Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS REKRUTMEN TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT CANTIA TOMPASO BARU Kaseger, Meylita S. M.; Maramis, Franckie R. R.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekrutmen adalah proses menemukan dan menarik pelamar-pelamar yang memiliki keahlian untuk menduduki posisi tertentu di dalam organisasi. Proses seleksi adalah kegiatan mengumpulkan informasi untuk menentukan siapa yang akan dipekerjakan atau di terima sebagai karyawan perusahaan. Proses rekrutmen dan seleksi tidak boleh diabaikan karena untuk menjaga supaya tidak terjadi ketidaksesuaian antara apa yang di inginkan dan apa yang di dapat. Metode Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekrutmen tenaga kesehatan di Rumah Sakit Cantia Tompaso Baru pada bulan Maret tahun 2019. Pengumpulan data di dapat dari wawancara mendalam dan dibantu dengan alat perekam suara. Informan dalam penelitian ini ada 7 informan yaitu Direktur, Personalia, Dokter, Perawat, Bidan, Farmasi, dan Tenaga Kesehatan Kontrak. Hasil penelitian ini ialah proses rekrutmen tenaga kesehatan di Rumah Sakit Cantia Tompaso Baru menggunakan Standar Prosedur Operasional dari PT. Ratna Timur Tumarendem dan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan no 56 tahun 2014 tentang klasifikasi dan perizinan rumah sakit serta dalam perhitungan jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan Rumah Sakit menggunakan rumus Gillies. Kesimpulan penelitian ini yaitu dalam melakukan rekrutmen tenaga kesehatan di Rumah Sakit Cantia Tompaso Baru, sudah sesuai dengan tahapan-tahapan dari Standar Prosedur Operasional yang ada. Kata Kunci : Rekrutmen, Proses Seleksi, dan Rumah Sakit.  ABSTRACTRecruitment is a method of discovering and inviting competent job seekers to obtain a position in particular organizations. Selection process is an act of gathering information in which to determine the most suitable candidates as employees in companies. These processes of recruitment and selection cannot be neglected in order to avoid misconception between what is desired and what is acquired. The method of this study is qualitative research method. This study aims to analyze the recruitment of health workers at Cantia Hospital in Tompaso Baru in March 2019. Data gathering was executed through intensive interviews and supported by recording device. There were 7 research informants who were the director, an individual, a doctor, a nurse, a midwife, and contract health personnel. The study findings indicate that the recruiting process of health workers at Cantia Hospital in Tompaso Baru utilizes the Standard Operating Procedures of PT. Ratna Timur Tumarendem and refers to the Regulation of Ministry of Health number 56 year 2014 about the hospital classification and license as well as in calculating the number of health employees needed by hospitals using Gillies formula. This research concludes that the process of recruiting health workers at Cantia Hospital in Tompaso Baru has fulfilled the stages and requirements of existing Standard Operating Procedures.  Keywords: Recruitment, Selection Process, Hospitals
ANALISIS PROSES PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA Rosang, Merkuri C. D.; Kolibu, Febi K.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian di Puskesmas ialah satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui proses penyimpanan obat di Puskesmas Airmadidi. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam, dan pemeriksaan dokumen yang dibantu menggunakan alat wawancara. Dari data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan telah diolah dengan cara mengorganisir informasi, membaca keseluruhan informasi kemudian membuat uraian secara terperinci dan disajikan secara naratif.  Pengecekkan data menggunakan metode triagulasi. Hasil penelitian dari kelembapan ruangan mengenai kebocoran genteng, luas ruangan penyimpanan obat, tirai jendela diruangan penyimpanan obat, kerusakan obat akibat bertumpukknya obat, kontaminasi bakteri, pembersihan ruangan sudah sesuai dengan Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas Departemen Kesehatan RI Tahun 2009. Tata cara menyimpan dan menyusun obat menurut penerapan FEFO dan FIFO, penerimaan obat, penyusunan obat, penyimpanan obat golongan antibiotik, penyimpanan serum dan vaksin, penyimpanan tablet salut, dan data-data yang diperlukan sudah sesuai dengan Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas Departemen Kesehatan RI Tahun 2009. Untuk suhu ruangan penyimpanan obat, obat yang sudah kadaluarsa, penyimpanan obat dengan