Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS BENGKOL Liong, Cecilia Meysin; Kolibu, Febi K.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu Pelayanan Kesehatan yaitu keseluruhan pelayanan kesehatan  sesuai standar yang diberikan oleh instansi kesehatan kepada masyrakat atau pasien dengan tetap mengevaluasi pelayanan kesehatan yang diberikan agar dapat memenuhi setiap kebutuhan dan keinginan pasien. Kepuasan pasien adalah perasaan yang dirasakan seseorang setelah melakukan penilaian pelayanan kesehatan yang diterimanya dari petugas kesehatan sesuai dengan harapan atau tidak sesuai dengan harapan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Bengkol, Kecamatan Mapanget. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Oktober 2019. Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Rumus Slovin. Pengumpulan data diperoleh lewat wawancara menggunakan kuesioner  dan profil Puskesmas Bengkol. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariate dan analisis bivariate menggunakan uji statistic Fisher Exact Test pada tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05).  Hasil Penelitian menunjukkan H1 diterima artinya ada hubungan antara mutu jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bengkol dengan nilai p= 0,000 (p value <0,05), dimana nilai mutu jasa pelayanan kesehatan yang baik sebesar  91%  dan nilai kepuasan pasien yang menjawab puas sebanyak 89%. Saran bagi Puskesmas Bengkol untuk tetap menjaga mutu pelayanan yang ada dan memperhatikan keluhan pengunjung tentang lahan parkir dan pengarah suara di ruang pendaftaran. Kata Kunci :  Mutu Jasa Pelayanan Kesehatan , Kepuasan pasien ABSTRACTThe quality of healthcare service is the overall health service in accordance with the standards provided by the health institution to the community or patients by still evaluating the health services provided in order to meet every need and Patient Wishes. Patient satisfaction is the feeling of a person after conducting the assessment of the health care services he received from the health care officer in accordance with expectations or not in accordance with expectations. The study used a type of analytical survey research with a cross sectional study approach. The sererach place is done in the village Puskesmas in Mapanget Bengkol. Time of research conducted in June – October 2019. Sample count of 100 respondents. Sampling techniques using formula Slovin. Collection of data obtained through interviews using questionnainers and profiles of Bengkol. The analysis of data in this research is the univariate analysis and bivariate analysis using the Fisher Exact Test statistic at a rate of 95% (a= 0,05). Results show H1 accepted means there is a relationship between the quality of healthcare services with the satisfaction of patients in a Bengkol Puskesmas with a value of p= 0.000  (p value of <0.05), where the quality value of good health services is 91% and the satisfaction value of patients who answered satisfied as much as 89%. Advice for the health center of Bengkol to maintain the quality of existing service and pay attention to visitor complaints about parking area and voice director in the registration room. Keywords : Quality of healthcare Services, Patient satisfaction 
KAJIAN PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP NARAPIDANA DI KLINIK KESEHATAN RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KOTA KOTAMOBAGU Sumenda, Cristi N.; Mandagi, Chreisye K. F.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pelayanan kesehatan merupakan suatu upaya dalam memenuhi hak-hak setiap orang yang dijamin dalam undang-undang 1945 untuk melakukan peningkatan derajat kesehatan baik perseorangan, kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan. Rumah Tahanan Negara (rutan) Klas IIB Kota Kotamobagu menyediakan klinik kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada narapidana. Namun pelaksanaan pelayanan kesehatan yang diberikan belum berjalan sesuai dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pelayanan kesehatan terhadap narapidana di klinik kesehatan rutan klas IIB Kota Kotamobagu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Rutan Klas IIB Kota Kotamobagu pada bulan Juni-Agustus 2017. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dokumen. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari Pengelolah Klinik Kesehatan, Kepala Rutan Klas IIB Kota Kotamobagu, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Penanggungjawab Klinik Kesehatan dan narapidana. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang ada di rutan hanya terdiri dari 1 orang bidan yang merupakan pegawai rutan dan 1 orang perawat yang diperbantukan dari dinas kesehatan. Sarana dan prasarana yang ada terdiri dari 1 ruangan pemeriksaan yang juga merangkap ruang kantor dan ruang pengambilan obat dengan 1 buah tempat tidur, obat-obatan, alat kesehatan dan 1 buah tabung oksigen. Pelayanan kesehatan di klinik kesehatan rutan belum memiliki aturan tertulis untuk seluruh proses kegiatan pelayanan kesehatan. Pelaksanaan pelayanan kesehatan di rutan belum berjalan maksimal dilihat dari pelayanan yang diberikan kepada narapidana karena berbagai faktor seperti kurangnya tenaga kesehatan serta keterbatasan alat-alat kesehatan dan obat-obatan.Kata Kunci : Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan, Narapidana, Rumah Tahanan NegaraABSTRACTImplementation of health care is an attempt to fulfill the rights of every person are guaranteed by law in 1945 to improve health status either individuals, groups and society as a whole. State Prison (Prison) Class IIB Kotamobagu provides a health clinic to provide health services to inmates. However, the implementation of the health services provided has not been run in accordance with minimum service standards that have been set. The purpose of this study was to determine how the implementation of health care to inmates at the prison medical clinic class IIB Kotamobagu. This type of research is qualitative research. The research was conducted in State Prison Class IIB Kotamobagu in June-August 2017. The data was collected through interviews and observation documents. Informants in this study amounted to 5 comprising Business’s Health Clinic, Head of the State Prison Class IIB Kotamobagu City, Head of Custody Services, Responsible Health Clinic and prisoners. Data obtained from the primary data and secondary data. The results of this research are health workers in the crease only consists of one midwife who are employees of the crease and 1 nurse seconded from the health department. Existing facilities and infrastructure that consists of one room which also doubles examination office space and space taking the drug with 1 piece of bed, pharmaceuticals, medical devices and 1 tube of oxygen. Health care in prison health clinics do not yet have a written rule for the whole process of health service activities. Implementation of health care in prison not running optimally viewed from services provided to inmates due to various factors such as the lack of health workers as well as the limitations of medical equipment and medicines.Keywords : Implementation of Health Services, Inmates, the State Prison
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI RSUD MARIA WALANDA MARAMIS KABUPATEN MINAHASA UTARA Mongdong, Stinky Renaldo; Kawatu, Paul A. T.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit memiliki potensi bahaya yang disebabkan oleh faktor fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial. Potensi bahaya yang begitu banyak, mengharuskan rumah sakit menerapkan upaya kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit (K3RS). K3RS bertujuan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di rumah sakit. Jenis penelitian adalah kualitatif untuk menggambarkan pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit (K3RS) di RSUD Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan November 2019. Hasil penelitian menunjukan program pelayanan kesehatan kerja yang telah terlaksana namun belum optimal berjumlah 9 program sedangkan yang belum terlaksana berjumlah 1 program. Program pelayanan keselamatan kerja yang terlaksana dengan baik berjumlah 1 program, yang terlaksana namun belum optimal berjumlah 8 program dan 1 program yang belum terlaksana. Kesimpulan yang didapat pelaksanaan program K3RS sudah berjalan namun belum maksimal. Saran yaitu perlu menambah tenaga kerja yang berkompeten di bidang ergonomi dan K3RS, perlu dilakukan sosialisasi tentang K3RS, dan perlu menambah sarana prasarana tanggap darurat. Kata kunci: Pelaksanaan Program K3RS ABSTRACTHospitals have potential hazards caused by physical, chemical, biological, ergonomic, and psychosocial factors. The potential hazards are so numerous, requiring hospitals to implement hospital health and safety efforts (K3RS). K3RS aims to guarantee and protect the safety and health of hospital human resources, patients, patient companions, visitors, and the hospital environment through efforts to prevent occupational accidents and illnesses caused by work in hospitals. This type of research is qualitative to illustrate the implementation of a hospital's occupational health and safety program (K3RS) at Maria Walanda Maramis Regional Hospital in North Minahasa Regency. When the study was conducted in May to November 2019. The results showed that the work health service program that has been implemented but not yet optimal amounted to 9 programs while those that have not been implemented totaled 1 program. Work safety service programs that have been implemented well amount to 1 program, which have been implemented but not yet optimally, amounting to 8 programs and 1 program that has yet to be implemented. The conclusions obtained from the implementation of the K3RS program are already running but not yet maximally. Suggestions are that it is necessary to add competent workforce in the field of ergonomics and K3RS, socialization of K3RS needs to be done, and need to increase the infrastructure of emergency response infrastructure. Keywords: Implementation of Hospital Health and Safety Program
