Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Term Kaum Marjinal dalam Tinjauan Tafsir Tematik Mundzir, Chaerul; Mahfudz, Muhsin; Amin, Rosmini
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1350

Abstract

Artikel ini membahas wawasan Al-Qur'an tentang kaum marjinal dalam konteks transformasi spiritual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis terhadap sumber primer seperti Al-Qur'an dan tafsir, serta literatur sekunder. Kaum marjinal mencakup individu atau kelompok yang berada di posisi lemah dalam struktur sosial, termasuk fakir miskin, anak yatim, pengemis, dan budak. Al-Qur'an memperkenalkan konsep al-Mustadh'afin yang merujuk pada kelompok tertindas yang dipandang sebagai subjek transformasi sosial dan spiritual. Dalam QS. Al-Qasas (28):5, Al-Qur'an menegaskan bahwa kelompok ini memiliki potensi untuk memperoleh keberdayaan dan perubahan. Artikel ini juga menyoroti pendekatan Islam yang menempatkan pembebasan kaum marjinal sebagai bagian dari misi para nabi dan visi profetik untuk menegakkan keadilan dan memperbaiki tatanan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelaan terhadap kaum marjinal bukan sekadar tugas sosial, tetapi merupakan proses spiritual yang bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif dan memperkuat peran manusia sebagai khalifah di bumi. Konsep ini relevan dalam membangun solidaritas kemanusiaan dan menciptakan masyarakat yang harmonis dan berdaya.
EKOTEOLOGI QUR’ANI (Tafsir Kesalehan Ekologis dalam Al-Qur’an) Mahfudz, Muhsin; Mahfuz, Taufik Warman; Amiruddin, Andi Ali; Muhsin, Ahmad Alfi Mayaza
Jurnal Tafsere Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v13i1.59557

Abstract

Ekoteologi Qur’ani adalah gagasan al-Qur’an yang menegaskan bahwa lingkungan hidup atau alam adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan keimanan. Allah, manusia dan alam merupakan relasi sistemik antara Pencipta dan makhluk. Makhluk berakal, manusia, diserahi tanggungjawab untuk mengatur dan melestarikan alam. Metode yang digunakan adalah tafsir maudhu’i (tematik) dengan pendekatan teologis dan ekologis. Hasilnya adalah al-Qur’an lebih banyak membicarakan kerusakan lingkungan akibat rusaknya daya dukung lingkungan. Al-Qur’an menggambarkan bahwa kerusakan lingkungan sesungguhnya diakibatkan oleh kerusakan moralitas. Daya dukung lingkungan yang dimaksud al-Qur’an adalah moralitas atau keimanan.
A Perspektif Alquran tentang Kecerdasan: Indonesia Armimin; Yuzhril; Mahfudz, Muhsin
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 2 (2025): Tafsir, Hadis, Syariah, Ekonomi Islam
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v13i2.61841

Abstract

Penelitian ini membahas perspektif Al-Qur’an mengenai kecerdasan manusia. Setiap disiplin keilmuan memiliki definisi dan pengklasifikasiannya tersendiri terkait konsep kecerdasan, demikian pula Al-Qur’an memberikan penjelasan yang khas dalam memaknai potensi tersebut. Fokus penelitian ini adalah menguraikan hakikat kecerdasan, perspektif dari berbagai bidang keilmuan, serta relevansi konsep tersebut dalam konteks kekinian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui pendekatan tafsir, filsafat Barat, filsafat Timur, dan neurosains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan merupakan anugerah yang sekaligus memerlukan usaha untuk dikembangkan. Dalam kajian psikologi dikenal antara lain kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Sementara itu, Al-Qur’an menyebut beberapa istilah yang terkait dengan dimensi kecerdasan manusia seperti al-ʿaql, al-fu’ād, al-qalb, al-hilm, al-lubb, dan al-fiqh, yang masing-masing memiliki fungsi dan kedalaman makna berbeda. Temuan ini memberikan pemahaman bahwa kecerdasan merupakan potensi dasar manusia yang harus ditumbuhkan dan diarahkan guna menghadapi perkembangan zaman yang semakin maju dan kompleks
Tafsir Mushafi Tentang Fonologi dan Ragam Modelnya : (Perbedaan Vokal aalam Quran dalam Pandangan Fonetik Modern) Husain Nasir; Abubakar, Achmad; Galib, Muhammad; Kasim, Amrah; Mahfudz, Muhsin
ELOQUENCE : Journal of Foreign Language Vol. 2 No. 2 (2023): AUGUST
Publisher : Language Development Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/eloquence.v2i2.655

