurangan makanan dan kelaparan. Di Puskesmas Taman Bacaan, tingkat kejadian wasting pada balita menempati peringkat ketiga tertinggi dari total 41 puskesmas di Kota Palembang. Dampak wasting pada balita termasuk penurunan minat dalam menjelajahi lingkungan sekitar, kurangnya interaksi sosial, kurangnya ekspresi kegembiraan, dan kecenderungan untuk menjadi apatis. Dampak jangka panjangnya mencakup gangguan kognitif, penurunan kinerja belajar, gangguan perilaku, dan bahkan peningkatan risiko kematian. Untuk mengatasi masalah dan risiko malnutrisi ini, penting untuk memberikan diet tinggi energi dan protein kepada balita. Diet ini, yang dikenal sebagai Diet Tinggi Energi Protein Tinggi (ETPT), mengandung lebih banyak energi dan protein daripada kebutuhan tubuh. Salah satu produk makanan hewani yang dapat digunakan sebagai sumber protein tinggi untuk membantu memperbaiki gizi balita yang mengalami wasting adalah Nugget Tinggi Protein yang terbuat dari ikan patin (Pangasius). Satu porsi nuget ini mengandung energi 159,4 Kkal, 6,2 gram protein, 3,6 gram lemak, 26,1gram karbohidrat. Pemberian nugget Ngangenin (Nugget Tinggi Protein) dapat meningkatkan berat badan balita wasting.
Pengaruh Pemberian Formula Kue Semprit Terhadap Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia di SMAN 19 Palembang Rain, Srirekha Mutiasyah; Yulianto, Yulianto; Siregar, Afriyana
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2024.8.1.16562

Abstract

This research to determine the effect of giving semprit cake with the addition of chicken liver and soy bean flour on Hb levels in anemic adolescent girls at SMA Negeri 19 Palembang. This research is a quasi-experimental research. Providing food in the form of semprit cake with the addition of chicken liver and soy bean flour to adolescent girls for 30 consecutive days, as many as 8 pieces of semprit cake per day. Samples in this study were taken using simple random sampling technique. It was found that most respondents were 15 years old (56.7%) out of 30 respondents in the treatment group and 15 years old (46.7%) out of 30 respondents in the comparison group.  The average increase in hemoglobin was 3.503 g/dl in the treatment group and 0.004 g/dl in the comparison group. The results of the t-dependent statistical test in the treatment group obtained a p-value <0.05 (0.000) and in the comparison group obtained a p-value >0.005 (0.000). The t-independent test obtained a p-value <0.05 (0.000). It is concluded that there is an effect of semprit cake with the addition of chicken liver and soy bean flour on increasing hemoglobin levels of anemic adolescent girls at SMA Negeri 19 Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kue semprit dengan penambahan hati ayam dan tepung kacang kedelai terhadap kadar Hb pada remaja putri anemia di SMA Negeri 19 Palembang. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen). Pemberian makanan dalam bentuk snack kue semprit dengan penambahan hati ayam dan tepung kacang kedelai kepada remaja putri selama 30 hari berturut-turut sebanyak 8 keping kue semprit per hari. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik simple random sampling. Responden sebagian besar berusia 15 tahun (56,7%) dari 30 responden pada kelompok perlakuan dan berusia 15 tahun (46,7%) dari 30 responden pada kelompok pembanding. Rata-rata peningkatan hemoglobin adalah 3,503 g/dl pada kelompok perlakuan dan 0,004 g/dl pada kelompok pembanding. Hasil uji statistik t-dependent pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p-value <0,05 (p<0,001) dan pada kelompok pembanding didapatkan nilai p-value>0,005 (p=0,967). Uji t-independent didapatkan nilai p-value <0,05 (p<0,001). Disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kue semprit dengan penambahan hati ayam dan tepung kacang kedelai terhadap peningkatan kadar hemoglobin remaja putri anemia di SMA Negeri 19 Palembang.
Perbedaan Perubahan Berat Badan Anak Gizi Kurang pada Siswa Sekolah Dasar yang Mendapatkan Clarhiz Cookies dengan Original Cookies Juliantri, Marcella; Siregar, Afriyana; Sartono, Sartono; Telisa, Imelda; Hartati, Yuli
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9003

