Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peningkatan Employability Penyandang Disabilitas Melalui Pelatihan Service Excellence dan Personal Branding Berbasis Strength-Based Model Hamdi, Muhammad; Rini, Poppy Laksita; Hariyanti, Nunik
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7697

Abstract

Tujuan dari Program Pengabdian Masyarakat ini Adalah merespons rendahnya partisipasi penyandang disabilitas dalam dunia kerja di Yogyakarta. Meskipun dikenal sebagai daerah inklusif, data menunjukkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja penyandang disabilitas hanya mencapai 35 persen dari hampir 3.000 penyandang disabilitas usia produktif. Program bermitra dengan Himpunan Disabilitas Muhammadiyah Yogyakarta yang baru terbentuk akhir 2023 dengan 10 anggota dan 20 disabilitas binaan. Dua permasalahan prioritas diidentifikasi: kurangnya kompetensi kerja di sektor hospitality dan rendahnya kemampuan personal branding yang terhambat stigma sosial. Tujuan program adalah meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas sesuai kebutuhan industri jasa, membangun personal branding profesional, dan memfasilitasi link and match dengan industri hospitality. Metode pelaksanaan mengadopsi Social Cognitive Career Theory dan Strength Based Model yang dirancang dalam 10 tahapan selama 8 bulan, dimulai dari sosialisasi, asesmen kesiapan menggunakan StrengthsFinder, pelatihan personal branding dan service excellence inklusif. Inovasi teknologi berupa platform website portofolio dikembangkan untuk mendokumentasikan kompetensi peserta, didukung video pembelajaran ramah disabilitas dan peralatan profesional. Hasil pelatihan menunjukkan 90 persen peserta meningkat pemahaman standar layanan, 85 persen berhasil menyusun profil profesional, dan beberapa peserta diterima magang dengan peluang rekrutmen permanen. Program menghasilkan luaran artikel ilmiah, publikasi media massa, poster, video kegiatan, website portofolio, dan rekognisi mahasiswa dalam mata kuliah. Program ini membuktikan bahwa pendekatan terintegrasi dapat mengatasi hambatan kompetensi dan personal branding penyandang disabilitas, membuka ekosistem kerja inklusif di Yogyakarta
Dinamika Stres Organisasi Tinjauan Literatur dan Implikasi Manajerial Gunawan, Soleh; Hamdi, Muhammad; Budiman , Dana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6247

Abstract

Stres organisasi semakin menjadi perhatian dalam kajian manajemen seiring meningkatnya kompleksitas lingkungan kerja, percepatan perubahan teknologi, serta tuntutan kinerja yang berlapis. Berbeda dari pendekatan yang memandang stres sebagai persoalan individual, artikel ini memposisikan stres sebagai fenomena organisasi yang tertanam dalam desain kerja, struktur, dan praktik manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis literatur terkait dinamika stres organisasi serta menarik implikasi manajerial yang relevan. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 27 artikel jurnal terindeks Scopus yang dipublikasikan pada periode 2021–2025. Proses seleksi artikel mengikuti prinsip PRISMA, dengan analisis dilakukan melalui thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola stresor, mekanisme dinamika, dan dampaknya. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa stres organisasi dipicu oleh kombinasi faktor struktural dan relasional, seperti beban kerja berlebih, konflik dan ketidakjelasan peran, kualitas kepemimpinan, budaya kerja, ketidakpastian perubahan, serta tekanan digitalisasi. Dinamika stres berkembang melalui mekanisme akumulasi tuntutan, deplesi sumber daya, dan penyebaran tekanan dalam tim, yang dapat mengubah stres episodik menjadi kronis. Dampaknya terlihat pada penurunan wellbeing, keterlibatan kerja, dan kinerja organisasi. Temuan ini menegaskan keterbatasan pendekatan penanganan stres yang berfokus pada individu semata. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengelolaan stres organisasi memerlukan intervensi sistemik yang mencakup perbaikan desain kerja, penguatan dukungan manajerial, dan pengelolaan perubahan yang lebih sensitif terhadap kapasitas sumber daya manusia.
Proses Terbentuknya Minat Berkuliah di Universitas Nusa Putra: Pendekatan Mixed Methods Sequential Explanatory Selviyani, Selviyani; Nisa, Gina Sahadatun; Fadilla, Alya Syifa; Gunawan, Soleh; Hamdi, Muhammad; Nur Wahidah, N. Fitriyah; Nafisah, Nani
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i02.3236

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain mixed methods sequential explanatory untuk memahami proses terbentuknya minat berkuliah calon mahasiswa di Universitas Nusa Putra Sukabumi. Pada fase kuantitatif, survei terhadap 163 calon mahasiswa menguji pengaruh lokasi dan reputasi terhadap minat berkuliah menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa lokasi (t=1,084; p=0,280) dan reputasi (t=−0,556; p=0,579) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkuliah secara individual. Pada fase kualitatif, wawancara grounded theory terhadap 13 calon mahasiswa mengungkapkan mekanisme proses keputusan yang lebih kompleks. Analisis axial coding mengidentifikasi fenomena inti: minat berkuliah terbentuk melalui proses negosiasi rasional-emosional di mana calon mahasiswa menimbang berbagai pertimbangan (lokasi, biaya, akreditasi, fasilitas, diferensiasi) sambil mencari rasa "cocok" (fit) yang diperkuat oleh validasi informasi. Integrasi kedua fase mengungkapkan bahwa lokasi dan reputasi muncul dalam narasi calon mahasiswa namun bekerja sebagai "filter baseline" bukan penentu utama. Faktor emosional, dukungan sosial, dan pencarian bukti empiris tentang prospek karier menunjukkan relevansi yang lebih kuat. Temuan ini menunjukkan pentingnya universitas untuk merancang strategi komunikasi yang merespons setiap tahap perjalanan keputusan calon mahasiswa, bukan hanya fokus pada positioning reputasi atau aksesibilitas lokasi. Kontribusi teoretis menunjukkan bahwa model student college choice perlu mengintegrasikan dimensi proses keputusan yang dinamis dan kontekstual.
PERAN EDUKATIF GURU AKIDAH AKHLAK DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN SPRITUAL PADA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 KOTA JAMBI Hamdi, Muhammad; Idarianty
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43452

Abstract

This study aims to analyze the educational role of Akidah Akhlak teachers in developing the spiritual intelligence of students in class VIII A at Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Jambi and to identify the supporting and inhibiting factors influencing this process. The background of this research is the fact that several students still show low spiritual awareness, such as lack of responsibility, limited understanding of spiritual intelligence, and low motivation in practicing religious values in daily life. This research uses a qualitative descriptive approach with a field research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving Akidah Akhlak teachers, the school principal, and students as research subjects. The results show that the educational role of Akidah Akhlak teachers is carried out through guidance, role modeling (uswah hasanah), motivation, and the internalization of Islamic values in the learning process. Teachers not only deliver cognitive knowledge but also cultivate spiritual values through worship habituation, character building, and meaningful learning activities. The development of students’ spiritual intelligence can be seen in increased religious awareness, moral responsibility, self-control, and positive attitudes in everyday life. Supporting factors include a religious school environment, school programs, and student motivation, while inhibiting factors include differences in family background and social environmental influences