Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pendekatan Ekspresif pada Lirik Lagu “Di Akhir Perang” Karya Nadin Amizah Sudarti, Zulva; Adilah, Zalimah; Mubarok, Yasir
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.27380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ekspresi perasaan dan pengalaman batin pengarang dalam lirik lagu Di Akhir Perang karya Nadin Amizah dengan menggunakan pendekatan ekspresif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek kajian berupa teks lirik lagu. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung unsur ekspresif, yang dikumpulkan melalui teknik dengar, simak, dan catat. Analisis data dilakukan dengan menafsirkan lirik lagu berdasarkan pendekatan ekspresif untuk memahami hubungan antara pengalaman batin pengarang dan makna yang dibangun melalui bahasa lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Di Akhir Perang merepresentasikan proses penyembuhan emosional, penerimaan diri, dan upaya berdamai dengan konflik batin. Metafora “perang” digunakan sebagai simbol pergulatan emosional yang berat, sementara diksi seperti perlahan, mewarnai, menerima, dan pulang menggambarkan proses pemulihan yang berlangsung secara bertahap dan membutuhkan kesabaran serta dukungan emosional. Lirik lagu tidak hanya menampilkan emosi sesaat, tetapi juga menunjukkan perubahan batin pengarang dari kondisi terluka menuju kedewasaan emosional dan ketenangan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan ekspresif efektif digunakan untuk menganalisis lirik lagu sebagai teks sastra lirik karena mampu mengungkap hubungan antara pengalaman personal pengarang, simbolisasi bahasa, dan makna lirik. Dengan demikian, lirik lagu dapat diposisikan sebagai karya sastra yang memiliki kedalaman makna dan kekuatan ekspresif setara dengan genre sastra lainnya.
Negosiasi Identitas Lokal, Global, dan Religius dalam Lanskap Linguistik Toko Busana di Pamulang Yasir Mubarok; Sabri Koebanu
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.2588

Abstract

Ruang publik merupakan arena sosial yang tidak netral, tempat relasi kuasa, identitas, dan ideologi dinegosiasikan melalui praktik kebahasaan. Penelitian ini mengkaji lanskap linguistik papan nama toko busana di Pamulang, Tangerang Selatan, untuk memetakan sebaran bahasa serta menafsirkan negosiasi identitas lokal–nasional, global, dan religius dalam ruang komersial suburban. Penelitian menggunakan desain mixed-method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan dua kategori utama monolingual (53,4%) dan bilingual (46,6%). Pada kategori monolingual, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris muncul seimbang (26,7%), dengan perbedaan fungsi Bahasa Indonesia dominan secara informasional dan menegaskan identitas lokal–nasional, sedangkan Bahasa Inggris cenderung simbolik untuk membangun citra modern dan prestisius. Pada kategori bilingual, kombinasi Inggris–Indonesia paling dominan (40%), diikuti Indonesia–Inggris (3,3%) dan Arab–Inggris (3,3%). Pola bilingual memperlihatkan strategi glokalisasi. Bahasa Inggris sebagai penanda global/komersial dan Bahasa Indonesia sebagai penopang keterpahaman lokal, sementara Bahasa Arab menegaskan identitas religius yang dinegosiasikan bersama simbol modernitas. Temuan ini menegaskan bahwa ruang komersial suburban merupakan arena aktif negosiasi identitas global–lokal–religius, serta memperluas kajian lanskap linguistik di luar konteks metropolitan.
The Construction of Legitimacy through Illocutionary Speech Acts in the Indonesian President’s Address at the 2026 World Economic Forum Yasir Mubarok; Sugiyo; Zainal Arifin, Zaki
Buletin Al-Turas Vol. 32 No. 1 (2026): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab and Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v32i1.50383

Abstract

Purpose This study aimed to reveal the types and distribution of illocutionary speech acts and their role in building the legitimacy of Indonesian leadership and economic policies in the speech of the RI President at the World Economic Forum (WEF) Davos 2026 entitled President Prabowo's Concept of Economic Thought Method This research employed a qualitative approach using a descriptive-analytical design. The data were obtained from the official video recording of the speech observed and transcribed verbatim. The analysis combined Searle’s (1979) theory of illocutionary speech acts and van Leeuwen’s (2007) legitimacy framework.     Results/findings The study found 272 illocutionary speech acts to express different purposes, namely representatives used to convey facts and claims of success, commissive used to show promises or commitments, expressive functioned to express appreciation or pride, directives used to invite or encourage the audience. The legitimacy pattern in this speech used strategies according to van Leeuwen (2007), especially rationalization, moral evaluation, and authorization, as well as a little mythopoesis. Conclusion                 The study concluded that the WEF Davos 2026 speech operates as a strategic diplomatic instrument that conveys information, constructs legitimacy, and reinforces Indonesia’s position in global political-economic communication. It recommends further research on international political speeches to deepen understanding of how speech acts and legitimacy strategies shape global diplomatic narratives.