Abstract

Latar Belakang : Gizi kurang merupakan salah satu penyakit tidak menular. Keadaan gizi kurang pada anak dapat dilihat jika nilai z-score yang diperoleh adalah -3 s/d -2 SD. Keadaan gizi kurang pada anak-anak akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebab itu, anak gizi kurang memiliki keterbatasan untuk belajar dan bekerja serta bersikap dibanding dengan anak normal. Prevalensi wasting pada anak usia 5-12 tahun berdasarkan Indeks IMT/U di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 10,8 % terdiri dari 4,4 % sangat kurus dan 6,4 % kurus.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perubahan berat badan anak gizi kurang pada siswa sekolah dasar yang mendapatkan clarhiz cookies dengan original cookies.Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan desain penelitian pretest posttest with two group. Sampel berjumah 60 anak gizi kurang yang dibagi dua kelompok yaitu perlakuan yang mendapatkan clarhiz cookies dan kelompok pembanding yang mendapatkan original cookies dengan menggunakan metode proporsional strarified quota sampling.Hasil : Hasil analisis data menggunakan paired sample t-test dengan selisih rata-rata kenaikan berat badan kelompok perlakuan 0,62 kg (p-value =0,000) dan kelompok pembanding 0,18 kg (p-value =0,000). Sedangkan hasil independent sample t-test adalah p-value =0,000.Kesimpulan : ada perbedaan pemberian clarhiz cookies dengan original cookies terhadap perubahan berat badan anak gizi kurang pada siswa sekolah dasar.
Kader AntiAnemia (Kaderanemia) Solusi Mencegah Anemia pada Remaja Putri Putus Sekolah Hartati, Yuli; Siregar, Afriyana; Friantini, Tri; Podojoyo, Podojoyo; Salasa Nilawati, Nurul; Telisa, Imelda
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i2.813

Abstract

Remaja putri rentan terhadap terjadinya anemia. Anemia pada remaja putri akan memberikan dampak pada generasi berikutnya, seperti pendarahan saat kehamilan dan kemungkinan melahirkan anak dengan risiko stunting lebih besar dibandingan dengan yang tidak anemia. Selama ini pencegahan anemia pada remaja putri dilakukan di sekolah-sekolah dengan pemberian tablet tambah darah. Bagi remaja putri putus sekolah hal ini tidak bisa dilakukan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk kader antianemia yang berasal dari remaja putri putus sekolah. Metoda yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan. Remaja putri putus sekolah ini telah dilatih selama 2 hari tetang anemia, penyebab, dampak dan cara mencegah anemia. Kader yang dilatih sebanyak 10 orang dan setelah pelatihan ada peningkatan pengetahuan remaja putri putus sekolah.
Penentuan Umur Simpan Minuman Sereal Berbasis Tepung Mocaf dan Tepung Ikan Seluang Inayah, Anjana Faniliska; Hartati, Yuli; Siregar, Afriyana; Rotua, Manuntun; Terati, Terati
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v2i2.607

