Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR PENDAPATAN DAN STRUKTUR PENGELUARAN RUMAH TANGGA NELAYAN BAGAN TANCAP DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH Anugerah, Tirta; Adiprayoga, Shofian Nanda; Karsih, Okta Rizal
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 1 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.1.081-088

Abstract

Kajian-kajian ilmiah terkait kondisi ekonomi rumah tangga nelayan bagan tancap masih minim dilakukan, oleh sebab itu diperlukan studi untuk mendalami sistem nafkah mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur nafkah dan struktur pengeluaran rumah tangga nelayan bagan tancap. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Hajoran, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik pengambilan responden dengan pendekatan purposive sampling. Data dalam penelitian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh nafkah rumah tangga nelayan bagan tancap memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap sumber daya perikanan, di mana 79% nafkah mereka bersumber dari penjualan hasil tangkapan dan pengolahan hasil perikanan. Sementara, pengeluaran rumah tangga nelayan didominasi pengeluaran untuk pangan. Kata kunci: bagan tancap, nelayan, struktur nafkah, struktur pengeluaran
Blue Economy sebagai Kerangka Transformasi Akuakultur Berkelanjutan di Indonesia Kurniawan, Ronal; Wahyuni, Sri; Syuhada, Nur Ikhlas; Karsih, Okta Rizal; Riswan, M
South East Asian Management Concern Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seamac.3.1.18-25

Abstract

Pertumbuhan sektor akuakultur yang pesat telah menjadi respons terhadap meningkatnya permintaan protein hewani global, namun ekspansi yang tidak terkendali menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Konsep Blue Economy menawarkan kerangka pembangunan alternatif yang mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian ekosistem kelautan. Review artikel ini bertujuan mensintesis literatur terkini mengenai penerapan pendekatan Blue Economy dalam manajemen budidaya ikan berkelanjutan. Kajian ini mengeksplorasi berbagai sistem produksi berkelanjutan seperti Integrated Multitrophic Aquaculture (IMTA), Recirculating Aquaculture Systems (RAS), dan aquaponik yang terbukti mampu mengurangi limbah, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan mendiversifikasi produk. Implementasi Blue Economy juga mencakup dimensi sosial-ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan kapasitas, peningkatan akses pasar dan pembiayaan, serta penciptaan lapangan kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu mengurangi beban nitrogen hingga 40-50% dan fosfor hingga 30-40% melalui sistem IMTA, serta menghemat konsumsi air hingga 99% melalui RAS. Meskipun menjanjikan, implementasi masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan investasi, kompleksitas regulasi, dan kurangnya kapasitas pembudidaya. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memperkuat integrasi Blue Economy pada praktik budidaya ikan di Indonesia melalui tata kelola berbasis teknologi dan inklusivitas sosial
Identifikasi Kebutuhan Masyarakat dalam Pengembangan Sektor Perikanan dan Pertanian Sebagai Dasar Penyusunan Renstra Pengabdian Universitas Riau Effendi, Irwan; Saryono, Saryono; Khaswarina, Shorea; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Putri; Kurniati, Fitri
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.7.1.18-21

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memerlukan perencanaan strategis berbasis data empiris. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memetakan potensi dan permasalahan sektor perikanan dan pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai dasar penyusunan rencana strategis pengabdian universitas. Metode yang digunakan adalah survei dengan instrumen kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada responden, seperti pemangku kepentingan terkait. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi potensi unggulan, permasalahan prioritas, serta kebutuhan pendampingan masyarakat. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa potensi utama yang teridentifikasi meliputi potensi budidaya ikan kakap putih dan potensi tanaman sagu serta kopi liberika Meranti. Sedangkan permasalahan prioritas mencakup pakan ikan murah, pengolahan dan diversifikasi produk, serta promosi. Kegiatan ini menghasilkan database komprehensif yang dapat menjadi acuan bagi universitas dalam merancang program pengabdian yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Teknik Identifikasi Virus Koi Herves Virus pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang Fikri, Algi Fari; Meliana, Annisa; Rizvi, Fharisa Nabila; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.54-59

