Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERAN KOMUNIKASI GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM PEMBINAAN SIKAP SOPAN SANTUN DI SEKOLAH SMPN 12 SATAP PULAU DOANG-DOANGAN CADDI DESA KANYURANG KECAMATAN LIUKANG KALMAS KABUPATEN PANGKEP Muammar, Muammar; Setiawati, Nur; Syahrul, Muhammad; Abdullah, Nuraeni; Hasriani, Andi
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 10 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i10.3044

Abstract

Peran Komunikasi Guru Bimbingan Konseling dalam Pembinaan Sikap Sopan Santun Siswa di Sekolah SMPN 12 Satap Pulau Doang-Doangan Caddi Desa Kanyurang KabupatenPangkep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran komunikasi yang dibangun oleh guru Bimbingan Konseling terhadap pembinaan sopan santun dan faktor penghambat dan pendukung yang dihadapi guru Bimbingan Konseling saat melakukan pembinaan sikap sopan santun di SMPN 12 Satap Pulau Doang-Doangan Caddi Desa Kanyurang Kecamatan Liukang Kabupaten Pangkep.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, adapun pendekatan penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, namun bertujuan untuk memberikan gambaran secara cepat maupun tepat perihal peran komunikasi guru Bimbingan Konseling terhadap pembinaan sikap sopan santun peserta didik. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik dan data sekunder dari buku, artikel serta penelusuran referensi yang ada relevansinya dengan penelitian. Adapun metode pengumpulan data yang di pergunakan yaitu observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik pengelolaan data serta analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi antara guru Bimbingan Konseling kepada peserta didik yang memiliki masalah pada sikap sopan santun masih kurang baik. Adapun faktor penghambat komunikasi dikarenakan terdapat peserta didik sekedar mendengarkan namun mengabaikan apa yang disampaikan oleh guru kemudian lingkungkan keluarga dan lingkungan setempat yang kurang menanamkan sikap sopan santun pada anak-anaknya sedangkan faktor pendukung yaitu dikarenakan semua kompenen yang ada di sekolah ikut serta dalam usaha membina peserta didik.
PERAN DAKWAH TERHADAP KEPERCAYAAN ANIMISME PADA MASYARAKAT DUSUN MAMPU DESA MANUJU KECAMATAN MANUJU KABUPATEN GOWA Hidayatullah, Muh Sarif; Abdullah, Nuraeni; Hasriani, Andi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman modern ini, zaman dimana rasionalitas dan sains lebih maju ketimbang metafisika yang kian mundur bahkan dibuang. Namun sebagian masih mempertahankan tradisi yang ia yakini tentang roh kepercayaan- kepercayaan seperti peralihan kepercayaan hindu / animisme yang dilakukan secara umum oleh orang untuk membantu mencapai tujuan mereka. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dimana peneliti mendapatkan informasi langsung dari informan di lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Penelitian ini berlokasi di Dusun Mampu Desa Manuju Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa. Adapun hasil penelitian praktek kepercayaan animisme masyarakat Dusun Mampu Desa Manuju Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa yakni terbagi menjadi enambelas tahap yaitu, Ammato allo (menentukan hari), akkurung jangang (mengurung ayam), angalloi ase (menjemur padi), ammolong jangang (pemotongan ayam), Angumung jangang (mengasapi ayam), mengasapi ayam menggunakan la’lara’ (jerami), membuat hidangan: songkolo’, matara’, bente dan bayungmama, (pucuk daun aren), bulu jangang (bulu ayam), caru bangkeng: diletakkan dibawah kolom pammuakkang, attunu dupa (membakar kemenyang), anyomba (menyembah). Metode dakwah terhadap masyarakat Dusun Mampu Desa Manuju Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa ialah melakukan pendekatan kepada generasi muda dengan cara pendekatan kepada anak-anak dengan cara mendirikan TKA/TPA untuk anak yang setingkat dengan SD. Mendirikan TPQ untuk anak yang setingkat SMP/SMA, dan memberdayakan majelis taklim.
