Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS MUBUNE KECAMATAN LIKUPANG BARAT MINAHASA UTARA Goni, David D.; Kolibu, Febi K.; Kawatu, Paul A.T.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja adalah hasil yang diperoleh dari suatu organisasi baik organisasi tersebut bersifat profit oriented dan non profit oriented yang dihasilkan selama satu periode waktu.Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, dan memberikan kontribusi ekonomi. Faktor penyebab stres yaitu beban kerja yang berlebihan, tekanan dan sikap pimpinan yang kurang adil dan wajar, waktu dan peralatan kerja yang kurang memadai, konflik antara pribadi dengan pimpinan atau kelompok kerja. Hasil observasi kinerja dari tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Mubune belum bisa dikatakan baik karena tugas setiap tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab ganda sekaligus sehingga tidak sesuai dengan standar prosedur yang ada, maka dalam melaksanakan kerjanya banyak ditemui laporan bulanan mereka yang tidak lengkap sehingga pada saat pembuatan laporan yang akan dimasukkan kedinas kesehatan banyak yang kurang akibatnya banyak laporan yang hasil dari setiap bulannya sama. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh stres kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Mubune. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional (potong lintang). Populasi dan sampel  dalam penelitian ini adalah semua tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Mubune yang berjumlah 49 tenaga kesehatan. Hasil penelitian terdapat pengeruh stres kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Mubune dengan nilai p.value 0,029.Kesimpulan terdapat pengaruh stres kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Mubune. Saran diharapkan agar setiap program yang diberikan harus sesuai dengan profesi masing-masing tenaga kesehatan sehingga dapat mengurangi stress kerja tenaga kesehatan dan dapat meningkatkan kinerja tenaga kesehatan. Kata Kunci: Stres dan Kinerja  ABSTRACTPerformance is the result obtained from an organization both the organization is profit oriented and non profit oriented which is produced over a period of time. Performance is the result of work that has a strong relationship and strategic objectives of the organization, customer satisfaction, and economic contribution. Factors causing stress are excessive workload, pressure and attitudes of leaders that are less than fair and reasonable, inadequate time and working equipment, conflicts between individuals and leaders or work groups. The results of observations of the performance of health workers in the Mubune Health Center can not be said to be good because the task of each health worker has multiple responsibilities at once so it is not in accordance with existing standard procedures, so in carrying out their work many of their monthly reports are found incomplete so at the time of manufacture many of the reports that will be submitted to the health department are a result of which many reports have the same results every month. The research objective was to analyze the effect of work stress on the performance of health workers in the Mubune Health Center. The research method is quantitative research with cross sectional study design. The population and sample in this study were all health workers in Mubune Puskesmas, which totaled 49 health workers. The results of the study found that there was an effect of work stress on the performance of health workers in the Mubune Community Health Center with a p value of 0.029. The conclusion is that there is an effect of work stress on the performance of health workers in the Mubune Community Health Center. Suggestions are expected that each program given must be in accordance with the profession of each health worker so that it can reduce the work stress of health workers and can improve the performance of health workers. Keyword: Stress and Performance
HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG PADA PEKERJA PEMBUAT GERABAH DI DESA PULUTAN KECAMATAN REMBOKEN Kairupan, Yehezkiel Karen; Suoth, Lery F.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan Nyeri Punggung merupakan keluhan yang diakibatkan adanya kelainan pada tulang belakang (Latif, 2007). Faktor-faktor yang dapat mencetuskan nyeri punggung yaitu: postur tubuh yang buruk, berdiri atau membungkuk dalam waktu yang lama, posisi/sikap kerja, duduk dikursi yang tidak memiliki sandaran punggung yang baik, tidur (Bull & Archar, 2007). Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Tempat penelitian di Desa Pulutan Kecamatan Remboken. waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus ? Oktober 2018, dan jumlah sampel sebanyak 81 responden. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner serta pengukuran REBA (Rapid Entire Body Assessment) dan IMT (Indeks Massa Tubuh). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian sikap kerja dengan keluhan nyeri punggung menunjukan nilai p value (0,015) lebih kecil dari (0,05) yang berarti adanya hubungan, Nilai r atau kekuatan korelasi cukup dengan nilai (0,270), dan arah korelasi dengan nilai positif atau menunjukan korelasi yang searah, kemudian untuk variabel indeks massa tubuh dengan keluhan nyeri punggung menunjukan nilai p (0,044) lebih kecil dari (0,05), yang berarti adanya hubungan. Nilai r atau kekuatan korelasi lemah dengan nilai (0,225), dan arah korelasi dengan nilai positif atau menunjukan korelasi yang searah. Terdapat hubungan antara sikap kerja dan indeks massa tubuh dengan keluhan nyeri punggung pada pekerja pembuat gerabah di Desa Pulutan Kecamatan Remboken.Kata Kunci : Keluhan Nyeri Punggung, sikap kerja, indeks massa tubuh. ABSTRACTBack pain complaints are caused by abnormalities in the spine (Latif, 2007). There are factors that could trigger back pain which formulated as: poor body posture, standing or bending for a long time, work position / attitude, sitting in a chair that has no good backrest , sleep (Bull & Archar, 2007). This study uses a type of analytic survey research with a cross sectional study approach . Research site in Pulutan Village, Remboken District. Time research was conducted in August - October 2018, and the total sample is 81 respondents. in order to gather the sample the writer uses simple random sampling. In collecting the date the writer uses interview with questionnaires and measurements of REBA (Rapid Entire Body Assessment) and BMI (Body Mass Index). While analysing the date is being done by univariate and bivariate with using Spearman test. As a result, the research work attitude with back pain showed value p (0.015) is smaller than (0.05), which means there is connection, value r or the power of sufficient correlation with the value (0,270), and the correlation direction with positive value or showed a correlation that is in the same direction, then for body mass index variables with back pain showed value p (0.044) is smaller than (0.05), which means a connections. Value r or the correlation powers is weak with the value (0.225), and the correlation directions with positive value or showd a correlation in the same direction. There is a connection between work attitudes and body mass index with complaints of back pain in pottery-making workers in Pulutan Village, Remboken District Keywords: Back Pain Complaints, work attitude, body mass index.Keluhan Nyeri Punggung merupakan keluhan yang diakibatkan adanya kelainan pada tulang belakang (Latif, 2007). Faktor-faktor yang dapat mencetuskan nyeri punggung yaitu: postur tubuh yang buruk, berdiri atau membungkuk dalam waktu yang lama, posisi/sikap kerja, duduk dikursi yang tidak memiliki sandaran punggung yang baik, tidur (Bull & Archar, 2007). Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Tempat penelitian di Desa Pulutan Kecamatan Remboken. waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus ? Oktober 2018, dan jumlah sampel sebanyak 81 responden. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner serta pengukuran REBA (Rapid Entire Body Assessment) dan IMT (Indeks Massa Tubuh). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian sikap kerja dengan keluhan nyeri punggung menunjukan nilai p value (0,015) lebih kecil dari (0,05) yang berarti adanya hubungan, Nilai r atau kekuatan korelasi cukup dengan nilai (0,270), dan arah korelasi dengan nilai positif atau menunjukan korelasi yang searah, kemudian untuk variabel indeks massa tubuh dengan keluhan nyeri punggung menunjukan nilai p (0,044) lebih kecil dari (0,05), yang berarti adanya hubungan. Nilai r atau kekuatan korelasi lemah dengan nilai (0,225), dan arah korelasi dengan nilai positif atau menunjukan korelasi yang searah. Terdapat hubungan antara sikap kerja dan indeks massa tubuh dengan keluhan nyeri punggung pada pekerja pembuat gerabah di Desa Pulutan Kecamatan Remboken.Kata Kunci : Keluhan Nyeri Punggung, sikap kerja, indeks massa tubuh.ABSTRACTBack pain complaints are caused by abnormalities in the spine (Latif, 2007). There are factors that could trigger back pain which formulated as: poor body posture, standing or bending for a long time, work position / attitude, sitting in a chair that has no good backrest , sleep (Bull & Archar, 2007). This study uses a type of analytic survey research with a cross sectional study approach . Research site in Pulutan Village, Remboken District. Time research was conducted in August - October 2018, and the total sample is 81 respondents. in order to gather the sample the writer uses simple random sampling. In collecting the date the writer uses interview with questionnaires and measurements of REBA (Rapid Entire Body Assessment) and BMI (Body Mass Index). While analysing the date is being done by univariate and bivariate with using Spearman test. As a result, the research work attitude with back pain showed value p (0.015) is smaller than (0.05), which means there is connection, value r or the power of sufficient correlation with the value (0,270), and the correlation direction with positive value or showed a correlation that is in the same direction, then for body mass index variables with back pain showed value p (0.044) is smaller than (0.05), which means a connections. Value r or the correlation powers is weak with the value (0.225), and the correlation directions with positive value or showd a correlation in the same direction. There is a connection between work attitudes and body mass index with complaints of back pain in pottery-making workers in Pulutan Village, Remboken District
