Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Air, Etil Asetat dan n-Heksan Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl) dengan Metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) Amaliah, Riski; Pusmarani, Jastria; Nasir, Nurherlina
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.172

Abstract

ABSTRAK Tanaman kayu jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl) yang dipercaya masyarakatampu untuk pengobatan tradisional dengan berbagai macam penyakit. Salah satu manfaat dari tanaman ini yaitu sebagai astringen, mengobati sakit perut, lepra, penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia pada fraksi air, etil asetat dan n-heksan dan membandingkan perbedaan aktivitas antioksidan antara fraksi air, etil asetat dan n-heksan pada kulit batang kayu jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl). Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian analitik. Metode yang digunakan ialah metode ekstraksi, fraksinasi dan skrining fitokimia. Hasil identifikasi senyawa kimia pada fraksi air mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan tannin. Pada fraksi etil asetat mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, dan tanin, sedangkan fraksi n-heksan mengandung senyawa saponin, flavonoid dan alkaloid. Hasil perbandingan pengujian antioksidan fraksi air diperoleh hasil IC50 86,86 µg/ml, fraksi etil asetat IC50 sebesar 58,41 µg/ml, fraksi n-heksan diperoleh IC50 143,7 µg/ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai IC50 pada fraksi etil asetat memiliki antivitas antioksidan kategori sangat kuat dengan nilai IC50 58,41 µg/ml. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengujian aktivitas antioksidan menggunakan pelarut dan metode lain tanaman kayu jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl).
Gastroprotective activity of Banana peel (Musa paradisiaca var. sapientum) methanol extract purified on aspirin-induced gastric ulceration in Rats Pusmarani, Jastria; Putri, Risky Juliansyah; Dewi, Citra; Fitriani, Difa; Purwono, Setyo; Ikawati, Zullies
Pharmaciana Vol. 14 No. 3 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i3.27639

Abstract

Banana (Musa paradiasiaca var. sapientum) is the world's most popular fruit-bearing crop, with rising consumption and waste. This study aimed to measure the metabolite compound and evaluate the gastroprotective properties of a banana peel-purified methanol extract. Animals test used in this study were divided into six groups: Group One received NaCMC 0.5%, Group Two received sucralfate, Group Three received aspirin 1000 mg/kg body weight, and groups four, five, and six received PBP at doses of 200 mg/kg body weight, 400 mg/kg body weight, and 600 mg/kg body weight, respectively, for seven days. Except for group 1, all groups were induced with aspirin at 1000 mg/kg body weight on the eighth day. The result of this study exhibited banana peel containing total phenolic, flavonoid, and tannin compounds with concentrations of 33.45 mg GAE/g, 19.92 mg QE/g, and 0.16 %, respectively. The results showed that pure extract of Musa paradiasiaca var. sapientum fruit peel can reduce the incidence of gastric ulcers by decreasing the ulcer index (p<0.05).. The results suggested that Musa paradisiaca var. sapientum peel has a gastroprotective effect against aspirin-induced gastric ulceration.
Uji Aktivitas Antihiperkolesterolemia dari Fraksi Air, Etil Asetat dan N-Heksan dari Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca Var. Sapientum) Pada Mencit (Mus Musculus) yang di Induksi Propiltiourasil Machfud Amin, Andi Saiful; Pusmarani, Jastria; Fauziah, Rismayanti
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i1.146

