Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA DI SMK NU 02 ROWOSARI Nisa, Sayidatun; Santoso, Dona Yanuar Agus; Susanti, Yulia; PH, Livana
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3944

Abstract

Kecerdasan emosional berkaitan dengan agresif dikarenakan remaja belum mempunyai kestabilan emosional. Kecerdasan emosional berkaitan dengan kekuatan seseorang dalam mengontrol emosi diri dan emosi orang lain halini digunakan untuk mengerjakan pola pikir, perilakunya, untuk mengenali emosi diri, kekuatan memotivasi diri, kekuatan mengontrol emosi baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku agresif pada remaja di SMK NU 02 Rowosari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif. Jumlah populasi pada penelitian ini yaitu siswa SMK NU 02 Rowosari sebanyak 275 dan jumlah sampel sebanyak 275 siswa SMK NU 02 Rowosari. penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2024. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional pada remaja mayoritas dalam kategori sedang sebanyak 48 responden (17,5%), perilaku agresif pada remaja dalam kategori sedang sebanyak 132 responden (48%). Ada hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku agresif dengan p=0,001 dan nilai koefisien korelasi r= -0.351 menunjukkan bahwa adanya korelasi negatif artinya kecerdasan emosional semakin rendah maka perilaku agresifnya semakin tinggi.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN IBU DENGAN BALITA STUNTING: DESCRIPTION OF THE LEVEL OF ANXIETY OF MOTHERS WITH STUNTINGTODDLERS Cahyati1, Diani Nur; Susanti, Yulia; Santoso, Dona Yanuar Agus
HelFin Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v1i2.5844

Abstract

Prevalensi stunting lebih dari 20% dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat. Ada beberapa kabupaten di Jawa Tengah yang angka stuntingnya melebihi 20%. Jumlah kasus stunting di Kabupaten Kendal terus meningkat hingga mencapai 8,1% pada tahun 2021 dan 17,5% pada tahun 2022. Wilayah kerja Puskesmas Patebon tepatnya di Desa Kebonharjo dimana terdapat kasus stunting sebanyak 14,79% dari 3895 anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat kecemasan ibu yang memilikibalita stunting. Metode penelitian ini deskriptif kuantitatif, dengan populasi ibu dengan balita stunting, menggunakan teknik total sampling yaitu 48 ibu dengan balita stunting. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kebonharjo Patebon Kabupaten Kendal bulan September 2023 - Februari 2024. Hasil penelitian menunjukkan 4 kategori yaitu sebagian besar ibu memiliki tingkat kecemasan 0-4 kategori minimal sebanyak (56,3%), dan sebagian tingkat kecemasan ringan(14,6%), tingkat kecemasan sedang sebanyak(16,7%) dan tingkat kecemasan berat (12,5%). Diharapkan ibu sebaiknya mulai menjaga pola makan dan gaya hidup yang lebih baik, serta mengurangi rasa khawatir yang berlebihan sehingga dapat memicu timbulnya rasa cemas, meningkatkan pengetahuan tentang kecemasan sangat penting diketahui oleh seorang ibu karena untuk membantu mengurangi kekhawatiran dan memungkinkan ibu mengambil tindakan yang lebih efektif, hal ini diharapkan dapat menekan dan mencegah angka stunting.
Accelerate Reduction of Stunting: Knowledge and Parenting Patterns of Parents with Stunting Toddler in Kendal District Santoso, Dona Yanuar Agus; PH, Livana
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 3 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i3.2137