kondisi khusus belum termasuk dalam kriteria Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas Departemen Kesehatan RI Tahun 2009. Hasil penelitian mengenai pengamatan mutu obat sudah sesuai dengan Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas Departemen Kesehatan RI Tahun 2009, karena petugas pengelola obat di puskesmas melakukan pengamatan mutu obat dengan selalu melakukan pengecekkan obat di ruangan penyimpanan obat. Saran agar Puskesmas Airmadidi lebih memperhatikan proses penyimpanan obat, memperbaiki cara penyimpanan dan penyusunan obat yang lebih bagus lagi, meningkatkan pengamatan mutu obat yang ada dan menambah sumber daya manusia dengan latar belakang tenaga apoteker. Kata Kunci: Penyimpanan Obat, Pelayanan Obat, Puskesmas ABSTRACTPharmaceutical services at the Health Center are an inseparable unit realization of health efforts, which play an important role in improving health service quality for the community. The purpose of this study in general is to know the process of drug storage at the Airmadidi Community Health Center. The method of this research is qualitative research method. The data collection was taken through direct observation and in-depth interviews, along with document checking assisted by using interview tools. From the results that collect from the in-depth interview and had been processed by organizing the information, reading the whole information then make a detailed description and present it narratively. The data checking is using the triangulation method. The results of the study of room humidity regarding tile leaks, the capacious of drug storage rooms, window curtains in the drug storage room, drug damage due to drug that have been piled up, bacterial contamination, and room cleaning are in accordance with the Guidelines for the Management of Public Medicines and Health Supplies at the Health Center Department of Republic Indonesia in 2009. The procedure for storing and organizing drugs according to the application of FEFO and FIFO, drug reception, drug preparation, class storage of antibiotics, serum and vaccine storage, storage of coated tablets, and the data required is in accordance according to the Guidelines of Public Medicines Management and Health Supplies at the Health Center Department of Republic Indonesia in 2009. As for the room temperature of drug storage, drugs that have been expired, storage of drugs with special conditions, these are not accordance with the criteria of the Guidelines of Public Medicines Management and Health Supplies at the Health Center Department of Republic Indonesia in 2009. The results of research on drug quality observations are in accordance with the Guidelines for the Management of Public Medicines and Health Supplies at the Health Center Department of Republic Indonesia in 2009, because the drug management officers at the health center conduct drug quality monitoring by always checking the drugs in the medicine storage room. Suggestions for Airmadidi Community Health Center is to pay more attention to the process of drug storage, improve ways of storing and drafting the medicines better, increasing observations on the quality of existing drugs and adding human resources with a pharmacist background. Keyword: Drug Storage, Medicine Services, Health Center
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWANG KABUPATEN SIAU TAGULANDANG BIARO Tinamonga, Zein; Kolibu, Febi K.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kunjungan antenatal care yang harus dilakukan ibu selama kehamilan adalah minimal 4 kali kunjungan. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan suami terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal care dan dilaksakan di wilayah kerja Puskesmas Sawang Kabupaten Siau Tagulandang Biaro pada bulan Oktober 2018. Metode dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan populasinya adalah ibu pasca melahirkan ≤ 6 bulan yang berjumlah 59 ibu Sampel adalah keseluruhan populasi. Sampel diambil menggunakan  teknik total sampling yakni keseluruhan populasi dijadikan sampel. Kuesioner adalah instrument yang digunakan dan datanya di analisis menggunakan uji Chi-Square dengan nilai α = 0,05 dan didapatkan hasil uji statistik dari masing-masing variabel independent yaitu pengetahuan (p value = 0,026), sikap (p value = 0,011), dukungan suami (p value = 0,064). Kesimpulan yang di dapat ialah pengetahuan serta sikap memiliki hubungan terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal care sementara dukungan suami tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Sawang Kabupeten Siau Tagulandang Biaro dan Saran bagi petugas kesehatan di Puskesmas Sawang agar dapat melakukan penyuluhan kesehatan baik dengan cara mengumpulkan ibu hamil maupun door to door tentang manfaat pemeriksaan kesehatan kepada ibu hamil yang melakukan kunjungan ke tempat pelayanan kesehatan serta memberikan jadwal kunjungan yang jelas kepada ibu hamil, sehingga ibu hamil tahu kapan harus periksa kembali. