Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Agribusiness Management Innovation; Enhancing Competitiveness in The Global Market Rosalia, Olyvia; Amruddin, Amruddin
Maneggio Vol. 2 No. 2 (2025): Maneggio-Apr
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/jxyk4073

Abstract

This study aims to analyze the influence of innovation in agribusiness management on enhancing competitiveness in the global market. In the context of globalization and increasingly competitive international market dynamics, Indonesian agribusiness faces challenges not only to survive but also to compete with other countries that are more advanced in terms of technology and managerial systems. The method used is quantitative, with a survey approach targeting agribusiness actors from various business scales. The research instrument in the form of a questionnaire was developed based on four dimensions of innovation: process innovation, product innovation, managerial innovation, and marketing innovation. Data analysis was carried out using multiple linear regression to determine the extent to which each innovation variable affects agribusiness competitiveness. The research findings indicate that all four types of innovation simultaneously and partially have a positive and significant influence on competitiveness in the global market. These findings emphasize the importance of an innovative management approach in future agribusiness development strategies. The practical implication of this research is the need for policy support that fosters an innovation ecosystem, enhances business actors' capacity, and provides access to modern technology to sustainably strengthen the position of Indonesian agribusiness in the global market.
KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO (STUDI KASUS TURATEA GOAT FARM DI DESA PARASANGAN BERU KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO) Zahra, Mifta Fauzia; Amruddin, Amruddin; Nadir, Nadir
AgriMu Vol 4, No 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.10418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budidaya serta kelayakan finansial dan non finansial usaha ternak Turatea Goat Farm di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto.Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yakni suatu teknik penentuan dan pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah NPV dan  B/C ratio.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya peternakan kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm mulai dari pemilihan bibit, reproduksi, pakan, perkandangan hingga penyakit pada kambing sangat di perhatikan dengan baik. Jumlah produksi usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 293.500.000,00 dan jumlah pendapatan usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 125.900.000,00. Berdasarkan kriteria NVP usaha Turatea Goat Farm mampu menghasilkan Rp 1.666.666 pada periode awal. Karena NVP 0, maka usaha ini layak untuk dilaksanakan. Sedangkan Net B/C Ratio yaitu 7,03 yang berarti usaha ternak Turatea Goat Farm layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: Usaha Ternak Kambing Peranakan Etawa, pendapatan, Analisis Kelayakan
PERAN PENYULUH DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS CABAI BESAR DI DESA PATTIRO DECENG KECAMATAN CAMBA KABUPATEN MAROS Fitriani, Fitriani; Amruddin, Amruddin; Halil, Abd.
AgriMu Vol 4, No 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v4i1.14246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pelaksanaan penyuluh dan peran penyuluh dalam meningkatkan produktivitas cabai besar di Desa Pattiro Deceng Kecamatan Camba Kabupaten Maros. Pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik penentuan informan secara sengaja dengan jumlah informan sebanyak 16 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode pelaksanaan yang dilakukan penyuluh pertanian dalam menjalankan tugasnya yakni secara langsung maupun tidak langsung. (2) Peran Penyuluh sebagai pembimbing petani yakni penyuluh menjalankan tugasnya dengan membimbing petani serta memberikan pelatihan agar mengasah pengetahuan dan pengalaman dalam meningkatkan produktivitas cabai besar. (3) Peran Penyuluh sebagai organisator dan motivator yakni mengatur petani dan memberikan saran serta motivasi yang berdampak positif bagi petani. (4) Peran Penyuluh sebagai fasilitator yakni menyediakan dan memfasilitasi petani dalam terlaksananya kegiatan penyuluh. (5) Peran Penyuluh sebagai komunikator yakni membantu petani menyelesaikan masalah serta menginformasikan kepada petani cara berbudidaya yang baik.Kata Kunci: Penyuluh, Produktivitas, Cabai Besar  
Sustainable Livestock Management Practices: Balancing Production and Environmental Conservation Yulianti, Utami Agus; Muchtar, Asikin; Amruddin, Amruddin
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 7, No 4 (2024): October, Social Issue and Education
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v7i4.42615