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PASIEN NON PEISERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL-KARTU INDONESIA SEHAT (JKN-KIS) DENGAN PEMENFAATAN PELAYANAN DI PUSKESMAS BENGKOL KOTA MANADO Frencelia, Derek Y; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas adalah fasilitas pelayainan kesehatan yang menyeinlenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM), upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama (UKP), dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.. Peranan dan kedudukan Puskesmas yaitu sebagai ujung tombak sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. JKN-KIS adalah pelayanan kesehatan dengan menggunakan sistem asuransi. JKN-KIS merupakan program dari pelayanan kesehatan sedangkan BPJS kesehatan adalah badan yang menyelenggarakan JKN-KIS  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien non peserta jaminan kesehatan nasional-kartu Indonesia sehat(JKN-KIS) dengan pemanfaatan pelayanan di Puskesmas Bengkol Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Waktu penelitian dilakukan dari Juni-September 2019. Jumlah sampel dalam peneilitian ini adalah pasien non peserta JKN-KIS di Puskesmas Bengkol dengan jumlah responden 80. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji statistik maka diperoleh nilai p unutk hubungan pendidikan deingan pemanfaatan pelayaanan puskesmas adalah 0,904, nilai p untiuk hubungan pekerjaan denigan pemanfaatan pelayanan puskesmas adalah 0,009, nilai p untuk hubungan pendaipatan dengan pemanfaaytan pelayanan puskesmas adalah 0,145. Berdasarkan penelitian yang dilakukan kesimpulannya yaitu tidaik teradapat hubungan antara pendidikan dengan pemanfaaitan pelayanan puskesmas, terdapat huybungan antara pekerijaan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas, tidaik terdapat hubungan antara pendapatan denigan pemanfaartan pelayanan puskesmas. Kata Kunci : Karakteristik Pasien, Peserta Non JKN-KIS, Pemanfaatan Pelayanan Puskesmas ABSTRACT Puskesmas is a health service facility that organize a public health efforts, by prioritizing the promotive and presentive, to achieve the highest degree of public health at the working area.The role and the position of Puskesmas as the spearhead for health care system in Indonesia, the utilization of Puskesmas services is influenced by several factors as some points is patient characteristics. the role and position of the public health center is as the spearhead of the health service system in Indonesia. JKN-KIS is a health service using the insurance system. JKN-KIS is a program of health services while the Health BPJS is the body that organizes JKN-KIS.Type of this research is quantitative, with analytic survey design by Cross Sectional Study. This reasearch conducted from June to September 2019. The sample in this research are non JKN-KIS patients in Bengkol Puskesmas with 80 respondents.The results showed based on statistical tests, then the p is obtained for the relatioonship od education with the utilization of healtg services is 0.902, p for the employment relationship with utilitiez of health center services is 0.009, p for the relationship between income and utilization of health center services is 0.145. Based on research, the conclusion is there’s no connecttion between education and the utilization of health center services, there’s  a relationsship between work and utilization of health center services, and there’s no relationshiip between income and utilization of Puskesmas services. Keywords : Patient Characteristics, Utilization of Public Health Center
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF OLEH IBU PEKERJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GIRIAN WERU KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG Lasarus, Loritma; Doda, Diana V.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres adalah kondisi yang disebabkan oleh interaksi antara individu dengan lingkungan, menimbulkan presepsi jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi yang bersumber pada sistem biologis, psikologis dan sosial dari seseorang. Pembirian ASI ekslusif sangat diperlukan sejak bayi lahir sampai berumur 6 bulan. Namun. Dari hasil Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI capaian ASI ekslusif di Indonesia belum mencapai angka yang ditetapkan yaitu 80%. Oleh sebab itu dilakukan penelitian tentang stres kerja dengan pemberian ASI ekslusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan pemberian ASI ekslusif oleh ibu pekerja di wilayah Puskesmas Girian Weru kecamatan Girian kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian survey analitik dengan menggunakan pendekatan survey cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan pruposive sampling dengan jumlah responden yang diambil sebanyak 80 ibu yang bekerja. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Adapun uji Spearman Correlations digunakan dalam uji statistik dalam penelitian ini. Hasil Uji statistik menunjukkan pada tingkat kemaknaan 95% dan nilai α atau tingkat kesalahan =0,05 diperoleh angka sig. (2-tailed) lebih kecil dari pada nilai α artinya Ho ditolak dan nilai Correlation Coefficient sebesar 0,231 yang berarti adanya hubungan yang rendah antara stres kerja dengan pemberian ASI ekslusif. Ibu yang mengalami stress sedang di tempat kerja tetap memberikan ASI ekslusif pada bayinya. Adapun saran yang dapat diajukan yakni ibu pekerja sebaiknya melakukan hal-hal positif seperti berolahraga, hidup pola sehat, komunikasi yang baik, bagi keluarga dan teman sekerja.Kata Kunci: Stress Kerja, ASI.ABSTRACTStres are conditions caused by interactions between individuals with the environment, give rise to the perception of the distance between demands derived from situations that originate in the biological, psychological and social systems of a person. The establishment of exclusive breastfeeding is very necessary since the baby is born until 6 months of age. But From the results of the Indonesian Ministry of Health's Data and Information Center, the achievement of exclusive ASI in Indonesia has not yet reached the established figure of 80%. Therefore, research on work stress with exclusive breastfeeding was carried out. The purpose of this study was to determine the relationship of work stress with exclusive breastfeeding by working mothers in the Girian Weru Puskesmas area in Girian district, Bitung city. The research method used is analytic survey research using a cross sectional survey approach. The sampling technique uses pruppositive sampling with the number of respondents taken as many as 80 mothers who work. The measuring instrument used is a questionnaire. Thetest was Spearman Correlations used in statistical tests in this study. Statistical test results show that at the significance level of 95% and the value of α or error level = 0.05, the number of sig is obtained. (2-tailed) smaller than the value α means that Ho is rejected and the Correlation Coefficient is 0.231 which means there is a low relationship between work stress and exclusive breastfeeding. Mothers who experience stress while at work still give exclusive breastfeeding to their babies. As for suggestions that can be put forward, the working mother should do positive things such as exercise, healthy living patterns, good communication, for family and co-workers.Keywords: work stress, breast milk
ANALISIS PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI DI PUSKESMAS BITUNG BARAT KOTA BITUNG Najoan, Gabriella Windy; Tucunan, Ardiansa A.T.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sediaan farmasi di Puskesmas meliputi perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan dan penarikan, pengendalian, pencatatan dan pelaporan, serta pemantauan dan evaluasi. Tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mengetahui mekanisme pengelolaan sediaan farmasi di Puskesmas Bitung Barat Kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Informasi dikumpulkan dari 5 orang informan yang terlibat dalam Pengelolaan Sediaan Farmasi di Puskesmas dengan menggunakan metode Triangulasi. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, alat perekam suara, dan alat tulis menulis. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder yaitu dokumen-dokumen yang diperlukan dan data primer yang dilakukan dengan wawancara langsung dengan informan yakni wawancara mendalam. Perencanaan dan permintaan sediaan farmasi dilakukan berdasarkan laporan yang telah dibuat setiap bulannya, penerimaan sediaan farmasi dilihat dari kuantitasnya tidak selalu diterima sesuai dengan permintaan Puskesmas ke gudang farmasi Dinas Kesehatan, dalam penyimpanan sediaan farmasi dilakukan dengan menggunakan sistem FEFO, pendistribusian dilakukan oleh Puskesmas ke jaringan-jaringan dan ke sub-sub unit yang ada, pemusnahan dan penarikan sediaan farmasi belum pernah dilaksanakan di Puskesmas, pengendalian dilakukan sesuai dengan pedoman, pencatatan dan pelaporan juga dilakukan dengan baik di Puskesmas sesuai dengan pedoman, pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh Puskesmas dan juga dari Dinas Kesehatan yaitu pada kegiatan monev. