Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Designing Health Education Model Overcoming Dating Violence for High School Students Aprianti, Aprianti; Wulandari, Respati; Muthoharoh, Nor Amalia; Sifai, Izzatul Alifah; Azzahra, Fatimah
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 20 No 2: April 2025
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.20.2.77-88

Abstract

Background: The Women's Empowerment and Child Protection Service reported that there were 227 cases of Violence Against Women and Children in Semarang City in 2023, with the most victims being women at 216 people. The highest number of cases of violence occurred at the high school level, with 83 victims. The high number of cases of violence in dating requires prevention efforts. This study aims to design a health education model to address dating violence among high school students in Semarang City.Method: The type of research used is research and development. The P-Process theory is used as material for developing health promotion media. Qualitative and quantitative data sources were obtained in the research and development process. The stages of the research are situation analysis, which is conducted by quantitative research on 118 high school students in Semarang City, and purposive sampling techniques. Quantitative research with focus group discussion was conducted on 10 male and 10 female high school students, and in-depth interviews were conducted with 3 counseling teachers. Quantitative data analysis with the chi-square test, qualitative analysis with thematic content analysis.Result: The average age of respondents was 16 years, with the majority being female. The violence experienced by men was physical violence, while for women, it was psychological and sexual violence. There was a significant relationship between efficacy and self-efficacy responses to overcome violence in dating. For media development, most respondents preferred audiovisual media in the form of films with facilitators being peer educators; the maximum education time was 30 minutes, with materials covering adolescent development, how to overcome violence in dating, healthy dating, and the flow of complaints of violence in dating.
PERAN DAN TANTANGAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PUBLIKASI ILMIAH DI ERA DIGITAL Aprianti, Aprianti; Albakhar Anshor, Muhammad Farouk; Citra Dewi, Desy Eka
Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/21911

Abstract

This study aims to identify the role of PAI teachers in addressing the challenges of the digital era and to examine how they can leverage technology to enhance the quality of learning and scholarly publications. The research employs a qualitative approach with a descriptive analysis, involving a literature review and interviews with PAI teachers in several schools. The findings indicate three main focuses in global digital community-based learning: (1) the construction of inquiry and discovery, (2) creativity and initiative, and (3) interaction and collaboration. Additionally, PAI teachers play seven key roles in digital learning, namely as: (a) sources of learning, (b) facilitators, (c) managers, (d) demonstrators, (e) mentors, (f) motivators, and (g) evaluators. The main challenges faced by PAI teachers include effectively managing scientific information and maintaining the quality of publications.
Edukasi Dan Pelatihan Pada Ibu Balita Yang Mempunyai Anak Balita Stunting Tentang Gizi Stunting Dan Pengolahan PMT Berbahan Pangan Lokal Di Desa Teluk Selong Kabupaten Banjar Anwar, Rosihan; Abdurrachim, Rijanti; Aprianti, Aprianti
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.504

Abstract

Pendahuluan: Stunting yaitu kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Hasil pengumpula data dasar (baseline data) mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin di Desa Teluk Selong adalah status gizi TB/U di desa Teluk selong pada tahun 2021 diketahui bahwa balita dengan Tinggi 1 orang (2,5%), Normal 29 orang (72,5%), Pendek 4 orang (10%), dan 6 orang Sangat pendek (15%).Sedangkan data terakhir yang didapat di Desa Teluk Selong jumlah balita stunting pada Oktober 2024 adalah 25 orang. Tujuan: Tujuan kegiatan Pengabmas ini adalah agar ibu balita yang mempunyai anak balita stunting bertambah pengetahuan tentang gizi stunting serta bisa membuat makanan untuk anak stunting dengan berbahan makanan lokal. Metode: Metode kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk Edukasi dan Pelatihan Pada Ibu Balita yang mempunyai anak Balita stunting tentang  gizi stunting dan pengolahan PMT berbahan Pangan Lokal di Desa Teluk Selong Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Barat Kabupaten Banjar. Pelatihan Pembuatan Makanan untuk Anak Stunting pada Kelompok Ibu Balita Stunting di Desa Telok Selung Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar yang diikuti oleh ibu balita yang mempunyai anak stunting berjumlah 15 orang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2024 di Aula Desa Telok Selong Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar. Kegiatan ini dilakukan oleh Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dan mahasiswa serta kader dan dibantu aparat Desa Teluk Selong Kabupaten Banjar. Hasil: Hasil kegiatan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita sebanyak 30 % dan antusias mengikuti kegiatan serta banyaknya pertanyaan yang diajukan menunjukan ketertarikan kegiatan ini. Luaran kegiatan pegabmas ini adalah diterbitkan publikasi jurnal pengabdian masyarakat dan video kegiatan di youtube serta inormasi kegiatan di koran.
Sharing Knowledge of Occupational Issue in Indonesia and Thailand Pramitasari, Ratih; Sifai, Izzatul Alifah; Aprianti, Aprianti; Treesak, Chalobon
International Journal of Research in Community Services Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Research Collaboration Community (RCC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijrcs.v6i1.812

