Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KAKASKASEN KOTA TOMOHON Mongdong, Winda E E; Kolibu, Febi K; Maramis, Franckie R R
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya. Berkembangnya masyarakat kelas menengah maka tuntutan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu juga meningkat. Dimensi mutu layanan kesehatan yang berhubungan dengan kepuasan pasien dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat. Layanan kesehatan yang bermutu sering dipersepsikan sebagai suatu layanan kesehatan yang dapat memberi apa saja yang kita inginkan atau dapat juga disebut sebagai kepuasan pasien. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara mutu jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kakaskasen kota Tomohon. Populasi adalah keseluruhan pasien rawat jalan yang datang berkunjung di Puskesmas Kakaskasen kota Tomohon. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara mutu jasa pelayanan kesehatan denganKepuaasan Pasien (p=0,012) nilai OR 3,474. Saran kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Kakaskasen sebaiknya melakukan survei kepuasan secara berkesinambungan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan kesehatan dan mutu pelayanan di Puskesmas Kakaskasen.Kata Kunci : Mutu jasa pelayanan, Kepuasaan Pasien, Puskesmas KakaskasenABSTRACT The Puskesmas hasthe authority and responsibility for maintaining public health in its working area. With the development of the middle class society, the demands for better quality health services also increase.Dimensions of health service quality related to patient satisfaction can affect public health and community welfare. Quality health services are often perceived as a health service that can provide whatever we want or it can also be referred to as patient satisfaction. The purpose of this study was to determine therelationship between the quality ofhealth services and patient satisfaction at the Kakaskasen Public Health Center, Tomohon City. The population was all outpatients who came to visit the Kakaskasen Community Health Center in Tomohon City. The sampling technique in this study used purposive sampling and the sample in this study was 100 respondents. The results showed that there was a relationship between the quality of health services and patient satisfaction (p = 0.012) with an OR value of 3.474. Suggestions to health workers at the Kakaskasen Puskesmas should conduct a satisfaction survey on an ongoing basis to evaluate the performance of health services and the quality of services at the Kakaskasen Public HealthCenter.Keywords : Quality of service, Patient Satisfaction, Kakaskasen Public Health Center
Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Di Desa Pontak Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Mokalu, Jounetha A.W; Kolibu, Febi K.; Rattu, A. J.M.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan masyarakat dapat dilakukan dengan melakukan pekerjaan nyata atau aktifitas fisik, makan sayur dan produk organik buah-buahan, tidak merokok, tidak minuman keras, memeriksa kesehatan secara konsisten atau sesekali, membersihkan iklim, dan menggunakan toilet. Pada tahap awal, gerakan masyarakat dimulai dengan memusatkan perhatian pada tiga kegiatan, yaitu menyelesaikan 30 menit kerja aktif setiap hari, makan sayuran dan produk organic/buah-buahan pemeriksaan kesehatan. Meskipun demikian, terdapat hambatan yang cukup berarti dalam pelaksanaan gaya hidup yang kokoh yang telah di sampaikan oleh Kementerian Kesehatan, yaitu dalam pelaksanaan ketujuh kegiatan tersebut, pandangan setiap daerah atau setiap masyarakat sendiri berbeda. (Kemenkes,2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Implementasi Gerakan Masyarakat Di Desa Pontak Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional yang dilakukan pada bulan Septembernovember 2020. Populasi dan sampel yaitu masyarakat Desa Pontak yang berjumlah 93 responden. Instrument penelitian yaitu kuesioner dalam bentuk google form. Analisis data menggunakan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian pengetahuan dengan implementasi gerakan masyarakat hidup sehat nilai pvalue =0,010 (<0,05) dan nilai korelasinya sebesar 0,266, sikap dan implementasi gerakan masyarakat hidup sehat nilai p value =0,577 (>0,05) dengan korelasi sebesar 0,059. Kesimpulan dari hasil penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan dengan implementasi gerakan masyarakat hidup sehat, dan terdapat hubungan antara sikap dengan implementasi gerakan masyarakat hidup sehat di Desa Pontak Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan.  