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) adalah salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Budidaya ikan mas di Indonesia tidak terlepas dari beberapa permasalahan, antara lain disebabkan oleh serangan penyakit. Penyakit ikan merupakan faktor pembatas dalam suatu usaha budidaya ikan karena dapat menyebabkan kematian. Kegiatan magang ini bertujuan untuk mengetahui teknik identifikasi Virus Koi Herves Virus pada ikan mas dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Praktik Magang telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga  Februari 2024 di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang. Metode yang digunakan pada praktek magang ini adalah PCR untuk mendapatkan data primer. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari instansi terkait yang berhubungan dengan data yang diperlukan, serta ditambahkan melalui studi pustaka dari buku-buku, jurnal dan literatur yang mendukung lainnya. Gejala klinis pada ikan mas yang terserang KHV yaitu insang berwarna pucat putih dan produksi lendir berlebih. Hasil deteksi ikan mas pada sampel dari pembudidaya, Padang menunjukkan hasil negatif, sampel pada ikan tidak muncul pada pita (band) yang spesifik dengan KHV 333 bp dan tidak sejajar dengan kontrol positif (+). Koi Herpes Virus (KHV) atau yang dikenal juga dengan Cyprinid Herpes Virus 3 (CyHV-3) adalah jenis virus yang mengifeksi ikan mas dan koi dan dapat menyebabkan kematian massal Infeksi KHV mewabah hampir di semua negara di dunia, termasuk Indonesia
Teknik Isolasi dan Identifikasi Bakteri Patogen pada Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung Ramanda, Reski; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Nabila; Meliana, Annisa; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.39-47

Abstract

Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) merupakan komoditas budidaya laut bernilai ekonomis tinggi yang rentan terhadap infeksi bakterial, khususnya dari genus Vibrio. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri patogen pada ikan bawal bintang yang dibudidayakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Sampel penelitian terdiri dari tiga ekor ikan bawal bintang yang menunjukkan gejala klinis infeksi bakteri. Isolasi bakteri dilakukan dari organ target (hati, ginjal, dan limpa) menggunakan media Tryptic Soy Agar (TSA) dan Thiosulfate Citrate Bile Sucrose (TCBS). Identifikasi bakteri dilakukan melalui uji morfologi koloni, pewarnaan Gram, dan uji biokimia meliputi uji oksidase, katalase, motilitas, serta identifikasi menggunakan Microbact Kit 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel BB1 terinfeksi Vibrio parahaemolyticus (98,78%) pada organ hati, sedangkan sampel BB2 dan BB3 terinfeksi V.alginolyticus (98,95% dan 97,12%) pada organ ginjal. Tidak ditemukan pertumbuhan bakteri pada organ limpa. Gejala klinis yang teramati meliputi penurunan nafsu makan, pergerakan lamban, mata dan tubuh luka, serta pembengkakan organ internal. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa vibriosis merupakan ancaman signifikan dalam budidaya ikan bawal bintang dan memerlukan strategi pengendalian yang komprehensif.
Teknik Identifikasi White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee Rahmiza, Nurul; Rizvi, Fharisa Nabila; Karsih, Okta Rizal; Kurniawan, Ronal; Meliana, Annisa
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.48-53