Abstract

Kendal Regency emerges as a significant stunting hotspot, reporting 5,017 at-risk toddlers for stunting in 2021. Parental comprehension of stunting and caregiving practices in toddler nutrition are crucial predisposing factors. This study investigates parental knowledge and caregiving patterns regarding stunted toddlers in Kendal. Employing purposive sampling, 165 parents (mothers/fathers) were selected. Through a knowledge and caregiving pattern questionnaire, findings reveal parents' moderate awareness of toddler stunting; 77.6% display satisfactory understanding, while 22.4% demonstrate limited awareness. Analysis of caregiving patterns indicates that 57% of parents adopt appropriate nutritional caregiving, 27.9% exhibit insufficiencies, and 15.2% follow commendable practices. These results underscore the need to enhance parental understanding of stunting and improve nutritional caregiving for stunted children. It is recommended that parents of stunted toddlers actively seek information on stunting management and attentively address nutritional requirements, particularly fat intake, for severely underweight children.
Understanding Patients' Knowledge of Risk Behavior in Managing Emotional Control Santoso, Dona Yanuar Agus; PH, Livana
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 4 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i4.2846

Abstract

Mental health remains an ongoing concern within both global and national contexts, with schizophrenia standing out as a significant manifestation marked by a spectrum of symptoms, including both positive and negative behavioral manifestations, such as violent tendencies. The propensity towards violent behavior signifies a facet of anger expression, often demonstrated through threats, self-inflicted harm, or harm towards others. This study endeavors to evaluate the emotional regulation capabilities of patients affected by this condition. Employing a descriptive research design, the study sample comprises 20 participants selected through purposive sampling methods. Data collection procedures encompassed observational techniques alongside structured interviews. Analysis of the gathered data employed univariate techniques, particularly through frequency distribution analysis. The findings underscore a prevalent tendency among patients to employ techniques such as deep breathing and physical engagement with pillows or mattresses as mechanisms for emotion regulation.
Treatment Supervision and Medication Adherence among Tuberculosis Patients Within A Health Belief Model Framework Suwarni, Sri; Cholisoh, Zakky; Utami, Laras; Novembrina, Metrikana; PH, Livana; Santoso, Dona Yanuar Agus
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.7467

Abstract

Indonesia is the country with the second-highest number of tuberculosis (TB) cases in the world after India. TB is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. TB treatment requires a long duration and must be carried out consistently, which often leads to patients discontinuing their medication before completing the therapy. Patient adherence to medication plays a crucial role in determining treatment success. One of the factors influencing TB patients’ adherence is the role of the Directly Observed Treatment (DOT) supervisor or Pengawas Minum Obat (PMO). This study aims to determine the relationship between the role of PMO in supervising medication intake using the Health Belief Model (HBM) approach and medication adherence among TB patients at RSD K.R.M.T Wongsonegoro, Semarang City. This survey-based study employed a non-experimental correlational quantitative design with prospective data collection. The instrument used was a structured questionnaire. The total sample consisted of 72 participants, selected using a non-probability purposive sampling technique. The instrument was tested for question content by experts and for validity and reliability using the Spearman correlation. Data were analyzed using bivariate analysis with the Spearman Rho test. The results showed an r-value of 0.385, indicating a moderately strong correlation, with a significance value of 0.001 (< 0.05). These findings demonstrate a significant relationship between the role of the TB PMO and medication adherence using the Health Belief Model (HBM) as a framework for understanding and predicting health behaviors based on individuals’ attitudes, beliefs, and perceptions of health risks. The role of the Directly Observed Treatment supervisor (PMO) has a significant relationship with TB patient medication adherence when assessed using the HBM approach.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA: THE RELATIONSHIP BETWEEN MOTHER'S PARENTING PATTERNS AND THE INCIDENCE OF STUNTING IN TODDLERS Febriyani, Bunga Rizki; Yulia Susanti; Dona Yanuar Agus Santoso; Lestari Eko Darwati
HelFin Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i1.7607