Abstract

Sustainable livestock management practices are increasingly vital in addressing the dual challenges of meeting rising global demand for animal products and minimizing environmental impact. This study employs a qualitative approach using literature review and library research to explore methods that balance livestock production with environmental conservation. The findings reveal that sustainable practices such as rotational grazing, integrated crop-livestock systems, and precision feeding significantly enhance resource efficiency and reduce ecological footprints. Additionally, the implementation of biogas production from manure and improved waste management systems demonstrates potential in mitigating greenhouse gas emissions and soil degradation. Key drivers of adoption include policy support, farmer education, and market incentives, while barriers include financial constraints, lack of technical knowledge, and resistance to change. The study also highlights the role of technological innovations and community-based initiatives in fostering sustainable practices across different socio-economic and ecological contexts. By synthesizing insights from previous research, this paper underscores the importance of collaborative approaches that engage stakeholders at all levels to achieve sustainability in livestock management. The results contribute to the broader discourse on sustainable agriculture, offering practical recommendations for policymakers, farmers, and researchers to promote environmentally friendly livestock systems without compromising productivity. This study emphasizes that achieving the delicate balance between production and conservation requires integrated strategies tailored to local conditions and global sustainability goals.
KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO (STUDI KASUS TURATEA GOAT FARM DI DESA PARASANGAN BERU KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO) Zahra, Mifta Fauzia; Amruddin, Amruddin; Nadir, Nadir
AgriMu Vol. 4 No. 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.10418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budidaya serta kelayakan finansial dan non finansial usaha ternak Turatea Goat Farm di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto.Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yakni suatu teknik penentuan dan pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah NPV dan  B/C ratio.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya peternakan kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm mulai dari pemilihan bibit, reproduksi, pakan, perkandangan hingga penyakit pada kambing sangat di perhatikan dengan baik. Jumlah produksi usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 293.500.000,00 dan jumlah pendapatan usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 125.900.000,00. Berdasarkan kriteria NVP usaha Turatea Goat Farm mampu menghasilkan Rp 1.666.666 pada periode awal. Karena NVP > 0, maka usaha ini layak untuk dilaksanakan. Sedangkan Net B/C Ratio yaitu 7,03 yang berarti usaha ternak Turatea Goat Farm layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: Usaha Ternak Kambing Peranakan Etawa, pendapatan, Analisis Kelayakan
PERAN PENYULUH DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS CABAI BESAR DI DESA PATTIRO DECENG KECAMATAN CAMBA KABUPATEN MAROS Fitriani, Fitriani; Amruddin, Amruddin; Halil, Abd.
AgriMu Vol. 4 No. 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v4i1.14246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pelaksanaan penyuluh dan peran penyuluh dalam meningkatkan produktivitas cabai besar di Desa Pattiro Deceng Kecamatan Camba Kabupaten Maros. Pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik penentuan informan secara sengaja dengan jumlah informan sebanyak 16 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode pelaksanaan yang dilakukan penyuluh pertanian dalam menjalankan tugasnya yakni secara langsung maupun tidak langsung. (2) Peran Penyuluh sebagai pembimbing petani yakni penyuluh menjalankan tugasnya dengan membimbing petani serta memberikan pelatihan agar mengasah pengetahuan dan pengalaman dalam meningkatkan produktivitas cabai besar. (3) Peran Penyuluh sebagai organisator dan motivator yakni mengatur petani dan memberikan saran serta motivasi yang berdampak positif bagi petani. (4) Peran Penyuluh sebagai fasilitator yakni menyediakan dan memfasilitasi petani dalam terlaksananya kegiatan penyuluh. (5) Peran Penyuluh sebagai komunikator yakni membantu petani menyelesaikan masalah serta menginformasikan kepada petani cara berbudidaya yang baik.Kata Kunci: Penyuluh, Produktivitas, Cabai Besar  
The Urgency Of Digital Business In Improving The Rural Community Youth Organization's Business Amruddin, Amruddin; Safari, Apay; Masita, Ella; Indrawati, R.A.; Utami, Eva Yuniarti
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i1.547

Abstract

When researchers carried out service to Karang Tarruna, Baji Mappakasunggu Village, Makassar, Indonesia, Ciumbuleuit Village, Bandung, Kerinci Village, Jambi, Amali Village, Bone Regency, and Serengan Village, Surakarta. Researchers found a problem that Karang Taruna in the five villages did not have a source of income so that when carrying out activities, they were too dependent on funds owned by the village government. As a result, the resulting work program does not have significant implications for achieving the desired goals. After discussion, the writer and servant have a solution for Kaarang Taruna to have a digital business/digital-based MSME with the following urgency and reasons: 1). Digital Business/Digital-based MSMEs have several urgencies, namely that Karang Taruna can not depend on the village government, can produce activities that are of higher quality and have a more significant impact, and the Karang Taruna and young people empowerment program can run and the quality always increases . 2). Digital Business/Digital MSMEs is the most suitable and appropriate business model because you don't have to have a lot of capital, don't have rental costs, and marketing can be done in a quicker and shorter time.
Socialization of the Village SDGs Program in Realizing Villages Without Hunger and Poverty Amruddin, Amruddin; Ekobelawati, Fransiska; Kusnadi, Iwan Henri; Natsir, Imron; Chatun, Sri
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.912