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Dukungan Suami, Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care ABSTRACTThe number of antenatal care visits that a mother must make during pregnancy is at least 4 visits. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge, assessment and support for antenatal care services and carried out in the work area of the Sawang Community Health Center, Siau Tagulandang Biaro Regency in October 2018. The method of this research was an analytical cross sectional survey and the population used as post-accepting mothers ≤ 6 months obtained by 59 sample mothers were all participation. Samples were taken using total sampling technique, namely the whole sample was taken. The questionnaire is the instrument used and the data analysis uses the Chi-Square test with a value of α = 0.05 and the results of statistical tests from each independent variable are obtained based on knowledge (p value = 0.026), attitude (p value = 0.011), husband support (p value = 0.064). The conclusion that can be used is knowledge about the relationship between the provision of antenatal care services while husband's support is not related to the provision of antenatal care services in the working area of Siau Tagulandang Biaro Sawang District Health Center and advice to health workers at Sawang Health Center so that they can be discussed door-to-door about the benefits of health checks for pregnant women who make visits to health services and provide clear visits to pregnant women, making pregnant women know when to check back. Keywords: Knowledge, Attitudes, Husband's Support, Utilization of Antenatal Care Services
HUBUNGAN ANTARA PERANAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT UMUM GMIM PANCARAN KASIH MANADO Prastowo, Prully Diana; Mandagi, Chreisye K. F.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan manajemen dalam suatu organisasi adalah mengatur atau mengurus struktur organisasi manajemen sesuai dengan kehendak yang organisasi inginkan, membantu pimpinan dalam menentukan orang-orang yang dibutuhkan dalam organisasi tsb dan melakukan pengawasan,, akan mendapatkan pengambilan keputusan yang cepat dan baik dalam organisasi dan akan tersusun dengan baik. Pada umumnya orang-orang yang berkecimpung dalam MSDM sependapa atau berpendapatt bahwa penilaian prestasi kerja & promosi jabatan merupakan bagian yang sangat penting dari keseluruhan proses kinerja pegawai yang bersangkutan & berperan sebagai umpan balik tentang berbagai hal-hal seperti potensi yang bermanfaat dan kemampuan bagi rencana karirnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peranan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dengan kinerja pegawai di rumah sakit umum GMIM Pancaran Kasih Manado.  Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Waktu penelitian yang telah dilakukan dari Juni sampai September tahun 2019. Sampel dalam penelitian ini yaitu staf administrasi di RS umum GMIM Pancaran Kasih Manado dengan jumlah responden 87. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat, menggunakan uji statistik yaitu  uji Chi- square. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji statistik maka diperoleh nilai p value untuk hubungan penilaian prestasi kerja dengan kinerja pegawai adalah 0,000, dan nilai p value untuk hubungan promosi jabatan dengan kinerja pegawai adalah 0,002. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara penilaian prestasi kerja dengan kinerja pegawai, dan terdapat hubungan antara promosi jabatan dengan kinerja pegawai. Kata Kunci: Penilaian Prestasi Kerja, Promosi Jabatab, Kinerja Pegawai ABSTRACTThe role of management in organization is to manage the organizational structure of management according of what the organization wants, assist the leadership to carrying out supervision and assigning the people needed in the organization, will get a quick decision making in the organization and will be structured well. In general, people who involved in human resource management, agree that performance appraisal and job promotion are important part of the entire process of performance employee concered and serves as feedback on various matters such as