Abstract

Gizi tetap menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling signifikan di banyak negara berkembang, terutama di antara balita, anak-anak, dan wanita usia subur. Salah satu masalah gizi yang telah mendapat perhatian besar adalah stunting pada anak. Faktor tidak langsung yang terkait dengan stunting adalah praktik pemberian makan oleh ibu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hanya satu jenis pendekatan pemberian makan yang dianggap paling seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara praktik pemberian makan oleh ibu dan kejadian stunting. Studi ini dilakukan di Desa Kebonharjo, Patebon, Kendal, menggunakan desain korelasional deskriptif pendekatan cross-sectional dengan populasi sebanyak 413 ibu balita dan sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin didapatkan sebanyak 203 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitiannya, dan penilaian stunting dilakukan berdasarkan standar WHO perhitungan Z-score TB/U atau PB/U. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan Rank Spearman. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar responden menerapkan gaya pemberian makan secara demokratis 74 responden (36,5%), mayoritas balita tidak mengalami stunting 130 responden (64%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara praktik pemberian makan ibu dengan stunting pada balita. Ibu yang anaknya mengalami stunting dianjurkan untuk mengadopsi pendekatan pemberian makan secara demokratis, seperti menyiapkan makanan untuk anak mereka, menawarkan makanan yang disukai anak, dan memperkenalkan makanan baru untuk membantu anak mengembangkan pengalaman makan yang positif, sehingga kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi.
Literatur Review Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Insomnia Ila Nabila Safiroh; Dona Yanuar Agus Santoso; Livana PH; Yulia Susanti
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v6i1.144

Abstract

Insomnia sleep disorders can lead to long-term health issues if not promptly addressed and can significantly impact an individual's quality of life, including work performance and social relationships. Furthermore, it increases the risk of health problems such as depression, anxiety, cardiovascular disease, obesity, and diabetes. This review article aims to identify the factors that influence the occurrence of insomnia. This study utilizes a literature review design with a descriptive analysis technique, examining 17 journals published within the last 5 years. The search was conducted on Google Scholar using keywords such as "insomnia," "causes," and "factors," focusing on published literature. The findings indicate that insomnia can be influenced by various factors, including gadget use, stress, anxiety, caffeine consumption, and medical conditions such as hypertension, breast cancer, obesity, and rheumatoid arthritis. Based on the literature review, it can be concluded that insomnia is caused by various factors, which are categorized into three groups: psychological, lifestyle, and biological factors. Psychological factors include anxiety and stress; lifestyle factors include caffeine consumption and gadget use; and biological factors include the physical conditions of individuals experiencing disorders such as breast cancer, obesity, hypertension, and rheumatoid arthritis
EFIKASI DIRI REMAJA LAKI-LAKI UNTUK TIDAK MEROKOK DI DESA PAGERGUNUNG Riani Pradara Jati; Dona Yanuar Agus Santoso
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18707226

Abstract

Remaja memiliki kecenderungan untuk mencoba merokok sehingga menimbulakn masalah kesehatan dari berbagai faktor yang mempengaruhi remaja untuk merokok, hal ini dapat mempengaruhi efikasi diri pada remaja. Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang dalam kemampuannya untuk melakukan suatu bentuk kontrol terhadap fungsi orang itu sendiri dan kejadian dalam lingkungan. Faktor pendorong remaja untuk merokok ada faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan untuk mengetahui efikasi diri remaja laki-laki untuk tidak merokok di Desa Pagergunung. Penelitian menggunakan desain study deskriptif. Sampel penelitian ini remaja laki-laki usia 12-24 tahun yang tinggal di desa pagergunung yang berjumlah 124 responden dengan teknik pengambilan sampling Purposive Sampling. Alat penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responden dan self efficacy. Analisis data menggunakan univariat. Karakteristik remaja laki-laki untuk tidak merokok menunjukkan bahwa rata-rata berusia 19 tahun dengan total keseluruhan 124 remaja, mayoritas berpendidikan SMA/SMK (51,61%), status pekerjaan yang paling banyak sebagai pelajar (33,9%). Efikasi diri remaja laki-laki untuk tidak merokok di desa pagergunung dalam kategori buruk (14,5%) sedang (80,6%) dan baik (4,8%) yang artinya bahwa remaja di desa pagergunung cukup efikasi diri untuk tidak merokok. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan pelayananan asuhan keperawatan berupa efikasi diri kepada remaja yang merokok.