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan tingginya kadar total kolesterol dalam darah ≥200 mg/dl.  Kulit  pisang  raja  (Musa  paradisiaca  var.  Sapientum)  adalah  tanaman  yang berkhasiat,  mengandung  senyawa  golongan  alkaloid,  flavonoid,  tanin,  saponin  dan triterpenoid    yang    bermanfaat    sebagai antihiperkolesterolemia.   Tujuan   dari  penelitian   ini   untuk   mengetahui   uji   aktivitas antihiperkolesterolemia dari fraksi air, etil asetat, dan n-heksan kulit pisang raja (Musa paradisiaca var. sapientum) pada mencit (Mus musculus) yang di induksi propiltiourasil.  Sampel  diekstraksi dengan  metode  maserasi  menggunakan  pelarut  metanol    dan diperoleh 78 g ekstrak kental kemudian dilakukan fraksinasi  dengan metode partisi cair-cair dan diperoleh fraksi air 18 g, etil asetat 13 g, dan n-heksan 14 g. Pengujian aktivitas antihiperkolesterolemia dengan hewan uji dibagi 5 kelompok kontrol negatif (NaCMC) kontrol positif (Simvastatin 100 mg), kelompok fraksi etil asetat kulit pisang raja dosis 200 mg, kelompok fraksi n-heksan kulit pisang raja dosis 400 mg, dan kelompok fraksi air kulit pisang raja 600 mg. Berdasarkan uji efek antihiperkolestrol yang  efektif  adalah  fraksi  n-heksan  dosis  400mg/kgbb  dibandingkan  dengan fraksi lainnya karena persen penurunanya lebih tinggi.
Penyuluhan Serbuk Instan dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga dengan Indikasi Hipertensi di Kelurahan Ambalodangge, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan Hasanuddin, Silviana; Mulyani, Sri; Pusmarani, Jastria
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/29626633.v2i1.31

Abstract

Saat ini Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk tetap diatasi. Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah di atas batas normal yaitu 140/90 mmHg, Kelurahan Ambalodangge merupakan salah satu kelurahan dengan tingkat kejadian hipertensi cukup tinggi yaitu sekitar 26%.Pemanfaatan bahan alam menjadi salah satu alfernatif pengobatan yang banyak diminati terkhusus oleh masyarakat Kelurahan Ambalodangge.Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Kelurahan Ambalodangge terkait penyakit hipertensi dan pemanfaatan tanaman sebagai antihipertensi.Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyuluhan dengan menggunakan media leaflet, dan menjawab kuisioneruntuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakatsesudah dilakukan penyuluhan hipertensi. Praktek pembuatan serbuk instan kombinasi jahe dan kunyit menggunakan metode kristalisasi serta penanaman tanaman obat keluarga dengan menanam 13 jenis tanaman berkhasiat antihipertensi beserta keterangan nama dan khasiatnya. Hasil yang diperoleh dari penyuluhan hipertensi adalah Jumlah rata-rata persentase responden dengan jawaban benar 90,86%, sedangkan jawaban salah 9,14%. Hal ini menunjukan tingkat pengetahuan masyarakat dikatakan baik sesudah mendapatkan penyuluhan. Pada pembuatan serbuk instan diperoleh 42 bungkus serbuk instan yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Peningkatan Pengetahuan dan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Penanganan dan Pencegahan Stunting di Pudaria Jaya Rahmadania, Wa Ode; Lestari, Sari Arie; Yuliastri, Wa Ode; Yanti, Fitri; Pusmarani, Jastria; Ardiansyah, Ririn Teguh; Ridwan, Bai Athur; Firmansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v3i1.749

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi pada anak secara global. Sekitar 161 juta anak balita di dunia mengalami stunting, stunting ditandai dengan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan pada anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa ibu-ibu yang mempunyai balita di Desa Pudaria Jaya, diketahui masih banyak ibu-ibu yang belum terpapar mengenai stunting. Sehingga banyak dari mereka mengira bahwa anak atau balitanya lebih pendek dari usianya adalah faktor dari genetik sehingga tidak perlu memerlukan penanganan lebih lanjut dan kurangnya pemahaman orangtua dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dapat mencegah stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Stunting dan mengajarkan cara pencegahan stunting serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan seperti telur, tahu, tempe dan bubur kacang hijau kepada anak. Hasil evaluasi pengabdian masyarakat diperoleh bahwa masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini telah memahami tentang apa itu stunting pada anak terutama terkait makanan bergizi yang harus dikonsumsi oleh anak serta hal-hal yang dapat mencegah terjadinya stunting.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dalam Menjalani Pengobatan di Puskesmas Usuku, Kecamatan Tomia Timur Hasriati; Buton, La Djabo; Pusmarani, Jastria
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i3.233