Abstract

AbstractShelf life of food products is the time interval for food products to be in safe condition by maintaining the desired sensory, chemical, physical, and microbiological characteristics and meeting the nutritional values listed on the packaging label. The shelf life of food products can be determined by the ESS (Extended Storage Studies) method.This research uses a type od research that is experimental or experimental (experiment research). In this study the treatment given was the determination of the shelf life for 3 months which was places at 30° room temperature in a closed state.The results showed that the selected cereal drink was FI cereal drink (15 grams of mocaf flour and 5 grams of seluang fish flour). The results of the water content test stated that the water content test of cereal drinks exceeded the recommended maximum limit in accordance with SNI-01-4270-1996. The total plate number (ALT) test results show that the tested cereal drinks still meet the requirements set by SNI 2009. The peroxide number test results on cereal drinks with formula I tested still meet the requirements set by SNI 2015. Determination of the shelf life of cereal drinks that have been made for 3 months and have not exceeded the requirements set by SNI 2009 and SNI 2015, so that cereal drinks based on mocaf flour and seluang fish flour are still feasible and can be consumed for a period of 3 months. Keyword : Cereal drinks formulation, moisture content test, ALT test, peroxide number test, shelf life.AbstrakUmur simpan produk pangan merupakan selang waktu produk pangan berada dalam kondisi aman dengan mempertahankan karakter sensori, kimia, fisik serta mikrobiologi yang diinginkan serta memenuhi nilai gizi yang tercantum pada label kemasan. Umur simpan produk pangan dapat ditentkan salah satunya dengan metode ESS (Extended Storage Studies).Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang bersifat eksperimen atau percobaan (experiment research). Dalam penelitian ini perlakuan yang diberikan adalah penentuan umur simpan selama 3 bulan yang diletakkan di suhu ruangan 30° dalam keadaan tertutup.Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman sereal tepilih yaitu minuman sereal FI (15 gram tepung mocaf dan 5 gram tepung ikan seluang). Hasil uji kadar air menyatakan bahwa uji kadar air minuman sereal melebihi batas maksimum yang dianjurkan sesuai dengan SNI-01-4270-1996. Hasil uji angka lempeng total (ALT) menunujukkan bahwa minuman sereal yang diuji masih memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh SNI 2009. Hasil uuji bilangan peroksida pada minuman sereal dengan formula I yang diuji masih memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh SNI 2015. Penentuan umur simpan minimal sereal yang telah dilakukan selama 3 bulan dan belum melebihi batas syarat yang telah ditetapkan oleh SNI 2009 dan SNI 2015, sehingga minuman sereal berbasis tepung mocaf dan tepung ikan seluang ini masih layak dan bisa dikonsumsi sampai jangka waktu 3 bulan.Kata kunci : Formulasi minuman sereal, uji kadar air, uji ALT, uji bilangan peroksida, umur simpan.
Penggunaan Leaflet Untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi Dalam Pencegahan Hipertensi pada Pegawai PT Kereta Api Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Oktarina, Nadiah; Siregar, Afriyana; Sriwiyanti, Sriwiyanti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.151-157

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi ialah peningkatan abnormal tekanan darah di arteri yang terus meningkat dalam waktu tertentu. Pengetahuan mengenai pencegahan hipertensi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap risiko terjadinya hipertensi. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dengan memberikan edukasi menggunakan media leaflet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan dan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan edukasi pada pegawai PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Sumatera Selatan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian one group pre test post test. Jumlah sampel sebanyak 35 orang dengan teknik pengambilan menggunakan metode purposive sampling. Setelah dilakukan edukasi menunjukkan bahwa rata- rata tekanan darah ada pada kategori pra hipertensi sebanyak 23 orang (65,7%), pengetahuan meningkat sebesar 80% dengan rata-rata responden mendapatkan nilai 8. Asupan energi baik 77,1%, asupan protein baik 82,9%, asupan lemak baik 85,7%, asupan karbohidrat baik 80%, asupan natrium baik 62,9%, asupan kalium cukup 77,1%.Kata Kunci: edukasi, hipertensi, pengetahuan gizi 
Analysis of Macro Nutritional Substances, Branched-Chain Amino Acids, Viscosity Enteral Formula for Hepatic Cirrhosis Patients Puspita, Eggi; Siregar, Afriyana; Yuniarti, Hana
jitek Vol 9 No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jitek.v9i2.738

Abstract

Patients with hepatic impairment are particularly at risk of malnutrition because of impaired absorption, hypermetabolism, and poor oral intake. Enteral diet therapy based on pumpkin and soybean flour is one of the local foods functional as an alternative enteral formula for patients with liver cirrhosis because it contains high Branched-Chain Amino Acids (BCAA) and Medium-Chain Triglyceride (MCT). The purpose of this study was to analyze the nutritional value (proximate test), BCAA test (Leucine, Isoleucine, Valine) and Viscosity Test (thickness) and organoleptic test of enteral formulas of patients with liver cirrhosis from pumpkin and soybean flour. This descriptive qualitative research method uses three levels of treatment, comparison of pumpkin with soybean powder. The characteristics analyzed are macronutrients (energy, protein, fat, carbohydrates), BCAA (leucine, isoleucine, valine), viscosity. Statistical analysis with One Way Anova and organoleptic test with a hedonic method. The macronutrient content analysis following the diet's requirements and principles was enteral formula two at a relative concentration (80:20). The statistical test results showed a p-value of 0.000 (<0.05), which means a significant difference in the content of leucine, isoleucine, and valine in the three enteral formulas. Increasing the ratio of pumpkin tends to increase the viscosity of the enteral cirrhosis formula. The enteral formula has characteristics per 1000 ml as follows: 38 grams of protein, 161.1 grams of carbohydrates, 25.2 grams of fat, 1023 kcal of energy, 5743.43 mg of BCAAs, and the results of the organoleptic test selected for the enteral formula 2.
The Impact of High-Energy and High-Protein Bitsoya Snacks on Weight Changes in Underweight Adolescent Girls Utami, Dita Rahma; Siregar, Afriyana; Podojoyo; Susyani; Muzakar; Sriwiyanti
Jurnal Kesehatan Prima Vol. 19 No. 2 (2025): AUGUST
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v19i2.1825

