Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Literasi Digital Masyarakat melalui Edukasi Pemanfaatan Mobile Jaminan Kesehatan Nasional untuk Meningkatkan Kemudahan Akses Pelayanan Kesehatan di Desa Panaikang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Sulawesi Selatan Rachman, Irwandi; Jannah, Azharatul; Suardi, Salwah; Ramdani, Rezki; Azizah, Andi Nurul
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JAMSI - November 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2189

Abstract

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya optimalisasi Mobile JKN Adalah tingkat literasi digital masyarakat. Rendahnya literasi digital menyebabkan sebagian peserta kesulitan memahami fitur aplikasi dan pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai agenda transformasi digital nasioal untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Desa Panaikang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, khususnya dalam pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pendampingan praktik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test kepada 25 peserta yang mayoritas berstatus PBI. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, di mana hasil post-test menunjukkan 96% responden memiliki pengetahuan baik dibandingkan hanya 48% sebelum pelatihan. Selain itu, peserta yang sebelumnya tidak mengenal aplikasi berhasil membuat akun, mengunduh aplikasi, serta memanfaatkan fitur utama seperti antrean online dan kartu digital. Hasil kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif dan pendampingan langsung mampu meningkatkan literasi digital sebagai implikasi strategis untuk meningkatkan adopsi teknologi Mobile JKN dan pemanfaatan antrean online.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA MINI BOOK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV UPT SPF SD INPRES TAMAMAUNG 1 fadillah, Nur; Baharullah, Baharullah; ramdani, Rezki
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24973

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Mini Book terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Tamamaung 1. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Tamamaung 1. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh dengan sampel kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal uraian dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Mini Book terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berpengaruh positif, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan penggunaan media Mini Book menunjukkan hasil yang lebih baik dari pada sebelum penggunaan media Mini Book dan berpengaruh pada hasil belajar matematikanya. Serta terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas yang menggunakan media Mini Book dan yang tidak menggunakan media Mini Book.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN PADA SISWA KELAS VIII Nursakiah; Ramdani, Rezki
Jurnal Penalaran dan Riset Matematika Vol. 1 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/prisma.v1i1.88

Abstract

Pada kenyataannya pemahaman siswa terhadap masalah matematika yang di berikan terutama pada kemampuan menganalisa soal cerita dan menentukan model matematika masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan semester ganjil siswa kelas VIII menunjukkan bahwa terdapat 11 siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM (<72). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel pada siswa laki-laki dan perempuan kelas VIII SMP Muhammadiyah 10 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pemilihan subjek pada penelitian ini dengan mengambil 1 siswa laki-laki dan perempuan berkemampuan tinggi berdasarkan tes kemampuan pemecahan masalah. instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes kemampuan pemecahan masalah dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian jawaban siswa laki-laki dijawab dengan benar, hanya saja subjek cenderung mengabaikan memeriksa kembali hasil jawaban. Pada jawaban subjek berjenis kelamin perempuan menyelesaikan masalah yang diberikan sesuai dengan strategi yang telah direncanakan mulai dari hal yang diketahui hingga hasil akhir ditemukan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perempuan lebih baik dari pada siswa laki-laki.
DESCRIPTION OF MATHEMATICAL PROBLEM-SOLVING ABILITY REVIEWED FROM THE LEARNING READINESS OF GRADE VII STUDENTS OF UNISMUH MAKASSAR MIDDLE SCHOOL Tahir, Sitti Rahmah; Ramdani, Rezki; Arifin, Sukmayanty
Jurnal Penalaran dan Riset Matematika Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Penalaran dan Riset Matematika
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/prisma.v4i2.603

Abstract

This study aims to: (1) describe the mathematical problem-solving ability in terms of the learning readiness of seventh-grade students of SMP Unismuh Makassar, (2) analyze how students with low, medium, and high learning readiness fulfill the four problem-solving indicators according to Polya (understanding the problem, making a plan, implementing the plan, and re-checking), and (3) identify the problem-solving stages that are most influenced by the level of learning readiness. This study uses a qualitative approach with a descriptive design. The data analysis technique uses the Miles and Huberman interactive model through three stages: data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show different patterns in problem-solving ability based on the level of learning readiness: (1) students in the low learning readiness category show limitations in three stages, only able to fulfill the indicator "making a plan" well, but not yet able to fulfill the indicators "understanding the problem," "implementing the plan," and "re-checking"; (2) students in the medium learning readiness category showed better abilities, able to fulfill three indicators ("making a plan," "implementing a plan," and "re-checking") well, although they were still not fully able to fulfill the "understanding the problem" indicator; (3) students in the high learning readiness category showed a unique pattern with strengths in the understanding and planning aspects, able to fulfill the "understanding the problem" and "making a plan" indicators well and correctly, but were not yet fully able to fulfill the "implementing a plan" and "re-checking" indicators.
Dari Kesadaran Menuju Pencegahan: Perundungan di Sekolah Dasar Syukur, Syarkawi Amin; Hasim, Nur Fadhilah; Prasetya, Aldian Dwi; Syam, Haerul; Ramdani, Rezki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.978