abbilities and potential that are useful for a career plan. The purpos of this researc is to determine a relarionship between the role of human resource management and employee performance in general hospital of GMIM Pancaran Kasih Manado. The type of this research is quanitative research with analytic survey design with a Cross Sectional approac. Time of this research was conducted from June to September 2019. The sample in this research is administrative staff at general hospital GMIM Pancaran Kasih Manado with 87 respondents. The research instrument used a questionnaire and data analysis are univariate and bivariate analysis, using statistical test is Chi-square test. The result showed based on statistical tests the p value obtained for the relationship between work performance appraisal and employee performance was 0.000, and the p value for the relationship between promotion and employee performance was 0.002. Based on this research, the conclusion is there’s a relationship between work and performance appraisal and employee performance, and there’s a relationship between job promotion and employee performance. Key word: Work Performance Appraisal, Promotion Of Position, Employee Performance
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS TARATARA KOTA TOMOHON Mentang, Jelly Juliany; Rumayar, Adisty A.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat kesahatan masyarakat (Puskesmas) merupakan fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Kualitas layanan ini pada akhirnya dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya terjalin hubungan yang harmonis antara petugas puskesmas dengan pasien, memberikan dasar yang baik bagi terciptanya loyalitas konsumen atau pasien dan membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth) yang menguntungkan bagi penyedia jasa pelayanan kesehatan tersebut. Service quality merupakan konsep pengukuran kualitas pelayanan yang terdiri dari lima dimensi yaitu keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), keyakinan atau jaminan (assurance), perhatian (empathy) dan tampilan fisik atau berwujud (tangibles). Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan desain cross sectional study, penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Taratara Kota Tomohon pada bulan September-Oktober 2018. Populasi penelitian ini berjumlah 13.870 pasien, sampel yang diambil 96 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data berupa univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square, dengan α = 0,05 dan CI = 95%. Hasil yang diperoleh dalam penelitian yaitu Reliabilitas (p=0,861), Jaminan (p=0,074), Bukti fisik (p=0,013), Empati (p=0,013) dan ketanggapan (p=0,000). Dari hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan ketanggapan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Taratara Kota Tomohon. Kata Kunci : Puskesmas, Kualitas Jasa Pelayanan, Kepuasan Pasien ABSTRACTThe community health center (Puskesmas) is a health facility that organizes public health efforts and first-rate individual health efforts, prioritizing promotive and preventive efforts, to achieve the highest degree of public health in its working area. The quality of this service can ultimately provide several benefits, including a harmonious relationship between health center staff and patients, providing a good basis for creating customer loyalty or patients and forming word of mouth recommendations that are beneficial for service providers. health. Service quality is a concept of measuring service quality that consists of five dimensions namely reliability, responsiveness, assurance or assurance, attention (empathy) and physical appearance or tangibles. This study used analytic research with a cross sectional study design, this study was conducted at the Taratara Health Center, Tomohon City in September-October 2018. The population of this study amounted to 13,870 patients, samples taken by 96 respondents. The research instrument used was a questionnaire. Data analysis in the form of univariate and bivariate using chi-square test, with α = 0.05 and CI = 95%. The results obtained in the study were Reliability (p = 0.861), Guarantee (p = 0.074), Physical Evidence (p = 0.013), Empathy (p = 0.013) and responsiveness (p = 0,000). From the results of the study, there is a relationship between the quality of health service responsiveness and patient satisfaction at Taratara Health Center, Tomohon City.  Keywords: Health Center, Quality of Service, Patient Satisfaction