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) remain critical issues in Southeast Asia, particularly in Indonesia and Thailand, where industrial growth has led to an increase in workplace accidents and occupational diseases. This study focuses on an international community service collaboration between Thammasat University in Thailand and Indonesian institutions. The program aims to enhance students' understanding of OSH challenges, share knowledge on workplace accident prevention, and introduce ergonomics-based health promotion media. The activities included presentations, discussions, and evaluations to measure knowledge improvement. Results indicated that students significantly increased their understanding of OSH principles, as evidenced by high scores on post-activity quizzes. Additionally, the introduction of ergonomics-based health promotion media highlighted its potential as a preventive tool in addressing workplace hazards. This program underscores the importance of cross-border collaborations in advancing workplace safety and offers insights for scaling similar initiatives across ASEAN countries.
Pengaruh Digital Game Based Learning Terhadap Motivasi Belajar Sejarah Kelas X di SMAN 1 Pabuaran Aprianti, Aprianti; Fadillah, Moh Ali; Wibowo, Tubagus Umar Syarif Hadi
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpu.v18i2.41556

Abstract

Motivasi adalah indikator penting dalam proses belajar untuk meningkatkan dorongan dan antusiasme siswa terhadap aktivitas pembelajaran yang lebih bermakna. Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, akan diterapkan model pembelajaran berbasis permainan digital dengan bantuan situs web interaktif dan kolaboratif Genially yang memiliki berbagai jenis permainan yang sudah tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis permainan digital terhadap motivasi belajar siswa kelas X dalam mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Pabuaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Quasi Eksperimen, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan purposive sampling berdasarkan beberapa pertimbangan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pretest dan posttest dalam bentuk angket. Penelitian ini dilakukan pada dua kelas, yaitu kelas X 5 sebagai kelas kontrol dan kelas X 7 sebagai kelas eksperimen. Dalam pelaksanaan penelitian, digunakan situs web Genially sebagai permainan digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai perhitungan ttest pada nilai posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen memperoleh Sig. (2-tailed) sebesar 0.000<0.05, sehingga Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis permainan digital memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan pembelajaran berbasis permainan digital sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam belajar Kata-kata Kunci: Model DGBL, Motivasi, dan Sejarah
A Pelatihan Konseling Pemberian Makan Anak Stunting Di Desa Melayu Timur Tahun 2023 Farhat, Yasir; Pratiwi, Niken; Nurhamidi, Nurhamidi; Abdurrachim, Rijanti; Aprianti, Aprianti; Anwar, Rosihan; Mahpolah, Mahpolah
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v3i2.74

Abstract

Stunting or often called dwarf or short is a condition of growth failure in children under five years old (toddlers) due to chronic malnutrition and repeated infections, especially in the period of the First 1,000 Days of Life (HPK), namely from the fetus to the age of 2 years. The 1000 HPK period is also called the golden period as well as the critical period. This period is also closely related to the nutritional status of toddlers, the direct cause of nutritional problems is lack of nutritional intake and infectious diseases. Nutritional intake in the 1000 HPK cannot be separated from the Infant and Child Feeding Standards (PMBA). Reducing stunting rates by providing counseling on providing food for stunted children, by providing counseling on providing food for stunted children and providing food for children according to age. The methods implemented in this activity are training in counseling on providing food for stunted children and assistance in counseling on providing food for stunted children. The results of statistical tests with the Wilcoxon difference test showed that there was a significant difference (r=0,00) in the change in knowledge. Recommendations for training for motivational agents and training in other locations so that motivator groups can be formed in each fostered area.
REPRESENTASI PESAN MORAL PADA FILM LIKE & SHARE (SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Aprianti, Aprianti; Hastuti, Hastuti; Hidayatullah, Muh.
Jurnal Network Media Vol 8, No 1 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i1.4790

Abstract

Dalam komunikasi, media selalu menjadi elemen penting dalam penyampaian pesan. Media adalah sarana atau alat yang digunakan oleh komunikator untuk mengirimkan pesan kepada komunikan atau khalayak. Proses komunikasi dibagi menjadi dua cara: primer dan sekunder. Komunikasi primer adalah penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan menggunakan media primer, seperti lambang atau bahasa. Film merupakan salah satu media massa yang sangat populer dan memiliki fungsi hiburan dalam komunikasi. Film memiliki daya tarik tersendiri bagi khalayak dibanding media massa lainnya dan terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Analisis film menggunakan semiotika, terutama teori Roland Barthes, memungkinkan pemahaman mendalam tentang tanda dalam konteks skenario, gambar, teks, dan adegan film. Penelitian ini tertarik pada film "Like & Share," sebuah film drama remaja Indonesia yang mengangkat isu kekerasan seksual, pelecehan, dan revenge porn. Film ini menampilkan realitas fenomena sosial sehari-hari dan menyiratkan pesan moral tentang eksplorasi dunia remaja, kecanduan pornografi, komunikasi buruk, dan perjuangan korban pelecehan seksual. Dengan analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini mengungkap representasi kekerasan seksual dan objektifikasi perempuan dalam film "Like & Share." Film ini bukan hanya media hiburan, tetapi juga alat penyampai pesan moral dan pengetahuan yang mampu mempengaruhi penontonnya melalui kekuatan visual dan audio.
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi, Pola Konsumsi dan Tingkat Pendapatan Perkapita terhadap Kejadian Kekurangan Energi Kronik Ibu Hamil Farhat, Yasir; Aprianti, Aprianti; Pratiwi, Niken
Jurnal Skala Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Skala Kesehatan Edisi Januari 2025
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jsk.v16i1.430