Abstract

Perundungan di lingkungan sekolah dasar merupakan permasalahan serius yang berdampak pada perkembangan sosial, emosional, dan akademik peserta didik, sehingga diperlukan upaya preventif melalui pendekatan edukatif yang mudah diterapkan di sekolah. Kegiatan PKM (Pengabdian kepada masyarakat) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap perundungan serta mendukung upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di UPT SPF SD Negeri Ujung Tanah 2 Kota Makassar pada 17 Desember 2025 dengan subjek sebanyak 28 siswa kelas V. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif–partisipatif melalui sosialisasi perundungan dengan ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Data hasil kegiatan diperoleh melalui pengamatan selama pelaksanaan sosialisasi dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh siswa mengikuti kegiatan secara penuh, mampu menyebutkan pengertian, bentuk, dan dampak perundungan, serta memahami langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi atau menyaksikan perundungan di sekolah. Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran pihak sekolah terhadap pentingnya pencegahan perundungan sebagai bagian dari penciptaan lingkungan belajar yang aman. Dapat disimpulkan bahwa sosialisasi perundungan merupakan bentuk intervensi awal yang aplikatif dan relevan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar dan mendukung upaya pencegahan perundungan, meskipun diperlukan keberlanjutan program dan dukungan institusional agar dampaknya dapat bertahan dalam jangka panjang.
Visual Risk Factors of Asthenopia in Karawo Craftsmen: A Cross-Sectional Study Mallapiang, Fatmawaty; Jayanti, Amalia; Widiastuty, Lilis; Nildawati, Nildawati; Ramdani, Rezki
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 15 Issue 1 May 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v15i1.773

Abstract

Background: Work-related visual strain remains a significant occupational health problem, particularly among workers performing visually demanding tasks. Karawo craftsmen are at increased risk due to prolonged visual focus, suboptimal lighting, and close viewing distances, yet evidence on key contributing factors in this group remains limited. This study aims to analyze the relationship between several visual risk factors, including age, eye-to-object distance, length of service, working hours, lighting, work posture, and medical history, and asthenopia complaints among karawo craftsmen. Methods: The results showed significant associations between age (p = 0.001), eye-to-object distance (p = 0.007), lighting (p = 0.002), and medical history (p = 0.001) and asthenopia among karawo craftsmen. Meanwhile, length of service (p = 0.072), working hours (p = 1.000), and work posture (p = 1.000) were not associated with asthenopia. Results: The results showed significant associations between age (p = 0.001), eye-to-object distance (p = 0.007), lighting (p = 0.002), and medical history (p = 0.001) and asthenopia among karawo craftsmen. Meanwhile, length of service (p = 0.072), working hours (p = 1.000), and work posture (p = 1.000) were not associated with asthenopia. Conclusion: The study found that age, eye-to-object distance, lighting, and medical history were significantly associated with asthenopia complaints among karawo craftsmen. It is recommended that karawo craft entrepreneurs collaborate with local health centers or health services so that elderly craftsmen or those with a history of vision problems can receive regular eye examinations.
Dukungan Psikososial Keluarga dalam Pencegahan Pemasungan ODGJ Pasca Pasung di Kabupaten Soppeng Andi Nur Arifah Apriani Azis; Asikin, Hidayat; Ramdani, Rezki
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.7332

Abstract

Pasung (physical restraint) among people with mental disorders remains a public health problem in Indonesia, particularly in areas with limited access to mental health services and low family knowledge regarding the care of people with mental disorders. Families, as the closest social environment, play an important role in the recovery process and in preventing the recurrence of pasung after release from restraint. This study aimed to analyze the informal roles of families in providing psychosocial support to prevent pasung among people with mental disorders after release from restraint in Soppeng Regency. This study used a qualitative approach with a descriptive design. Informants consisted of family members who had relatives with mental disorders after pasung as general informants and health workers as key informants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation and analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the informal roles of families in preventing pasung include acting as motivators, harmonizers, mediators, caregivers, connectors with health workers, and companions for people with mental disorders. These roles reflect family psychosocial support through meeting basic needs, providing emotional support, supervising medication, and facilitating access to health services. However, limited family knowledge and socio-cultural influences still affect treatment-seeking behavior. Strengthening family roles through mental health education and collaboration with health workers is therefore important to prevent pasung and support social rehabilitation in the community.
STRATEGI PENGENDALIAN PERSEDIAAN LOGISTIK DALAM MENDUKUNG MUTU LAYANAN KEFARMASIAN DI FASILITAS KESEHATAN Kurniawan, Irfan; Jannah, Azahratul; Suardi, Salwah; Ramdani, Rezki
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 14, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.14.1.2026.11-14

Abstract

Health logistics inventory control is an essential component of pharmacy management to ensure medicine availability and support the continuity of pharmaceutical services. Inventory management that is not systematically planned may result in stockouts or excess inventory. This study aimed to describe the implementation of health logistics inventory control at PPKG Pharmacy in Makassar City using a combination of ABC analysis, Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), and Safety Stock (SS) methods. This study employed a descriptive quantitative design with a retrospective approach. The data were obtained from records of health logistics availability and utilization from January to December 2024, as well as interviews with pharmaceutical personnel regarding the inventory control system. ABC analysis was used to classify items based on their value contribution to usage, EOQ to calculate economically planned order quantities, ROP to determine reorder points, and SS to establish buffer stock levels. The results indicate that ABC analysis effectively identifies priority items requiring stricter monitoring, while the application of EOQ, ROP, and SS provides a systematic basis for planning the quantity and timing of medicine orders. Based on these findings, it is recommended that PPKG Pharmacy consider implementing the integrated ABC–EOQ–ROP–SS methods within its inventory management system as a decision-support alternative for procurement planning and stock monitoring, in order to minimize the risks of stockouts and overstocking and to support the sustainability of pharmaceutical services. Keywords: Inventory Management, ABC Analysis, Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), Safety Stock; Pharmacy.