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN PENGHARGAAN DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT NOONGAN Mundung, Cyntia A.; Kolibu, Febi K.; Joseph, Woodford B. S.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja dan penghargaan yang sangat berpengaruh terhadap stress kerja dari perawat. Stres kerja yang dialami oleh perawat keadaan yang menekan diri dan jiwa di luar batas kemampuannya. Sehingga perawat yang mengalami stres akan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien. Hasil observasi awal yang dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Noongan (RSUD) dengan beberapa perawat bahwa perawat menghadapi beban kerja berlebihan karena kurangnya perawat yang bertugas di rawat inap dan penghargaan yang tidak seimbang atau masih belum optimal yang menyebabkan stres kerja. Metode penelitian ini adalah penelitian Survei Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Dilaksanakan pada bulan April-Agustus tahun 2017 di Rumah Sakit Umum Daerah Noongan, dengan responden 50 perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi spearman melalui aplikasi statistik komputer dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95% (∝=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dari masing-masing variable yaitu beban kerja dan penghargaan dengan stress kerja. Kesimpulan dari penelitianini terdapat hubungan antara beban kerja dan penghargaan dengan stress kerja pada perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Noongan. Saran perlu penambahan jumlah perawat mengingat jumlah perawat yang masih kurang dibandingkan dengan kebutuhan pasien yang semakin meningkat. Diharapkan untuk pemberian penghargaan dapat disesuaikan dengan apa yang telah perawat lakukan bagi rumah sakit, sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja dari perawat dan menurunkan tingkat stres kerja.Kata Kunci: Beban Kerja, Penghargaan, Stres Kerja.ABSTRACTWorkload and rewards are very influential towards the work stress of the nurse. The work stress experienced by the nurse is a suppressing state of oneself and soul beyond the limits of his/ her abilities. Therefore nurses who experience stress will greatly affect the quality of nursing services provided to the patients. The results of initial observations made at the Inpatient Installation of Noongan Regional Public Hospital with several nurses indicated that the nurse encountered excessive workload due to the lack of nurses who served in the in-patient section, unbalanced or unoptimal rewards which then caused work stress. This research method was analytical survey research with the use of cross-sectional approach. This research was implemented in April-August 2017 at Noongan Regional Public Hospital, with 50 nurses as the respondents. The research instrument used was questionnaire. Data analysis was conducted by using spearman correlation test through computer statistic application using 95% confidence level (α = 0,05). The results of this research indicated that there was a significant relationship of each variable, namely workload and rewards towards work stress. Conclusion from this research was that there was a relationship between workload and reward towards work stress in nurse at the Inpatient Installation of Noongan Regional Public Hospital. Suggestions: additional nurses are needed, given the low number of nurses compared to the increasing needs of the patient. It is recommended to provide awards, this can be adjusted to what the nurse has given for the hospital, thus increasing the work motivation of the nurse and lowering the work stress level.Keywords: workload, reward, work stress
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Toliaso, Cynthia Sisilia; Mandagi, Chreisye K.F.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaminan mutu layanan kesehatan dapat diartikan sebagai keseluruhan upaya yang bertujuan untuk memberikan suatu layanan kesehatan yang terbaik mutunya, yaitu layanan kesehatan yang sesuai dengan standart layanan kesehatan yang disepakati. Layanan kesehatan yang bermutu adalah layanan kesehatan yang selalu berupaya memenuhi harapan pasien, organisasi layanan kesehatan yang bermutu bukan saja menarik bagi pasien, tetapi juga menarik bagi profesi layanan kesehatan sehingga menjadi tempat bekerja profesi layanan kesehatan yang mempunyai kompetensi dan perilaku baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan juli 2018. Lokasi penelitian di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jumlah sampel adalah 258 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi penelitian. