p-Index From 2021 - 2026
5.577
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Al'Adalah

BAHASA RAKYAT DAN POLITIK UANG: ANALISIS-KRITIS TERHADAP JARGON POLITIK DALAM PESTA DEMOKRASI Muhaimin
Al'Adalah Vol. 16 No. 1 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstelasi politik nasional mengalami perubahan pada reformasi 1998. Sejak itu, era monopolitik yang menjenuhkan selama lebih tiga dekade, berakhir pula. Masyarakat Indonesia memulai melangkahkan diri ke dalam arena baru perpolitikan nasional yang lebih bebas dan demok-ratis. Namun, satu fenomena yang kurang sehat, juga ikut menjamur seiring dengan suburnya bibit demokrasi; money politic (politik uang). Fenomena ini selalu menyertai setiap pesta demokrasi dalam semua bentuk dan level hajatan politik di Indonesia. Dari fenomena tersebut, muncul kritisisme masyarakat yang mewujud dalam bentuk jargon-jargon atau plesetan yang bersifat politis dan cenderung ditujukan sebagai kritik sosial atas apa yang tengah berlang-sung di masyarakat. Beberapa plesetan politis masyarakat diantaranya; “TongKet” yang diartikan dengan sittong seket, dan ”Berjuang” yang diartikan beras, baju, dan uang. Berkembangnya jargon-jargon tersebut, nampaknya rakyat tidak lagi sungkan atau ewuh pakewuh, apalagi takut untuk mengungkapkan kri-tisisme mereka. Apalagi, kemampuan berbahasa masyarakat semakin kreatif mengungkapkan hal-hal kritis, termasuk yang bersifat politis. Jika selama ini jargon politik dibuat oleh kaum elit untuk menguasai dan mengendalikan massa -dan ini adalah salah satu bentuk language empower-, maka kini ‘kaum bawah’pun dapat mengkritisi kekuasaan juga dengan jargon yang sengaja dimunculkan untuk dapat terbaca oleh para elit. Teori tentang bahasa dan kekuasaan tidak lagi berlaku bagi yang kuat untuk menguasai yang lemah, namun juga telah ber-kembang dan bisa diartikan bagi yang lemah untuk menjatuhkan yang kuat.
Co-Authors A. Tenri Syahriani Abd. Jalil Afandi, Idris Ahmad Zuhairi Akbar, Wahyu Alvy Zhaqila Amiruddin Ananda Galang Wangsa Andeizi, Tifan Nata Andi Rustam Anggel Hardi Yanto Ardiansyah, Fiki Arief Apriliani, Karina Sandra Asfarina, Sharwanda Astuti Aufa, Naufatti B Erdiansyah Putra Berliana Devianti Putri Darmawan, Dicky Dharmawan, Awan Fadlun Fajar Agung Nugroho Farhan Febriani, Dwi Ihsani Febriansyah, Vemas Fini Fitriah Hamsyah Hanief Monady Hery Widijanto Hutwan Syarifuddin I Komang Wahyu Wiguna Imam, Sadrul Indrayani, Syarthini Izzah Tujannah Juniati, Lita Kabunggul, Orce Khairiyani Kholik, Rahmat Topan Kusuma, Eka Satria Pandu Lukman Hakim Luthfiyatul Azizah, Maulida Maghfira Makbul, Moh Merina, Bresca Miftahur Rahman Mira Muh Yusuf Qamaruddin Muh. Faisalrahmat Muhamad Sabirin Muhammad Fauzan Muhammad Gesit Widayatno Muhammad Riza Hafizi Muhammad Shaleh Muhammad Sirajuddin Qahtan Hamdan Muqmiroh, Lailatul Muttiarni Najhalifanjanib, M. Noor Asiah Novi Mubyarto Nur Qamariah Pangawikan, Aldilla Din Pangawikan Parawati, Erina Dwi Putri Raodah Pyopyash , Sverigenia Aprilia Rahma Rahman, M. Rifki Rahmat Ghazali Rohmati, Ernidasari Rukhiyat, M.Azzukhruf Saefudin, Yusuf safara, Era Salam Salsabilah Setiawati, Rosy Shartana, Lalu Wira Pria Sigit Wahyudi, Sigit Siti Lufniyah Siti Nurhasanah Siti Rohani Sri Andreani Utomo, Sri Andreani Sudarman Bennu Suhadi Sukayasa Suryadi, Eka Sutisna Sutansyah, Gilang Yasin Uce Lestari Wahyu Akbar Widyawanti Rajiman Yahya Mof Yuliana Yuliana YULIANI Zaida Zainal Asikin Zaki Mubarak Zessica Zulharman Zulkifli