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronik yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas memproduksi jumlah hormon insulin secara memadai sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penderita Diabetes Melitus dalam menjalani pengobatan di Puskesmas Usuku, Kecamatan Tomia Timur. Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 200 orang. Metode Analisis Menggunakan uji Univariat dan uji brivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan pada penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Usuku, Kecamatan Tomia Timur (p value 0,002). Ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan pada penderitan DM Tipe 2 di Puskesmas Usuku, Kecamatan Tomia Timur (p value 0,000). Ada hubungan antara motivasi dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan pada penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Usuku, Kecamatan Tomia Timur (p value 0,002). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan pada penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Uuku, Kecamatan Tomia Timur (p value 0,007). Ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan pada penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Uuku, Kecamatan Tomia Timur (p value 0,004). Diharapkan bagi puskesmas usuku dapat memberikan penyuluhan terkait kesadaran bagi penderita DM akan pentingnya patuh dalam menjalani pengobatan. Bagi penderita DM Tipe 2 diharapkan mampu mengelola penyakit dengan 4 pilar utama pengendalian DM yaitu dengan terapi gizi, terapi farmakologis, aktivitas fisik dan edukasi serta patuh dalam mejalankan pengobatan.
Aktivitas Hepatoprotektor Ekstrak Metanol Daun Kluwih (Artocarpus camansi) terhadap Kadar SGOT-SGPT Plasma Darah Tikus (Rattus norvegicus) yang di Induksi Parasetamol Elpira, Wulan Apriatin; Pusmarani, Jastria; Baco, Juliana
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i2.264

Abstract

Penyakit hati merupakan penyakit yang pravalensinya masih tinggi diindonesia. Salah satu kerusakan hati akibat obat parasetamol. Daun kluwih (Artocarpus camansi) memiliki senyawa flavanoid yang dapat meningkatkan produksi enzim glutatione di hati. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektor ekstrak metanol daun kluwih pada tikus yang diinduksi parasetamol. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian eksprimental dengan design penelitian Pre and post test control group design. Kelompok 1 diberikan pakan standar sebagai konrol normal, Kelompok II diberikan Na CMC 0,05 % sebagai kontrol negatif,kelompok III diberikan parasetamol 180 mg/kgBB sebagai kontrol induksi, kelompok IV diberikan ekstrak daun kluwih dosis 200 mg/kgBB, kelompok V diberikan ekstrak daun kluwih dosis 400 mg/kgBB, dan kelompok VI diberikan ekstrak daun kluwih dosis 800 mg/kgBB. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif dan menggunakan One way Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji LSD. Dari hasil identifikasi kandungan kimia yang terdapat pada daun kluwih (Artocarpus camansi) positif mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Selanjutnya untuk pengujian penurunan kadar plasma darah tikus menunjukkan bahwa semua ekstrak uji mulai dari dosis terendah yang diberikan (200 mg/kg BB) hingga dosis tertinggi (800 mg/kg BB) dapat menurunkan kadar SGOT-SGPT plasma darah hewan uji. Dimana hasil dari pengukuran kadar rata-rata SGOT kelompok dosis ekstrak 1,2 dan 3 berturut-turut 36,6333 U/L, 43,7 U/L, dan 35,9 U/L dan kadar rata-rata SGPT berturut-turut sebesar 47,6666 U/L, 46,2333 U/L, dan 36,6 U/L.
The Edukasi Dampak Pencegahan Polusi Udara Terhadap Kesehatan Masyarakat Di Desa Lalowaru Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan: Indonesia Putri, Risky Juliansyah; Lolok, Nikeherpianti; Risky, Sartini; Marhanto, Eka Dharma Putra; S, Helty; Yati, Mimi; Halid, Nur Hatidjah Awaliyah; Rahmaniar, Dian; Himaniarwati, Himaniarwati; Pusmarani, Jastria; Nasir, Nur Helina; Nurshavira, Nurshavira
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.465