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN SUPERVISI DENGAN KINERJA PRAKTEK PERAWAT DI PUSKESMAS RANOTANA WERU KOTA MANADO. Watania, Malinda Janet; Pangemana, Jane M.; Kolibu, Febi
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penilaian kinerja merupakan proses kontrol kinerja karyawan yang dievaluasi berdasarkan standar tertentu. Dengan melakukan, penilaian kinerja akan diperoleh informasi mengenai hasil yang sudah dicapai, adakah faktor-faktor yang mendukung serta hambatan yang dihadapi ketika memberikan pelayanan. Penelitian ini dilakukan untuk  mengetahui hubungan antara  motivasi  dan  supervisi  dengan  kinerja  praktek  perawat. Penelitian menggunakan metode survey yang bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini  adalah seluruh perawat di  Puskesmas Ranotana Weru. Pengambilan data  dengan menggunakan kuesioner.  Analisis  hubungan  dengan  mengunakan  uji  Chi-square  dan  α  =  0.05.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawat yang memiliki motivasi yang baik sebesar 44.1% dan kurang baik sebesar 55.9%. Perawat yang merasa supervisi berjalan dengan baik sebesar 55.9% dankurang baik sebesar 44.1%. Perawat yang memiliki kinerja yang baik sebesar 47.1% dan kurang baik sebesar 52.9%.  Terdapat hubungan antara motivasi dengan kinerja praktek perawat (p = 0.003). Terdapat hubungan antara supervisi dengan kinerja perawat (p = 0.001).   Kata Kunci : Motivasi, Supervisi, Kinerja, Perawat   ABSTRACT By doing, the performance assessment will obtain information on the results already achieved, is there any factors that  support and  obstacles encountered when  providing services. This  study  was  conducted to determine the relationship between motivation and performance practice nurse supervision. The study used a survey method analytic with cross sectional approach. The population in this study are all nurses at the health center Ranotana Weru. Collecting data using questionnaires. Analysis of the relationship by using chi- square test and α = 0:05. Results of this study showed that nurses who have a good motivation for 44.1% and amounted to 55.9% unfavorable. Nurses who are running properly supervised by 55.9% and amounted to 44.1% unfavorable. Nurses who have a good performance by 47.1% and amounted to 52.9% unfavorable. There  is  a  relationship between motivation and  performance practice  nurses  (p  =  0.042).  There  is  a relationship between supervision with the performance of nurses (p = 0.017).   Keywords: Motivation, Supervision, Performance, Nurses
ANALISIS PEMENUHAN INDIKATOR DALAM SISTEM KAPITASI BERBASIS KOMITMEN (KBK) TERHADAP PEMBAYARAN DAN PEMANFAATAN DANA KAPITASI DI PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Unso, Melkifo Rafles; Kolibu, Febi K.; Maramis, Franckie R. R.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan besaran kapitasi yang diterima oleh setiap FKTP disebabkan oleh perbedaan pada jumlah peserta yang terdaftar maupun hasil kredensialing dan rekredensialing yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan. Kapitasi Berbasis Komitmen (KBK) mengharuskan FKTP memenuhi target indikator Angka Kontak (AK) ≥ 150 per mil, Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS) < 5%, Rasio Peserta Prolanis Berkunjung (RPPB) ≥ 50% dan indikator tambahan khusus untuk Puskesmas yakni Rasio Kunjungan Rumah (RKR) 8,33%. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif menggunakan teknik non-probabilitas dengan prinsip kesesuaian dimana informan penelitian berjumlah 8 orang. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, alat perekam suara, kamera digital dan alat tulis menulis. Data dikumpulkan melalui proses wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan target indikator dalam sistem KBK memengaruhi besaran pembayaran kapitasi. Pemanfaatan dana kapitasi di Puskesmas Tuminting telah sesuai dengan Permenkes Nomor 21 Tahun 2016, dimana 60% dialokasikan untuk jasa pelayanan dan 40% untuk biaya operasional sedangkan pemanfaatan dana sisa dapat digunakan sesuai dengan porsi pengalokasiannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah indikator AK tidak terpenuhi pada bulan Desember 2018 sebesar 148,62 permil yang disebabkan oleh karena penambahan jumlah peserta PBI dan banyaknya hari libur, indikator RRNS dan RPPB berada pada zona aman selama periode tahun 2018 sedangkan indikator tambahan RKR tidak diperhitungkan dan tidak dimasukkan dalam pelaporan bulanan ke BPJS Kesehatan. Pembayaran kapitasi tidak sesuai dengan Permenkes Nomor 52 Tahun 2016 sedangkan pemanfaatan dana kapitasi telah sesuai dengan Permenkes Nomor 21 Tahun 2016. Kata Kunci: Kapitasi Berbasis Komitmen, Pembayaran Kapitasi, Pemanfaatan KapitasiABSTRACTThe difference in the amount of capitation received by each FKTP is due to the difference in the number of registered participants as well as the results of the credentials and recreditation conducted by BPJS Health. Commitment-based capitation (CBC) requires FKTP to meet the target Contact Number indicator (CN) ≥ 150 per mile, Non-Specialty Referral Ratio (NSRR) <5%, Prolanis Participant Ratio (PPR) ≥ 50% and additional indicators specifically for Health Center namely Ratio Home Visits (RHV) 8.33%. This research type is qualitative research using non-probability techniques with the principle of conformity in which there are 8 research informants. The research instruments in the form of interview guidelines, voice recording devices, digital cameras and writing instruments. The data was collected through a process of in-depth interviews and document review. The result showed that meeting the target indicators in the CBC system affected the capitation payment amount. Utilization of capitation funds at the Tuminting Health Center is in accordance with Minister of Health Regulation Number 21 year 2016, where 60% is allocated for services and 40% for operational costs while utilization of the remaining funds can be used in accordance with the portion of the allocation. The conclusion of this research is the CN indicator was not fulfilled in December 2018 at 148.62 per million due to the addition of PBI participants and the number of holidays, NSRR and PPR indicators were in the safe zone during the 2018 period while the additional RHV indicators were not taken into account and not included in monthly reporting to BPJS Health. The capitation payment is not in accordance with Minster of Health Regulation Number 52 Year 2016 while the utilization of capitation funds has been in accordance with Minster of Health Regulation Number 21 Year 2016. Keywords: Commitment Based Capitation, Capitation Payments, Utilization of Capitation
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT TINGKAT IV LANUD SAM RATULANGI Sondakh, Yunissia Jibriel; Wowor, Ribka E.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi mendapat keluhan dari pasien berkaitan dengan dimensi mutu yaitu bukti fisik dan kehandalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi. Jenis Penelitian menggunakan penelitian survey bersifat analitik dengan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang bersifat cross sectional study. Penelitian di lakukan pada bulan Agustus-November 2019 di Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi. Sampel dalam penelitian ini yaitu pasien rawat inap Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi sebanyak 73 rsponden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan uji univariat dan bivariat, kemudian dilakukan uji statistik Chi-sqaure dilanjutkan dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji statistik maka diperoleh nilai p value untuk hubungan dimensi bukti fisik dengan kepuasan pasien adalah 0,001,  p value kehandalan dengan kepuasan pasien  0,192, nilai p value untuk hubungan dimensi daya tanggap dengan kepuasan pasien 0,002, nilai p value untuk hubungan dimensi jaminan dengan kepuasan pasien adalah 0,731, dan nilai p value untuk hubungan dimensi empati dengan kepuasan pasien adalah 0,004. Maka dapat disimpulkan ada hubungan antara antara dimensi mutu pelayanan bukti fisik, daya tanggap dan perhatian dan tidak ada hubungan antara dimensi pelayanan kehandalan dan jaminan pada pasien rawat inap Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi. Kata Kunci : Mutu Pelayanan, Kepuasan, Pasien ABSTRACT Quality of health service in the Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV received complaints by patients relating to the quality dimension of physical evidence and reliability. The purpose of this research is to  know whether  there is a link between the quality of health services and the satisfaction of Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV. The type of research using research survey is analytic with quantitative research method with cross sectional