Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Air, Etil Asetat dan n-Heksan Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl) dengan Metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) Amaliah, Riski; Pusmarani, Jastria; Nasir, Nurherlina
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.172

Abstract

ABSTRAK Tanaman kayu jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl) yang dipercaya masyarakatampu untuk pengobatan tradisional dengan berbagai macam penyakit. Salah satu manfaat dari tanaman ini yaitu sebagai astringen, mengobati sakit perut, lepra, penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia pada fraksi air, etil asetat dan n-heksan dan membandingkan perbedaan aktivitas antioksidan antara fraksi air, etil asetat dan n-heksan pada kulit batang kayu jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl). Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian analitik. Metode yang digunakan ialah metode ekstraksi, fraksinasi dan skrining fitokimia. Hasil identifikasi senyawa kimia pada fraksi air mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan tannin. Pada fraksi etil asetat mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, dan tanin, sedangkan fraksi n-heksan mengandung senyawa saponin, flavonoid dan alkaloid. Hasil perbandingan pengujian antioksidan fraksi air diperoleh hasil IC50 86,86 µg/ml, fraksi etil asetat IC50 sebesar 58,41 µg/ml, fraksi n-heksan diperoleh IC50 143,7 µg/ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai IC50 pada fraksi etil asetat memiliki antivitas antioksidan kategori sangat kuat dengan nilai IC50 58,41 µg/ml. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengujian aktivitas antioksidan menggunakan pelarut dan metode lain tanaman kayu jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl).
Gastroprotective activity of Banana peel (Musa paradisiaca var. sapientum) methanol extract purified on aspirin-induced gastric ulceration in Rats Pusmarani, Jastria; Putri, Risky Juliansyah; Dewi, Citra; Fitriani, Difa; Purwono, Setyo; Ikawati, Zullies
Pharmaciana Vol. 14 No. 3 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i3.27639

Abstract

Banana (Musa paradiasiaca var. sapientum) is the world's most popular fruit-bearing crop, with rising consumption and waste. This study aimed to measure the metabolite compound and evaluate the gastroprotective properties of a banana peel-purified methanol extract. Animals test used in this study were divided into six groups: Group One received NaCMC 0.5%, Group Two received sucralfate, Group Three received aspirin 1000 mg/kg body weight, and groups four, five, and six received PBP at doses of 200 mg/kg body weight, 400 mg/kg body weight, and 600 mg/kg body weight, respectively, for seven days. Except for group 1, all groups were induced with aspirin at 1000 mg/kg body weight on the eighth day. The result of this study exhibited banana peel containing total phenolic, flavonoid, and tannin compounds with concentrations of 33.45 mg GAE/g, 19.92 mg QE/g, and 0.16 %, respectively. The results showed that pure extract of Musa paradiasiaca var. sapientum fruit peel can reduce the incidence of gastric ulcers by decreasing the ulcer index (p<0.05).. The results suggested that Musa paradisiaca var. sapientum peel has a gastroprotective effect against aspirin-induced gastric ulceration.
Penyuluhan Serbuk Instan dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga dengan Indikasi Hipertensi di Kelurahan Ambalodangge, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan Hasanuddin, Silviana; Mulyani, Sri; Pusmarani, Jastria
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/29626633.v2i1.31

Abstract

Saat ini Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk tetap diatasi. Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah di atas batas normal yaitu 140/90 mmHg, Kelurahan Ambalodangge merupakan salah satu kelurahan dengan tingkat kejadian hipertensi cukup tinggi yaitu sekitar 26%.Pemanfaatan bahan alam menjadi salah satu alfernatif pengobatan yang banyak diminati terkhusus oleh masyarakat Kelurahan Ambalodangge.Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Kelurahan Ambalodangge terkait penyakit hipertensi dan pemanfaatan tanaman sebagai antihipertensi.Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyuluhan dengan menggunakan media leaflet, dan menjawab kuisioneruntuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakatsesudah dilakukan penyuluhan hipertensi. Praktek pembuatan serbuk instan kombinasi jahe dan kunyit menggunakan metode kristalisasi serta penanaman tanaman obat keluarga dengan menanam 13 jenis tanaman berkhasiat antihipertensi beserta keterangan nama dan khasiatnya. Hasil yang diperoleh dari penyuluhan hipertensi adalah Jumlah rata-rata persentase responden dengan jawaban benar 90,86%, sedangkan jawaban salah 9,14%. Hal ini menunjukan tingkat pengetahuan masyarakat dikatakan baik sesudah mendapatkan penyuluhan. Pada pembuatan serbuk instan diperoleh 42 bungkus serbuk instan yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Peningkatan Pengetahuan dan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Penanganan dan Pencegahan Stunting di Pudaria Jaya Rahmadania, Wa Ode; Lestari, Sari Arie; Yuliastri, Wa Ode; Yanti, Fitri; Pusmarani, Jastria; Ardiansyah, Ririn Teguh; Ridwan, Bai Athur; Firmansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v3i1.749

