Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FUNGSI JIWA KEHENDAK DALAM PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM Hasanah, Imroatul; Ulin Nuha, Daris Salama; Nurhidayati, Titin
As-Sulthan Journal of Education Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The will (al-irādah) is a fundamental element in Islamic educational psychology that functions as a driving force for behavior, learning motivation, and self-control among students. In the Islamic perspective, will is not merely understood as a psychological impulse, but as a spiritual potential integrated with reason and the heart in shaping human choices and moral responsibility. This study aims to analyze the function of the will in Islamic educational psychology and its relevance to students’ character formation. This research employs a qualitative descriptive method through library research by examining the Qur’an, Hadith, and relevant literature on psychology and Islamic education. The findings indicate that the will plays a strategic role in directing learning behavior, strengthening self-discipline, and fostering students’ moral and spiritual commitment. The development of the will in Islamic education can be implemented through the internalization of monotheistic values, habituation of worship practices, role modeling, and continuous moral education. Therefore, strengthening the will becomes a crucial foundation in realizing holistic Islamic education oriented toward the formation of faithful, ethical, and responsible individuals.
MODEL RELASI SAINS-AGAMA JOHN HAUGHT: RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Hasanah, Imroatul; Salama Ulin Nuha, Daris; Sa’diyah, Halimatus; Asnawan
As-Sulthan Journal of Education Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article explores John Haught’s model of the science–religion relationship, comprising four main approaches: conflict, contrast, contact, and confirmation. Using library research and descriptive–comparative analysis, the study examines how Haught’s framework offers a dialogical paradigm that enables constructive integration between modern science and religious teachings. The findings reveal that Haught’s “contact” and “confirmation” models hold significant relevance for the development of Islamic education, particularly in designing curricula that respond to scientific progress while maintaining theological integrity. Haught’s thought helps bridge the dichotomy between science and religion, fosters a religiously grounded scientific attitude, and promotes learning that is more critical, open, and holistic. Thus, Haught’s model of the science–religion relationship provides an epistemological foundation for strengthening the integration of knowledge within contemporary Islamic education.
KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS Salama Ulin Nuha, Daris; Hasanah, Imroatul; Sa'diyah, Halimatus; Hori, Muhammad
As-Sulthan Journal of Education Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the concept of the Islamic education curriculum from the perspective of the Qur’an and Hadith as fundamental guidelines for shaping the religious character of learners. The curriculum in Islamic education functions not only as a tool for organizing learning activities but also as an instrument for instilling the values of faith, worship, and morality in a balanced manner between worldly and spiritual needs. Using a qualitative research method with a library research approach, this study analyzes primary and secondary literature through processes of identification, classification, interpretation, and synthesis. The findings indicate that the Islamic education curriculum is built upon three fundamental concepts—ta’lim, tarbiyah, and ta’dib—each encompassing cognitive, affective, and psychomotor dimensions. In addition, the characteristics of the Islamic curriculum must reflect a balance between intellectuality, spirituality, morality, and the social needs of learners. The Qur’an and Hadith provide a strong foundation for curriculum components such as the teaching of monotheism (tauhid), the integration of Islam–Faith–Excellence (Islam–Iman–Ihsan), morality, as well as the inclusion of social sciences and natural sciences. This study affirms that a curriculum grounded in revealed values is capable of shaping individuals who possess Islamic character, noble morality, and comprehensive intellectual abilities. Therefore, the Islamic education curriculum must be designed systematically to remain responsive to contemporary developments without departing from the principles of the Sharia.
Peningkatan Pola Pikir Siswa Melalui Media Pembelajaran Trigonometri Abdul Wahab; Aini, Kurratul; Qamariyah, Siti; Hasanah, Imroatul; Suhaema, Suhaema
RAINSTEK: Jurnal Terapan Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v7i4.13704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pola pikir dan hasil belajar peserta didik melalui penggunaan media pembelajaran trigonometri pada materi nilai trigonometri sudut-sudut istimewa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan McTaggart, yang meliputi empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas XI IIS MA Raudhatut Thalibin Kolor, Sumenep, pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025 dengan subjek penelitian sebanyak 17 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar dan perkembangan pola pikir peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar setelah penerapan media pembelajaran trigonometri. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik, ditandai dengan rata-rata nilai pretest sebesar 67% yang meningkat menjadi 82-86% pada posttest. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran trigonometri mampu membantu peserta didik memahami konsep secara lebih sistematis, meningkatkan keaktifan, serta mendorong berkembangnya pola pikir matematis yang logis dan kritis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran trigonometri efektif dalam meningkatkan pola pikir dan hasil belajar peserta didik. Media pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran matematika yang inovatif dan menyenangkan.
