Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Strategi Pemasaran Barang dan Jasa Dalam Islam (Perspektif Al-Qur’an) Mansur, Andi Amri; Mujahid, Ahmad; Mahfudz, Muhsin
JUMABI: Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Vol 3 No 1 (2025): JUMABI : JANUARI
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/jumabi.v3i1.283

Abstract

Strategi Pemasaran Islam merupakan sebuah disiplin bisnis yang seluruh prosesnya tidak boleh ada yang bertentangan dengan akad dan prinsip prinsip muamalah yang islami. Baik itu dari proses penciptaan, proses penawaran, maupun proses perubahan nilai. Pemasaran Islam merupakan suatu disiplin bisnis strategis yang sesuai dengan prinsip dan nilai syariah. Jadi, dapat di simpulkan bahwa pemasaran syariah di jalankan diatas konsep keislaman yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. Sehingga nilai inti dari pemasaran syariah adalah integritas, dan transparansi, sehingga pelaku pemasaran tidak boleh berbohong dalam artian apa yang perusahaan tersebut tawarkan tidak sesuai dengan apa yang diberikan dengan kata lain hanya sekedar iming iming saja. Sedangkan berbicara mengenai bauran pemasaran syariah sebenarnya sama saja dengan bauran pemasaran konvensional, perbedaannya hanya terletak pada impelemntasinya saja. Karena pada setiap unsur variabel dalam bauran pemasaran syariah di dasarkan pada perspektif Islam. Pemasaran syariah sendiri merupakan pemasaran yang menjunjung nilai nilai keadilan, kejujuran, serta berpegang teguh kepada Al-Quran dan AsSunnah. Sehingga seluruh proses transaksinya terjaga dan terpelihari dari hal hal yang dilarang oleh ketentuan syariah. Karena di dalam kacamata islam, keuntungan bukanlah menjadi fokus utama, melainkan yang menjadi fokus utama adalah keberkahan yang di dapatkan. Ada 4 karakteristik pemasaran syariah, adapun uraiannya sebagai berikut: (1). Ketuhanan (Rabbaniyah), (2). Etis (Akhlaqiyyah), (3). Realistis (Al-waqi’iyyah), (4). Humanistis (insaniyyah).
Penciptaan Bumi dalam Al-Qur'an (Kajian Epistemologis Ayat-Ayat Kauniyah) Hatmin, Gunawan; Mahfudz, Muhsin; Damis, Rahmi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14749615

Abstract

Penelitian ini dirumuskan untuk mengkaji penciptaan Bumi dalam Al-Qur’an melalui pendekatan epistemologis ayat-ayat kauniyah. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menyelami makna penciptaan Bumi yang terdapat dalam ayat-ayat kauniyah, serta memahami kerangka epistemologis filosofis dari ayat-ayat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pustaka dengan pendekatan deskriptif, ilmu tafsir, dan filsafat. Data penelitian diperoleh melalui teknik menyadur, mengutip, dan menganalisis literatur yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penciptaan Bumi dalam Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai peristiwa fisik, tetapi juga memiliki dimensi teologis, kosmologis, dan metafisik, yang mencakup tahapan-tahapan tertentu seperti penyatuan awal, pemisahan langit dan Bumi, serta penyempurnaan ciptaan dengan aturan yang harmonis. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan urgensi penciptaan Bumi sebagai tempat tinggal manusia dan sebagai medan ujian spiritual untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah. Fenomena alam seperti pergantian siang dan malam serta siklus kehidupan menjadi sarana refleksi akan kebesaran Allah swt. Implikasi penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap proses penciptaan dan memperkaya pemahaman keagamaan pembaca tentang ajaran Al-Qur’an.
Hubungan Paparan Rokok, Riwayat BCG, dan Riwayat Kontak TB dengan Insidens TB Paru pada Wanita Usia Subur Andani, Mery; Azis, Asrul Abdul; Widyaningrum, Widyaningrum; Mahfudz, Muhsin; Haruna, Nadyah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 6 No 1 (2025): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v6i1.160