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis pada penelitian ini yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara mutu pelayanan kesehatan degan kepuasan pasien di Puskesmas Bahu Kota Manado. Berdasarkan uji statistik didapatkan p value = 0,025 dengan nilai OR = 2,297.Kata Kunci : Mutu Pelayanan Kesehatan, Kepuasan PasienABSTRACTQuality assurance of health services can be interpreted as an overall effort that aims to provide a health service of the best quality, namely health services in accordance with the agreed standard of health services. Quality health services are health services that always strive to meet patient expectations, quality health care organizations are not only attractive to patients, but also attractive to the health care profession so that it becomes a place to work for health care professionals who have good competence and behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of health services and patient satisfaction at the Puskesmas Bahu Kota Manado. This type of research is quantitative research using a cross sectional approach conducted in July 2018. The location of the research is at the Puskesmas Bahu Kota Manado. The number of samples is 258 respondents who have fulfilled the research inclusion criteria. The research instrument used in this study is a questionnaire. Analysis in this study is univariate analysis and bivariate analysis using chi square test with a 95% confidence level with α = 0.05. The results of the study showed that there was a relationship between the quality of health services and patient satisfaction at the Puskesmas Bahu Kota Manado. Based on statistical tests obtained p value = 0.025 with an OR value = 2,297.Keywords: Health Service Quality, Patient Satisfaction
HUBUNGAN KUALITAS JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN MINAT PEMANFAATAN KEMBALI DI PUSKESMAS TELING ATAS Gobel, Sri Radhawati; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K.F.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh kebutuhan pengguna jasa pelayanan untuk mendapatkan kembali pelayanan kesehatan yang diberikan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sehingga para penggunanya ingin memanfaatkan kembali yaitu ada lima dimensi yang terdiri dari ketanggapan, kehandalan, jaminan, empati dan bukti langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Teling Atas pada bulan Agustus-Oktober 2019. Sampel dalam penelitian ini yaitu 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan hasil analisis yang didapatkan nilai expected count kurang dari 5 sehingga dilanjutkan menggunakan uji fisher exact test dengan CI = 95% dan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara ketanggapan (p=0,000), kehandalan (p=0,023), jaminan (p=0,001), empati (p=0,040) dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas, dan tidak terdapat hubungan bukti langsung (p=0,501) dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara ketanggapan, kehandalan, jaminan, empati dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas dan tidak terdapat hubungan antara bukti langsung dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan Kesehatan, Minat Pemanfaatan Kembali ABSTRACTReutilization of health services influenced by the needs of service users to regain the health services provided. Factors that can affect the patients for they want to reutilization are five dimensions of health services include, responsiveness, reliability, assurance, empathy and tangible. This research aims to determine the relation between the quality of health services with the interest in reutilization in the Teling Atas Community Health Center. This research is a quantitative research with analytic survey method using cross sectional design. This research was conducting at the Teling Atas Community Health Center in August-October 2019. The sample in this research is 100 respondents. The research instrument used a questionnaire with bivariate analysis using the chi-square test with the results of the analysis obtained an expected count value of less also using the fisher exact test with a CI = 95% and α = 0.05. The results showed that there is a relation between responsiveness (p = 0,000), reliability (p = 0.023), assurance (p = 0.001), empathy (p = 0.040) with interest in reutilization in the Teling Atas community health center, and there is no relation on tangible ( p = 0.501) with interest in reutilization in the Teling Atas Community Health Center. The conclusion is that there is a relation between responsiveness, reliability, assurance, empathy with interest in reutilization in the Teling Atas Community Health Center and there is no relation between tangible and interest in reutilization in the Teling Atas Community Health Center. Keywords: Health Service Quality, Reutilization Interest