Kata kunci : Pengetahuan, sikap, implementasi germas  ABSTRACT Community movement can be carried out by doing real work or physical activity, eating vegetables and organic fruit products, not smoking, not drinking alcohol, checking health consistently or occasionally, cleaning the climate, and using the toilet. In the early stages, the community movement started by focusing on three exercises, namely completing 30 minutes of active work every day, eating vegetables and organic products/fruits for health checks. Nevertheless, there are significant obstacles in implementing the strong lifestyle that has been conveyed by the Ministry of Health, namely in the implementation of the seven exercises, the views of each region or each community are different. (Ministry of Health, 2016). This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes with the implementation of community movements in Pontak Village, Ranoyapo District, South Minahasa Regency by using a quantitative approach with a cross sectional method conducted in SeptemberNovember 2020. The population and sample are the people of Pontak Village, totaling 93 respondents. . The research instrument is a questionnaire in the form of a google form. Data analysis using Spearman Rank Test. The results of knowledge research with the implementation of the healthy living community movement p value = 0.010 (<0.05) and the correlation value is 0.266, attitudes and implementation of the healthy living community movement p value = 0.577 (> 0.05) with a correlation of 0.059. The conclusion from the results of this study is that there is a relationship between knowledge and the implementation of a healthy living community movement, and there is a relationship between attitudes and the implementation of a healthy living community movement in Pontak Village, Ranoyapo District, South Minahasa Regency.  Keywords: Knowledge, attitude, implementation of germas  
Gambaran Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan RSUP Ratatotok-Buyat di Kabupaten Minahasa Tenggara pada Masa Pandemi Covid-19 Kadi, Nurhaliza; Engkeng, Sulaemana; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan adalah salah satu komponen pada suatu sistem kesehatan nasional yang dilakukan oleh pemerintah berkaitan langsung dengan masyarakat dalam hal preventif, promotif, kuratif, serta rehabilitatif dan juga akses pelayanan kesehatan hanya sering dilihat dari perspektif pemberi layanan kesehatan saja, sedangkan perspektif masyarakat kurang diperhatikan. Tujuan peneitian ini adalah Mengetahui Gambaran Persepsi Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan RSUP Ratatotok-Buyat pada masa Pandemi COVID-19 di Kabupaten Minahasa Tenggara. Jenis penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di RSUP Ratatotok Buyat di bulan Mei-Juli 2021. Informan dalam penelitian ini yang totalnya 6 orang yang telah mendapatkan pelayanan di RSUP Ratatotok Buyat. Hasil penelitian berdasarkan wawancara kepada informan terkait dengan pelayanan kesehatan yang mengikuti protokol kesehatan, diperoleh persepsi informan yaitu semua mengikuti protokol kesehatan yang ada, namun adapun persepsi dari informan A5 yaitu tenaga kesehatan telah mengikuti protokol kesehatan tapi masih ada beberapa pasien yang melanggarnya. Kesimpulan pelayanan kesehatan RSUP Ratatotok Buyat pada masa pandemi COVID-19 sudah baik dan mengikuti protokol kesehatan yang ada sehingga masyarakat tidak takut lagi untuk berobat di RS walaupun pada masa yang sulit ini namun menurut salah satu informan bahwa masih ada masyarakat yang masih melanggar protokol kesehatan pada saat berada di RS. Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Pelayanan Kesehatan, COVID-19  ABSTRACTHealth services are one component of a national health system that is carried out by the government directly related to the community in terms of preventive, promotive, curative, and rehabilitative and also access to health services is often only seen from the perspective of health service providers, while the perspective of the community is not paid attention to. The purpose of this research is to find out the description of public perception of health services at Ratatotok-Buyat Hospital during the COVID-19 Pandemic in Southeast Minahasa Regency. This type of research uses a qualitative method with a descriptive approach. This research was conducted at Ratatotok Buyat Hospital in May-July 2021. Informants in this study were a total of 6 people who had received services at Ratatotok Buyat Hospital. The results of the study based on interviews with informants related to health services that follow health protocols, obtained the perception of informants that all follow the existing health protocols, but as for the perception of informants A5, namely health workers have followed the health protocol but there are still some patients who violate it. The conclusion is that the health services of Ratatotok Buyat Hospital during the COVID-19 pandemic were good and followed the existing health protocols so that people were no longer afraid to seek treatment at the hospital even at this difficult time, but according to one informant, there were still people who still violated the health protocols at the time. while in the hospital. Keyword: Public Perception, Health Services, COVID-19