study design. Research was done in August-November 2019 at the Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV. The sample in this study was the inpatient Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV, a total of 73 respondents. The instruments used are questionnaires and data analysis with univariate and bivariate tests, and then using the Chi-sqaure statistical test followed by the Fisher Exact test. The results showed based on statistical test then obtained the value of P value for the relationship dimension of tangible with patient satisfaction is 0.001, p value reliability with patient satisfaction 0.192, value P value for relationship dimension responsiveness with Patient satisfaction 0.002, the value of P value for the relationship of the assurance dimension with the satisfaction of the patient is 0.731, and the value of P value for the relationship dimension of empathy with patient satisfaction is 0.004. So, there is a relationship between the quality dimension of tangible, responsiveness and empaty and no link between the dimensions of reliability services and assurance in inpatient Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV. Keywords : Service Quality, Satisfaction, Patient
HUBUNGAN ANTARA STATUS AKREDITASI PUSKESMAS DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT Yewen, Maria Rosita; Korompis, Grace E. C.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akreditasi puskesmas bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada puskesmas, sehingga dari mutu pelayanan kesehatan yang ditingkatkan dapat memberikan kepuasan bagi pasien atau masyarakat yang menerima pelayanan kesehatan. Mutu pelayanan kesehatan dapat dinilai dari reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, tangible. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status akreditasi puskesmas dengan tingkat kepuasan pasien di Kota Sorong Provinsi Papua Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada bulan Juli-Desember tahun 2018 pada dua puskesmas yaitu Puskesmas Sorong Barat dan Puskesmas Malawei di Kota Sorong. Sampel penelitian diambil dari pasien yang berkunjung ke puskesmas dengan jumlah masing-masing sampel per puskesmas 100 responden sehingga jumlah keseluruhan responden dalam penelitian ini 200 responden yang diambil secara purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah uji Mann Whitney U Test dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Sorong Barat (belum terakreditasi) yang merasa puas sebanyak 36% dan tingkat kepuasan pasien pada Puskesmas Malawei (terakreditasi madya) pasien yang merasa puas sebanyak 66%, selanjutnya berdasarkan hasil uji statistik Mann Whitney U Test diperoleh nilai p=0,000, maka dengan demikian dinyatakan kedua variabel berhubungan. Terdapat hubungan antara status akreditasi puskesmas dengan tingkat kepuasan pasien. Perlu adanya peningkatan pelayanan bagi kedua  puskesmas yaitu Puskesmas Sorong Barat dan Puskesmas Malawei yang tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan saja tetapi secara menyeluruh seperti ketepatan waktu dan kecepatan dalam melayani pasien di loket pendaftaran, rekam medik dan setiap poli sehingga tidak mengakibatkan pasien menunggu terlalu lama dan pasien dapat merasa lebih puas dengan pelayanan yang diperoleh. Kata kunci: Status Akreditasi Puskesmas, Kepuasan Pasien ABSTRAKHealth center accreditationis aimed to improve the quality of health services in health centers, so that the quality of better health services can provide satisfaction for patients or communities who receive health services. The quality of health services can be assessed from reliability, responsiveness, assurance, empathy and tangible. To find out the relationship between the accreditation status of the health center and the level of patient satisfaction in Sorong City, West Papua Province. The type of this research is quantitative research with analytical survey research method using a cross sectional approach, which was conducted in July-December 2018 in two puskesmas namely the West Sorong Health Center and Malawei Health Center in Sorong City. The study sample was taken from patients who visited the health center with the number of each sample per health center 100 respondents so that the number of respondents in this study as many as 200 respondents were taken by purposive sampling. The analysis used was the Mann Whitney U Test with α = 0.05. Based on the results of the study found the level of satisfaction of patients in the West Sorong Health Center (not accredited) who felt satisfied as much as 36% and patient satisfaction level in Malawei Health Center (middle accredited) patients who were satisfied as much as 66%, then based on the Mann Whitney U Test the value of p = 0,000, so it is stated that the two variables are related. There is a relationship between the accreditation status of the health center and the level of patient satisfaction. There needs to be an increase in services for the two puskesmas, namely the West Sorong Health Center and the Malawei Health Center which are not only limited to health services but as well as the timeliness and speed of serving patients at registration counters, medical records and poly so that patients do not wait too long and patients can feel more satisfied with the services obtained. Keywords: Health Center Accreditation Status, Patient Satisfaction
ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS SARIO KOTA MANADO Nibong, Clara Rosalia; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan dan pengadaan obat merupakan tahap yang penting dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan di suatu pelayanan kesehatan. Dari jenis permintaan obat yang dibutuhkan di bulan Juli dari 66 jenis obat yang diminta hanya terdapat 11 jenis obat dan alkes yang diterima sesuai permintaan, sisanya sebanyak 52 jenis obat yang tidak terpenuhi sesuai yang diminta dan sebanyak 3 jenis obat yang diberi berlebih jumlahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi mendalam mengenai perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Sario Kota Manado.Jenis penelitian ini menggunakan metode Kualitatif bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang proses pengadaan obat di Puskesmas Sario. Metode pengumpulan data yaitu dengan wawancara mendalam dengan Informan penelitian yang dipilih menurut tanggung jawab yang bersangkutan dengan penelitian. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 4 (Empat) informan yang terdiri dari Kepala Puskesmas Sario, Penanggung Jawab Gudang Obat di Puskesmas Sario, Kepala Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Manado, dan Staff Apotik di Puskesmas Sario. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode untuk perencanaan dan pengadaan obat yang digunakan oleh Dinas Kesehatan Kota Manado dan Puskesmas Sario berbeda, perencanaan kebutuhan obat di Puskesmas Sario menggunakan metode Konsumsi. Sedangkan metode perencanaan dan pengadaan obat di Dinas Kesehatan Kota Manado berbeda-beda sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsinya masing-masing. Masalah kekosongan obat di Puskesmas Sario disebabkan pendanaan yang tidak mencukupi dari pemerintah dan kurangnya respon dari PBF (Pedagang Besar Farmasi). Pengadaan obat JKN melalui e-katalog tidak dapat menyediakan sesuai dengan jumlah yang diminta, jadi ketika didistribusi ke Puskesmas mengalami kekurangan.Kata Kunci: Perencanaan, PengadaanABSTRACTMedicine planning and procurement are two important steps in fulfilling the need of medicines in a certain unit of health service. Looking at the drug demand in July,out of the 66 types of drug demanded, only 11 types of drug and medical devices met the demand. 52 types did not meet the demand while the other 3 excess the demanded amount. The objective of this research is to obtain a deeper information regarding the drug planning and procurement in Puskesmas Sario Manado. This research uses the qualitative method in order to obtain a deeper information regarding the process of drug procurement in Puskesmas Sario. The data collected by doing an interview with informants whose tasks are related to this research. The informants were chosen based on their resposibilities. There are 4 (four) informants, namely The Head of Puskesmas Sario, Penanggung Jawab Gudang Obat Puskesmas Sario, The Head of The Pharmacy Installation of Manado Health Department and a Staff of Puskesmas Ssrio Drugstore. The result of this research shows that the methods of drug planning and procurement used by both Manado Health Department and Puskesmas Sario are different to each other. The drug planning in Puskesmas Sario uses the Comsumptionmethod while the Manado Health Department uses various methods according to each officer's tasks and functions. The problem in drug supply in Puskesmas Sario is caused by the insufficient funding from the government and the lack of response from the PBF (Pedagang Besar Farmasi). The drug procurement via e-catalog is not able to provide the sufficient amount of drug demanded, causing the lack of drug distributed to the Puskesmas.Keywords: Planning, Procurement
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DESA TEMPOK SELATAN KECAMATAN TOMPASO KABUPATEN MINAHASA Kolibu, Febi; Kalesaran, Angela
