Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : AgriMu

KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO (STUDI KASUS TURATEA GOAT FARM DI DESA PARASANGAN BERU KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO) Zahra, Mifta Fauzia; Amruddin, Amruddin; Nadir, Nadir
AgriMu Vol 4, No 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.10418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budidaya serta kelayakan finansial dan non finansial usaha ternak Turatea Goat Farm di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto.Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yakni suatu teknik penentuan dan pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah NPV dan  B/C ratio.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya peternakan kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm mulai dari pemilihan bibit, reproduksi, pakan, perkandangan hingga penyakit pada kambing sangat di perhatikan dengan baik. Jumlah produksi usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 293.500.000,00 dan jumlah pendapatan usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 125.900.000,00. Berdasarkan kriteria NVP usaha Turatea Goat Farm mampu menghasilkan Rp 1.666.666 pada periode awal. Karena NVP 0, maka usaha ini layak untuk dilaksanakan. Sedangkan Net B/C Ratio yaitu 7,03 yang berarti usaha ternak Turatea Goat Farm layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: Usaha Ternak Kambing Peranakan Etawa, pendapatan, Analisis Kelayakan
PERAN PENYULUH DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS CABAI BESAR DI DESA PATTIRO DECENG KECAMATAN CAMBA KABUPATEN MAROS Fitriani, Fitriani; Amruddin, Amruddin; Halil, Abd.
AgriMu Vol 4, No 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v4i1.14246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pelaksanaan penyuluh dan peran penyuluh dalam meningkatkan produktivitas cabai besar di Desa Pattiro Deceng Kecamatan Camba Kabupaten Maros. Pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik penentuan informan secara sengaja dengan jumlah informan sebanyak 16 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode pelaksanaan yang dilakukan penyuluh pertanian dalam menjalankan tugasnya yakni secara langsung maupun tidak langsung. (2) Peran Penyuluh sebagai pembimbing petani yakni penyuluh menjalankan tugasnya dengan membimbing petani serta memberikan pelatihan agar mengasah pengetahuan dan pengalaman dalam meningkatkan produktivitas cabai besar. (3) Peran Penyuluh sebagai organisator dan motivator yakni mengatur petani dan memberikan saran serta motivasi yang berdampak positif bagi petani. (4) Peran Penyuluh sebagai fasilitator yakni menyediakan dan memfasilitasi petani dalam terlaksananya kegiatan penyuluh. (5) Peran Penyuluh sebagai komunikator yakni membantu petani menyelesaikan masalah serta menginformasikan kepada petani cara berbudidaya yang baik.Kata Kunci: Penyuluh, Produktivitas, Cabai Besar  
KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO (STUDI KASUS TURATEA GOAT FARM DI DESA PARASANGAN BERU KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO) Zahra, Mifta Fauzia; Amruddin, Amruddin; Nadir, Nadir
AgriMu Vol. 4 No. 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.10418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budidaya serta kelayakan finansial dan non finansial usaha ternak Turatea Goat Farm di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto.Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yakni suatu teknik penentuan dan pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah NPV dan  B/C ratio.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya peternakan kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm mulai dari pemilihan bibit, reproduksi, pakan, perkandangan hingga penyakit pada kambing sangat di perhatikan dengan baik. Jumlah produksi usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 293.500.000,00 dan jumlah pendapatan usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 125.900.000,00. Berdasarkan kriteria NVP usaha Turatea Goat Farm mampu menghasilkan Rp 1.666.666 pada periode awal. Karena NVP > 0, maka usaha ini layak untuk dilaksanakan. Sedangkan Net B/C Ratio yaitu 7,03 yang berarti usaha ternak Turatea Goat Farm layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: Usaha Ternak Kambing Peranakan Etawa, pendapatan, Analisis Kelayakan
PERAN PENYULUH DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS CABAI BESAR DI DESA PATTIRO DECENG KECAMATAN CAMBA KABUPATEN MAROS Fitriani, Fitriani; Amruddin, Amruddin; Halil, Abd.
AgriMu Vol. 4 No. 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v4i1.14246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pelaksanaan penyuluh dan peran penyuluh dalam meningkatkan produktivitas cabai besar di Desa Pattiro Deceng Kecamatan Camba Kabupaten Maros. Pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik penentuan informan secara sengaja dengan jumlah informan sebanyak 16 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode pelaksanaan yang dilakukan penyuluh pertanian dalam menjalankan tugasnya yakni secara langsung maupun tidak langsung. (2) Peran Penyuluh sebagai pembimbing petani yakni penyuluh menjalankan tugasnya dengan membimbing petani serta memberikan pelatihan agar mengasah pengetahuan dan pengalaman dalam meningkatkan produktivitas cabai besar. (3) Peran Penyuluh sebagai organisator dan motivator yakni mengatur petani dan memberikan saran serta motivasi yang berdampak positif bagi petani. (4) Peran Penyuluh sebagai fasilitator yakni menyediakan dan memfasilitasi petani dalam terlaksananya kegiatan penyuluh. (5) Peran Penyuluh sebagai komunikator yakni membantu petani menyelesaikan masalah serta menginformasikan kepada petani cara berbudidaya yang baik.Kata Kunci: Penyuluh, Produktivitas, Cabai Besar