Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENYULUHAN TEKNOLOGI IRIGASI TETES PADA KEGIATAN BUDIDAYA TANAMAN PETANI DI DESA MANTAR KABUPATEN SUMBAWA BARAT Karyanik Karyanik; Muanah Muanah; Ahmad Akromul Huda; Suhairin Suhairin; Ida Wahyuni; Farhatunnisa Farhatunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19795

Abstract

ABSTRAKPengetahuan Kelompok Tani di Desa Mantar tentang teknik instalasi irigasi tetes untuk peningkatan produksi pertanian masih kurang dan terbatas. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan kelompok tani tentang teknik perakitan instalasi irigasi tetes untuk peningkatan produksi produksi pertanian. Kendala utama dalam peningkatan produksi pertanian di Desa Mantar adalah lokasi desa yang berada di ketinggian menyebabkan ketersedian air yang terbatas sehingga produksi pertanian hanya dilakukan di musim penghujan saja. Mengatasi permasalahan tersebut dilakukan kegiatan pengabdian tentang instalasi teknologi irigasi tetes untuk peningkatan produksi pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Manatar Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat. Pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk penyuluhan yang terdiri atas beberapa teknik penyampaian informasi melalui ceramah, diskusi, dan pemutaran vidio. Target dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kelompok tani tentang teknik pembuatan dan pengoperasian instalasi irigasi tetes untuk peningkatan produksi tanaman. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa para peserta mampu memahami apa yang disampaikan oleh tim pengabdian. Hal tersebut terlihat dari antusiasnya peserta dalam bertanya. Berdasarkan evaluasi terlihat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35,87% dimana awalnya 56,739% saat pretest menjadi 92,608% setelah posttest. Hasil uji paired semple T-test menunjukkan angka yang signifikan antara pretest dan posttest sengan nilai signifikasi (2-tailed)  yang artinya terdapat pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Kata kunci: berkelanjutan; irigasi tetes; penyuluhan; produksi; teknologi ABSTRACTThe knowledge of farmer groups in Mantar Village about drip irrigation installation techniques to increase agricultural production is still lacking and limited. The purpose of this service activity is to increase the knowledge of farmer groups about drip irrigation installation assembly techniques to increase agricultural production production. The main obstacle in increasing agricultural production in Mantar Village is the location of the village which is at an altitude causing limited water availability so that agricultural production is only carried out in the rainy season. Overcoming these problems, a service activity was carried out on the installation of drip irrigation technology to increase agricultural production. This activity was carried out in Manatar Village, Poto Tano District, West Sumbawa Regency. The implementation of this activity is in the form of counselling which consists of several techniques for delivering information through lectures, discussions, and video screenings. The target of this activity is to increase the knowledge of farmer groups about the techniques of making and operating drip irrigation installations to increase crop production. The results of the service activities showed that the participants were able to understand what was conveyed by the service team. This can be seen from the enthusiasm of the participants in asking questions. Based on the evaluation, it can be seen that the participants' knowledge increased by 35.87% from 56.739% during the pretest to 92.608% after the posttest. The results of the paired semple T-test showed a significant number between the pretest and posttest. Keywords: drip irrigation; extension; production; sustainable; technology
Sosialisasi pembuatan briket arang berbasis limbah bonggol jagung sebagai peluang usaha di kecamatan Gerung kabupaten Lombok Barat Karyanik Karyanik; Ahmad Akromul Huda; Firzahl Arzhi Jiwantara; Suhairin Suhairin; Erni Romansyah; Abdul Faruq; Indra Purnawirawan; Abdul Hakim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.24150

Abstract

Abstrak Limbah sering dihasilkan dari proses produksi industri dan domestik, dan sering kali tidak memiliki nilai ekonomis. Di daerah dengan jagung sebagai komoditas utama, limbah jagung seperti kulit dan tongkol sering diabaikan. Di Kabupaten Lombok Barat, jagung merupakan komoditas penting dengan hasil panen mencapai 77.304 ton pada tahun 2023. Namun, limbah jagung belum dimanfaatkan secara optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan warga Desa Mesanggok mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket, sebagai alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah sosialisasi yang meliputi ceramah, diskusi, dan pemutaran video, diikuti dengan pretest dan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 43% menjadi 92%, dengan hasil uji statistik menggunakan uji paired sample T test yang signifikan. Sosialisasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga membuka wawasan peserta mengenai peluang usaha baru melalui produksi briket dari limbah jagung, mendukung program zero waste Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta berkontribusi pada upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Kata kunci: bonggol jagung; briket; energi; limbah biomassa Abstract Waste is often generated from industrial and domestic production processes, and often has no economic value. In areas where maize is the main commodity, maize waste such as husks and cobs are often neglected. In West Lombok Regency, maize is an important commodity with a yield of 77,304 tonnes in 2023. However, corn waste has not been optimally utilised. This community service programme aims to teach residents of Mesanggok Village to process corncob waste into briquettes, as an environmentally friendly alternative fuel. The method used in this activity is socialisation which includes lectures, discussions, and video screenings, followed by pretests and posttests to evaluate the increase in participants' knowledge. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge from 43% to 92%, with statistical test results using a significant paired sample T test. This socialisation not only increased knowledge but also opened participants' insights into new business opportunities through the production of briquettes from corn waste, supporting the West Nusa Tenggara Provincial Government's zero waste programme, and contributing to efforts to improve the economic welfare of the local community. Keywords: biomass waste; briquettes; energy; maize cobs.