KESMAS Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang terjadi akibat meningkatnya tekanan darah dan dikenal juga dengan penyakit silent killer dikarenakan dapat menyebabkan kematian mendadak. Hipertensi merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dapat meningkatkan risiko penyakit yang lain seperti stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Data menunjukkan 10% dari total populasi dunia merupakan penderita hipertensi dan data di Indonesia menunjukkan 15% penduduk Indonesia menderita Hipertensi. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi seperti umur, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga, obesitas, aktifitas fisik, merokok dan stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya hipertensi pada masyarakat desa Tempok Selatan Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Cross sectional Study. Populasi adalah masyarakat desa Tempok Selatan Kecamatan Tompaso kabupaten Minahasa. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 orang. Data umur, jenis kelamin, pekerjaan, aktifitas fisik dan stress didapatkan lewat kuesioner, data obesitas diperoleh lewat pengukuran indeks massa tubuh (IMT dan data asupan kalori dan asupan natrium diperoleh lewat formulir food recall. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara umur dengan terjadinya hipertensi dengan p value 0.014, terdapat hubungan antara riwayat hipertensi dalam keluarga dengan terjadinya hipertensi dengan p value 0.001, terdapan hubungan antara asupan natrium dengan p value 0.019 dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, pekerjaan, obesitas, aktifitas fisik, stress, asupan kalori dengan terjadinya hipertensi pada masyarakat Desa Tempok Selatan Kecamatan Tompaso.Kata kunci: Faktor-Faktor, HipertensiABSTRACTHypertension is a disease that occurs due to increased blood pressure and also known as silent killer disease because it can cause sudden death. Hypertension is one of the leading causes of death in Indonesia and can increase the risk of other diseases such as stroke, aneurysm, heart failure, heart attack and kidney damage. Data shows 10% of the world's total population is hypertensive and data in Indonesia shows 15% of Indonesia's population suffers from hypertension. There are several factors that can cause hypertension such as age, sex, race, family history, obesity, physical activity, smoking and stress. This study aims to determine the factors associated with the occurrence of hypertension in the community of South Tempok village Tompaso District Minahasa regency. This research is a quantitative research using Cross sectional Study method. The population is the people of the village of Tempok Selatan Tompaso sub-district of Minahasa district. The number of samples in this study amounted to 64 people. Data on age, sex, occupation, physical activity and stress were obtained through questionnaires, obesity data obtained through body mass index measurements (BMI) and caloric intake data and sodium intake were obtained through a food recall form. The result of this research is there is correlation between age with the happening of hypertension with p value 0.014, there is correlation between family history of hypertension with hypertension with p value 0.001, the relationship between sodium intake with p value 0.019 and there is no relationship between sex, , obesity, physical activity, stress, caloric intake with the occurrence of hypertension in the community of South Tempok Village Tompaso District.Keywords: Factors, Hypertension
HUBUNGAN MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BUDI MULIA KOTA BITUNG Muntiaha, Christania R.; Kolibu, Febi K.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Mutu pelayanan kesehatan adalah derajat dipenuhinya asuhan kesehatan. Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Kepuasan pasien adalah indikator pertama dari rumah sakit dan ukuran mutu pelayanan. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan bulan April-Juli 2018 di Rumah Sakit Budi Mulia Kota Bitung. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien rawat inap dari bulan Januari-Maret sejumlah 1.922, sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap pada kelas I, II, dan III 95 pasien. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariate dengan menggunakan uji korelasi spearman. Hasil Penelitian : Menunjukkan H1 diterima artinya ada hubungan mutu jasa pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Budi Mulia Kota Bitung dengan nilai p= 0,002 (Pvalue < 0,05), dan nilai koefesien korelasi didapatkan 0,315**. Mutu Jasa Pelayanan kesehatan 52,6% memilih baik dan tingkat kepuasan pasien 60% yang merasa puas. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan mutu jasa pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Budi Mulia. Pasien rawat inap merasa puas dengan pelayanan kesehatan yang diberikan karena mutu jasa pelayanan kesehatan sudah baik di Rumah Sakit Budi Mulia Kota Bitung.Kata Kunci : Mutu Jasa Pelayanan Kesehatan dan Tingkat Kepuasan PasienABSTRACTBackground : The quality of health services is the degree of fulfillment of health care. Hospitals are health care institutions that provide health services such as inpatient, outpatient and emergency services. Patient satisfaction is the first indicator of a hospital and a measure of service quality.Method : This was a descriptive analytic quantitative research with cross sectional study design. This research was conducted in April-July 2018 at Budi Mulia Hospital, Bitung City. The population in this study were all inpatients from January to March totaling 1,922 patients, and the samples in this study were inpatients in class I, II, and III which was 95 patients. The instrument used was a questionnaire. Data analysis was univariate analysis and bivariate analysis using Spearman correlation test. Results : This study showed the correlation between the quality of health care services and the level of inpatients satisfaction at Budi Mulia Hospital in Bitung City, with p value = 0.002 (p value <0.05), and correlation coefficient value was 0.315 **. There was 52.6% respondents chose good for health service quality and 60% patients who felt satisfied for satisfactory level.Conclusion : There was a significantly correlation between the quality of health care services and the level of inpatients satisfaction at Budi Mulia Hospital. If the quality of health services improved patient satisfaction rate will increase.Keywords: quality of health care Services and the level of inpatients satisfaction
Co-Authors A M J Rattu Adam, Hilman Adan, Hilman Adisti A. Rumayar Adisti A. Rumayar, Adisti A. Akili, Rahayu Hasan Amisi, Windy G. Angelina Gloria Umboh Apdalah H. Saranaung Apdalah Hermansa Saranaung Apricillia Veronika Paulin Damopoli Ardiansa A. T Tucunan Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Arhwinda Pusparahaju Asep Rahman Asih Tri Rachmi Asih Tri Rachmi Asnawi, Rawia Asriffudin, Afnal Aurelia C. Wulandari B H. R. Kairupan Bagania, Wiwin A. Bellinda B. I. Kawatu Budi T. Ratag Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi Demar, Angellina I. Doda, Diana V.D. Entjaurau, Reviyanti Eveline Josik Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Franckie Rudolf R Maramis Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gloria M. Lapong Gloria Melisa Lapong Gobel, Sri Radhawati Goni, David D. Grace Debbie Kandou Grace E. C. Korompis Grace E. C. Korompis Grace Esther Carolina Korompis Grace Korompis Hawila Jessica Tampubolon Hilman Adam Jane M. Pangemana, Jane M. Janny S. Solihin Kadi, Nurhaliza Kairupan, Bernabas. H. R. Kairupan, Sharon Serina Kairupan, Yehezkiel Karen Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaseger, Meylita S. M. Kawatu, Paul A.T Khoirurrizza, Mohammad Korompis, Grace Ester Caroline Korompis, Grace Esther Kountul, Yoga P. D. Lahiwu, Renaldy J.C. Lalintia, Friskyla S. Lasarus, Loritma Liong, Cecilia Meysin Liviani Meysi Arina Lohige, Windy Maddusa, Sri Seprianto Maino, Irny Makaenas, Veronica Julia Makatempuge, Jennifer Filipi Malinda Janet Watania, Malinda Janet Malintoi, Christiano Mamahit, Filia Sisilia Mamonto, Sutria Manoppo, Jeanette Irene C H Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R R Maramis, Franckie R.R. Mentang, Jelly Juliany Misah, Jesicca Cestly Herity Mokalu, Jounetha A.W Mongdong, Stinky Renaldo Mongdong, Winda E E Mundung, Cyntia A. Muntiaha, Christania R. Najoan, Gabriella Windy Nandar, Stenly T. Nasira, Azmi Zahran Nelwan, Jeini E Nibong, Clara Rosalia Oksfriani Jufri Sumampouw Pantow, Dewi Christie Patoding, Putri Cicilia Lusinthania Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Prastowo, Prully Diana Puasa, Djunita D.A Punuh, Maureen I Pusungunaung, Sriwahyuni W. Rana, Stephany Rattu, A. J.M. Rhegina Gloria Tulenan Rianna J Sumampouw Ribka L. Wowor, Ribka L. Rio, Ivana Bella Putri Rivaldy Ringkuangan Rompas, Pujiati K.D. Rorimpandey, Aldio Jum Agung Rosang, Merkuri C. D. Rumayar, Adisty A. Rumpa, Finy J. A. Runtuwene, Kurviasni S. Sahae, Etlinda Sahala, Indra Salawangi, Glady Endayani Salensehe, Zardvita Octavia Seguh, Finsensius Solihin, Janny Septian Sondakh, Yunissia Jibriel Sorongan, Meytha J. Suak, Meilindah C.C Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Takaendengan, Nolita S. Tamba, Violita Josevina Tatong Hariyanto Tewal, Florencia Betris Tewal, Florensia Tinamonga, Zein Toliaso, Cynthia Sisilia Tucunan, Ardainsyah C Tulangow, Ralfi R. Tumurang, Marjes N. Unso, Melkifo Rafles Warouw, Claudya Nathasya Wibisono, Gloria N. Windy Lohige Winokan, Stevani Rosalia Woodford B. S. Joseph Wurangian, Prisilia K. Yacob, Desriana M.L Yewen, Maria Rosita