ANALISIS MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS WOLAANG Asnawi, Rawia; Kolibu, Febi K.; Maramis, Franckie R.R.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sasaran dari pada manajemen pengelolaan obat adalah untuk tersedianya obat setiap saat dibutuhkan baik mengenai jenis, jumlah maupun kualitas secara efisien, dengan demikian manajemen pengelolaan obat dapat dipakai sebagai proses penggerakkan dan pemberdayaan semua sumber daya yang potensial untuk dimanfaatkan dalam rangka mewujudkan ketersediaan obat setiap saat dibutuhkan untuk operasional yang efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat di Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang terlibat langsung dalam proses pengelolaan obat di Puskesmas Wolaang instrument penelitian yaitu pedoman wawancara dan alat perekam suara. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen pengelolaan obat di Puskesmas Wolaang belum  sesuai dengan  permenkes no 74 tahun 2016 tentang pelayanan kefarmasian karena ada beberapa faktor seperti penyimpanan obat, penarikan dan pemusnahan obat serta pemantauan dan evaluasi yang tidak sesuai dengan pedoman pengelolaan obat.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen pengelolaan obat di Pusksmas Wolaang belum terlaksana dengan baik. Disarankan kepada puskesmas Wolaang agar dapat memperhatikan dan mengikuti pedoman pengelolaan yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Manajemen, Obat, Puskesmas ABSTRACTThe goal of drug management is to provide drugs at all times about efficient types, quantities and quality, so that drug management can be used as a process of mobilizing and empowering all resources that have the potential to be used in planning for drug improvement at any time needed to effective and efficient operation. The purpose of this study was to study the management of drug management in the Wolaang Health Center, East Langowan District. This type of research is qualitative research. The informants in this study transferred 4 people who were directly involved in the process of drug management in the Wolaang Health Center. The research instruments were interview guidelines and voice recording devices. The results of the study showed that the management of drugs in the Wolaang Community Health Center was not in accordance with Permenkes No. 74 of 2016 regarding pharmaceutical services because there were several factors such as drug storage, discussion and destruction of drugs and discussions that were not in accordance with drug licensing. Wolaang Community Health Center has not been implemented well. Reported to the Wolaang puskesmas in order to pay attention and follow the management guidelines that have been determined Keywords: Management, Medicine, Puskesmas 
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD LIUN KENDAGE TAHUNA KABUPATEN SANGIHE Salawangi, Glady Endayani; Kolibu, Febi K.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggung jawabnya. Kinerja yang baik dapat dicapai dengan meningkatkan motivasi kerja. Semakin tinggi motivasi kerja seseorang maka semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe. Desain penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe pada bulan Juni-Oktober 2018. Penelitian ini mengambil total populasi perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kengahe Tahuna Kabupaten Sangihe. Sampel yang didapat sebanyak 64 perawat yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian yaitu kuesioner Misener Nurse Practitioner Job Satisfaction Scale (MNPJSS) untuk mengukur motivasi kerja dan lembar penilaian kinerja untuk mengukur kinerja perawat. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji statistik Fisher’s Exact antara variabel motivasi kerja dengan kinerja didapatkan nilai p=0,076 sehingga p>α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe. Saran yang dapat diberikan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe, diharapakan dapat terus menjaga dan meningkatkan kinerja dalam lingkungan organisasi dan memberikan perhatian lebih kepada perawat yang ada sehingga perawat lebih termotivasi untuk menampilkan kinerja yang lebih baik. Kata kunci: Motivasi kerja, kinerja perawat ABSTRACTPerformance is the result of work achieved by a person or group in an organization according to their authority and responsibility. Good performance can be achieved by increasing work motivation. The higher the motivation of one’s work, the higher the