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi pada anak secara global. Sekitar 161 juta anak balita di dunia mengalami stunting, stunting ditandai dengan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan pada anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa ibu-ibu yang mempunyai balita di Desa Pudaria Jaya, diketahui masih banyak ibu-ibu yang belum terpapar mengenai stunting. Sehingga banyak dari mereka mengira bahwa anak atau balitanya lebih pendek dari usianya adalah faktor dari genetik sehingga tidak perlu memerlukan penanganan lebih lanjut dan kurangnya pemahaman orangtua dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dapat mencegah stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Stunting dan mengajarkan cara pencegahan stunting serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan seperti telur, tahu, tempe dan bubur kacang hijau kepada anak. Hasil evaluasi pengabdian masyarakat diperoleh bahwa masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini telah memahami tentang apa itu stunting pada anak terutama terkait makanan bergizi yang harus dikonsumsi oleh anak serta hal-hal yang dapat mencegah terjadinya stunting.
The Edukasi Dampak Pencegahan Polusi Udara Terhadap Kesehatan Masyarakat Di Desa Lalowaru Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan: Indonesia Putri, Risky Juliansyah; Lolok, Nikeherpianti; Risky, Sartini; Marhanto, Eka Dharma Putra; S, Helty; Yati, Mimi; Halid, Nur Hatidjah Awaliyah; Rahmaniar, Dian; Himaniarwati, Himaniarwati; Pusmarani, Jastria; Nasir, Nur Helina; Nurshavira, Nurshavira
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.465

Abstract

Pada  analisis situasi yang dilakukan kepada  masyarakat desa lalowaru kecamatan moramo utara kabupaten konawe selatan diketahui masih kurangnya pengetahuan masyarakat terkait pencemaran lingkungan serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu dampak yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan berupa polusi udara yang berakibat terjadinya penyakit gangguan pernafasan. Berdasarkan data survey awal menunjukan bahwa Kelurahan Lalowaru memiliki jumlah sebaran penyakit gangguan pernafasan per tahun 2023 merupakan prevalensi penyakit tertinggi yaitu sebanyak 792 kasus, diikuti oleh hipertensi sebanyak 192 kasus dan penyakit TB + Paru sebanyak 82 kasus.  Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pengetahuan, mencegah penularan, dan penanganan ISPA serta hipertensi pada masyarkat kelurahan Lalowaru. Model kegiatan yang dilakukan yaitu sosialisasi mengenai pencemaran lingkungan, cara pencegahan dengan penggunaan terapi Uap sederhana dan workshop pembuatan minuman jahe madu untuk mencegah terjadinya penyakit gangguan pernafasan seperti ISPA, Bronkhitis dan TBC.  Serta dilakukan pula pembinaan terkait peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan penanganan Pola Hidup Bersih Sehat.
Non Specific and Specific Parameter Standardization of Banana Peel (Musa paradisciata Sapientum) and Andrographis Paniculata Pusmarani, Jastria; Putri, Risky Juliansyah; Dewi, Citra; Purwono, Setyo; Ikawati, Zullies
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2019: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.1439

Abstract

Purpose: The aim of this study is to standardize the methanol extract of banana peel (Musa paradisciata sapientum) and ethanolic extract of Andrographis Paniculata and Phytochemical screening of banana peel extract and Andrographis PaniculataMethodology: Standardization of the extract conducting with two parameters, they are specific and nonspecific parameters.Results: Content of water solvent of banana peel as many as 47.8% and as many as 35.79% in Andrographis Paniculata. Phytochemical screening result reveals that banana peel extract contains saponin, polyphenol, tannin, flavonoid, and terpenoid. Andrographis Paniculata extract contains alkaloid, steroid, terpenoid, flavonoid and saponin. Non-specific parameter can be observed based on water content, total ash content, non-soluble acid ash content and drying losses. Water content of methanol extract of banana peel as many as 8.47% and Andrographis Paniculata leaves as many as 7.91%. The result of total ash content of banana peel as many as 17.99% and Andrographis Paniculata leaves as many as 17.23%. Ash content of insoluble acid of banana peel as many as 3.15% and Andrographis Paniculata leaves as many as 5.10%. The result of drying loss determination of the extract of plantain peel is 9.37% and sambiloto leaves is8.82%.Applications/Originality/Value: Based on specific and non-specific standardization parameter assay which consist of methanol extract of banana peel and Andrographis Paniculata leaves meet the standardization of quality.
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN LOKAL UNTUK PENANGANAN HIPERTENSI DI DESA WAWOBUNGI KABUPATEN KONAWE Himaniarwati, Himaniarwati; Putri, Risky Juliansyah; Hasanudin, Silviana; Halid, Nurhatidja Awaliya; Nasir, Nur Herlina; Pusmarani, Jastria
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.630