TEKNIK KOMUNIKASI DALAM PEMBINAAN AKHLAK AL-KARIMAH SANTRI DI TPA DARUL MUKHLISIN UMI PADANG LAMPE Melisrawati, Melisrawati; Abdullah, Nuraeni; Hasriani, Andi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik Komunikasi Dalam Pembinaan Akhlak Al-Karimah Santri Di Tpa Darul Mukhlisin Umi Padang Lampe TPA Darul Mukhlisin UMI Padang Lampe merupakan lembaga yang bukan hanya mengajarkan Agama Islam tetapi bagaimana santri memiliki karakter yang islami dan berakhlak al-karimah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui teknik komunikasi yang efektif untuk membentuk akhlak al-karimah santri di TPA Darul Mukhlisin UMI Padang Lampe dan mampu menerapkannya di TPA, disekolah, maupun dirumah. Penelitian ini yaitu penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif, penelitian dengan mengumpulkan berbagai data-data yang ada dilapangan yaitu data yang berasal dari TPA Darul Mukhlisin UMI Padang Lampe. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menganalisa data yang diperolah meliputi kegiatan pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan atau memverifikasi hal-hal yang penting dan dipelajari serta menganalisis hingga menjawab permasalahan yang ada. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa teknik komunikasi yang dilakukan oleh Pembina TPA Darul Mukhlisin UMI Padang Lampe untuk membentuk akhlak al-karimah santri yaitu Teknik Informatif, Teknik Persuasif, Teknik Intruksi, dan Teknik Human Relations. Teknik persuasif menjadi teknik yang paling efektif untuk digunakan kepada santri-santri dalam membentuk akhlak al-karimah sejak usia dini, dan diharapkan santri nantinya dapat menerapkan dikehidupan sehari-hari seperti disekolah, diTPA, dan tentunya dirumah.
PESAN DAKWAH PADA VIDGRAM (STUDI AKUN @NUNUZOO) Sutarjo , Beby Indah Ayu Lestari; Pilo, Nashiruddin; Hasriani, Andi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vidgram adalah fitur video yang berdurasi singkat dengan durasi waktu 1 menit yang dapat diunggah ke setiap user instagram. Vidgram mampu menjadikan sebagai sarana dakwah baru yang dapat memudahkan para user dalam bentuk audio visual. Akun Instagram yang menggunakan fitur vidgram adalah akun @nunuzoo. akun instagram Nunuzoo ini terbilang unik dan berbeda dengan akun dakwah lainnya, video yang dikemas dengan cerita pendek yang menarik dengan diselipi unsur komedi membuat pesan dakwah yang disampaikan tidak terkesan bosan dan monoton. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan netnografi yang dimana peneliti mendapatkan informasi melalui internet atau media social dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan. Adapun hasil penelitian pesan dakwah yang terdapat pada vidgram yang diunggah oleh akun @nunuzoo memiliki pesan dakwah yang beragam yaitu meliputi Akidah, Akhlak dan Syariah. Pesan dakwah yang terkandung divideo mempunyai cerita yang cukup menarik dengan pengemasan dakwah yang simple juga berisi dengan nasihat dan motivasi sehingga pesan dakwah tersampaikan secara baik bagi para followersnya. kelebihan yang terdapat pada video nunuzoo seperti menampilkan visual menarik dari gambar yang terdapat pada video, pesan ringan dan jelas sehingga mudah dipahami. sementara itu, kekurangan yang terdapat pada video di akun @nununzoo yaitu durasi video yang kurang Panjang dan alur yang datar.
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PEMBINAAN AKHLAK SANTRI TSANAWIYAH DI PONDOK PESANTREN AN-NAHDLAH MAKASSAR Saputra, Muh. Raihan; Setiawati, Nur; Hasriani, Andi; Abdullah, Nuraeni; Syahid, Akhmad
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang “Implementasi Komunikasi Interpersonal dalam Pembinaan Akhlak Santri Tsanawiyah di Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar”. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui : 1) Bagaimana Komunikasi Interpersonal guru dalam pembinaan akhlak santri tsanawiyah di Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar. 2) Apa faktor pendukung atau penghambat yang dihadapi guru dalam membina akhlak Santri tsanwiyah di Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar. Adapun metode yang dilakukan yaitu jenis metode penelitian kualitatif dengan mengeksplorasi data yang ada di lapangan dan menggunakan metode analisis deskriptif hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara cepat maupun tepat mengenai judul penelitian. Metode pengumpulan datanya berupa metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu bahwa implementasi komunikasi interpersonal dalam pembinaan akhla santri yaitu guru berperan memiliki prinsip keteladanan sebelum memberikan arahan untuk para santri karena salah satu faktor pendukung dalam pembinaan akhlak yaitu dengan memberikan contoh seperti memberikan motivasi, memanggil santri yang memiliki masalah (sering terlambat, bolos dan berkelahi), kemudian dengan pendekatan persuasif agar para pembina mengetahui tiap akhlak para santri karena dalam pendekatan persuasif komunikasi interpersonal bisa terjalin dengan baik. Sedangkan faktor penghambat adanya gangguan eksternal, kurikulum yang kurang mendukung, ketidak cocokan dengan kepemimpinan, kurangnya dukungan keluarga.