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis (Mtb), affecting people of all ages globally. In Indonesia, the TB incidence in 2021 was 354 per 100,000 population, with an estimated mortality rate of 52 per 100,000. In South Sulawesi, TB cases rose to 68.8% in 2022 from a 48.3% case detection rate in 2021. This study aimed to assess the association between smoking exposure, BCG vaccination history, and TB contact history with pulmonary TB incidence among women of reproductive age at BBKPM Makassar in 2023. Using a cross-sectional quantitative approach, 354 samples were selected from 3,063 TB cases through purposive sampling. Data were collected from medical records of women aged 15–45 years with new pulmonary TB diagnoses and complete documentation. Chi-square analysis showed significant associations for smoking (p = 0.037), BCG history (p = 0.034), and TB contact (p = 0.004). The study concludes that these factors are significantly related to pulmonary TB in reproductive-age women.
Hubungan Paparan Rokok, Riwayat BCG, dan Riwayat Kontak TB dengan Insidens TB Paru pada Wanita Usia Subur Andani, Mery; Azis, Asrul Abdul; Widyaningrum, Widyaningrum; Mahfudz, Muhsin; Haruna, Nadyah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 6 No 1 (2025): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v6i1.160

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis (Mtb), affecting people of all ages globally. In Indonesia, the TB incidence in 2021 was 354 per 100,000 population, with an estimated mortality rate of 52 per 100,000. In South Sulawesi, TB cases rose to 68.8% in 2022 from a 48.3% case detection rate in 2021. This study aimed to assess the association between smoking exposure, BCG vaccination history, and TB contact history with pulmonary TB incidence among women of reproductive age at BBKPM Makassar in 2023. Using a cross-sectional quantitative approach, 354 samples were selected from 3,063 TB cases through purposive sampling. Data were collected from medical records of women aged 15–45 years with new pulmonary TB diagnoses and complete documentation. Chi-square analysis showed significant associations for smoking (p = 0.037), BCG history (p = 0.034), and TB contact (p = 0.004). The study concludes that these factors are significantly related to pulmonary TB in reproductive-age women.
Analisis Term Kaum Marjinal dalam Tinjauan Tafsir Tematik Mundzir, Chaerul; Mahfudz, Muhsin; Amin, Rosmini
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1350

Abstract

Artikel ini membahas wawasan Al-Qur'an tentang kaum marjinal dalam konteks transformasi spiritual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis terhadap sumber primer seperti Al-Qur'an dan tafsir, serta literatur sekunder. Kaum marjinal mencakup individu atau kelompok yang berada di posisi lemah dalam struktur sosial, termasuk fakir miskin, anak yatim, pengemis, dan budak. Al-Qur'an memperkenalkan konsep al-Mustadh'afin yang merujuk pada kelompok tertindas yang dipandang sebagai subjek transformasi sosial dan spiritual. Dalam QS. Al-Qasas (28):5, Al-Qur'an menegaskan bahwa kelompok ini memiliki potensi untuk memperoleh keberdayaan dan perubahan. Artikel ini juga menyoroti pendekatan Islam yang menempatkan pembebasan kaum marjinal sebagai bagian dari misi para nabi dan visi profetik untuk menegakkan keadilan dan memperbaiki tatanan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelaan terhadap kaum marjinal bukan sekadar tugas sosial, tetapi merupakan proses spiritual yang bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif dan memperkuat peran manusia sebagai khalifah di bumi. Konsep ini relevan dalam membangun solidaritas kemanusiaan dan menciptakan masyarakat yang harmonis dan berdaya.
EKOTEOLOGI QUR’ANI (Tafsir Kesalehan Ekologis dalam Al-Qur’an) Mahfudz, Muhsin; Mahfuz, Taufik Warman; Amiruddin, Andi Ali; Muhsin, Ahmad Alfi Mayaza
Jurnal Tafsere Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v13i1.59557