Abstract

Background: In the science of Qiraat, the problem of vowel reading on letters and words in the Qur'an is still much that has not been revealed, both from the aspect of classical and modern scholarly opinions. Purpose: This study aims to describe and introduce several rules about the process of occurrence of vowel a/i/u in certain words and verses, which are caused by the presence of letters, hamzah, sukun, and ishmam, including exploring new ways of analyzing the phonology of modern Arabic vowels based on standard generative theory. Method: This research is literature research. Primary data sources were obtained by al-Našr fi al-Qirā'at al-Islāmiyyah, and several verses of the Qur'an for comparison. Secondary data sources are literature, both in the form of books, journals, and research results related to phonology. Data collection is carried out by documentation techniques, listening, and recording. Data analysis techniques use open coding, then analyzed descriptively using grounded theory. Results and Discussion: This study informs about the rule that the variety of vowel punctuation on some verbs in the Qur'an will change according to the readings attributed to the ten Qira'at. The Vowel sign emphasizes the reading of dhamma/kasrah). The emphasis mark on nouns requires the insertion of dhamma while on verbs and insertion of kasrah. The round distinguishing mark (sifr) is important in turning kasrah into dhamma. Both Kasrah and dhamma have the property of 'Al, but some of them are distinguished by round marks on dhamma and square marks on kasrah. The Vowel sign for classical scholars indicates that the kasrah from the letter "waw" in the verb "qul" moved to the letter "qaf" after hadzf dhamma, then "waw" changed to "ya" to correspond to the kasrah in front of it. Modern linguists believe that the dhamma of the letter "qaf" can be changed to Kasrah and then "waw" removed, so that the existence of the two kasrahs is merged and becomes a long shaddah Conclusions and Implications: The differences and changes in vowels in phonetics cannot be separated from the debate that exists between classical and modern scholars. This indicates that the problem of qira'at is closely related to diacritical marks that are icons of producing sounds with various characters. This research has implications that having to study Qur'anic verses from a Vowel aspect will require us to see how scholars used to read so that the sounds produced are not only one variant but have a variety of very detailed and interesting reasons to be studied based on modern linguistic theory.
Dekadensi Akhlak dan Kaitannya Dengan Kemiskinan Dalam Perspektif Al-Qur’an S, Putriyani; Abubakar, Achmad; Mahfudz, Muhsin
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i1.2795

Abstract

Saat ini begitu banyak pengaruh negatif sebagai efek samping dari kemajuan teknologi dan arus globalisasi yang terus menerpa generasi Islam, terutama terjadinya dekadensi moral. Salah satu faktor terpenting yang turut menyebabkan merosotnya perekonomian dan peradaban umat dengan segala institusi sejarahnya adalah merosotnya akhlak generasi.. Allah SWT menciptakan alam semesta sebagai sarana dan sarana bagi umat manusia untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Jadi, jika manusia masih terbelenggu dalam masalah kemiskinan dengan segala fasilitas dan sarana yang telah Allah berikan, maka faktor penyebab utamanya adalah dari manusia itu sendiri, yaitu akhlak manusia dalam berinteraksi dengan dirinya sendiri, orang lain, dan alam sekitarnya. Beberapa ayat Al-Qur'an yang memberi petunjuk kepada umat manusia bahwa kemerosotan akhlak dapat menjadi penyebab Allah SWT mendatangkan kemiskinan, antara lain: 1) Mengingkari/tidak mensyukuri nikmat Allah; 2) Malas dan tidak terlalu berusaha; 3) boros dan berlebihan; 4) merusak lingkungan; 5) Makan milik orang lain; dan 6) Ketimpangan sistem dan struktur yang jauh dari nilai keadilan, serta penuh diskriminasi dan eksploitasi.
Perpspektif Hak Kepemilikan Menurut Al-Quran (Analisis Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi) Hannanong, Ismail; Bakar, Achmad Abu; Mahfudz, Muhsin
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v6i2.4695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sudut pandang atau perspektif hak kepemilikan dalam al-Quran dan menganalisis tafsir ayat-ayat ekonomi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan riset library research atau penelitian pustaka, yang menjadi sumber data utama adalah al-Quran, tafsir ayat-ayat alQuran yang berkaitan dengan ekonomi, buku yang berkaitan dengan hak kepemilikan dan jurnal-jurnal ilmiah yang relevan. Pengecekan data dilakuakn dengan menggunakan Teknik tringgulasi yaitu dengan mengumpulkan data yang sebanyak-banyaknya kemudian memilah data yang telah diperoleh dan tahapan terahir mengolah data sampai menjadi tulisan ilmiah. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat 70 ayat dalam al-Quran yang membahas tentang hak kepemilikan atau sekitar 5,9% isi al-Quran, hak kepemilikan terdiri atas 3 macam yaitu kepemilikan individu (private property), kepemilikan umum (collective property), dan kepemilikan negara (sate property). Selanjutnya Sebab-sebab dan cara memperoleh kepemilikan: Bekerja (al-‘amal), pewarisan (al-iris), pemberian harta negara kepada rakyat, dan harta yang diperoleh tanpa kompensasi harta atau tenaga.
Zakat: Solusi Pengentasan Kemiskinan dalam Al-Qur’an (Kajian Ketaatan Hamba atas Perintah Rabbnya) K, M. Yusuf; Abubakar, Achmad; Mahfudz, Muhsin
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v6i2.4728