performance produced. The study aims to determine the correlation between work motivation and the performance of nurses in the Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District.The research design is analytic obseravational with cross-sectional approach. The research was conducted in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District from June until October 2018. The study look the total elderly population in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District. The samples obtained were 64 nurse who met the inclusion criteria and exclusion criteria. The research instrument was the Misener Nurse Practitiner Job Satisfaction Scale (MNPJSS) questionnaire for measure work motivation and performance assessment sheets to measure the performance of nurse. The analysis used is univariate and bivariate analysis using Chi Square test.         The result of this study shows that the Fisher’s Exact Test between variables of work motivation and the nurse performance obtained p value =0,076 (p>0,05). Based on the result of the study, there is no correlation between work motivation and the nurse performance in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District.   Suggestions that can be given to hospitals are expected to continue to maintain and improve performance in the organizational environment an give more attention to existing nurses so that nurses are more motivated to display better performance. Keywords:  Work motivation, nurses performance
Co-Authors A M J Rattu Adam, Hilman Adan, Hilman Adisti A. Rumayar Adisti A. Rumayar, Adisti A. Akili, Rahayu Hasan Amisi, Windy G. Angelina Gloria Umboh Apdalah H. Saranaung Apdalah Hermansa Saranaung Apricillia Veronika Paulin Damopoli Ardiansa A. T Tucunan Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Arhwinda Pusparahaju Asep Rahman Asih Tri Rachmi Asih Tri Rachmi Asnawi, Rawia Asriffudin, Afnal Aurelia C. Wulandari B H. R. Kairupan Bagania, Wiwin A. Bellinda B. I. Kawatu Budi T. Ratag Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi Demar, Angellina I. Doda, Diana V.D. Entjaurau, Reviyanti Eveline Josik Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Franckie Rudolf R Maramis Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gloria M. Lapong Gloria Melisa Lapong Gobel, Sri Radhawati Goni, David D. Grace Debbie Kandou Grace E. C. Korompis Grace E. C. Korompis Grace Esther Carolina Korompis Grace Korompis Hawila Jessica Tampubolon Hilman Adam Jane M. Pangemana, Jane M. Janny S. Solihin Kadi, Nurhaliza Kairupan, Bernabas. H. R. Kairupan, Sharon Serina Kairupan, Yehezkiel Karen Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaseger, Meylita S. M. Kawatu, Paul A.T Khoirurrizza, Mohammad Korompis, Grace Ester Caroline Korompis, Grace Esther Kountul, Yoga P. D. Lahiwu, Renaldy J.C. Lalintia, Friskyla S. Lasarus, Loritma Liong, Cecilia Meysin Liviani Meysi Arina Lohige, Windy Maddusa, Sri Seprianto Maino, Irny Makaenas, Veronica Julia Makatempuge, Jennifer Filipi Malinda Janet Watania, Malinda Janet Malintoi, Christiano Mamahit, Filia Sisilia Mamonto, Sutria Manoppo, Jeanette Irene C H Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R R Maramis, Franckie R.R. Mentang, Jelly Juliany Misah, Jesicca Cestly Herity Mokalu, Jounetha A.W Mongdong, Stinky Renaldo Mongdong, Winda E E Mundung, Cyntia A. Muntiaha, Christania R. Najoan, Gabriella Windy Nandar, Stenly T. Nasira, Azmi Zahran Nelwan, Jeini E Nibong, Clara Rosalia Oksfriani Jufri Sumampouw Pantow, Dewi Christie Patoding, Putri Cicilia Lusinthania Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Prastowo, Prully Diana Puasa, Djunita D.A Punuh, Maureen I Pusungunaung, Sriwahyuni W. Rana, Stephany Rattu, A. J.M. Rhegina Gloria Tulenan Rianna J Sumampouw Ribka L. Wowor, Ribka L. Rio, Ivana Bella Putri Rivaldy Ringkuangan Rompas, Pujiati K.D. Rorimpandey, Aldio Jum Agung Rosang, Merkuri C. D. Rumayar, Adisty A. Rumpa, Finy J. A. Runtuwene, Kurviasni S. Sahae, Etlinda Sahala, Indra Salawangi, Glady Endayani Salensehe, Zardvita Octavia Seguh, Finsensius Solihin, Janny Septian Sondakh, Yunissia Jibriel Sorongan, Meytha J. Suak, Meilindah C.C Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Takaendengan, Nolita S. Tamba, Violita Josevina Tatong Hariyanto Tewal, Florencia Betris Tewal, Florensia Tinamonga, Zein Toliaso, Cynthia Sisilia Tucunan, Ardainsyah C Tulangow, Ralfi R. Tumurang, Marjes N. Unso, Melkifo Rafles Warouw, Claudya Nathasya Wibisono, Gloria N. Windy Lohige Winokan, Stevani Rosalia Woodford B. S. Joseph Wurangian, Prisilia K. Yacob, Desriana M.L Yewen, Maria Rosita