Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KEBERADAAN TELUR CACING STH PADA KUKU ANAK USIA 6-12 TAHUN DI TPA SUKAWINATAN KOTA PALEMBANG Asrori, Asrori; Siregar, Sri Sulpha; Bianggo NauE, Dian Adhe; Fandianta, Fandianta; Dani, Hamril
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 3 No 2 (2023): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v3i2.1999

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Kecacingan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang berhubungan erat dengan kondisi lingkungan. Usia 6-12 tahun adalah usia yang rentan terinfeksi cacing karena aktifitas mereka yang banyak berhubungan dengan tanah. Metode penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional dan teknik sampling menggunakan random sampling. Hasil penelitian: Dari 35 responden dengan pemeriksaan potongan kuku didapatkan hasil 2,9 % positif terinfeksi cacing Soil Transmitted Helminths dengan spesies Strongyloides stercoralis. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki 5,6% yang positif. Berdasarkan kebiasaan menggunting kuku dengan frekuensi > 2 minggu 33,3% yang positif. Berdasarkan kebiasaan mencuci tangan dengan hasil baik 7,1% yang positif. Berdasarkan anak yang tidak menggunakan alas kaki 33.3% yang positif. Kesimpulan: Gambaran keberadaan telur cacing Soil Transmitted Helminths pada kuku anak usia 6-12 tahun di TPA Sukawinatan Kota Palembang sebanyak 2,9% positif terinfeksi cacing Soil Transmitted Helminths. Kata kunci : Soil Transmitted Helminths, Kuku anak, TPA
GAMBARAN KEPADATAN LARVA Aedes aegypti DI KELURAHAN DUA ILIR KOTA PALEMBANG Septiawati, Agnes; Fandianta, Fandianta; Hermansyah, Herry; Asrori, Asrori; Dani, Hamril
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2231

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti, yang berkembangbiak pada tempat penampungan air bersih atau air hujan misalnya bak mandi, ember, ban bekas dan lainnya. Tingginya kasus DBD di wilayah Kelurahan Dua Ilir menjadi salah satu faktor pentingnya mengetahui kepadatan larva Aedes aegypti. Tujuan penelitian: mengetahui gambaran kepadatan larva Aedes aegypti di Kelurahan Dua Ilir Kota Palembang Tahun 2024. Metode penelitian: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah seluruh rumah yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) di Kelurahan Dua Ilir. Sampel yang digunakan adalah larva Aedes aegypti di penampungan air warga Kelurahan Dua Ilir sebanyak 180 KK. Metode yang dilakukan yaitu observasional larva secara visual dan teknik sampling yang digunakan adalah multistage random sampling. Hasil penelitian: Diketahui tingkat kepadatan larva Aedes aegypti berdasarkan nilai HI 41,11%, CI 39,1%, BI 51,67%, ABJ 58,89% sehingga diperoleh nilai DF 6,7 yang berkategori kepadatan tinggi. Kesimpulan: Tingkat kepadatan larva Aedes aegypti di Kelurahan Dua Ilir berada pada kategori kepadatan tinggi yang berarti memiliki resiko tinggi terhadap penularan penyakit DBD. Saran peneliti kepada masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus dan G1R1J.
PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus sp. PADA MEDIA ALTERNATIF UBI JALAR (Ipomoea Batatas) Erwin Edyansyah; Asrori Asrori; Nurhayati Nurhayati; Handayani Handayani; Fandianta Fandianta; Tarisa Merlinski
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 (2025): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v5i2.3591

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan mikroba di dalam laboratorium membutuhkan medium yang mengandung nutrisi dan menyediakan lingkungan pertumbuhan yang cocok untuk mikroorganisme tersebut. Medium merupakan campuran suatu bahan zat makanan (nutrient) yang berfungsi untuk tepat tumbuhya suatu mikroba. Media dapat mempengaruhi morfologi dan warna dari koloni, terbentuknya struktur tertentu, dan dapat tumbuh atau tidak nya jamur. Semua jamur memerlukan elemen yang spesifik untuk melangsungkan pertumbuhannya.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui uji pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media alternatif ubi jalar kuning. Metode penelitian: yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain penelitian statistic group comparison. Hasil penelitian: didapatkan hasil rerata pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media ubi jalar kuning konsentrasi 10%, 20%, dan 30% yaitu sebesar 22,5 mm, 26,9 mm, 32,5 mm. Hasil uji statistic menunjukkan ada perbedaan antara rata-rata diameter koloni pertumbuhan Aspergillus flavus pada media media alternatif ubi jalar konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Kesimpulan : dapat disimpulkan bahwa media alternatif ubi jalar konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dapat digunakan untuk menggantikan media yang biasa digunakan untuk penanaman jamur Aspergillus flavus. Saran: Disarankan untuk menggunakan konsentrasi yang lebih tinggi ataupun menggunakan jamur dengan spesies yang berbeda.