Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGUATAN ORIENTASI HAK-HAK REPRODUKSI DENGAN PENDEKATAN TAFSIR TRANSFORMATIF DI MA’HAD AL-QUR’AN UNIVERSITAS PTIQ JAKARTA Nawawi, Abd. Muid; Anwar, Hamdani; Nurhafisah, St.; Hude, Darwis; Satiri , Iwan; Julianto, Teguh Arafah
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women are often considered secondary creatures so that they do not have rights to themselves and the right to regulate themselves, especially in terms of reproductive rights. Reproductive rights are part of human rights which are often denied in society and often suffer from abuse and violence. This research uses a qualitative approach to better understand reproductive rights according to Masdar Farid Mas'udi with a transfarmative interpretation approach. As for the results of this research, in Masdar Farid Mas'udi's thoughts on women's reproductive rights, he divided them into several aspects, namely women's rights in choosing a partner, women's rights in enjoying sexual relations, women's rights in determining pregnancy or having offspring, women's rights in caring for children, women's rights to obtain reproductive leave, and women's rights to divorce their partners
PENDAMPINGAN MODEL DAKWAH DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS KRITIS KHURÛJ FÎ SABÎLILLÂH JAMAAH TABLIGH PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PTIQ JAKARTA Juraidi , A; Rieza, Rieza; Nawawi , Abdul Muid; Nurbaiti, Nurbaiti; Anwar, Hamdani; Jannah , Zukhrupatul
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sumber rujukan Jamaah Tabligh dalam melakukan khurûj fî sabîlillâh adalah Al-Qur’an dan Hadis. Ayat-ayat yang dijadikan dasar diantaranya, yaitu QS. Ali Imran/3:104, QS. Ali Imran/3:110, dan QS. Fussilat/41:33, selebihnya Jamaah Tabligh tetap mengutip ayat-ayat yang dalam redaksinya berkaitan dengan dakwah serta merujuk beberapa hadis yang dijadikan sebagai dalil dalam melakukan khurûj fî sabîlillâh. Dengan demikian, tidak ada perbedaan yang prinsipil antara gerakan Jamaah Tabligh dengan umat Islam pada umumnya, yaitu sama-sama menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber hukum Islam yang utama. Kesimpulan penelitian ini menguatkan posisi Jamaah Tabligh bahwa dalam memahami sejumlah ayat yang kemudian dijadikan sebagai basis argumen dalam melakukan khurûj fî sabîlillâh, dapat dikatakan bahwa pandangan Jamaah Tabligh mempunyai kemiripan dengan beberapa penafsir semisal Sayyid Quthub, Imam al-Thabari, Rasyid Ridha dan Quraish Shihab. Hal ini terlihat dari bagaimana jalan pemikiran Jamaah Tabligh ketika memaknai isi kandungan ayat utama untuk berdakwah dalam QS. Ali Imran/3:104. Ada sedikit perbedaan dalam memahami QS. Ali Imran/3:110 dan QS. Fussilat/41:33. Namun perbedaannya hanya terletak pada bagaimana metode Jamaah Tabligh dalam merealisasikan ayat-ayat dakwah. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pemilihan jenis penelitian kepustakaan (library research) ini didasarkan atas objek yang diteliti, yakni nash atau teks yang berkaitan tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang dijadikan dasar argumen Jamaah Tabligh dalam melakukan khurûj fî sabîlillâh