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu didapatkan bahwa Pengelolaan Sediaan Farmasi di Puskesmas Bitung Barat sudah dilakukan dengan baik namun memang sumber daya manusia di bagian kefarmasian Puskesmas masih kurang dan hal tersebut sering membuat tenaga yang ada kewalahan dalam proses pengelolaan tersebut. Kata Kunci: Pengelolaan, Sediaan Farmasi, Puskesmas ABSTRACTManagement of pharmaceutical preparations at the health center includes planning, demand, receiving, storing, distributing, destroying, withdrawing, controlling, recording, reporting, monitoring, and evaluation. The purpose of this research is to determine the mechanism of management of pharmaceutical preparations in the West Bitung Health Center in the City of Bitung. The research method used in this research is qualitative. Information was collected from five informants who were involved in the Management of Pharmaceutical Preparations at the health center by using a triangulation method. The instruments in this research are interview guides, voice recording devices, and stationery. The Data collection was carried out by collecting secondary data in the form of the required documents and primary data conducted by direct in-depth interviews with the informants. The planning and demand for pharmaceutical preparations is carried out based on the LPLPO that has been made every month. Reception of pharmaceutical preparations in terms of quantity is not always accepted in accordance with the request of the health centre to the pharmacy warehouse of the Health Department. Storage of pharmaceutical preparations is carried out using the FEFO system. The distribution is done by health center to the networks and to the sub-units whose exist. Destroying and withdrawing of pharmaceutical preparations not yet has been carried out at the health centre. The control was carried out according to the guidelines. Recording and reporting is also done well at the health centre according to the guidelines and also monitoring and evaluation is carried out well by the health centre andfrom the Health Department in the monitoring and evaluation activity. The results obtained are the Management of Pharmaceutical Preparations in West Bitung Health Center has been done well, but the human resources in the pharmacy department are still lacking and this often makes the existing personnel overwhelmed in the management process.  Keywords: Management, Pharmaceutical Supply, Health Center
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN KEMBALI PELAYANAN OLEH PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM GMIM PANCARAN KASIH MANADO Pusungunaung, Sriwahyuni W.; Kolibu, Febi K.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pelayanan Rumah Sakit merupakan perilaku yang timbul dari pasien sendiri oleh karena respon terhadap pemberi jasa, sehingga terdapat keinginan untuk melakukan kunjungan di tempat yang dirasa puas oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan kembali pelayanan oleh pasien rawat jalan di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien umum rawat jalan di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Umum Pancaran Kasih GMIM Manado pada bulan Januari-Juni 2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 pasien dengan melihat kriteria inklusi, pengambilan sampel dengan menggunakan metode quota sampling. Alat ukur yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa hubungan disetiap variabel yang diteliti dengan pemanfaatan kembali pelayanan yaitu faktor peran keluarga (p= 0,018<0,05), faktor kemudahan dan kecepatan pelayanan (p=0,024<0,05) dan faktor fasilitas Rumah Sakit (p=0,451>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara faktor peran keluarga, faktor kemudahan dan kecepatan pelayanan dengan pemanfaatan kembali pelayanan. Tidak terdapat hubungan antara faktor fasilitas Rumah Sakit dengan pemanfaatan kembali pelayanan. Disarankan kepada pihak Rumah Sakit agar dapat memperhatikan lagi fasilitas Rumah Sakit yang menunjang untuk kelancaran pelayanan sehingga terciptanya pelayanan yang berkualitas.Kata Kunci : Fasilitas Rumah Sakit, Kemudahan dan Kecepatan Pelayanan, Peran Keluarga, Pemanfaatan kembali ABSTRACTHospital service utilization is a behavior that arises from the patient himself because of the response to the service provider, so that there is a desire to make a visit in a place that feels satisfied by the patient.This research aims to know the factors asspciated with the utilization of common services by the patient back outpatient clinics in diseases in a public hospital GMIM Pancaran Kasih Manado. The research is descriptive research analytical type by using the method of the approach of cross sectional. The population in this study are patients in outpatient clinics are common diseases in a public hospital GMIM Pancaran Kasih Manado in January-June 2018. The sample in this research totalled 86 patients by looking at the criteria of inclusion, sampling method by using the quota sampling. Measuring instrument used in this study is a questionnaire and data analysis using chi square test. Based on the results of the statistical test show that the relationships at each of the variables examined utilization of returned service i.e a factor of family roles (0,018<0,05), factor the ease and speed of service (p=0,024<0,05) and hospital facilities (p=0,451>0,05). The conclusion of this research is the relationship between the role of the family factor, factor in the ease and speed of service with return service utilization. There is no relation between factors of Hospital facilities with the utilization of returned service. It is recommended to the hospital in order to be noticed again the Hospital facilities conducive to smooth service so that the creation of a quality service.Keywords : Hospital facilities, ease and speed of service, the role of the family, reuse