Abstract

Village SDGs (Sustainable Development Goals) are an integrated effort to create a village without poverty and hunger, a village with an even economic growth, a village that cares about health, a village that cares about the environment, a village that cares about education, a women-friendly village, a networked village, and a culturally responsive village to accelerate the achievement of the Development Goals Sustainable. Village SDGs is a sustainable development role that will be included in the priority program for using Village Funds in 2021. Every village in Indonesia has started planning and implementing Village SDGs, including Siturate Village in Cikande District, Serang Regency, Banten. In its implementation, village governments still experience many obstacles, such as collecting village community data, technical data updating and how to disseminate village information. This obstacle occurs due to the village government's lack of understanding regarding the implementation of village SDGs and also the absence of routine assistance from the Village Community Empowerment Service. Therefore, the aim of this community service is to help overcome the problems faced by residents in determining the direction of village development based on Village SDGs so that they can create a developed village without poverty in Situterate Village in Cikande District, Serang Regency, Banten. To obtain the data used were observation, literature review and educational methods. The educational methods used include socialization and counseling as a means of transferring knowledge and education for community empowerment. As a form of thought from the author, several efforts and breakthroughs have been offered, namely: 1.) Increasing participants' understanding and knowledge of the village SDGs program along with the implementation of targets in the village SDGs in determining the direction of more advanced village development, 2.) The role of village government that can using the Village SDGs application in order to update village data to make it better and more advanced so that it can create villages without hunger and poverty
Counseling on the Use of Organic Waste in Realizing Sustainable Development in Villages Amruddin, Amruddin; Hamidah, Emmy; Suparwata, Dewa Oka; Utami, Cahyaning Rini; Hertini, Etty Sri
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.1001

Abstract

Biringala Village is one of the villages in Barombong District, Gowa Regency, South Sulawesi. Geographically, the location of Biringala Village is very strategic because Biringala Village is one of the supporting villages for the Economic Zone in Gowa Regency, South Sulawesi. The current problem faced by Biringala village is environmental problems, this is due to the lack of public awareness about waste management, besides that infrastructure such as waste transport fleets as well as TPA (Final Disposal Site) and TPS (Trash Disposal Site) are still very limited. To overcome this problem, one alternative solution that can be implemented is by holding activities to manage the use of organic waste in realizing sustainable development in Biringala Village, Barombong District, South Sulawesi Regency. Therefore, the aim of this community service is to see the potential of using organic waste in realizing sustainable development in Biringala Village, Barombong District, South Sulawesi. To obtain the data used were observation and literature review. This service activity is an educational effort on the use of organic waste in Biringala Village, Barombong District, Gowa Regency, South Sulawesi. As a form of the author's thinking, several efforts and breakthroughs are offered, namely: 1.) Increasing community knowledge and community income who already know that organic waste can be utilized so that it can create sustainable community welfare, 2.) The role of using organic waste for the people of Biringala Village in realizing sustainable village development is to improve the quality of life to be cleaner and Healthy.
Counseling on the Use of Organic Waste in Realizing Sustainable Development in Villages Amruddin, Amruddin; Hamidah, Emmy; Suparwata, Dewa Oka; Utami, Cahyaning Rini; Hertini, Etty Sri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10501

Abstract

Desa Biringala merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Secara geografis letak Desa Biringala sangat strategis karena Desa Biringala merupakan salah satu desa penopang Kawasan Ekonomi di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh desa Biringala adalah permasalahan lingkungan hidup, hal ini disebabkan karena masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, selain itu sarana prasarana seperti armada pengangkut sampah serta TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) masih belum ada. sangat terbatas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah dengan mengadakan kegiatan pengelolaan pemanfaatan sampah organik dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Desa Biringala, Kecamatan Barombong, Kabupaten Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk melihat potensi pemanfaatan sampah organik dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Desa Biringala, Kecamatan Barombong, Sulawesi Selatan. Untuk memperoleh data yang digunakan adalah observasi dan studi pustaka. Kegiatan pengabdian ini merupakan upaya edukasi pemanfaatan sampah organik di Desa Biringala, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sebagai bentuk pemikiran penulis, maka ditawarkan beberapa upaya dan terobosan, yaitu: 1.) Meningkatkan pengetahuan dan pendapatan masyarakat yang telah mengetahui bahwa sampah organik dapat dimanfaatkan sehingga dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan, 2.) Peran serta pemanfaatan sampah organik bagi masyarakat Desa Biringala dalam mewujudkan pembangunan desa berkelanjutan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih bersih dan Sehat.