Abstract

This article discusses zakat as a solution for alleviating poverty in the Qur'an through the study of servants' obedience to their Lord's commands. The purpose of this article is to provide an overview of the relationship between the solution for poverty alleviation in Islam through zakat, as it is a command from Allah to His believing servants. The research method used is a literature review method or library research. The literature review is specifically aimed at revealing information from scholarly texts derived from books or relevant academic journals related to the topic under discussion. The research findings indicate the importance of the position of zakat in Islam as one of the pillars of Islam with numerous virtues within it. Zakat, in general, can serve as a solution to the issue of poverty, which has been clearly commanded by Allah to His servants. Therefore, the position and function of zakat in Islam must be effectively implemented, not only seen as a command from Allah but also as a solution to the socio-economic problems faced by the community.
KAJIAN LITERATUR TENTANG KONSEP TAWAKAL SERTA RELEVANSINYA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL Tammar, Ardiansyah; Abubakar, Achmad; Mahfudz, Muhsin
Farabi Vol 20 No 2 (2023): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v20i2.4247

Abstract

This article aims to conduct a literature review analysis of the concept of "tawakal," with the intention of summarizing, understanding, and comprehensively exploring the definitions, dimensions, as well as religious aspects that appear in various existing literature. The research method used is the Systematic Literature Review (SLR) with the goal of identifying, evaluating, and examining all relevant studies to provide answers to the research questions that have been established. Article searches were conducted using the keyword "tawakal concept" within the time frame from 2018 to 2023. Literature selection was based on inclusion criteria, which encompassed studies directly related to the concept of tawakal and studies whose research findings have been published in national journals or proceedings. The results of the selection showed that there were 8 articles relevant to the keyword. In conclusion, tawakal is an important concept in Islam that teaches complete dependence on Allah while making the best possible effort. Tawakal brings many benefits, including inner peace, strengthening of faith, a life free from excessive worries, an improved relationship with Allah, instilling hope, the development of Islamic character, and a positive outlook on life. In daily life, tawakal helps individuals lead their lives with full trust in Allah and the belief that He is a faithful Helper.
The Purpose, Benefits, and Wisdom of Death from the Perspective of Tafsir Al-Qur'an Al-'Azim Tammulis; M, M.Galib; Abubakar, Achmad; Mahfudz, Muhsin
Formosa Journal of Sustainable Research Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjsr.v3i8.10750

Abstract

The purpose of this study is to reveal the purpose, benefits, and wisdom of death from the perspective of tafsir al-qur'an al-'azim. This type of research is a descriptive qualitative research. In this study, the author uses the maudu'i method. because the object of study in this study focuses on one particular theme, namely about al-maut. The results showed that; 1). The purpose of death in Tafsir al-Qur'an al-'Azim is to test who is the best in his deeds while living in this world; to get a reward for his deeds; to enforce justice and is proof of the power of Allah swt. 2). The benefits and wisdom of death in Tafsir al-Qur'an al-'Azim are: First, death as a mercy for believers. Second, death as advice or warning for believers to do good deeds and repent. Third, the existence of death will be an entertainment for believers in facing the life of the world, as well as instill a sense of love for the hereafter. Fourth, it inspires to dare to defend the truth and jihad for the sake of Allah.
Riba Dan Perilaku Hedonis Dalam Kajian Qur'an Sandi, Ahmad; Abubakar, Achmad; Mahfudz, Muhsin
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 7, No 1 (2024): JIMB - VOLUME 7 NOMOR 1 MEI 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v7i1.25049

Abstract

Artikel ini membahas tentang haramnya riba dan perilaku hedonis dalam kajian AlQur'an. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan gambaran bagaimana ayat-ayat dalam AlQuran dan Hadis Nabi SAW menjelaskan keharaman riba dan agama melarang praktek prilaku hedonis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan (library research). Ciri khusus yang dipakai sebagai dasar untuk mengembangkan pengetahuan penelitian antara lain: penelitian ini dihadapkan langsung dengan data atau teks yang disajikan, bukan dengan data lapangan atau melalui saksi mata berupa kejadian, penelitain hanya berhadapan langsung dengan sumber yang sudah ada di perpustakaan atau data bersifat siap pakai, serta datadata sekunder yang di gunakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengharaman riba tertuang dalam dalam empat tahap: QS. ar- Rum: 39, QS. Anissa: 160-161, QS. Ali Imran: 130, QS. AlBaqarah: 275-281. Hadist tentang haramnya riba: HR. Muslim, No. 129, HR. Bukhari, No. 439, HR. Tirmizi, No 1127. Perilaku hedonis merupakan perilaku konsumtif yang berlebihan bahkan membabi buta dalam membeli suatu barang. Perilaku ini sangat bertentangan dengan Firman Allah dalam QS. Al-A'raf : 31 dan Hadist Nabi SAW yang diriwatkan oleh Abu Daud, No. 3992.