ANALISIS PROSES PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS TELING ATAS KECAMATAN WANEA KOTA MANADO Khoirurrizza, Mohammad; Mandagi, Chreisye K.F; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian di Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini secara umum untuk mengetahui proses penyimpanan obat di Puskesmas Teling Atas Kecamatan Wanea Kota Manado. Metode penelitian yang menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi langsung dan pemeriksaan dokumen dibantu dengan alat perekam suara yang memiliki tujuan untuk mengigatkan peneliti untuk menulis rangkaian wawancara. Data hasil wawancara diolah dengan mengorganisir informasi, membaca keseluruhan informasi dan membuat suatu uraian secara terperinci dan disajikan secara naratif. Pengecekan data dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini berdasarkan wawancara mendalam dan observasi langsung kondisi penyimpanan obat berdasarkan kelembapan, sinar matahari, temperatur panas, menghindari kerusakan fisik sudah sesuai pedoman sedangkan pengotoran dan kontaminasi bakteri belum sesuai pedoman.Tata cara menyimpan dan menyusun obat penerapan FEFO, pemindahan obat yang tidak pecah, penyimpanan golongan antibiotik, penyimpanan tablet salut sudah sesuai pedoman, sedangkan penearapan sistem FIFO, obat yang diterima, penyimpanan obat injeksi, penyimpanan obat yang mempunyai waktu kadaluwarsa belum sesuai pedoman. Pengamatan mutu obat sudah sesuai pedoman, karena petugas pengelola obat melakukan pengamatan mutu obat dan juga tidak pernah terdapat obat yang rusak. Saran meningkatakan kondisi penyimpanan obat, memperbaiki cara dan menyusun obat yang lebih baik, meningkatkan pengamatan mutu obat dan menambah sumber daya manusia dengan latar belakang pendidikan apoteker.Kata Kunci: Penyimpanan Obat, Pelayanan Obat, PuskesmasABSTRACTPharmaceutical services at Puskesmas is an integral part of the implementation of health efforts, which play an important role in improving the quality of health services for the community. The purpose of this research in general to know the process of drug storage in Puskesmas Teling Atas Sub Wanea Manado City. Research methods that use qualitative research. Data collection is done by in-depth interview, direct observation and document inspection assisted by voice recorder which has a purpose to mengigatkan researchers to write a series of interviews. Interview data is processed by organizing information, reading the entire information and making a detailed description and presented in narrative. Data checking was done by using triangulation method. The results of this study based on in-depth interviews and direct observation of drug storage conditions based on humidity, sunlight, heat temperature, avoidance of physical damage is in accordance with guidelines while the contamination of bacteria and contamination has not been appropriate guidelines.Sata how to store and arrange drug application of FEFO, , antibiotic preservation, saline tablet storage is in accordance with the guidelines, whereas the FIFO system, received drugs, injection drug storage, drug storage that has an expiry date is not yet in accordance with the guidelines. The observation of drug quality was in accordance with the guidelines, because the drug management officers did observe the quality of the drug and also there was never any medicine damaged. Suggestions improve drug storage conditions, improve ways and develop better drugs, improve drug quality observation and increase human resources with educational background of pharmacists.Keywords: Medicines storage, medicines service, primary health centre
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN LANJUT USIA DI PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Mamonto, Sutria; Mandagi, Chreisye K. F.