Abstract

Ekoteologi Qur’ani adalah gagasan al-Qur’an yang menegaskan bahwa lingkungan hidup atau alam adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan keimanan. Allah, manusia dan alam merupakan relasi sistemik antara Pencipta dan makhluk. Makhluk berakal, manusia, diserahi tanggungjawab untuk mengatur dan melestarikan alam. Metode yang digunakan adalah tafsir maudhu’i (tematik) dengan pendekatan teologis dan ekologis. Hasilnya adalah al-Qur’an lebih banyak membicarakan kerusakan lingkungan akibat rusaknya daya dukung lingkungan. Al-Qur’an menggambarkan bahwa kerusakan lingkungan sesungguhnya diakibatkan oleh kerusakan moralitas. Daya dukung lingkungan yang dimaksud al-Qur’an adalah moralitas atau keimanan.
A Perspektif Alquran tentang Kecerdasan: Indonesia Armimin; Yuzhril; Mahfudz, Muhsin
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 2 (2025): Tafsir, Hadis, Syariah, Ekonomi Islam
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perspektif Al-Qur’an mengenai kecerdasan manusia. Setiap disiplin keilmuan memiliki definisi dan pengklasifikasiannya tersendiri terkait konsep kecerdasan, demikian pula Al-Qur’an memberikan penjelasan yang khas dalam memaknai potensi tersebut. Fokus penelitian ini adalah menguraikan hakikat kecerdasan, perspektif dari berbagai bidang keilmuan, serta relevansi konsep tersebut dalam konteks kekinian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui pendekatan tafsir, filsafat Barat, filsafat Timur, dan neurosains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan merupakan anugerah yang sekaligus memerlukan usaha untuk dikembangkan. Dalam kajian psikologi dikenal antara lain kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Sementara itu, Al-Qur’an menyebut beberapa istilah yang terkait dengan dimensi kecerdasan manusia seperti al-ʿaql, al-fu’ād, al-qalb, al-hilm, al-lubb, dan al-fiqh, yang masing-masing memiliki fungsi dan kedalaman makna berbeda. Temuan ini memberikan pemahaman bahwa kecerdasan merupakan potensi dasar manusia yang harus ditumbuhkan dan diarahkan guna menghadapi perkembangan zaman yang semakin maju dan kompleks
Tafsir Mushafi Tentang Fonologi dan Ragam Modelnya : (Perbedaan Vokal aalam Quran dalam Pandangan Fonetik Modern) Husain Nasir; Abubakar, Achmad; Galib, Muhammad; Kasim, Amrah; Mahfudz, Muhsin
ELOQUENCE : Journal of Foreign Language Vol. 2 No. 2 (2023): AUGUST
Publisher : Language Development Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/eloquence.v2i2.655

Abstract

Background: In the science of Qiraat, the problem of vowel reading on letters and words in the Qur'an is still much that has not been revealed, both from the aspect of classical and modern scholarly opinions. Purpose: This study aims to describe and introduce several rules about the process of occurrence of vowel a/i/u in certain words and verses, which are caused by the presence of letters, hamzah, sukun, and ishmam, including exploring new ways of analyzing the phonology of modern Arabic vowels based on standard generative theory. Method: This research is literature research. Primary data sources were obtained by al-Našr fi al-Qirā'at al-Islāmiyyah, and several verses of the Qur'an for comparison. Secondary data sources are literature, both in the form of books, journals, and research results related to phonology. Data collection is carried out by documentation techniques, listening, and recording. Data analysis techniques use open coding, then analyzed descriptively using grounded theory. Results and Discussion: This study informs about the rule that the variety of vowel punctuation on some verbs in the Qur'an will change according to the readings attributed to the ten Qira'at. The Vowel sign emphasizes the reading of dhamma/kasrah). The emphasis mark on nouns requires the insertion of dhamma while on verbs and insertion of kasrah. The round distinguishing mark (sifr) is important in turning kasrah into dhamma. Both Kasrah and dhamma have the property of 'Al, but some of them are distinguished by round marks on dhamma and square marks on kasrah. The Vowel sign for classical scholars indicates that the kasrah from the letter "waw" in the verb "qul" moved to the letter "qaf" after hadzf dhamma, then "waw" changed to "ya" to correspond to the kasrah in front of it. Modern linguists believe that the dhamma of the letter "qaf" can be changed to Kasrah and then "waw" removed, so that the existence of the two kasrahs is merged and becomes a long shaddah Conclusions and Implications: The differences and changes in vowels in phonetics cannot be separated from the debate that exists between classical and modern scholars. This indicates that the problem of qira'at is closely related to diacritical marks that are icons of producing sounds with various characters. This research has implications that having to study Qur'anic verses from a Vowel aspect will require us to see how scholars used to read so that the sounds produced are not only one variant but have a variety of very detailed and interesting reasons to be studied based on modern linguistic theory.
Dekadensi Akhlak dan Kaitannya Dengan Kemiskinan Dalam Perspektif Al-Qur’an S, Putriyani; Abubakar, Achmad; Mahfudz, Muhsin
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i1.2795