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap dengan Screen Time pada Peserta Didik di SMP Kristen Taraitak Kecamatan Langowan Utara Kabupaten Minahasa Liviani Meysi Arina; A M J Rattu; Febi K. Kolibu
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemudahan teknologi yang ditawarkan disaat ini membantu dalam memberikan informasi dan menjalin hubungan dengan orang lain. Perilaku peserta didik yang menghabiskan waktu di depan layar media elektronik lebih dari 2 jam dapat mengalami masalah waktu tidur, depresi, kecemasan, perilaku hidup sendentary, dan terpapar oleh konten yang agresif. Pengetahuan dan sikap merupakan faktor-faktor yang dapat memengaruhi tindakan peserta didik dalam menggunakan media elektronik. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan screen time pada peserta didik di SMP Kristen Taraitak. Penelitian dilakukan dengan desain studi potong lintang, berlokasi di SMP Kristen Taraitak. Sampel penelitian yaitu peserta didik dengan jumlah keseluruhan  75 peserta didik, pada bulan Agustus 2020 sampai April 2021. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji chi ssquare. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa sebanyak 81,3% peserta didik menghabiskan waktu di depan layar media elektronik lebih dari dua jam. Untuk pengetahuan diketahui bahwa sebanyak 49,3% peserta didik berada pada kategori tingkat pengetahuan kurang baik dan hasil uji dua variabel pengetahuan dengan screen time nilai ρ value 0,033. Untuk sikap diketahui bahwa 45,3% peserta didik memiliki sikap yang kurang baik, dengan hasil uji dua vatiabel sikap dengan screen time nilai ρ value 0,498. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan screen time. Tidak terdapat hubungan antara sikap dengan screen time pada peserta didik di SMP Kristen Taraitak Kecamatan Langowan Utara Kabupaten Minahasa. Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, screentime ABSTRACTThe ease of technology offered at this time helps in providing information and establishing relationships with other people. The behavior of students who spend time in front of electronic media screens for more than 2 hours can experience sleep problems, depression, anxiety, sedentary life behavior, and bullae exposure to aggressive content. Knowledge and attitudes are factors that can influence the actions of students in using electronic media. The purpose of this study is to analyze the relationship between knowledge and attitudes with screen time on students at Taraitak Christian Middle School. This research was conducted with a cross-sectional design, which was conducted at Taraitak Christian Middle School. The research sample was students with a total of 75 students, which was conducted from August 2020 to April 2021. The research data were analyzed using the chi s-square test. Based on the results of the analysis, it is known that as many as 81.3% of students spend more than two hours in front of electronic media screens. For knowledge, it is known that 49.3% of students are in the category of poor knowledge level and the results of the test of two knowledge variables with a screen time of value of 0.033. For attitude, it is known that 45.3% of students have a bad attitude, with the results of the two attitude variables test with a screen time of value of 0.498. There is a significant relationship between knowledge and screen time. There is no relationship between attitudes and screen time on students at Taraitak Christian Middle School, North Langowan District, Minahasa Regency. Keywords: Knowledge, Attitude, Screentime
Hubungan Antara Faktor Organisasi dan Sarana Prasarana dengan Pelayanan Kesehatan pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Bailang Kota Manado Eveline Josik; Febi K. Kolibu; Grace E. C. Korompis