Abstract

BackgroundIn 2018, the prevalence of chronic energy deficiency (CED) among pregnant women in South Kalimantan was 19.45%. In the working area of the Landasan Ulin Timur Health Center, Banjarbaru City, the prevalence reached 24.7%, the highest in the region. This study aims to analyze the influence of nutritional knowledge, consumption patterns, and per capita income on the incidence of CED among pregnant women in this area. MethodsThis research is observational-analytical with a case-control design. The population consisted of 361 pregnant women, and a sample of 44 participants (22 with CED and 22 without) was selected using purposive sampling. Data were gathered on nutritional knowledge, consumption patterns, per capita income, and CED incidence from secondary sources and analyzed using multiple logistic regression tests. ResultsMost pregnant women with CED had low nutritional knowledge (72.8%), poor consumption patterns (81.8%), and low income (90.9%). Nutritional knowledge significantly influenced CED incidence. ConclusionHealth workers should provide counseling to improve pregnant women's awareness and knowledge about CED prevention.
Edukasi Dan Pelatihan Pengolahan MP-ASI Berbahan Pangan Lokal Pada Kader Untuk Mencegah Stunting (Kelurahan Landasan Ulin Tengah) Aprianti, Aprianti; Hariati, Niken Widyastuti; Farhat, Yasir
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 1 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i1.510

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak signifikan pada kesehatan anak-anak di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) berbahan pangan lokal yang tepat dapat menjadi salah satu strategi pencegahan stunting pada anak usia dini. Tujuan: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu di Kelurahan Landasan Ulin Tengah tentang pengolahan MP-ASI berbasis pangan lokal. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2024, melibatkan 27 kader posyandu. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang pemilihan bahan dan pengolahan MP-ASI serta demo masak. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kader, di mana kader dengan pengetahuan baik meningkat dari 29,63% sebelum pelatihan menjadi 62,96% setelah pelatihan. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat peran kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui edukasi berbasis pangan lokal. Simpulan: Pelatihan berkala dan kolaborasi dengan puskesmas disarankan untuk menjaga keberlanjutan program ini.
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif, Pengetahuan Gizi, Pendapatan Keluarga, Pola Makan, Dan Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Weight Faltering (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Mesa Banjarmasin) Haqueena, Amalia; Nurhamidi, Nurhamidi; Aprianti, Aprianti; Farhat, Yasir
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 10 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i10.360

Abstract

Pemerintah Indonesia menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional. Kejadian stunting dimulai kenaikan berat yang tidak sesuai dengan target, atau "weight faltering". Efek jangka pendek dari weight faltering adalah terganggunya respon imun, terhambatnya pertumbuhan kognitif, fisik, dan psikomotor, masalah perilaku, kesulitan belajar, dan kematian bayi. Wilayah Puskesmas di Kota Banjarmasin yang prevalensi weight faltering nya paling tinggi adalah Puskesmas Sei Mesa sebesar 49,05%, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 37,85%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif, pengetahuan gizi, pendapatan keluarga, pola konsumsi, dan riwayat infeksi terhadap weight faltering pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Mesa Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data merupakan data primer dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 97 orang responden dari total populasi 893 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian didapatkan sebanyak 45 orang balita (46,4%) mengalami weight faltering, 60 orang balita (6 1,86%) tidak mendapatkan ASI eksklusif, 94 orang ibu balita (96,90%) pengetahuan gizinya baik, 53 orang (54,64%) memiliki pendapatan keluarga rendah, 63 orang balita (64,94%) memiliki pola makan baik, dan 76 orang balita (78,35%) tidak menderita penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir. Kesimpulan ada hubungan antara pemberian ASI, pendapatan keluarga, pola makan, dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian weight faltering. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan kejadian weight faltering. Perlunya peningkatan pengetahuan dan perbaikan pola makan agar kejadian weight faltering dapat dicegah dan ditanggulangi sejak dini. Bagi  peneliti  selanjutnya  hendaknya  dapat  melakukan  penelitian  lanjutan dengan  menambahkan  variabel lainnya