Abstract

Pada  analisis situasi yang dilakukan kepada  masyarakat desa lalowaru kecamatan moramo utara kabupaten konawe selatan diketahui masih kurangnya pengetahuan masyarakat terkait pencemaran lingkungan serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu dampak yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan berupa polusi udara yang berakibat terjadinya penyakit gangguan pernafasan. Berdasarkan data survey awal menunjukan bahwa Kelurahan Lalowaru memiliki jumlah sebaran penyakit gangguan pernafasan per tahun 2023 merupakan prevalensi penyakit tertinggi yaitu sebanyak 792 kasus, diikuti oleh hipertensi sebanyak 192 kasus dan penyakit TB + Paru sebanyak 82 kasus.  Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pengetahuan, mencegah penularan, dan penanganan ISPA serta hipertensi pada masyarkat kelurahan Lalowaru. Model kegiatan yang dilakukan yaitu sosialisasi mengenai pencemaran lingkungan, cara pencegahan dengan penggunaan terapi Uap sederhana dan workshop pembuatan minuman jahe madu untuk mencegah terjadinya penyakit gangguan pernafasan seperti ISPA, Bronkhitis dan TBC.  Serta dilakukan pula pembinaan terkait peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan penanganan Pola Hidup Bersih Sehat.
Hubungan Rasionalitas Antihipertensi Dengan Outcome Terapi Penurun Tekanan Darah Pada Pasien di RSUD Kota Kendari Rosnila; Pusmarani, Jastria; Marsidin
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i4.220

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama dan menjadi faktor resiko utama untuk penyakit kardiovaskular dan komplikasi penyakit lainnya. Data penyakit hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari berada pada urutan pertama dari kelompok penyakit terbesar selama beberapa tahun. Pada tahun 2022 hipertensi masuk dalam kategori 10 penyakit terbesar di RSUD Kota Kendari. Hal ini berhubungan dengan rasionalitas penggunaan obat antihipertensi. Penggunaan obat yang tidak rasional dapat menimbulkan kerugian selain menambah biaya, juga dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh, resistensi obat, dan bahkan kematian serta dapat menghambat mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan rasionalitas penggunaan obat antihipertensi dengan outcome terapi pasien hipertensi rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, sampel diambil dari data rekam medik pasien sesuai kriteria inklusi. Dari 412 rekam medik sampel, terdapat 80 sampel yang sesuai kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square, dimana nilai p< 0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan rasionalitas penggunaan obat antihipertensi sesuai kriteria: tepat pasien 98,75%, tepat obat 97,5%, tepat indikasi 100%,  dan tepat dosis 100%. Pasien yang menerima terapi antihipertensi yang rasional sebanyak 77 pasien (96,25%) , dan 79 pasien (98,75%) telah mencapai outcome terapi. Terdapat hubungan yang signifikan pada rasionalitas penggunaan obat antihipertensi dengan outcome terapi berupa tercapainya target tekanan darah pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari yaitu p value (0,001) < 0,05.
Non Specific and Specific Parameter Standardization of Banana Peel (Musa paradisciata Sapientum) and Andrographis Paniculata Pusmarani, Jastria; Putri, Risky Juliansyah; Dewi, Citra; Purwono, Setyo; Ikawati, Zullies
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2019: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.1439

Abstract

Purpose: The aim of this study is to standardize the methanol extract of banana peel (Musa paradisciata sapientum) and ethanolic extract of Andrographis Paniculata and Phytochemical screening of banana peel extract and Andrographis PaniculataMethodology: Standardization of the extract conducting with two parameters, they are specific and nonspecific parameters.Results: Content of water solvent of banana peel as many as 47.8% and as many as 35.79% in Andrographis Paniculata. Phytochemical screening result reveals that banana peel extract contains saponin, polyphenol, tannin, flavonoid, and terpenoid. Andrographis Paniculata extract contains alkaloid, steroid, terpenoid, flavonoid and saponin. Non-specific parameter can be observed based on water content, total ash content, non-soluble acid ash content and drying losses. Water content of methanol extract of banana peel as many as 8.47% and Andrographis Paniculata leaves as many as 7.91%. The result of total ash content of banana peel as many as 17.99% and Andrographis Paniculata leaves as many as 17.23%. Ash content of insoluble acid of banana peel as many as 3.15% and Andrographis Paniculata leaves as many as 5.10%. The result of drying loss determination of the extract of plantain peel is 9.37% and sambiloto leaves is8.82%.Applications/Originality/Value: Based on specific and non-specific standardization parameter assay which consist of methanol extract of banana peel and Andrographis Paniculata leaves meet the standardization of quality.