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan pada warga desa Wawobungi, kurangnya pengetahuan dan cara penanganan hipertensi menjadi salah satu penyebab peningkatan kasus hipertensi pada warga desa Wawobungi. Tujuan pelaksanan PKM ini untuk meningkatkan pengetahuan melalui edukasi tentang hipertensi dan pemanfaatan bahan alam lokal sebagai alternatif pengobatan hipertensi, deteksi dini penyakit melalui tes kesehatan dan meningkatkan keterampilan masyarakat desa Wawobungi dengan pelatihan pembuatan serbuk instran dari bahan alam lokal yaitu kelor. Metode pelaksanaan dilakukan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pelatihan pembuatan serbuk instant. Peserta PKM semua warga yang hadir pada saat pelaksanaan PKM 17 orang. Hasil yang diharapkan pelaksanaan pengabdian masyakarat ini adalah meningkatnya pengetahuan Masyarakat desa Wawobungi dalam pencegahan dan pengendalian mandiri hipertensi dengan memanfatkan dan mengelolah tanaman disekitar menjadi tanaman obat lokal yang dapat memberikan manfaat bagi Kesehatan.
Formulasi Sediaan Masker Stick Clay Dengan Kombinasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk) Dan Daun Sagu (Metroxylon Sagu Rottb) Serta Aktivitas Antioksidan Putri, Risky Juliansyah; Halid, Nur Hatidjah Awaliyah; Himaniarwati, Himaniarwati; Nasir, Nur Herlina; Pusmarani, Jastria; Jannah, Nisa Fil
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 10 No 1 (2026): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v10i1.792

Abstract

Antioxidants are beneficial for skin health, and they help to neutralize free radicals. These antioxidants are present in various plants, including Moringa and sago leaves. To enable easier application, these antioxidant properties are incorporated into cosmetic products, such as stick clay masks. The purpose of this research is to assess the formula's stability and the antioxidant effectiveness of stick clay mask formulations that combine extracts from Moringa and sago leaves. The study utilized a laboratory experimental design, and the samples were collected from Wolulu Village, Watubangga District, Southeast Sulawesi.. Stick clay mask containing extracts of sago and moringa leaves at 0.5%, 1%, and 1.5% concentrations. The formulation underwent a stability test, and the IC50 value was used to determine the antioxidant activity test using DPPH methods. In addition to having antioxidant activity at F0 263.51 µg/mL in the weak category, Formula FI 73.80 µg/mL in the strong category, F II 54.74 µg/mL in the strong category, and F III 30.11 µg/mL in the very strong category, the results of the stability test of the Stick clay mask have satisfied the requirements, which include organoleptic test, homogeneity test, spreadability test, adhesion test, and drying time test.
Cost-Effectiveness Analysis of Oral Antidiabetic Monotherapy with Metformin and Glimepiride in Diabetes Mellitus at Bahteramas Hospital Pusmarani, Jastria; Apriani, Rini; Himaniarwati, Himaniarwati; Baco, Julianas; Azlimin, Azlimin
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 3
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i3.63022

Abstract

Healthcare expenditure due to diabetes mellitus in Indonesia reaches approximately US$143 per person. The largest portion of this cost is attributed to medications. Therefore, ensuring the cost-efficiency and effectiveness of drug use is critically important. This study aims to determine and analyze the cost-effectiveness of antidiabetic drug therapy in patients with type 2 diabetes mellitus in the outpatient department of Bahteramas Hospital in Southeast Sulawesi Province. Descriptive methods and quantitative analysis of medical record data from Type 2 diabetes mellitus (DM) patients and treatment costs at Bahteramas Hospital in 2023. A total of 61 patients were included in the study based on the inclusion criteria. Based on the average cost-effectiveness ratio (ACER), glimepiride was more efficient, with a value of IDR 18,389, compared to metformin, which had an ACER of IDR 25,405. However, based on the incremental cost-effectiveness ratio (ICER), metformin was more cost-effective, with a value of IDR 50,070. While the biguanide group (metformin) appears more cost-effective than the sulfonylurea group (glimepiride) based on ICER, the overall findings indicate that, based on ACER, glimepiride (sulfonylurea) is more cost-effective. Therefore, glimepiride can be recommended as a single oral antidiabetic therapy at Bahteramas Hospital.