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan mencakup segala usaha yang dilakukan sendiri atau bekerja sama dengan anggota lain dari sebuah lembaga guna menjaga serta memelihara kesehatan orang dan komunitas. Pada masa pandemi Covid-19, Puskesmas memiliki fungsi sebagai institusi kesehatan tingkat pertama yang bertanggung jawab atas penanganan Covid-19, meliputi kegiatan deteksi, pencegahan, dan pengendalian sesuai dengan misi Puskesmas. Pelayanan kesehatan ditentukan oleh penampilan (performance). Faktor organisasi merupakan alat yang efisien untuk mencapai tujuan dan berkontribusi pada kelancaran pelayanan kesehatan. Sarana prasarana meliputi segala bentuk peralatan, perlengkapan kerja, dan sarana yang mampu memfasilitasi dan mempercepat penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan guna melihat Hubungan antara faktor organisasi dan sarana prasarana dengan pelayanan kesehatan pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Bailang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional serta dilakukan di Puskesmas Bailang pada bulan Agustus-November 2021. Responden adalah pasien yang berkunjung di Puskesmas Bailang. Purposive Sampling digunakan untuk pengambilan sampel dengan total sampel 198 responden yang telah memenuhi kriteria sampel didapatkan melalui pengisian kuesioner. Analisis univariat dan analisis bivariat dipakai guna menganalisis data yang didapat. Pengolahan data menggunakan uji chi square test. Hasilnya diperoleh terdapat hubungan antara faktor organisasi dan sarana prasarana dengan pelayanan kesehatan pada masa pandemi. p-value bernilai <0,000 sehingga p-value < α. Kata Kunci: Faktor Organisasi, Sarana Prasarana, Pelayanan Kesehatan  ABSTRACTHealth services include all efforts carried out alone or in collaboration with other members of an institution to maintain and maintain the health of people and communities. During the Covid-19 pandemic, the Puskesmas has a function as a first-level health institution responsible for handling Covid-19, including detection, prevention, and control activities in accordance with the Puskesmas mission. Health services are determined by appearance (performance). Organizational factors are an efficient tool to achieve goals and contribute to the smooth running of health services. Infrastructure facilities include all forms of equipment, work equipment, and facilities capable of facilitating and accelerating the delivery of health services. This study aims to see the relationship between organizational factors and infrastructure and health services during the Covid-19 pandemic at Bailang Health Center. This study used a quantitative method with a cross sectional design and was conducted at Bailang Health Center in August-November 2021. Respondents were patients who visited Bailang Health Center. Purposive sampling was used for sampling with a total sample of 198 respondents who had met the sample criteria obtained through filling out a questionnaire. Univariate analysis and bivariate analysis were used to analyze the data obtained. Data processing using the chi square test. The results show that there is a relationship between organizational factors and infrastructure and health services during the pandemic. p-value is < 0.000 so p-value < α. Keywords: Organizational Factors, Infrastructure, Health Services
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Kerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah pada Masa Pandemi Covid-19 Aurelia C. Wulandari; Febi K. Kolibu; Ribka Wowor
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/kesmas.v12i1.46299

Abstract

Motivasi kerja adalah keadaan yang mendukung keinginan seseorang untuk bekerja dan mengarahkan serta menyalurkan sikap, perilaku dan tindakan orang tersebut karena mempunyai tujuan tertentu. Tenaga Kesehatan ialah individu yang mengabdi dibidang kesehatan dan mempunyai tingkat pengetahuan serta keterampilan berdasarkan pendidikan pada bidang kesehatan dalam jenis tertentu dan mempunyai wewenang melaksanakan upaya kesehatan.Pusat Kesehatan Masyarakat merupakan bagian pelaksanaan teknis dinas Kabupaten/Kotaserta memiliki tanggungjawab dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Wilayah kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan rancangan cross sectional (studi potong lintang). Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Paniki Bawah pada bulan November sampai bulan Maret 2022. Berdasar kepada penelitian yang dilakukan kondisi kerja dan supervisi tenaga kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah masuk dalam kategori baik, tanggung jawab dan kompensasi tenaga kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah masuk dalam kategori kurang baik.Hasil uji Chi-Square, ada hubungan antara tanggung jawab dengan motivasi kerja, ada hubungan antara kompensasi dengan motivasi kerja, tidak ada hubungan antara kondisi kerja dengan motivasi kerja,tidak ada hubungan antara supervisi dengan motivasi kerja.