Abstract

Being overweight is a deficient nutritional status due to a lack of nutritional intake entering the body. It is said that a teenager is underweight if the results of the z-score measurement of  Body Mass Index According to Age (BMI/U) are -3 SD to <-2 SD. Efforts to prevent nutritional problems related to energy consumption include consuming varied foods containing enough calories and protein. To determine the effect of high-energy and protein Bitsoya snacks on weight changes in South Merapi 1 State Junior High School underweight female adolescents. This type of research is quantitative research with a quasi-experimental design. The research design used a pre-test and post-test with one group. In this study, the average weight gain for respondents was 0.262 kg. The multiple linear regression test results obtained a significant value for the protein intake variable with a p-value of 0.048 (< 0.05). Giving bitsoya (soy stick biscuits) affects the weight gain of underweight adolescent girls.
Daya Terima Organoleptik dan Analisis Proksimat Smoothies “Banami” Berbasis Pisang Ambon dan Biji Rami Meivi Putri, Adinda; Hartati, Yuli; Siregar, Afriyana; Telisa, Imelda
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit kronis yang disebabkan oleh pancreas tidak cukup menghasilkan insulin atau hormon yang mengatur gula darah atau glukosa. Salah satu jenis bahan makanan yang baik dikonsumsi penderita DM adalah yang mengandung tinggi serat, salah satunya adalah pisang ambon dan bji rami (flaxseed) yang dapat dijadikan sebagai selingan dan diolah menjadi minuman smoothies. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya terima dan analisis proksimat pada formula terpilih smotthies berbahan pisang ambon dan biji rami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil uji daya terima organoleptik pada formula terbaik adalah F2. Dengan analisis kandungan zat gizi smoothies terpilih menurut hasil analisis proksimat dan serat (dalam 100 gr) adalah energi 95,32 kkal, kadar protein 2,28 g, lemak 3,58 g, karbohidrat 13,48 g, dan serat pangan 5,15 g. Smoothies mengandung cukup serat sehingga dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan serat harian sebagai selingan.
Physiological Factors and Physical Activity Contribute to the Incidence of Type 2 Diabetes Mellitus in Indonesia Simbolon, Demsa; Siregar, Afriyana; Talib, Ruzita ABD
Kesmas Vol. 15, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is the sixth highest cause of death in Indonesia. Thus, it must be prevented and overcome with appropriate management. This study aimed to determine the contribution of physiological factors and physical activities to the incidence of T2DM. The study used a cohort retrospective design using secondary data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) from 2007 to 2014, which included a sample of 14,517 people involved for more than 20 years. Data analysis was performed using multiple logistic regressions. The results revealed a 3.8% incidence of T2DM in Indonesia. Record of hypertension risk increased the likelihood of T2DM by 1.7 times compared to without hypertension. A normal body mass index (BMI) increased the risk by 2.2 times, a higher BMI at 5.5 times, and BMI whose risk obesity was 7 times had greater likelihood of having T2DM compared with respondents with a thin BMI. After controlling for sex, age, marital status, record of parents’ DM, residence, employment, and education, results also indicated that people with less active physical activity were likely to have T2DM compared to those who were very active. Controlling blood pressure, maintaining a normal BMI, and increasing physical activity since adolescence can prevent T2DM.