Abstract

White Spot Syndrome Virus (WSSV) merupakan patogen viral yang menyebabkan mortalitas massal hingga 100% pada budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dalam waktu 3-10 hari pasca infeksi. Deteksi dini menggunakan teknik molekuler menjadi krusial dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknik identifikasi WSSV menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan (Januari-Maret 2024) dengan sampel udang vannamei calon induk berusia 1 bulan. Prosedur diagnostik meliputi preparasi sampel (organ insang dan pleopoda), ekstraksi DNA menggunakan lysis buffer, amplifikasi dengan thermocycler, dan elektroforesis untuk visualisasi produk PCR. Hasil pengujian dari 4 sampel menunjukkan 2 sampel positif WSSV dan 2 sampel negatif, diidentifikasi berdasarkan kemunculan pita DNA pada posisi 941 bp yang sesuai dengan kontrol positif. Metode PCR terbukti sensitif, spesifik, dan efisien untuk deteksi WSSV pada fase subklinis sebelum munculnya gejala klinis. Implementasi protokol biosekuriti ketat dan pemeriksaan rutin menggunakan PCR sangat direkomendasikan untuk mencegah outbreak WSSV dalam sistem budidaya intensif udang vannamei
Teknik Pembesaran Ikan Koi (Cyprinus carpio) di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat Syam, Anandasya Suci Nabila; Meliana, Annisa; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Nabila; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.60-63

Abstract

Ikan koi (Cyprinus Carpio) adalah salah satu ikan hias yang banyak diminati masyarakat untuk dipelihara. Permintaan ikan koi untuk kebutuhan para penggemar ikan hias semakin meningkat dari tahun ketahun, seiring dengan permintaan pasar. Tujuan dilaksanakan praktek ini adalah untuk mengetahui teknik pembesaran ikan koi di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang, Sumatera barat. Praktek ini telah dilaksanakan pada tanggal 10 Januari s.d. 10 Februari 2024 di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang, Sumatera Barat. Tujuan praktek inivadalah untuk mengetahui teknik pembesaran ikan koi. Metode yang digunakan dalam praktek ini adalah praktek langsung yaitu melibatkan diri secara langsung dan berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan teknik pembesaran ikan koi. Kegiatan pembesaran ikan koi dilakukan di kolam semi beton selama 21 hari menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak ikan 2,05 cm, pertumbuhan bobot mutlak ikan adalah 3,43 g, laju pertumbuhan spesifik ikan 1%, FCR ikan yaitu 1,6, serta tingkat kelulushidupan ikan 100%.
THE EFFECTIVENESS OF Cosmos caudatus IN PREVENTING HYPERGLYCEMIA DUE TO Aeromonas hydrophila INFECTION IN Pangasianodon hypophthalmus Kurniawan, Ronal; Windarti, Windarti; Effendi, Irwan; Simarmata, Asmika Harnalin; Efawani, Efawani; Firmansyah, Rodhi; Syuhada, Nur Ikhlas; Karsih, Okta Rizal
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 3 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.3.319-326

Abstract

Cosmos caudatus is a herb that benefits overall health. This study aimed to determine the effect of C. caudatus leaf supplementation in feed on blood glucose levels in catfish (Pangasianodon hypophthalmus) challenged with Aeromonas hydrophila. This study was conducted from March to August 2024 at the Marine Microbiology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Riau. The method used was an experimental design employing a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications: negative control (NC, no supplementation, no infection), positive control (PC, no supplementation, with A. hydrophila bacterial infection), supplementation with C. caudatus at doses of 10 g/kg (T1), 15 g/kg (T2), and 20 g/kg (T3) of feed, all tested against A. hydrophila. The fish fry used weighed 5.00 ± 1.00 g and were reared for 75 days in 100-L tanks integrated with an aquaponics system. The fish were fed the experimental feed for 60 days before challenge with A. hydrophila bacteria (10⁸ CFU/mL, intramuscular injection) and continued for 14 days after challenge. Blood glucose levels were measured at the beginning (day 1), day 30, pre-challenge (day 60), and post-challenge (day 75). The results showed that adding basil leaves to the feed affected blood glucose (P<0.05). The addition of C. Caudatus leaves maintained glucose homeostasis within the range of 68.33±10.59-79.67±7.77 mg/dL. These findings indicate that C. Caudatus supplementation effectively prevents hyperglycemia caused by A. hydrohila infection in striped catfish and suggest its potential as a natural immunostimulant and metabolic modulator in aquaculture
Potensi Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) Sebagai Imunostimulan pada Akuakultur: Kajian Literatur Syuhada, Nur Ikhlas; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.1.21-27