ANALISIS LINGUISTIK KESALAHAN MEKANIK BAHASA DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS V Hasanah, Imroatul; Hikmawati, Nisrina
Abuya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2025): Abuya: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/abuyaVol3iss2Y20251000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas V di SD Ma’arif Nurul Mannan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan penggunaan tanda baca titik, koma, dan huruf kapital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, tes tertulis, dokumentasi, dan analisis isi. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis narasi siswa masih tergolong kurang, ditandai dengan tingginya kesalahan pada penggunaan tanda baca dan huruf kapital. Rata-rata kesalahan terbesar terdapat pada penggunaan titik dan koma, sedangkan kesalahan huruf kapital berada pada kategori sedang. Nilai akhir menunjukkan sebagian besar siswa berada pada kategori “kurang” dan “buruk,” mengindikasikan rendahnya penguasaan kaidah mekanik bahasa. Faktor penyebab kesalahan meliputi perbedaan kemampuan individu, kurangnya latihan menulis, rendahnya motivasi belajar, serta minimnya pendampingan di rumah. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan pembelajaran berbasis PUEBI, pendampingan menulis secara berkelanjutan, pembelajaran berdiferensiasi, serta peningkatan keterlibatan orang tua dalam mendukung literasi tulis siswa.
In the Absence of Trading in Influence in Anti-corruption Laws: Legal Framework within the United Nations Convention against Corruption Jupriyadi, Jupriyadi; Hasanah, Imroatul
Lex Publica Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : APPTHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58829/lp.10.2.2023.204

Abstract

Corruption poses an enduring global challenge, impacting countries across different developmental stages. This research aims to investigate the imperative need for the criminalization of trading in influence in Indonesia, with a particular focus on its alignment with the United Nations Convention Against Corruption (UNCAC). Indonesia’s ratification of the UNCAC in 2006 signifies a commitment to integrating its essential principles into domestic law to effectively combat corruption. While UNCAC Article 18 explicitly deals with trading in influence and recognizes it as a serious form of corruption, Indonesia has not yet incorporated it into its legal framework. Utilizing normative methods and drawing on secondary data sources such as legal documents and pertinent literature, this study underscores the urgency of incorporating criminal penalties for trading in influence into Indonesia’s anti-corruption law The research scrutinizes the harmonization of national interests with UNCAC obligations, examines the societal repercussions of this corrupt practice, evaluates the cost-effectiveness of criminalization, and appraises the state’s capacity for enforcement. By enacting laws against trading in influence, Indonesia can bolster its anti-corruption measures, extend its reach to a wider array of wrongdoers, and guarantee the application of legality and justice in addressing corruption-related cases. The theoretical implications revolve around aligning international anti-corruption norms with domestic legal systems, facilitating greater adherence to UNCAC principles in Indonesia, and providing valuable insights into the broader struggle against corruption globally. Keywords: Corruption, Trading in influence, UNCAC, Criminalization, Indonesia Abstrak. Korupsi menimbulkan tantangan global yang berkepanjangan, berdampak pada negara-negara di berbagai tahap pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pentingnya kriminalisasi perdagangan pengaruh di Indonesia, dengan fokus khusus pada keselarasan dengan United Nations Convention Against Corruption (UNCAC). Ratifikasi UNCAC yang dilakukan Indonesia pada tahun 2006 menandakan komitmen untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip penting UNCAC ke dalam undang-undang domestik untuk memerangi korupsi secara efektif. Meskipun Pasal 18 UNCAC secara eksplisit mengatur perdagangan pengaruh dan mengakuinya sebagai bentuk korupsi yang serius, Indonesia belum memasukkannya ke dalam kerangka hukumnya. Dengan menggunakan metode normatif dan memanfaatkan sumber data sekunder seperti dokumen hukum dan literatur terkait, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya memasukkan hukuman pidana bagi perdagangan pengaruh ke dalam undang-undang antikorupsi di Indonesia. Penelitian ini mengkaji harmonisasi kepentingan nasional dengan kewajiban UNCAC, mengkaji dampak sosial dari praktik korupsi ini, mengevaluasi efektivitas biaya kriminalisasi, dan menilai kapasitas negara dalam penegakan hukum. Dengan memberlakukan undang-undang yang melarang perdagangan pengaruh, Indonesia dapat memperkuat langkah-langkah antikorupsinya, memperluas jangkauannya terhadap pelaku kejahatan yang lebih luas, dan menjamin penerapan legalitas dan keadilan dalam menangani kasus-kasus terkait korupsi. Implikasi teoretisnya berkisar pada penyelarasan norma-norma antikorupsi internasional dengan sistem hukum dalam negeri, memfasilitasi kepatuhan yang lebih besar terhadap prinsip-prinsip UNCAC di Indonesia, dan memberikan wawasan berharga mengenai perjuangan yang lebih luas melawan korupsi secara global. Kata kunci: Korupsi, Perdagangan pengaruh, UNCAC, Kriminalisasi, Indonesia