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan kesehatan yang bermutu adalah layanan kesehatan yang mengupayakan pemenuhan harapan dari pasien sehingga pasien akan memiliki perasaan berhutang budi dan sangat berterima kasih. Pasien juga akan bercerita kepada orang lain dan menyebarluaskan segala hal yang baik tentang layanan kesehatan tersebut, hal ini berarti pasien akan berperan menjadi penghubung masyarakat terkait informasi layanan kesehatan yang baik mutunya. Sebuah layanan kesehatan yang bermutu tidak saja menarik bagi pasien, tetapi juga menarik bagi profesi layanan kesehatan itu sendiri sehingga menjadi tempat kerja profesi yang mempunyai kompetensi serta perilaku baik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional yang di lakukan di Puskesmas Tuminting pada bulan Agustus-oktober 2019. Dalam penelitian digunakan populasi yaitu pasien yang berkunjung di Puskesmas pada bulan Maret-Mei 2019. Adapun jumlah sampel dalam penelitian yaitu 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan SPSS dengan perhitungan chi square pada tingkat kemaknaan 95% (α =0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mutu dengan kepuasan pasien yaitu 0,000 <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien lanjut usia di Puskesmas Tuminting kota Manado. Kata Kunci : Persepsi Mutu Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien ABSTRACTQuality health services are health services that strive to fulfill the expectations of patients so that patients will have a feeling of being indebted and very grateful. Patients will also tell other people and disseminate all the good things about the health service, this means the patient will play a role as a liaison community related to good quality health service information. A quality health service not only appeals to patients, but also appeals to the health care profession itself so that it becomes a professional workplace that has competence and good behavior. This study uses quantitative methods with analytics and uses a cross sectional approach that was conducted at the Tuminting Community Health Center in August-October 2019. In the study the population was used, namely patients who visited the Community Health Center in March-May 2019. The number of samples in the study were 100 respondents who meet the inclusion and exclusion criteria. This study used a questionnaire and was processed using SPSS with chi square calculations at a significance level of 95% (α = 0.05). The results showed that the perception of quality with patient satisfaction is 0,000 <0.05 so it can be concluded that there is a relationship between the perception of the quality of health care with the satisfaction of elderly patients at the Tuminting Health Center in Manado. Keywords: Perception Quality of  Health Services, Patient Satisfaction
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PERAWAT DI RUANGAN RAWAT INAP RS BHAYANGKARA TINGKAT III MANADO Yacob, Desriana M.L; Kolibu, Febi K.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain merupakan rasa sakit yang membuat tidak nyaman di daerah punggung bawah yang sebabnya adalah tulang belakang daerah spinal,juga otot,dan saraf, atau struktur daerah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara masa kerja dan beban kerja dengan keluhan low back pain pada perawat di ruangan rawat inap Rs Bhayangkara Tk.III Manado. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan studi potong lintang. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 42 responden, dan instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Beban Kerja dan Low back pain. Penelitian ini dilaksanakan di ruangan rawat Inap RS Bhayangkara Tk.III Manado pada bulan Mei-Agustus 2018. Analisis Bivariat menggunakan uji Spearman Rank (É‘= 5% dan CI=95%) dengan bantuan program komputer. Hasil analisis bivariat masa kerja dengan keluhan low back pain menunjukan nilai p=0,403 dan r=0,132 yang berarti tidak ada hubungan, beban kerja dengan keluhan low back pain menunjukan nilai p=0,124 dan r=0,214 yang berarti tidak ada hubungan.Kata Kunci : Keluhan Low Back Pain, Masa Kerja, Beban KerjaABSTRACTLow back pain is the pain that makes it uncomfortable in the lower back area, which is why the spinal region, as well the muscles, and nerves or structure of the area, is the cause. The purpose of this study was to determine the relantionship between working times and workload with low back pain complaints on the nurse in the inpatient rooms of Bhayangkara Tk.III Hospital in Manado. This study was descriptive analytic study with cross sectional approach. The sample obtined was 42 respondents, and the resarch instrument is workload and low back pain questionnaire. This study was conducted in inpetient room of Bhayangkara Tk.III Hospital in Manado start on May-Agust 2018. Bivariate analysis was performed using rank Spearman test (É‘=5% and CI=95%) with Computer Programs. The result of bivariate analys of Working times with the low back pain complaints showed probality p=0,403 and r=0,132 thats mean no relanthionship, and the wokload with low back pain complaints showed probality p=0,118and r=0,214thats mean no relantionship.Keyword : Low Back Pain Complaints, Working Time, and Workload