Pekerjaan, Pendapatan, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (Non-PBI) di Kecamatan Sario Angelina Gloria Umboh; Febi Kornela Kolibu; Grace Esther Carolina Korompis
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.87209

Abstract

Kepesertaan dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan hal yang wajib dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia termasuk bagi orang yang bekerja untuk mendapatkan perlindungan kesehatan bersama dengan anggota keluarganya. Beberapa hal yang memiliki hubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan yaitu pekerjaan dan pendapatan. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara pekerjaan dan pendapatan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (Non-PBI) di Kecamatan Sario. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sario pada bulan Januari – Mei 2023. Sampel yaitu Kepala Keluarga (Suami/Istri) dengan jumlah 106 responden. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai p-value 0.001 untuk hubungan antara pekerjaan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan dan nilai p-value  0,002 untuk hubungan antara pendapatan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pekerjaan dari Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (Non-PBI) di Kecamatan Sario yaitu Pekerja Penerima Upah (PPU) (60,4%), Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) (29,2%), Bukan Pekerja (10,4%). Pendapatan Keluarga dari Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (Non-PBI) di Kecamatan Sario memiliki pendapatan tinggi (>Rp. 3.530.000) (66,0%) dan pendapatan rendah (≤Rp. 3.530.000) (34,0%). Pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (Non-PBI) di Kecamatan Sario yaitu memanfaatkan (76,4%) tidak memanfaatkan (23,6%). Terdapat hubungan antara pekerjaan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (Non-PBI) di Kecamatan Sario. Terdapat hubungan antara pendapatan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (Non-PBI) di Kecamatan Sario.
DETERMINAN KEPATUHAN MEMBAYAR IURAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA PESERTA MANDIRI DI KELURAHAN MALALAYANG SATU KOTA MANADO Hawila Jessica Tampubolon; Ardiansa A. T Tucunan; Febi K Kolibu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.15957

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional adalah program asuransi bersifat wajib yang dengan tujuan untuk menjamin masyarakat dalam memperoleh kebutuhan dasar kesehatan dan pelayanan kesehatan yang bersifat adil dan bermutu. Dalam pelaksanaan program JKN, semua peserta wajib membayar iuran JKN secara patuh selambat-lambatnya tanggal 10 setiap bulannya. Peserta mandiri ialah setiap orang yang bekerja atas risiko sendiri dan membayar iuran JKN secara mandiri. Kelurahan Malalayang Satu merupakan kelurahan dengan jumlah peserta JKN mandiri kedua terbanyak di Kota Manado dengan total tunggakan iuran mencapai Rp.1,6 miliar. Pengetahuan dan pendapatan adalah faktor predisposisi yang memengaruhi perilaku patuh peserta mandiri dalam membayar iuran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan dan pendapatan peserta mandiri dengan kepatuhan membayar iuran JKN di Kelurahan Malalayang Satu, Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif desain observasi analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah peserta JKN mandiri di Kelurahan Malalayang Satu berjumlah 1.018 jiwa, dengan jumlah sampel 100 orang responden yang menjadi sampel diambil dengan menggunakan teknik quota sampling. Hasil penelitian uji chi square memperlihatkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan peserta mandiri dengan kepatuhan membayar iuran JKN (p=0,000) dan terdapat hubungan yang signifikan pula antara pendapatan peserta mandiri dengan kepatuhan membayar iuran JKN (p=0,000). Saran kepada BPJS Kesehatan dan pihak Kelurahan Malalayang Satu agar dapat memberikan sosialisasi terkait hak dan kewajiban peserta, aplikasi Mobile JKN, serta program REHAB, selain itu diharapkan juga untuk membentuk kader JKN yang dapat membantu dalam penagihan iuran JKN.