Abstract

Saat ini begitu banyak pengaruh negatif sebagai efek samping dari kemajuan teknologi dan arus globalisasi yang terus menerpa generasi Islam, terutama terjadinya dekadensi moral. Salah satu faktor terpenting yang turut menyebabkan merosotnya perekonomian dan peradaban umat dengan segala institusi sejarahnya adalah merosotnya akhlak generasi.. Allah SWT menciptakan alam semesta sebagai sarana dan sarana bagi umat manusia untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Jadi, jika manusia masih terbelenggu dalam masalah kemiskinan dengan segala fasilitas dan sarana yang telah Allah berikan, maka faktor penyebab utamanya adalah dari manusia itu sendiri, yaitu akhlak manusia dalam berinteraksi dengan dirinya sendiri, orang lain, dan alam sekitarnya. Beberapa ayat Al-Qur'an yang memberi petunjuk kepada umat manusia bahwa kemerosotan akhlak dapat menjadi penyebab Allah SWT mendatangkan kemiskinan, antara lain: 1) Mengingkari/tidak mensyukuri nikmat Allah; 2) Malas dan tidak terlalu berusaha; 3) boros dan berlebihan; 4) merusak lingkungan; 5) Makan milik orang lain; dan 6) Ketimpangan sistem dan struktur yang jauh dari nilai keadilan, serta penuh diskriminasi dan eksploitasi.
Perpspektif Hak Kepemilikan Menurut Al-Quran (Analisis Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi) Hannanong, Ismail; Bakar, Achmad Abu; Mahfudz, Muhsin
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v6i2.4695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sudut pandang atau perspektif hak kepemilikan dalam al-Quran dan menganalisis tafsir ayat-ayat ekonomi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan riset library research atau penelitian pustaka, yang menjadi sumber data utama adalah al-Quran, tafsir ayat-ayat alQuran yang berkaitan dengan ekonomi, buku yang berkaitan dengan hak kepemilikan dan jurnal-jurnal ilmiah yang relevan. Pengecekan data dilakuakn dengan menggunakan Teknik tringgulasi yaitu dengan mengumpulkan data yang sebanyak-banyaknya kemudian memilah data yang telah diperoleh dan tahapan terahir mengolah data sampai menjadi tulisan ilmiah. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat 70 ayat dalam al-Quran yang membahas tentang hak kepemilikan atau sekitar 5,9% isi al-Quran, hak kepemilikan terdiri atas 3 macam yaitu kepemilikan individu (private property), kepemilikan umum (collective property), dan kepemilikan negara (sate property). Selanjutnya Sebab-sebab dan cara memperoleh kepemilikan: Bekerja (al-‘amal), pewarisan (al-iris), pemberian harta negara kepada rakyat, dan harta yang diperoleh tanpa kompensasi harta atau tenaga.