KONVERGENSI MEDIA RADIO MAROS FM DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI DI ERA DIGITAL DI KABUPATEN MAROS Yusrifar, Yusrifar; Setiawati, Nur; Hasriani, Andi
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 3 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konvergensi Media Radio Maros FM dalam Mempertahankan Eksistensi di Era Digital di Kabupaten Maros, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konvergensi media yang telah dilakukan Radio Maros FM dalam mempertahankan eksistensi di era digital di Kabupaten Maros dan apa saja faktor pendukung dan penghambat konvergensi media yang telah dilakukan Radio Maros FM dalam mempertahankan eksistensi di era digital di Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, adapun pendekatan penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan tujuan untuk memberikan gambaran secara tepat tentang konvergensi media Radio Maros FM dalam mempertahankan eksistensi di era digital di Kabupaten Maros. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dari pegawai Radio Maros FM dan data sekunder dari buku, artikel serta penelusuran referensi yang ada relevansinya dengan penelitian ini. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa daftar pertanyaan atau topik yang akan dibahas dalam wawancara kualitatif. Teknik pengelolaan data serta analisis data yang digunakan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konvergensi media yang telah dilakukan Radio Maros FM dalam mempertahankan eksistensi di era digital di Kabupaten Maros yaitu, dengan melakukan perubahan media dari era konvensional yang hanya berupa radio analog ke era digital berupa media sosial seperti instagram, youtube, facebook, live streaming zeno, whatsapp, tiktok dan twitter. Dengan melakukan konvergensi ke media sosial tersebut diharapkan mampu mempertahankan eksistensi Radio Maros FM sebagai Radio Pemerintah. Adapun faktor pendukung konvergensi media yang dilakukan Radio Maros FM adalah dukungan dari pemerintah setempat dan juga beberapa jaringan-jaringan organisasi seperti USAID, LPPL se-Indonesia, dan rumah tahfidz yang ada di Kabupaten Maros, Meraih KPI Award sebanyak dua kali dan memiliki forum pendengar yang selalu setia mendengarkan Radio Maros FM. Adapun faktor penghambat konvergensi media yang dilakukan Radio Maros FM yaitu kurangnya sumber daya manusia dalam membuat konten-konten di media sosial sehingga ada beberapa platform media Maros FM yang kurang peminatnya.
STRATEGI GURU AKIDAH AKHLAK TERHADAP PEMBENTUKAN KEDISIPLINAN SISWA MTs MATAJANG, KABUPATEN MAROS Azizah, Nur; Akil, M; Burhanuddin, Muh Azhar; Mustamin; Hasriani, Andi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru Akidah Akhlak dalam pembentukan kedisiplinan peserta didik kelas IX di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan peserta didik tergolong cukup baik, ditandai dengan meningkatnya kesadaran dalam menaati tata tertib, datang tepat waktu, serta melaksanakan tanggung jawab belajar. Strategi yang diterapkan guru Akidah Akhlak meliputi keteladanan, pembiasaan, pendekatan persuasif, pemberian penguatan positif, dan sanksi edukatif. Keteladanan guru menjadi faktor paling dominan dalam menanamkan nilai disiplin, karena peserta didik cenderung meniru perilaku positif guru dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung keberhasilan pembinaan antara lain lingkungan sekolah yang religius, peran kepala madrasah, serta dukungan kegiatan keagamaan. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya perhatian orang tua, pengaruh lingkungan luar sekolah, dan lemahnya kontrol diri peserta didik. Dengan demikian, strategi guru Akidah Akhlak memiliki peran signifikan dalam membentuk kedisiplinan peserta didik, baik secara eksternal melalui aturan maupun secara internal melalui kesadaran spiritual, sehingga pembinaan berkelanjutan dan kerja sama dengan keluarga sangat diperlukan.
The Role of Islamic Art in Da'wah Communication Management: A Case Study in Karema Village, Mamuju City R, Ahmad Wandi .; Abdullah, Nuraeni; Syahrul, Muhammad; Hasriani, Andi; Nengsih, Ratika
Jurnal Economic Resource Vol. 8 No. 1 (2025): March-August
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v8i1.1641