PERSEPSI ORANG TUA DENGAN PENERIMAAN VAKSINASI COVID-19 PADA ANAK DI KELURAHAN TINGKULU Bellinda B. I. Kawatu; Chreisye K. F. Mandagi; Febi K. Kolibu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.16898

Abstract

Pemerintah di seluruh dunia bersepakat mengambil kebijakan untuk menghentikan pandemi COVID-19 yaitu dengan pemberian vaksinasi terhadap masyarakat. Anak usia 6-12 tahun penting untuk divaksinasi karena rentan tertular COVID-19 dan juga dapat menularkan ke orang disekitarnya. Keputusan orang tua untuk memvaksinasi anaknya dengan vaksin COVID-19 didasarkan pada persepsi mereka sendiri mengenai vaksin COVID-19, yang kemudian persepsi tersebut akan mempengaruhi pilihan orang tua untuk memberikan vaksinasi pada anak. Penelitian ini mempunyai tujuan agar diketahuinya hubungan antara persepsi orang tua dengan penerimaan vaksinasi COVID-19 yang terjadi pada anak dengan umur 6-12 tahun di Kelurahan Tingkulu Kota Manado. Penelitian yang dilaksanakan kali ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik memakai metode cross sectional. Besar sampel dalam penelitian yang dilakukan yaitu 65 sampel. Purposive Sampling ialah teknik yang dipakai dalam pengumpulan sampel penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu Uji statistik Chi Square. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret-mei 2023. Hasil penelitian ini memperlihatkan jika sudut pandang (persepsi) orang tua terkait vaksinasi COVID-19 termasuk ke dalam kategori baik yaitu sebanyak 47 responden (72.3%). Mayoritas responden dalam penelitian ini bersedia dalam pemberian vaksin COVID-19 untuk anak-anak ialah 57 pengisi kuesioner (87.7%). Berdasarkan hasil uji analisis statistik yang peneliti lakukan diperoleh nilai signifikansi besarnya 0,032 (p<0,05). Maka dapat disimpulkan adanya keterkaitan diantara persepsi orang tua atas penerimaan vaksinasi COVID-19.
HUBUNGAN ANTARA STATUS AKREDITASI DENGAN KEPUASAN PASIEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAKAS DAN KAKAS BARAT KABUPATEN MINAHASA Rhegina Gloria Tulenan; Febi Kornela Kolibu; Franckie Rudolf R Maramis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.20037

Abstract

Akreditasi puskesmas yaitu pengakuan atas puskesmas yang telah dinilai bahwasanya puskesmas sudah memenuhi standar pelayanan untuk mengembangkan mutu pelayanan puskesmas. Status akreditasi Puskesmas ditentukan dalam 5 tahapan: belum terakreditasi, dasar, madya, utama, serta paripurna. Tujuan pada penelitian ini yakni supaya tahu terkait apakah ada hubungan diantara kepuasan pasien di wilayah kerja Puskesmas Kakas dan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan memakai desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang berkunjung di wilayah kerja Puskesmas Kakas serta Puskesmas Kakas Barat tahun 2022 dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 150 responden yang berusia 18 tahun ke atas serta pernah berkunjung lebih dari dua kali di Puskesmas Kakas dan Kakas Barat dengan memakai teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Pada penelitian ini ada 2 variabel diantaranya variabel terikat(independen) akreditasi puskesmas serta Variabel bebas (dependen) kepuasan pasien. Kuesioner dipakai sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis data yang dipakai pada penelitian ini yaitu univariat serta bivariat dengan memakai uji statistik Mann Whitney U Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan diantara status akreditasi dengan kepuasan pasien di wilayah kerja Puskesmas Kakas dan Kakas Barat di peroleh nilai p value besarnya 0,00 sehingga kesimpulannya bahwasanya ada hubungan diantara status akreditasi dengan kepuasan pasien di wilayah kerja Puskesmas Kakas dan Puskesmas Kakas Barat Kabupaten Minahasa.