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PERAWAT DI RUANGAN RAWAT INAP RS BHAYANGKARA TINGKAT III MANADO Yacob, Desriana M.L; Kolibu, Febi K.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain merupakan rasa nyeri yang dirasakan pada punggung bawah yang sumbernya adalah tulang belakang daerah spinal (punggung bawah), otot, saraf, atau struktur lainnya di sekitar daerah tersebut.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara masa kerja dan beban kerja dengan keluhan low back pain pada perawat di ruangan rawat inap Rs Bhayangkara Tk.III Manado. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan studi potong lintang. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 42 responden, dan instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Beban Kerja dan Low back pain. Penelitian ini dilaksanakan di ruangan rawat Inap RS Bhayangkara Tk.III Manado pada bulan Mei-Agustus 2018. Analisis Bivariat menggunakan uji Spearman Rank (É‘= 5% dan CI=95%) dengan bantuan program komputer. Hasil analisis bivariat masa kerja dengan keluhan low back pain menunjukan nilai p=0,403 dan r=0,132 yang berarti tidak ada hubungan, beban kerja dengan keluhan low back pain menunjukan nilai p=0,124 dan r=0,214 yang berarti tidak ada hubungan.Kata Kunci : Keluhan Low Back Pain, Masa Kerja, Beban KerjaABSTRACTLow back pain is the pain that is felt in the low back, the source of which is the spinal, muscles, nerves, or other structures around the area. The purpose of this study was to determine the relantionship between working times and workload with low back pain complaints on the nurse in the inpatient rooms of Bhayangkara Tk.III Hospital in Manado. This study was descriptive analytic study with cross sectional approach. The sample obtined was 42 respondents, and the resarch instrument is workload and low back pain questionnaire. This study was conducted in inpetient room of Bhayangkara Tk.III Hospital in Manado start on May-Agust 2018. Bivariate analysis was performed using rank Spearman test (É‘=5% and CI=95%) with Computer Programs. The result of bivariate analys of Working times with the low back pain complaints showed probality p=0,403 and r=0,132 thats mean no relanthionship, and the wokload with low back pain complaints showed probality p=0,118and r=0,214thats mean no relantionship.Keyword : Low Back Pain Complaints, Working Time, and Workload
Co-Authors A M J Rattu Adam, Hilman Adan, Hilman Adisti A. Rumayar Adisti A. Rumayar, Adisti A. Akili, Rahayu Hasan Amisi, Windy G. Angelina Gloria Umboh Apdalah H. Saranaung Apdalah Hermansa Saranaung Apricillia Veronika Paulin Damopoli Ardiansa A. T Tucunan Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Arhwinda Pusparahaju Asep Rahman Asih Tri Rachmi Asih Tri Rachmi Asnawi, Rawia Asriffudin, Afnal Aurelia C. Wulandari B H. R. Kairupan Bagania, Wiwin A. Bellinda B. I. Kawatu Budi T. Ratag Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi Demar, Angellina I. Doda, Diana V.D. Entjaurau, Reviyanti Eveline Josik Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Franckie Rudolf R Maramis Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gloria M. Lapong Gloria Melisa Lapong Gobel, Sri Radhawati Goni, David D. Grace Debbie Kandou Grace E. C. Korompis Grace E. C. Korompis Grace Esther Carolina Korompis Grace Korompis Hawila Jessica Tampubolon Hilman Adam Jane M. Pangemana, Jane M. Janny S. Solihin Kadi, Nurhaliza Kairupan, Bernabas. H. R. Kairupan, Sharon Serina Kairupan, Yehezkiel Karen Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaseger, Meylita S. M. Kawatu, Paul A.T Khoirurrizza, Mohammad Korompis, Grace Ester Caroline Korompis, Grace Esther Kountul, Yoga P. D. Lahiwu, Renaldy J.C. Lalintia, Friskyla S. Lasarus, Loritma Liong, Cecilia Meysin Liviani Meysi Arina Lohige, Windy Maddusa, Sri Seprianto Maino, Irny Makaenas, Veronica Julia Makatempuge, Jennifer Filipi Malinda Janet Watania, Malinda Janet Malintoi, Christiano Mamahit, Filia Sisilia Mamonto, Sutria Manoppo, Jeanette Irene C H Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R R Maramis, Franckie R.R. Mentang, Jelly Juliany Misah, Jesicca Cestly Herity Mokalu, Jounetha A.W Mongdong, Stinky Renaldo Mongdong, Winda E E Mundung, Cyntia A. Muntiaha, Christania R. Najoan, Gabriella Windy Nandar, Stenly T. Nasira, Azmi Zahran Nelwan, Jeini E Nibong, Clara Rosalia Oksfriani Jufri Sumampouw Pantow, Dewi Christie Patoding, Putri Cicilia Lusinthania Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Prastowo, Prully Diana Puasa, Djunita D.A Punuh, Maureen I Pusungunaung, Sriwahyuni W. Rana, Stephany Rattu, A. J.M. Rhegina Gloria Tulenan Rianna J Sumampouw Ribka L. Wowor, Ribka L. Rio, Ivana Bella Putri Rivaldy Ringkuangan Rompas, Pujiati K.D. Rorimpandey, Aldio Jum Agung Rosang, Merkuri C. D. Rumayar, Adisty A. Rumpa, Finy J. A. Runtuwene, Kurviasni S. Sahae, Etlinda Sahala, Indra Salawangi, Glady Endayani Salensehe, Zardvita Octavia Seguh, Finsensius Solihin, Janny Septian Sondakh, Yunissia Jibriel Sorongan, Meytha J. Suak, Meilindah C.C Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Takaendengan, Nolita S. Tamba, Violita Josevina Tatong Hariyanto Tewal, Florencia Betris Tewal, Florensia Tinamonga, Zein Toliaso, Cynthia Sisilia Tucunan, Ardainsyah C Tulangow, Ralfi R. Tumurang, Marjes N. Unso, Melkifo Rafles Warouw, Claudya Nathasya Wibisono, Gloria N. Windy Lohige Winokan, Stevani Rosalia Woodford B. S. Joseph Wurangian, Prisilia K. Yacob, Desriana M.L Yewen, Maria Rosita