Abstract

Intensifikasi akuakultur sering kali diikuti dengan peningkatan stres dan kerentanan organisme budidaya terhadap penyakit, sehingga penggunaan antibiotik sintetis menjadi praktik umum. Namun, penggunaan secara berlebihan menimbulkan berbagai permasalahan, seperti resistensi bakteri, residu pada produk perikanan, dan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian penyakit yang lebih aman dan berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan fitofarmaka. Daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) merupakan tanaman yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, fenolik, saponin, tanin, dan alkaloid, yang berpotensi sebagai imunostimulan alami. Kajian ini bertujuan untuk menelaah potensi daun kenikir sebagai imunostimulan dalam akuakultur berdasarkan studi-studi terdahulu. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian terkait kandungan fitokimia, aktivitas biologis, mekanisme kerja, serta aplikasi daun kenikir pada organisme akuakultur. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif daun kenikir memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan imunomodulator yang mampu meningkatkan respons imun nonspesifik, ketahanan terhadap penyakit, pertumbuhan, serta sintasan ikan dan udang budidaya. Dengan demikian, daun kenikir berpotensi dikembangkan sebagai alternatif fitofarmaka yang aman, efektif, dan ramah lingkungan untuk mendukung sistem akuakultur berkelanjutan, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan terkait dosis optimal, metode aplikasi, dan keamanan jangka panjang
Trend Penggunaan Media Sosial Tiktok dikalangan Mahasiswa Tadris IPS Angkatan 2021 UIN Imam Bonjol Padang Efriyani, Intan; Meliana, Annisa; Rizvi, Fharisa Nabila; Karsih, Okta Rizal; Kurniawan, Ronal
Jurnal Biochamp Vol 3 No 1 (2026): Februari
Publisher : Science, Technology and Education Care (STEDCA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/biochamp.3.1.13-18

Abstract

TikTok sangat populer di kalangan  mahasiswa dan bisa berdampak baik atau buruk pada pada hubungan sosial mereka. TikTok tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk mengekspresikan diri, berbagi informasi, dan bahkan sebagai sarana belajar. penting untuk menganalisis bagaimana mahasiswa menggunakan TikTok dan dampaknya terhadap pola interaksi sosial mereka dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial bukanlah platform satu arah, melainkan ruang terbuka yang mendukung partisipasi penuh dari setiap individu. TikTok, adalah layanan jejaring sosial berbagi yang menggunakan video berdurasi pendek sebagai media untuk menangkap dan menyajikan kreativitas, pengetahuan, dan momen lainnya yang dimiliki oleh ByteDance, sebuah perusahaan teknologi internet yang berbasis di Beijing dan diciptakan pada tahun 2012. Penelitian ini dilaksanakan mulai Januari sampai Maret 2025 di Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri yang beralamat JL.Prof.Mahmud Yunus Lubuk Lintah, Anduring, Kec.Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat. Hal ini bertujuan untuk menggali pengalaman dan pandangan subjektif mahasiswa terhadap fenomena penggunaan TikTok. Metode yang digunakan kualitatif dimana pada teknik kualitatif ini tidak menggunakan perhitungan, maksudnya data-data yang dihasilkan berupa kata-kata bukan berbentuk angka. Trend penggunaan tikTok di kalangan mahasiswa Tadris IPS UIN Imam Bonjol Padang menunjukkan kecenderungan yang tinggi dan konsisten TikTok telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa, digunakan tidak hanya untuk hiburan semata, tetapi juga sebagai media untuk mengekspresikan diri, mendapatkan informasi, serta membangun citra sosial di ruang digital. Terdapa perilaku sosial yaitu imitasi.