Co-Authors A M J Rattu Adam, Hilman Adan, Hilman Adisti A. Rumayar Adisti A. Rumayar, Adisti A. Akili, Rahayu Hasan Amisi, Windy G. Angelina Gloria Umboh Apdalah H. Saranaung Apdalah Hermansa Saranaung Apricillia Veronika Paulin Damopoli Ardiansa A. T Tucunan Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Arhwinda Pusparahaju Asep Rahman Asih Tri Rachmi Asih Tri Rachmi Asnawi, Rawia Asriffudin, Afnal Aurelia C. Wulandari B H. R. Kairupan Bagania, Wiwin A. Bellinda B. I. Kawatu Budi T. Ratag Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi Demar, Angellina I. Doda, Diana V.D. Entjaurau, Reviyanti Eveline Josik Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Franckie Rudolf R Maramis Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gloria M. Lapong Gloria Melisa Lapong Gobel, Sri Radhawati Goni, David D. Grace Debbie Kandou Grace E. C. Korompis Grace E. C. Korompis Grace Esther Carolina Korompis Grace Korompis Hawila Jessica Tampubolon Hilman Adam Jane M. Pangemana, Jane M. Janny S. Solihin Kadi, Nurhaliza Kairupan, Bernabas. H. R. Kairupan, Sharon Serina Kairupan, Yehezkiel Karen Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaseger, Meylita S. M. Kawatu, Paul A.T Khoirurrizza, Mohammad Korompis, Grace Ester Caroline Korompis, Grace Esther Kountul, Yoga P. D. Lahiwu, Renaldy J.C. Lalintia, Friskyla S. Lasarus, Loritma Liong, Cecilia Meysin Liviani Meysi Arina Lohige, Windy Maddusa, Sri Seprianto Maino, Irny Makaenas, Veronica Julia Makatempuge, Jennifer Filipi Malinda Janet Watania, Malinda Janet Malintoi, Christiano Mamahit, Filia Sisilia Mamonto, Sutria Manoppo, Jeanette Irene C H Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R R Maramis, Franckie R.R. Mentang, Jelly Juliany Misah, Jesicca Cestly Herity Mokalu, Jounetha A.W Mongdong, Stinky Renaldo Mongdong, Winda E E Mundung, Cyntia A. Muntiaha, Christania R. Najoan, Gabriella Windy Nandar, Stenly T. Nasira, Azmi Zahran Nelwan, Jeini E Nibong, Clara Rosalia Oksfriani Jufri Sumampouw Pantow, Dewi Christie Patoding, Putri Cicilia Lusinthania Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Prastowo, Prully Diana Puasa, Djunita D.A Punuh, Maureen I Pusungunaung, Sriwahyuni W. Rana, Stephany Rattu, A. J.M. Rhegina Gloria Tulenan Rianna J Sumampouw Ribka L. Wowor, Ribka L. Rio, Ivana Bella Putri Rivaldy Ringkuangan Rompas, Pujiati K.D. Rorimpandey, Aldio Jum Agung Rosang, Merkuri C. D. Rumayar, Adisty A. Rumpa, Finy J. A. Runtuwene, Kurviasni S. Sahae, Etlinda Sahala, Indra Salawangi, Glady Endayani Salensehe, Zardvita Octavia Seguh, Finsensius Solihin, Janny Septian Sondakh, Yunissia Jibriel Sorongan, Meytha J. Suak, Meilindah C.C Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Takaendengan, Nolita S. Tamba, Violita Josevina Tatong Hariyanto Tewal, Florencia Betris Tewal, Florensia Tinamonga, Zein Toliaso, Cynthia Sisilia Tucunan, Ardainsyah C Tulangow, Ralfi R. Tumurang, Marjes N. Unso, Melkifo Rafles Warouw, Claudya Nathasya Wibisono, Gloria N. Windy Lohige Winokan, Stevani Rosalia Woodford B. S. Joseph Wurangian, Prisilia K. Yacob, Desriana M.L Yewen, Maria Rosita