Abstract

Study This use method qualitative descriptive with approach studies field . Data sources used in research This are primary data and secondary data . Primary data is taken from community , religious leaders and actors art local and secondary data taken from books , articles as well as search existing references its relevance with research . The method data collection used that is observation , interviews , and documentation . Data management techniques as well as analysis data is done with three stages namely data reduction , data presentation , and withdrawal conclusion . Research result This is development Islamic art in Karema Village has progress , already Lots group Islamic art that was formed like group art Friday Qasidah Blessing Khumairah , group art qasidah Marmatunnajah , group art Al-Ikhlas qasidah , group art Qasidah Babul Jannah, group art Galung-Galung Karema qasidah , group art Qasidah Al-Ikhlas Diponegoro . For group art marawis there are two groups that is group art MTsn 1 Mamuju and MAN 1 Mamuju . Meanwhile For Islamic singer every group art own One or two singers . The role of Islamic art as preaching is also running with good , lots benefits obtained Muslims , including . Making public like listen blessings add faith , Islamic art can tighten connection fellow Muslim in an event, Islamic art can also calm heart and listener can more remembering Allah Subhana Wata'ala , makes many people like it Shalawat and Islamic art are accepted by society
Communication of Mental and Historical Development (Bintaljarah) in Religious Moderation at Makodam XIV/Hasanuddin Hasriani, Andi; Muhammad, Firdaus; Tajibu, Kamaluddin; Tike, Arfuddin; Paduppai, Andi
Journal of Research and Multidisciplinary Vol 8 No 2 (2025): Journal of Research and Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Sembilan Tiga Community

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jrm.v8i2.124

Abstract

This study explores the strategic role of Da'wah communication within the Mental and Historical Development Unit (Bintaljarah) of Kodam XIV Hasanuddin in fostering religious moderation among soldiers. Using a qualitative-descriptive approach with a communication science perspective, this research identifies five core pillars of the propagated message: national commitment, tolerance, non-violence, accommodative stance toward local wisdom, and exemplary leadership (Uswah Hasanah). The findings reveal that the communication process is systematically structured through planning, message encoding, media selection, and evaluation. Furthermore, Bintaljarah functions as a vital agent for de-radicalization and a stabilizer of institutional identity. This study implies that integrating religious moderation into military mental development is crucial for maintaining national integrity in a multicultural society